3 research outputs found

    KEPUASAN PESERTA DIDIK TERHADAP LAYANAN PERPUSTAKAAN MAN 3 MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Fathoni, Muhammad Alif. 2013. Kepuasan Peserta Didik Terhadap Layanan Perpustakaan Madrasah Aliyah Negeri 3 Malang. Program Studi D3 Perpustakaan, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dwi Sulistyorini, S.S, M.Hum, (II) Drs. Dwi Sugianto, M.Pd.   Kata Kunci: Kepuasan Peserta Didik, Perpustakaan MAN 3 Malang.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan peserta didik terhadap layanan perpustakaan Madrasah Aliyah Negeri 3 Malang meliputi: layanan sirkulasi, layanan OPAC(Online Public Access Catalog), layanan referensi, layanan ruang baca dan diskusi, layanan internet gratis (Internet Corner), dan layanan multimedia Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan tiga cara, yaitu observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Pengumpulan data dilaksanakan pada saat melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Perpustakaan MAN 3 Malang. Hasil penelitian dengan pembahasan mengenai Kepuasan Peserta Didik Terhadap Layanan Perpustakaan Madrasah Aliyah Negeri 3 Malang cukup memusakan peserta didik, namun masih ada beberapa layanan perpustakaan yang belum dapat memuaskan. Layanan yang terdapat di Perpustakaan MAN 3 Malang antara lain; layanan sirkulasi, layanan referensi, layanan multimedia dan layanan internet corner. Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan agar Perpustakaan Madrasah Aliyah Negeri 3 Malang mampu membenahi layanan-layanan yang belum dapat memuaskan peserta didik, perpustakaan perlu membenahi pelayanan yang belum dapat memuaskan peserta didik seperti, layanan internet gratis dan layanan multimedia. Saran yang dapat kami berikan kepada perpustakaan memberikan AC pada layanan multimedia, memperbarui koleksi layanan referensi, menambah jumlah SDM dan memberikan koneksi internet pada satu computer yang terdapat pada layanan internet corner.

    Strategi dakwah KH. Khairul Anwar Fathoni di kalangan remaja: Studi deskriptif strategi dakwah di Majelis Qalbu Taman Cilegon Indah

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan kenakalan remaja yang semakin meresahkan, khususnya di wilayah perkotaan seperti Cilegon, yang ditandai dengan meningkatnya kasus-kasus kriminalitas dan penyimpangan perilaku. Meskipun terdapat kecenderungan negatif, sejumlah remaja menunjukkan minat terhadap kegiatan dakwah yang diselenggarakan di Majelis Qalbu Taman Cilegon Indah, di bawah bimbingan KH. Khairul Anwar Fathoni. Fenomena ini memunculkan pertanyaan mengenai strategi dakwah yang diterapkan oleh KH. Khairul Anwar Fathoni dalam menarik minat remaja dan membentuk karakter spiritual mereka. Penelitian ini berfokus pada analisis strategi dakwah yang diterapkan oleh KH. Khairul Anwar Fathoni, khususnya penerapan al-manhaj al-athifi (emosional), al�manhaj al-aqli (rasional), dan al-manhaj al-hissi (inderawi) dalam konteks dakwah di kalangan remaja di Majelis Qalbu Taman Cilegon Indah. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap metode dan pendekatan dakwah yang digunakan, serta bagaimana strategi tersebut mempengaruhi kesadaran dan partisipasi remaja dalam kegiatan keagamaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Metode ini memungkinkan peneliti untuk menggambarkan dan menganalisis fenomena dakwah secara rinci dan faktual, dengan menekankan pada data yang diperoleh dari observasi, wawancara, serta dokumentasi terkait aktivitas dakwah di majelis tersebut. Penelitian ini menggunakan teori strategi dakwah yang dikemukakan oleh Muhammad Abu Fath al-Bayanuni, yang membagi strategi dakwah ke dalam tiga aspek utama, yaitu al-manhaj al-athifi, al-manhaj al-aqli, dan al-manhaj al-hissi. Ketiga strategi ini dipandang sebagai pendekatan yang efektif dalam mencapai keberhasilan dakwah, terutama di kalangan generasi muda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KH. Khairul Anwar Fathoni berhasil menerapkan ketiga pendekatan dakwah tersebut secara efektif. Pada al-Manhaj al-Athifi, beliau menggunakan bahasa yang relevan dan kisah inspiratif untuk menyentuh emosi remaja. Pada al-Manhaj al-Aqli, beliau menyampaikan ajaran agama secara logis dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Sementara itu, pada al-Manhaj al-Hissi, beliau melibatkan remaja dalam aktivitas fisik dan sosial yang memperkuat nilai-nilai keagamaan. Keberhasilan dakwah ini terlihat dari meningkatnya partisipasi remaja dalam kegiatan keagamaan dan perubahan positif dalam perilaku mereka

    SISTEM MANAJEMEN PENGETAHUAN PADA LEMBAGA PEMASYARAKATAN: STRATEGI, TANTANGAN, DAN MANFAAT

    Full text link
    The Technical Implementation Unit (UPT) of the Correctional Institution (Lapas) as part of the judicial system in Indonesia, which carries out a series of tasks and functions mandated by law, faces several issues related to knowledge management due to the work rotation process of each employee working in the correctional institution. The knowledge possessed by each correctional officer, derived from individual skills and experiences, seems to be personally isolated and is carried away along with the transfer of the respective employee's duties. A knowledge management system is seen as a solution to address the problems faced, so in this research, the author attempts to descriptively explain the effective strategies to use, as well as the challenges and benefits in the process of implementing a knowledge management system. The method used in this research is a literature study by utilizing various pieces of literature with similar research topics to be analyzed comprehensively, which can then be used to support ideas and propositions in the study. The research results show that a combinative approach of codification and personalization strategies can optimize the implementation of a knowledge management system, considering several challenges that potentially hinder the implementation process to achieve optimal results and benefits for the organization.ABSTRAKUnit Pelaksana Teknis (UPT) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) sebagai bagian dari sistem peradilan di Indonesia yang mengemban serangkaian tugas dan fungsi yang diamanahkan oleh Undang-Undang mengahadapi beberapa permasalahan terkait pengelolaan pengetahuan yang diakibatkan dari proses rotasi kerja dari setiap pegawai yang bertugas di lembaga pemasyarakatan. Pengetahuan setiap petugas pemasyarakatan yang bersumber dari keterampilan dan pengalaman individu seolah terisolasi secara personal dan akan terbawa seiring pemindahan tugas pegawai yang bersangkutan. Sistem manajemen pengetahuan dipandang sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi sehingga didalam penelitian ini, penulis mencoba menjelaskan secara deskriptif mengenai strategi yang efektif untuk digunakan serta tantangan dan manfaat dalam proses penerapan sistem manajemen pengetahuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dan studi pustaka dengan memanfaatkan berbagai literatur dengan topik penelitian sejenis untuk dianalisis secara komprehensif agar kemudian dapat digunakan dalam mendukung gagasan dan proposisi dalam penelitian. Hasil penelitian menujukkan bahwa pendekatan kombinatif dari strategi kodifikasi dan strategi personalisasi dapat mengoptimalkan penerapan sistem manajemen pengetahuan dengan memperhatikan beberapa tantangan yang berpotensi mengganggu proses implementasi agar dapat mendapatkan hasil dan manfaat yang optimal bagi organisasi
    corecore