1,721,133 research outputs found

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AKUNTABILITAS DALAM PENGELOLAAN DANA DESA DAN DAMPAKNYA TERHADAP PENCEGAHAN FRAUD (Studi Empiris pada Desa Swakarya di Kecamatan Kampar Kiri Hulu)

    Full text link
    ABSTRAK FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AKUNTABILITAS DALAM PENGELOLAAN DANA DESA DAN DAMPAKNYA TERHADAP PENCEGAHAN FRAUD (Studi Empiris pada Desa Swakarya di Kecamatan Kampar Kiri Hulu) Oleh : MUHAMMAD ALDI NIM. 12070316814 Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh kompetensi perangkat desa, sistem pengendalian intern pemerintah, partisipasi masyarakat dan sistem keuangan desa terhadap akuntabilitas pengelolaan dana desa dan dampaknya akunatbilitas terhap pencegahan fraud. Objek dalam penelitian ini yaitu desa yang berstatus desa swakarya yang berada di daerah jalur perairan Sungai Subayang di Kecamatan Kampar Kiri Hulu pada tahun 2024. Metode yang digunakan adalah Structural Equation Model (SEM) menggunakan WarpPLS 7.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi perangkat desa, sistem pengendalian intern pemerintah, Sistem Keuangan Desa (siskuedes) berpengaruh positif terhadap akuntabilitas pengelolaan dana desa. Sedangkan partisipasi masyarakat berpengaruh negatif terhadap akuntabilitas pengelolaan dana desa dan akuntabilitas dalam pegeloaan dana desa berepengaruh negatif terhadap pencegahan fraud. Kata kunci: akuntabilitas, kompetensi, sistem, partisipasi, siskuedes, kecuranga

    A CORRELATIONAL STUDY BETWEEN STUDENTS’ UNDERSTANDING OF FUTURE TENSE AND WRITING ABILITY AT THE ELEVENTH GRADE OF SMAN 2 KUOK

    Full text link
    ABSTRAK Muhammad Aldi (2021): Studi Hubungan Pemahaman Future Tense dengan Kemampuan Menulis Siswa Kelas XI SMAN 2 Kuok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji apakah ada hubungan yang signifikan antara pemahaman future tense siswa dengan kemampuan menulis mereka pada siswa kelas sebelas SMAN 2 Kuok. Sampel berjumlah 30 siswa dan dipilih menggunakan teknik random sampling. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian korelasional. Dalam proses pengumpulan data, penulis menggunakan dua tes untuk mengukur kompetensi tata bahasa dan kemampuan menulis siswa, yaitu tes grammar (tata bahasa) dengan menggunakan completion items dan tes menulis dengan meminta sampel untuk menulis teks. Untuk mengetahui hubungan antara pemahaman future tense siswa dan kemampuan menulis penulis menganalisis dengan menggunakan Pearson Product Moment di SPSS 21.0. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai sig.value sebesar 0,000b. kecil dari 0,05 (sig-t < 0,05). Hasil . tandanya. (2-tailed) adalah 0,02, maka dapat disimpulkan bahwa, H0 ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan keseluruhan analisis di atas, hipotesis Ha diterima dan Ho ditolak. Jadi, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara Pemahaman Future Tense dengan Kemampuan Menulis Siswa Kelas XI SMAN 2 Kuok

    Communication Management of Central Language Improvement of OPPM in Improving Arabic and English skills Students of Class 5 PMDG

