1,721,033 research outputs found

    PROFIL PETERNAKAN SAPI POTONG DI KECAMATAN LUBUK ALUNG KABUPATEN PADANG PARIAMAN

    Get PDF
    PROFIL PETERNAKAN SAPI POTONG DI KECAMATAN LUBUK ALUNG KABUPATEN PADANG PARIAMAN Muhammad Ali Akbar (11880111679) Di bawah bimbingan Eniza Saleh dan Jepri Juliantoni INTISARI Sistem peternakan sapi potong yang ada pada Kecamatan Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman masih merupakan jenis peternakan rakyat yang hanya berskala kecil dan masih merujuk pada sistem pemeliharaan konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil peternakan sapi meliputi petenak, bangsa, jenis kelamin, umur ternak yang dipelihara peternak di Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Agustus sampai dengan bulan September 2022 pada lokasi peternakan rakyat di Kecamatan Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey yang diperoleh dari 82 peternak sapi Potong. Peubah dalam penelitian adalah profil responden, aspek pembibitan, aspek kandang, aspek pakan, aspek kesehatan dan aspek pemeliharaan pada pemeliharaan sapi potong. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik responden terdiri perempuan berjumlah 34 (41.46%) dan laki-laki 48 (58.54%), usia diatas 50 tahun berjumlah 21 orang (25.60%) pendidikan tamat SD 32 orang (39.02%), pengalaman beternak 1- 10 tahun sebanyak 46 orang (56,09%). Respon yang melaksanakan aspek pembibitan (39,64%), aspek pemeliharaan ternak (in tensif 14,63%), aspek kesehatan ternak (52,20%), aspek perkandangan (37,36%) dan aspek pakan (konsentrat 14,63%) . Kesimpulan dalam penelitian ini Profil peternakan sapi potong di peternakan rakyat Kecamatan Lubuk Alung belum sesuai berdasar kan standarisasi Permentan No.46/ Permentan/PK 210/8/2015, ditinjau dari aspek pembibitan, aspek pemeliharaan ternak, aspek kesehatan ternak, aspek perkan dangan dan aspek pakan. Kata kunci : Aspek pembibitan, aspek pemeliharaan terna

    Pengawasan Keimigrasian Terhadap Warga Negara Asing Yang Menyalahi Izin Tinggal di Wilayah Indonesia (Studi di Kantor Imigrasi Kelas I Polonia Medan)

    No full text
    Banyaknya orang asing yang memasuki wilayah Indonesia memiliki izin tinggal yang tidak sesuai dengan apa yang dilakukan oleh orang asing tersebut di wilayah Indonesia. Padahal setiap Orang Asing yang dengan sengaja menyalahgunakan atau melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan maksud dan tujuan pemberian izin tinggal yang diberikan kepadanya di dalam UndangUndang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Setelah melihat adanya penyalahgunaan izin tinggal tersebut, oleh karena itu perlu diteliti bentuk pengawasan keimigrasian, kendala dan upaya keimigrasian dalam pengawasan, dan penerapan sanksi yang dilakukan oleh keimigrasian terhadap Warga Negara Asing (WNA) yang menyalahi izin tinggal di wilayah Indonesia terutama di wilayah Kantor Imigrasi Kelas I Polonia Medan. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian hukum yuridis empiris, yaitu wawancara yang dilakukan secara langsung di Kantor Imigrasi Kelas I Polonia Medan untuk memperoleh data primer. Alat pengumpul data adalah berupa alat dari sumber data, yaitu data primer dan data sekunder. Berdasarkan hasil penelitian ini dipahami bahwa bentuk pengawasan Keimigrasian yang dilakukan oleh Kantor Imigrasi Kelas I Polonia Medan, dilakukan dengan 2 tahap. Tahap pertama yaitu tahap administrasi dengan memeriksa data WNA yang melanggar izin tinggal dan tahap kedua adalah pengawasan di lapangan yang bersumber dari pemeriksaan administrarif, dan dikeluarkan berdasarkan Surat Perintah dari Kantor Imigrasi, Selain itu, bentuk pengawasan lanjutan yang dapat dilakukan adalah pencegahan dan penangkalan terhadap orang asing. Kendala yang dihadapi, yaitu kurangnya kualitas dan kuantitas sumber daya manusia di bidang imigrasi, anggaran kerja, masih terdapatnya oknum imigrasi yang terbujuk keuangan atau mendapat suapan dari WNA, dan pengeluaran secara paksa WNA yang dideportasi ke negara tetangga menghabiskan banyak biaya. Penerapan sanksi pidana terhadap WNA yang menyalahi izin tinggal di wilayah Indonesia diatur dalam UU RI Nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian, diatur dalam Pasal 121, Pasal 122, dan Pasal 123

