6,683 research outputs found
Riview Muhammad azhari Yahya A 07
Tugas Muhammad azhari Yahya SOSIO ANTROPOLOGI 2021 NIM 7020012100
al-Misbāh fī al-Nahw By Nāsir al-Dīn al-Mutarrizī al-Nahwī (d. 610/1213) A Critical Edition of the Text with the Life History of the Author
Nāsir al-Dīn al-Mutarrizī al-Nahwī (d.610/1213) was one of the most renowned figures in the field of Arabic Grammar. He has left an indelible mark on the world of Arabic language and literature. He is also known as the successor of al-Zamakhsharī.
He wrote a number of books but his al-Misbāh fī al-Nahw gained prominence at a level that no other book in this field could claim to achieve. For this reason, a great number of commentaries have been written in every age, of which the most famous are al-Daw and Khulāsat al-I‘rāb written by Tāj al-Dīn al-Isfrā’īnī and ‘Abd al- Karīm al-Tūsī (better known as Hājjī Bābā) respectively. Moreover, its translation into other languages also demonstrates its value as a useful book.
Although al-Misbāh has been edited on more than one occasion, the published editions do not fulfil the needs and requirements of modern academic research criteria. The basic aim of this thesis is to present this book with a current modern research style so that the students, teachers and ordinary readers of Arabic language and literature may benefit from this work.
This thesis is divided into two parts. The first part deals with the life history of the author and his other works. A brief note of the environment under which he grew up (generally referred to as the ‘Seljuk’ period) is also included in this part.
The second part consists of a text edition that deals with the derivation (Takhrīj) of syntactical issues together with the differing opinions of grammarians on syntactical/grammatical issues. This part also proffers the idiomatic English translation of al-Misbāh
Hukum Bedah Mayat untuk Tujuan Penelitian dan Pembelajaran (Studi Perbandingan Pandangan Muhammadal-MukhtarAsy-Syinqithi dengan Pandangan Syeikh Muhammad Bakhital-Muthi’i)
Umumnya dikenal tiga macam pembedahan yaitu pembedahan mayat karena forensik, penyakit dan kajian. Para dokter membutuhkan praktik bedah pada saat mereka belajar supaya mereka memungkinkan teori ilmiah pada saat pembedahan tersebut. Praktik tersebut akan sempurna dan hanya dapat diketahui dengan pembedahan mayat.Pertanyaan dalam skripsi ini adalah bagaimana pandangan Muhammad Mukhtar Asy-Syinqithi dan Bakhit Al-Muthi’i tentang hukum bedah mayat, apakah dalil dan metode istinbat hukum serta sebab-sebab perbedaan pendapat antara mereka. Penulisan ini menggunakan penelitian kepustakaan (library research) dan metode yang digunakan adalah metode deskriptif dan metode komparatif. Adapun sumber data primier yang digunakan adalah kitab Ahkᾱm Al Jirahaḥ At Tῑḅbiyah wal Atsãr karangan Muhammad Mukhtar Asy-Syiqinthi dan Fatwa Syeikh Muhammad Bakhit al-Muthi’i yang terdapat di dalam Majalah al-Azhar Jilid 6 karangan Muhammad Farid Wajdi. Hasilnya, perbedaan pendapat yang terjadi antara Muhammad al-Mukhtar Asy-Syinqithi dan Syeikh Muhammad Bukhit al-Muthi’i mengenai permasalahan bedah mayat, disebabkan karena perbedaan dalam menggunakan dalil dan perbedaan dalam memahami nash yang pada akhirnya menghasilkan sebuah hasil yang berbeda
Clinical Presentation of Alzheimer Disease (ad): a hospital based observational study.
Introduction: Alzheimer's disease (AD) is a neurodegenerative illness that mani-fests itself clinically and pathologically.Objective: To identify the various patterns of Alzheimer’s disease (AD) in adults.Methodology: A hospital based observational study was conducted in the Depart-ment of Neurology Jinnah Postgraduate Medical Centre (JPMC) Karachi, Pakistan from May 2018 to November 2019.Cases with complaint of memory impairment and/or cognitive impairment, with or without behavioral changes were included in the study. Acute delirious state uremia / hepatic encephalopathy hypo / hypergly-cemia and hypo / hypernatremia were excluded diagnosis. The main outcome measures were clinical patterns of AD with age and sex distribution, affective disor-der with cognitive impairment (Pseudo dementia) and affective disorder without cognitive impairment.Results: A sample of 51 cases (36 males and 15 females) with memory impairment was included. Age’s between 25-85years (mean 57years). Out of 51 cases 44 had probable /possible Alzheimer’s disease (AD) 03 had affective disorder with cogni-tive impairment (pseudo dementia), 04 patients had affective disorder without cognitive impairment. Among probable / possible cases of AD 23 (52.27%) had multi infarct dementia (having history of past cerebrovascular disease), same sta-tistics among Parkinson’s patient’s i.e. diagnosis was Parkinson’s disease with memory impairment were 18 (40.90%) followed by alcoholic dementia in 03 (6.8%). There was no definite Alzheimer’s disease case in this study.Conclusion: Vascular dementia not the definite Alzheimer’s disease is the com-monest memory impairment type presentation in our study. Among Parkinson’s disease patient’s dementia was found quite high in our study.Keywords: Alzheimer’s disease (AD), Vascular dementia (MID), Parkinson’s disease (PD), Cognition, Memory
Author Correction: Mortality outcomes with hydroxychloroquine and chloroquine in COVID-19 from an international collaborative meta-analysis of randomized trials.