    Full text link
    Muhammad Aldi Pratama Putra (36.2015.52.1002 The use of good Arabic and English is a special feature of Darussalam Gontor Modern Islamic Institution. For this reason, a special section was formed to realize the atmosphere of Islamic boarding schools which are active in Arabic and English in their daily lives, namely the Central Language Improvement section of OPPM. Improving the language for class students is important, because class 5 students are managers of dormitory who must be an example for members of class 1 to class 4 in official language every day. This study aims to find out how the communication management of the Central Language Improvement section of OPPM in improving Arabic and English language skills of class 5 students of PMDG. By using a qualitative descriptive method, the researcher collected data by conducting interviews, observation and documentation. Next, the researcher analyzed the data by reducing the data needed, presenting it with narrative language and drawing conclusions. The results of the study show that communication management is carried out by referring to the four stages of management, namely planning, organizing, actuating and controlling. The planning phase is carried out by compiling 4 work programs that are obtained from the results of working meetings. Organizing stage is carried out by detailing all works, then assigning to each member of the organization and integrating it with all organizational activities. Actuating stage is carried out by implementing reward and punishment. In this stage, leadership and motivation play a very important role. Finally, controlling is carried out by setting work standards, assessing performance and making improvements. This research is expected to contribute to scientific studies, especially communication management. Key Word: Communication Management, POAC, Central Language Improvement section of OPPM, Arabic and English skill

    PENANAMAN NILAI-NILAI KESENIAN SHOLAWAT DALAM MENUMBUHKAN SIKAP AKHLAKUL KARIMAH PESERTA DIDIK MI PLUS AL ISTIGHOTSAH PANGGUNGREJO TULUNGAGUNG

    Full text link
    Skripsi dengan judul “Penanaman Nilai-Nilai Kesenian Shalawat Dalam Menumbuhkan Sikap Akhlakul Karimah Pada Peserta Didik MI Plus Al Istighosah Panggungrejo Tulungagung” ini ditulis oleh Muhammad Aldi Anwaruddin NIM 126205203212, Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, yang dibimbing oleh Drs. H Timbul, M.Pd.I Kata Kunci: Nilai-Nilai, Kesenian Shalawat, Akhlakul Karimah, Kegiatan Hadrah Dalam menumbuhkan sikap akhlakul karimah selain melalui kegiatan intrakurikuler disekolah, tetapi juga melalui kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler merupakan kegiatan yang dilakukan diluar jam pelajaran, baik dilaksanakan didalam/luar sekolah dengan maksud untuk lebih memperkaya dan memperluas wawasan pengetahuan dan kemampuan yang telah dimiliki oleh peserta didik dari berbagai bidang studi. Salah satu kegiatan ekstrakurikuler keagamaan yang terdapat di MI Plus Al Istighosah Panggungrejo Tulungagung adalah seni sholawat/hadroh. Kegiatan tersebu dilakukan untuk dapat mengembangkan potensi, bakat, minat dan juga untuk menumbuhkan sikap akhlakul karimah pada peserta didik. Fokus penelitian pada penelitian ini adalah (1) Bagaimana nilai-nilai kesenian sholawat yang dapat di tanamkan kepada peserta didik MI Plus Al Istighotsah Panggungrejo Tulungagung? (2) Bagaimana cara kesenian sholawat menumbuhkan sikap akhlakul karimah peserta didik MI Plus Al Istighotsah Panggungrejo Tulungagung? (3) Bagaimana kesulitan dalam penanaman nilai-nilai kesenian sholawat untuk menumbuhkan sikap akhlakul karimah pada peserta didik MI Plus Al Istighotsah Panggungrejo Tulungagung? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam, observasi partisipan dan dokumentasi. Analisis dilakukan dengan menggunakan tiga alur yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini meliputi: (1) Nilai-nilai kesenian sholawar yang dapat ditanamkan kepada peserta didik adalah nilai kepatuhan, nilai kesopanan, dan nilai akhlak. (2) cara kesenian sholawat menumbuhkan sikap akhlakul karimah peserta didik yaitu dengan membiasakan peserta didik untuk bersikap sopan dan santun, menanamkan karakter islami kepada peserta didik dan juga memberi nasehat kepada peserta didik. (3) kesulitan dalam penanaman nilai-nilai kesenian sholawat untu menumbuhkan sikap akhlakul karimah pada peserta didik diantaranya peserta didik kurang disiplin, sarana dan prasarana yang kurang dan juga alokasi waktu yang diberikan juga kurang banyak sehingga siswa ada yang masih belum faham

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    EKSPERIMEN PEMBUATAN KUE BAY TAT SUBTITUSI TEPUNG TALAS DITINJAU DARI SEGI KUALITAS