    GAMBAR TANGAN (HAND STENCIL) DI SITUS LEANG LAMBATORANG 2 SITUS LEANG JING DAN SITUS CERUK PATTEBAKKANG KABUPATEN MAROS

    No full text
    Muhammad Ali Akbar Gani. Gambar tangan (hand stencil) di situs Leang Lambatorang 2, Leang Jing, dan Ceruk Pattebakkang Kabupaten Maros, dibimbing oleh Iwan Sumantri dan Yusriana.Gambar cadas pada gua merupakan salah satu hasil dari kebudayaan manusia masa prasejarah. Dari berbagai jenis gambar yang ada, gambar tangan (hand stencil) merupakan jenis yang dominan ditemukan di dinding dan langit-langit gua prasejarah. Berdasarkan dari hasil-hasil penelitian etnografi dan eksperimental, diketahui bahwa gambar tangan (hand stencil) prasejarah secara umum dibuat dengan 2 teknik yaitu semprot (negative hand stencil) dan cap (positive hand stencil). Teknik pembuatan hand stencil dapat diketahui dari perbedaan wujud gambar yang dihasilkan. Teknik semprot/sembur akan menghasilkan gradasi warna diluar bentuk tangan sedangkan teknik cap/print menghasilkan bentuk tangan yang berwarna. Penelitian ini secara umum membahas tentang hand stencil yang terdapat di situs Leang Lambatorang 2, Leang jing, dan Ceruk Pattebakkang Kabupaten Maros, khususnya fokus kajian terhadap jenis positive hand stencil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis penggambaran hand stencil melalui pengamatan gambar yang diolah menggunakan aplikasi imageJ plugin Dstretch. Penelitian ini merupakan jenis penelitian yang deskriptif dengan bentuk penalaran deduktif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode arkeologi, yaitu: pengumpulan data yang terdiri dari data pustaka dan data lapangan, pengolahan data, dan penafsiran data. Dalam tahapan analisis, gambar asli dibandingkan dengan gambar hasil olahan aplikasi imageJ plugin Dstretch yang telah diangkat kontras warnanya untuk melihat lebih jelas bagaimana persebaran gradasi warna yang membentuk gambar. Dari hasil pengamatan dengan bantuan aplikasi diketahui bahwa dari tiga situs yang ada, dua situs diantaranya ditemukan varian hand stencil yang saling tumpang tindih. Keseluruhan hand stencil yang teridentifikasi dari ke tiga situs berjenis negative hand stencil dengan formasi keletakannya terdiri dari hand stencil yang berdiri tunggal dan hand stencil yang berdiri jamak. Kata Kunci: hand stencil, negative hand stencil, positive hand stencil, cap, semprot, tumpang tindih.ABSTRACTMuhammad Ali Akbar Gani. Hand stencil on the sites of Leang Lambatorang 2, Leang Jing, and Pattebakkang Niche, Maros Regency, supervised by Iwan Sumantri and Yusriana.Rock drawings in caves are one of the results of prehistoric human culture. From the various types of drawings available, hand stencils are the most dominant type found globally on prehistoric sites iin the world. Based on the results of ethnographic and experimental studies, it is known that prehistoric hand stencils are generally made with 2 techniques, namely spray (negative hand stencil) and stamp (positive hand stencil). The technique of making hand stencils can be seen from the differences in the shape of the resulting image. The spray technique will produce color gradations outside the hand shape, while the stamp/print technique produces colorful hand shapes. This study generally discusses hand stencils found at the Leang Lambatorang 2, Leang jing, and Pattebakkang niche sites in Maros Regency, specifically the focus of the study on the types of positive hand stencils. This research is descriptive research with deductive reasoning. The method used in this research is the archaeological method, specifically: data collection consisting of literature study and field data, data processing, and data interpretation. In the analysis stage, the original image is compared with the processed imageJ application Dstretch plugin which has the color contrast elevated to see more clearly how the distribution of color gradations that form the image. From the results of data processing, it`s known that of the three existing sites, two of them found overlapping hand stencil variants. All identified hand stencils from the three sites were negative hand stencil type with a position formation consisting of a single standing hand stencil and a multiple standing hand stencil.Keywords: hand stencil, negative hand stencil, positive hand stencil, stamp, spray, overlap.xviiii + 99 hlm.; 20 x 29 cm.; ilust