The original version of this Article contained an error in the spelling of the author Muhammad Shahzad, which was incorrectly given as Muhammad Shehzad. This has now been corrected in both the PDF and HTML versions of the Article
Muhammad Abduh
Muhammad Abduh adalah salah satu tokoh pembaharuan pemikiran pendidikan agama Islam, di Mesir. Muhammad Abduh menuangkan ide pemikiran serta pembaharuannya di ranah pendidikan, dan ranah sosial keagamaan. Muhammad Abduh dilahirkan dari keluarga petani pada tahun 1849 yang bertepatan dengan jatuhnya pemerintahan Muhammad Ali. Abduh menimba ilmu di Al-Azhar, dan sebelumnya itu ia menempuh di Tanta. Kritik beliau dalam pendidikan yang pertama ialah, ia merasa bahwa pendidikan pada saat itu yang sangat tidak mendukung pemahaman dalam mempelajarinya. Terutma dalam hal pembelajaran bahasa Arab. Ia memiliki keinginan dalam memperbaiki uslub bahasa Arab baik itu media tulis pembelajaran bahasa Arab maupun dalam pembicaraan resmi negara. Ia melihat bahwa pendidikan umat Islam pada masa itu sangat-sangat mengalami pemunduran dikarenakan pola pikir para umat Islam yang hanya terpaku dengan masa lalu, berpikir jumud serta statis karena mereka tidak menggunakan akal yang diberikan oleh Allah Swt. kepada mereka. Abduh juga menggagas kurikulum yang integral. Sistem pendidikan yang diperjuangkan Muhammad ‘Abduh adalah sistem pendidikan fungsional yang bukan impor, yang mencakup pendidikan universal bagi semua anak, laki-laki maupun perempuan. Kurikulum yang mampu menjadikan pendidikan agar tidak monoton dan mampu memberikan perubahan
Istihsan (juristic preference) : the forgotten principle of Islamic law
EThOS - Electronic Theses Online ServiceGBUnited Kingdo
UiTM Perak landscape architecture students clinch gold award at International Art Jamming Competition 2024 / Muhammad Falihin Jasmi
Kuala Langat, 26th May 2024 – The PIKASO team from UiTM Perak has secured the prestigious Gold Award at the International Art Jamming Competition 2024, hosted jointly by Gamuda Parks, Gamuda Cove, and Universiti Teknologi MARA (UiTM). The team of emerging artists from the Landscape Architecture Programme, Muhammad Nazmy Azhary bin Mohd Nazry, Muhammad Amri Fikri bin Noor Azman, and Khaleeda binti Mohd Khair, supervised by LAr. Dr. Zulkefle Hj Ayob, claimed the top honour along with a cash prize of RM5,000 and Gamuda Play tickets. Their artwork titled “ChromaWild,” distinguished by its vibrant colours and innovative concept, captivated both the jury and the public at the event
ISRAILIYYAT MUHAMMAD HUSEIN AL-ZAHABI (Perspektif Sejarah Intelektual)
Saat ini term israiliyyat telah menjadi kajian resmi
yang menjadi bagian integral studi al-Qur’an dalam artian
wacana ini telah memiliki status yang independen dengan
perangkat kajian tertentu. Namun demikian, wacana tersebut
di masa klasik memiliki status yang jauh berbeda dengan saat
ini. Ketika masa itu kisah ini menjadi opini publik yang
dijadikan instrumen untuk menafsirkan ayat al-Qur’an. Oleh
karena itu, menjadi sangat menarik untuk mengkaji
israiliyyat dalam perspektif sejarah intelektual. Dalam hal ini
salah satu tokoh kunci dalam wacana israiliyyat adalah
Muhammad Husein al-Zahabi (1915-1977), seorang
intelektual Mesir yang memelopori kajian sistematis
israiliyyat dengan karyanya al-Israiliyyat fi at-Tafsir wa al-
Hadis dan salah satu figur di Univesitas al-Azhar yang
melakukan pembaharuan dalam arah studi al-Qur’an pada
dekade 1970-an. Penelitian ini berupaya untuk menelusuri
kontruksi pemikiran israiliyyat al-Zahabi yang ditinjau
melalui analisis sejarah intelektual dengan mengacu kepada
rumusan masalah utama: Bagaimana akar pemikiran
israiliyyat Muhammad Husein al-Zahabi? Dan Bagaimana
konstruksi pemikiran israiliyyat Muhammad Husein al-
Zahabi perspektif sejarah intelektual?.