    No full text
    Muhammad Aldi. 2024. Eksperimen Pembuatan Kue Bay Tat Subtitusi Tepung Talas Ditinjau dari Segi Kualitas. Skripsi Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Konsenrasi Tata Boga S1, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Semarang. Pembimbing Pudji Astuti S.pd.,M.Pd. Kue bay tat merupakan kue tradisional khas Provinsi Bengkulu, tampilannya berbentuk segi empat. kue tersebut dibuat dengan bahan tepung terigu, margarin, gula pasir, telur, santan, soda kue, vanili, dan selai nanas. Proses pematangan dilakukan dengan memanggang adonan kue Bay Tat yang sudah dicetak dalam loyang menggunakan oven. Kue Bay Tat memiliki warna kuning kecoklatan dengan tekstur lembut dan berserat serta aroma harum khas vanili dan aroma nanas yang berasal dari topping selai nanas yang terdapat di atasnya. Penurunan impor gandum ini dikarenakan melemahnya daya beli masyarakat yang menyebabkan konsumsi tepung terigu juga menurun sehingga tetap diperlukan bahan lokal sebagai substitusi tepung terigu, salah satunya adalah tepung talas. Saat ini tepung talas sudah banyak dijumpai di masyarakat, termasuk di Provinsi Bengkulu. Substitusi tepung terigu dengan tepung talas menjadi langkah strategis dalam mendukung keberlanjutan pangan di Indonesia. Hal ini mendorong penulis untuk melakukan penelitian dengan judul“Eksperimen Pembuatan Kue Bay Tat Subtitusi Tepung Talas. tujuan penelitian ini adalah: 1) mengetahui perbedaan substitusi tepung talas persentase 0% (kontrol), 20%, 30%, dan 40% terhadap kualitas kue Bay Tat ditinjau dari aspek warna, rasa, aroma dan tekstur. 2) mengetahui tingkat kesukaan masyarakat terhadap kue Bay Tat dengan substitusi tepung talas dan tepung terigu. 3) mengetahui kandungan gizi protein dan serat kasar kue bay tat subtitusi tepung talas 0%, (kontrol), 20%, 30%, 40%. Dalam penelitian ini, objek penelitian adalah kue Bay Tat, yang akan menjadi subjek eksperimen adalah substitusi tepung talas dalam pembuatan kue Bay Tat. Dalam penelitian ini, metode desain eksperimen yang diterapkan adalah Desain Acak Lengkap dengan perbandingan substitusi tepung talas presentase 0%, 20%, 30%, dan 40%. Variabel terikatnya adalah kualitas kue Bay Tat substitusi tepung talas dengan indikator warna, rasa, aroma dan tekstur. Analisis data menggunakan analisis varian klasifikasi tunggal (ANAVA) dan dilanjutkan uji Tukey untuk menganalisis uji inderawi, serta rerata untuk menganalisis uji kesukaan. Uji laboratorium untuk mengetahui kandungan protein, serat kasar kue Bay Tat hasil eksperimen. Hasil penelitian Penilaian panelis menggunakan analisis varian klasifikasi tunggal (ANAVA) dan dilanjutkan uji Tukey menunjukkan bahwa terdapat pengaruh substitusi tepung talas pada pembuatan kue Bay Tat terhadap daya terima konsumen pada aspek rasa. Sedangkan daya terima konsumen pada aspek warna, rasa, aroma dan tekstur menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan kue Bay Tat dengan substitusi tepung talas 0% merupakan produk yang paling disukai konsumen dan direkomendasikan viii Saran dari penelitian ini adalah: berdasarkan penelitian yang telah dilakukan subtitusi tepung talas dengan penambahan 20%, 30% dan 40% pada pembuatan kue bay tat berbeda nyata paling rendah pada indicator tekstur yaitu 0,017 akan tetapi berbeda nyata pada indikator warna perlu dilakukan penelitian selanjutnya dengan menggunakan formula substitusi tepung yang lain. Kata kunci: Eksperimen , kue bay tat, Subtitusi Tepung Talas

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods
    corecore