    PENGARUH PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO, INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA, TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA, DAN UPAH MINIMUM KABUPATEN/KOTA TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA DI KABUPATEN/KOTA PROVINSI JAWA TIMUR PERIODE 2019-2024

    Get PDF
    Skripsi yang berjudul “Pengaruh Produk Domestik Regional Bruto, Indeks Pembangunan Manusia, Tingkat Pengangguran Terbuka, dan Upah Minimum Kabupaten/Kota terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Timur Periode 2019-2024” ditulis oleh Muhammad Ali Akbar, NIM. 126402213200 dengan pembimbing Rendra Erdkhadiva, M.Si. Kata Kunci: PDRB, IPM, TPT, UMK, Penyerapan Tenaga Kerja Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penyerapan tenaga kerja sebagai indikator utama pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Tantangan dalam penyerapan tenaga kerja di Provinsi Jawa Timur menunjukkan beberapa permasalahan selama periode 2019-2024, terutama akibat perubahan struktur ekonomi dan ketidaksesuaian keterampilan angkatan kerja dengan kebutuhan industri. Hal ini menyebabkan tingginya persaingan di pasar kerja dan jumlah pengangguran yang masih tergolong tinggi. Penelitian ini menghubungkan penyerapan tenaga kerja dengan faktor-faktor ekonomi makro seperti Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK). Tujuan dari penelitian ini antara lain: 1) Untuk menganalisis pengaruh PDRB, IPM, TPT, dan UMK terhadap penyerapan tenaga kerja di kabupaten/kota Provinsi Jawa Timur periode 2019-2024. 2) Untuk menganalisis pengaruh PDRB terhadap penyerapan tenaga kerja di kabupaten/kota Provinsi Jawa Timur periode 2019-2024. 3) Untuk menganalisis pengaruh IPM terhadap penyerapan tenaga kerja di kabupaten/kota Provinsi Jawa Timur periode 2019-2024. 5) Untuk menganalisis pengaruh TPT terhadap penyerapan tenaga kerja di kabupaten/kota Provinsi Jawa Timur periode 2019-2024. 6) Untuk menganalisis pengaruh UMK terhadap penyerapan tenaga kerja di kabupaten/kota Provinsi Jawa Timur periode 2019-2024. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Pengumpulan data melalui data sekunder yang diperoleh dri publikasi laporan data Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur tahun 2019-2024 dengan dumlah sampel sebanyak 228. Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan software Eviews 13 dengan teknik analisis regresi data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) PDRB, IPM, TPT, dan UMK berpengaruh signifikan secara simultan terhadap penyerapan tenaga kerja. 2) PDRB tidak berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. 3) IPM tidak berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. 4) TPT berpengaruh negatif signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. 5) UMK berpengaruh positif signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Get PDF
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado
    corecore