1,721,095 research outputs found
PENGARUH PENERAPAN CREATIVE PROBLEM SOLVING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS BERDASARKAN SELF EFFICACY SISWA SMPN 3 TAMBANG
ABSTRAK
MUHAMMAD ARDIANSYAH RAMADHANI, (2021): Pengaruh Penerapan Creative Problem Solving
Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah
Matematis Berdasarkan Self Efficacy Siswa
Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Tambang
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki ada tidaknya perbedaan
kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang menerapkan model
pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) dengan siswa yang mengikuti
pembelajaran konvensional, mengetahui ada tidaknya perbedaan kemampuan
pemecahan masalah matematis antara siswa yang memiliki Self Efficacy tinggi,
sedang dan rendah, serta melihat ada tidaknya interaksi antara Self Efficacy siswa
dengan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) terhadap kemampuan
pemecahan masalah matematis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian
Factorial Eksperimen dengan desain true experimental. Populasi dalam penelitian
ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Tambang tahun ajaran 2019/2020.
Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIII.5 sebagai kelas eksperimen dan kelas
VIII.4 sebagai kelas kontrol yang dipilih dengan menggunakan cluster sampling.
Data dikumpulkan menggunakan teknik tes berupa intrumen soal tes kemampuan
pemecahan masalah matematis dan angket Self Efficacy. Analisis data yang
digunakan untuk hipotesis 1, 2 dan 3 menggunakan uji anova dua arah. Hasil
analisis data menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Creative
Problem Solving (CPS) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis
siswa, terdapat pengaruh self efficacy terhadap kemampuan pemecahan masalah
matematis siswa, serta tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran Creative
Problem Solving (CPS) dan self efficacy terhadap kemampuan pemecahan masalah
matematis siswa di SMP Negeri 3 Tambang.
Kata Kunci: Model Pembelajaran Creative Problem Solving, Kemampuan
Pemecahan Masalah Matematis, Self Efficacy
PRAKTIK AKAD JUAL BELI AKUN PREMIUM NETFLIX PADA INSTAGRAM DITINJAU MENURUT FIQH MUAMALAH (Studi Kasus Mahasiswa/I Program Studi Hukum Ekonomi Syariah UIN SUSKA Riau)
ABSTRAK
Muhammad Ardiansyah, 2023: Praktik Akad Jual Beli Akun Premium Netflix Pada Instagram Ditinjau Menurut Fiqh Muamalah (Studi Kasus Mahasiswa/I Program Studi Hukum Ekonomi Syariah UIN SUSKA Riau)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang banyak terjadi terhadap praktik jual beli yang mengalami perkembangan yang tidak sesuai dengan syariat hukum Islam. Seperti pada praktik jual beli akun premium suatu aplikasi di media sosial Instagram dimana pada praktik jual beli ini terdapat beberapa hal yang bertolak belakang dengan rukun-rukun jual beli pada Islam. Adapun yang menjadi objek dari penelitian ini adalah praktik jual beli akun premium netflix pada instagram ditinjau menurut fiqh muamalah. Oleh karena itu peneliti ingin mengetahui bagaimana mekanisme jual beli akun premium netflix pada instagram ini. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana tinjauan fiqh muamalah terhadap praktik akad jual beli akun premium netflix pada instagram.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian field research yaitu penulis meneliti langsung ke lapangan untuk mengumpulkan data dalam penelitian. Subjek data dalam penelitian ini adalah Mahasiswa/I Program Studi Hukum Ekonomi Syariah. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Kemudian teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Analisa data yang dilakukan secara deskriptif kualitatif yaitu mendeskripsikan serta menggambarkan data yang telah terkumpul untuk mendapatkan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mekanisme praktik jual beli akun premium netflix pada instagram ini apabila ditinjau menurut fiqh muamalah terdapat kekeliruan pada akad bahwasannya praktik jual beli ini tidak sepenuhnya jual beli melainkan ada beberapa transaksi sewa-menyewa (ijarah). Karena pada praktik jual beli ini tidak semuanya bersifat jual beli dan ada transaksi sewa-menyewa maka hak milik pembeli terhadap akun yang dibelipun tidak hanya milik pembeli sepenuhnya melainkan terdapat beberapa akun yang hanya dimiliki manfaatnya saja oleh pembeli. Oleh karena itu, pihak penjual dan pembeli akun premiun netflix pada instagram ini harus benar-benar mengetahui dan menerapkan mekanisme rukun-rukun jual beli sesuai syariat Islam sehingga tidak ada gharar dan dharar.