Peneliatian ini adalah kajian kualitatif yang berbasis
kepustakaan (library research). Sumber penelitian ini adalah
karya-karya al-Zahabi yang berkaitan dengan tema penelitian
seperti at-Tafsir wa al-Mufassirun, al-Israiliyyat fi at-Tafsir
wa al-Hadis, al-Ittijahat al-Munharifah fi Tafsir al-Qur’an al-
Karim dan lain sebagainya. Perangkat analisis yang
digunakan adalah sejarah intelektual yang dirumuskan oleh
Crane Brinton yang mencoba mencari tahu hasil pemikiran
manusia, mengungkap latar belakang sosial-kultural para
pemikir, dan bagaimana pengaruh ide atau gagasannya dalam
masyarakat tertentu.
Hasil temuan penelitian ini sebagia berikut: pertama,
al-Zahabi adalah pelopor kajian sitematik atas isu israiliyyat.
Hal ini terlihat dalam salah satu sub bab dalam kitab at-
Tafsir wa al-Mufassirun yang ditulis pada tahun 1946 dan al-
Israiliyyat fi at-Tafsir wa al-Hadis yang ditulis pada tahun 1968.
Sebelumnya tidak ditemukan satu karya khusus tentang
israiliyyat sebagai sebuah kajian independen. Dalam
mengklasifikasikan cerita-cerita israiliyyat, al-Zahabi
membagi menjadi tiga sudut pandang pokok yaitu (1)
berdasarkan sanad; (2) berdasarkan kesesuaiannya dengan al-
Qur’an dan ajaran Islam; (3) berdasarkan materi atau tema
israiliyyat. Kedua, dalam perspektif sejarah intelektual, al-
Zahabi mewarisi kecenderungan matriks ortodoksi. Secara
internal dipengaruhi oleh epistemologi Ahl al-Hadis yang
melandasi pemikiran israiliyyat al-Zahabi, dan secara
eksternal juga dipengaruhi oleh gerakan modernisme Islam
yang mempromosikan gagasan purifikasi ajaran Islam,
disamping merupakan sebuah respon akademik terhadap arus
pemikiran orientalis dalam bidang studi al-Qur’an.
Selanjutnya kajian al-Zahabi terkait israiliyyat tersebut
kemudian membukakan pintu bagi kajian-kajian berikutnya.
Secara khusus dekade 1970 dapat dikatakan sebagai masa
keemasan kajian israiliyyat (golden age of israiliyyat
studies)
PEMIKIRAN AKIDAH MUHAMMAD BIN KHALIL AL-SAKUNI
Abu ‘Abd Allah Mu?ammad bin Khalil al-Sakuni al-‘Ishbili al-Qayrawani atau lebih dikenali dengan Muhammad bin Khalil al-Sakuni merupakan seorang tokoh ulama terkemuka dalam mazhab akidah Ahl al-Sunnah wa al-Jama?ah al-Asha’irah pada abad ke 7 Hijrah. Beliau meneruskan kesinambungan pemikiran akidah yang dibawa oleh Imam Abu al-Hasan al-Ash’ari (m. 324H) di dunia barat Islam. Beliau merupakan seorang sarjana yang banyak meninggalkan sumbangan kepada keilmuan Islam khususnya dalam bidang akidah. Muhammad bin Khalil al-Sakuni mendapat sanjungan sebagai seorang mutakallimin yang terkemuka dalam kalangan ulama sezaman dengannya dan para sarjana Islam berikutnya sehingga ke hari ini. Ketokohan beliau terserlah berdasarkan karya-karyanya yang banyak dijadikan sebagai sumber rujukan para ulama Islam sepanjang zaman. Namun begitu, perbincangan berkaitan sumbangan beliau tersebut dilihat tidak banyak dikaji oleh pengkaji muta’akhirin di rantau ini. Justeru itu, fokus utama kajian ini adalah untuk mengkaji sumbangan beliau dari aspek pemikiran akidah dan implikasi sumbangan tersebut terhadap perkembangan akidah Ahl al-Sunnah wa al-Jama’ah al-Asha’irah di dunia barat Islam. Bagi mencapai tujuan tersebut, kajian ini akan menggunakan kaedah kualitatif melibatkan analisis kandungan sumber primer (ma?adir) sama ada berbentuk manuskrip atau bahan bercetak dan juga sumber sekunder (maraji’). Kemudian data-data yang diperoleh, akan dianalisis menggunakan kaedah diskriptif. Dapatan kajian mendapati bahawa Muhammad bin Khalil al-Sakuni merupakan seorang ulama akidah terkenal yang telah memberikan sumbangan besar terhadap penyebaran mazhab al-Ash’ari di dunia barat Islam. Pemikiran akidah yang ditonjolkan oleh beliau dapat dijadikan sebagai iktibar dan rujukan umat Islam dalam menghadapi kemelut serangan pemikiran yang bertentangan dengan ajaran Islam yang sebenar
- …