Kata Kunci : Fiqh Muamalah, Jual Beli, Netflix, Instagram
Perubahan Penutupan/Penggunaan Lahan dalam Perspektif Perkembangan Wilayah dan Pengelolaan Taman Nasional Kepulauan Togean
Taman Nasional Kepulauan Togean (TNKT) ditunjuk pada tahun 2004 dengan fungsi utama sebagai area perlindungan sistem penyangga kehidupan, mempertahankan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa endemik, pemanfaatan secara lestari sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya sekaligus mendukung perekonomian wilayah. Pesatnya pertumbuhan penduduk, tingginya ketergantungan masyarakat terhadap sumberdaya alam dan meningkatnya aktivitas perekonomian memberikan tekanan terhadap kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menganalisis perubahan penutupan/penggunaan lahan, 2) menganalisis hirarki perkembangan wilayah, 3) menganalisis tingkat tekanan penduduk, 4) menganalisis kesesuaian penutupan/penggunaan lahan dengan zonasi TNKT, dan 5) menyusun arahan pengendalian perubahan penutupan/penggunaan lahan. Penelitian dilakukan dengan teknik interpretasi citra, analisis skalogram, analisis indeks tekanan penduduk, dan tumpang susun peta. Hasil interpretasi menunjukkan 9 (sembilan) jenis penutupan/penggunaan lahan. Dalam periode tahun 2003-2017, penyusutan luas terbesar dialami hutan primer yaitu sebesar 6.157 ha (62,61%), sementara perkebunan mengalami peningkatan luas yang signifikan yaitu 5.497 ha (30,74%). Dalam perspektif perkembangan wilayah, luas perubahan penutupan/penggunaan lahan terbesar terjadi pada wilayah hirarki III. Hasil analisis tingkat tekanan penduduk menunjukkan 15 desa di daerah penyangga TNKT dengan tekanan penduduk tinggi. Terdapat ketidaksesuaian penutupan/penggunaan lahan eksisting dengan zonasi TNKT. Arahan pengendalian perubahan penutupan/penggunaan lahan antara lain melalui: 1) model desa konservasi, 2) revisi zonasi, dan 3) pemulihan ekosistem
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
Imam al-Ghazali dan Ilmu Hadits: Beberapa Pernyataan dan Tanggapannya
This paper addresses a theme that is still being discussed to this day. That is about the authority of Imam al-Ghazali in the science of Hadith. There are debates among al-Ghazali's scholars and reviewers. There are five factors that are the background for the presence of criticism of the Hujjatul Islam. Through this paper the author seeks to position the problem fairly. The author uses qualitative methods with historical analysis, content analysis and comparative analysis. The results of the author's study have several conclusions. First, criticism of al-Ghazali has been going on for a long time, not new today. Second, Some of the criticisms made against al-Ghazali are true. Third, Some of the criticisms are not entirely correct and need to be addressed fairly based on existing data. Fourth, based on this study the author states that al-Ghazali is a scholar who has authority in the science of hadith Dirâyah and Ma'âni al-Hadîts, although it is not known as Muhaddits in Riwâyah among scholars. At least in terms of Dirâyah and understanding of hadith, al-Ghazali is still more authoritative than the scholars of his time, as well as compared to the scholars or hadith reviewers of this era
- …
