1,721,107 research outputs found

    Pemikiran Pendidikan Sultan Muhammad Al-Fatih Dalam Buku 'Muhammad Al-fatih 1453' Karya Felix Siauw

    Full text link
    M Iftitah Sandi Lumintang. "The Educational Thoughts of Sultan Muhammad al-Fatih in the Book ‘Muhammad al-Fatih 1453’ by Felix Siauw". Undergraduate Thesis. Islamic Education (PAI) Program, Faculty of Islamic Studies, Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2024. Sultan Muhammad al-Fatih is a prominent figure in Islamic history, renowned as the conqueror of Constantinople in 1453. Beyond his remarkable military leadership, Sultan Muhammad al-Fatih also possessed profound views on education, which significantly contributed to his success as a leader. The book "Muhammad al-Fatih 1453" by Felix Siauw provides a detailed account of the education Sultan received from a young age, encompassing religious studies, general knowledge, and military arts, all of which shaped his character and intellect. This research aims to analyze the educational philosophy of Sultan Muhammad al-Fatih as depicted in the book and explore its relevance to modern education. Employing a qualitative research method with a literature review approach, the study uses "Muhammad al-Fatih 1453" as the primary source, supplemented by secondary literature related to Islamic education and the history of education. The findings reveal that Sultan Muhammad al-Fatih’s educational thought is holistic, integrating religious education, general sciences, and military training. This comprehensive approach remains relevant in modern education, emphasizing the development of morally upright and intellectually capable individuals with a broad perspective

    Toleransi menurut Muhammad Al-Fatih 1444-1481

    Full text link
    Toleransi merupakan sebuah sikap menghargai atau menghormati yang ditunjukkan pada kelompok lain yang berbeda. Istilah toleransi kerap dikaitkan dengan ketidakpedulian seseorang terhadap orang lain dengan tujuan untuk menghindari konflik. Penelitian ini dilakukan pada salah satu tokoh muslim bernama Muhammad Al-Fatih, tokoh yang terkenal dengan kebijakan toleransi yang ditujukan kepada penduduk non-muslim yang berada diwilayah pemerintahannya. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana kebijakan toleransi yang diberlakukan oleh Muhammad Al-Fatih pada masa pemerintahannya serta bagaimana konsep toleransi menurut Muhammad Al-Fatih. Dengan tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana kebijakan toleransi yang diberlakukan oleh Muhammad Al-Fatih pada masa pemerintahannya serta bagaimana konsep toleransi menurut Muhammad Al-Fatih Penelitian ini termasuk kedalam penelitian kualitatif dengan metode historis. Pengumpulan data dalam penelitian ini didapatkan dari studi dokumen, data yang telah dikumpulkan kemudian dipilah melalui tahapan pada metode historis mencakup Heuristik, Kritik, Interpretasi dan Historiografi. Dari sini data disusun sedemikian rupa hingga membentuk hasil penelitian. Hasil akhir dari penelitian ini adalah diketahui makna toleransi menurut Muhammad Al-Fatih serta bentuk realisasi dari toleransi berupa sejumlah kebijakan yang diberlakukan dalam upaya untuk memberikan perlindungan pada penduduk non-muslim

    Strategi Politik Muhammad al-Fatih dalam Penaklukan Konstantinopel Analisis Kitab Fatih al-Qasthanthiniyah As-Sulthan Muhammad Al-Fatih

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pengetahuan tentang Strategi Politik Muhammad al-Fatih dalam Penaklukan Konstantninopel Analisis Kitab Fatih al-Qasthanthiniyah As-Sulthan Muhammad Al-Fatih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi dan jenis politik Muhammad al-Fatih dalam penaklukan Konstantinopel analisis kitab Fatih al-Qasthanthiniyah As-Sulthan Muhammad Al-Fatih. Penelitian ini adalah penelitian hukum normatif (fled research) dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) dan teknik pengumpulan dengan survey kepustakaan serta studi literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan yang pertama bahwa strategi politik Muhammad al-Fatih dalam menaklukan Konstantinopel terbilang tersusun dengan efisien, dibuktikannya dengan berbagai strategi persiapan sebelum perang hingga dapat ditaklukannya Konstantinopel. Namun, ada beberapa strategi yang gagal dikarenakan kurangnya langkah dalam merumuskan strategi, sehingga membawa dampak kerugian terhadap Daulah Utsmaniyah. Hasil Kedua adalah jenis strategi Muhammad al-Fatih gunakan adalah jenis strategi defect, hal ini dibuktikan ketika raja Bizantium berusaha mati-matian untuk menyelamatkan serta melindungi kotanya dengan segala taktik yang dia tawarkan. Dia mengajukan kerjasama kepada al-Fatih dengan imbalan yang menggiurkan dengan tujuan untuk menggodanya agar menarik pasukannya, namun Muhammad al-Fatih menolak untuk bekerjasama

    Persepsi Ustadz Felix Siauw Terhadap Strategi Dakwah Muhammad Al-Fatih (kajian dalam buku Muhammad Al-Fatih 1453)

    Full text link
    Skripsi ini disusun dengan berlatar belakang pentingnya strategi dakwah dalam kesuksesan penyampaian pesan dakwah kepada mad’u yang dilakukan oleh Muhammad Al-Fatih dalam persepsi Ustadz Felix Siauw. Strategi dakwah sangatlah penting dalam kesuksesan penyampaian pesan dakwah kepada mad’u. Muhammad Al-Fatih memiliki teknik strategi dakwah yang bagus untuk dijadikan pembelajaran dan sebagai panutan dalam menyebarkan dakwah Islam, seorang pemuda berumur 21 tahun yang telah berhasil menaklukan kota Konstantinopel dengan kegigihan dan keimanan yang ia miliki. Muhammad Al-Fatih adalah sosok pemimpin yang menarik perhatian mad’u bukan hanya dari masyarakat umum saja, tapi khususnya untuk pemuda dan remaja millennial yang menjadikan pemuda millennial lebih sadar atau terbuka tentang dakwah Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi dakwah Muhammad AlFatih pada buku yang ditulis oleh Ustadz Felix Siauw berjudul (Muhammad AlFatih 1453). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis. Penelitian ini menggunakan teknik Analisis kontent dan teori strategi dakwah untuk mengklasifikasikan kalimat yang mengandung persepsi Ustadz Felix Siauw dalam buku Muhammad Al-Fatih 1453. Dari analisis strategi dakwah yang dimiliki Muhammad Al-Fatih dalam buku Muhammad Al-Fatih 1453, terdapat sembilan strategi dakwah yang dilakukan oleh Muhammad Al-Fatih yakni, strategi dakwah ta’lim, strategi dakwah tilawah, strategi dakwah tazkiyah, strategi dakwah perubahan masyarakat, strategi dakwah indrawi, strategi dakwah tazkiyah dai, strategi dakwah tauhid, strategi dakwah pasukan/organisasi, strategi dakwah berteman dengan orang sholeh

    PERANAN SULTHAN MUHAMMAD AL-FATIH DALAM PENAKLUKAN KONSTANTINOPEL 1451-1453

    No full text
    ebagai Sulthan Utsmani ketujuh, Sulthan Muhammad Al-Fatih ingin merealisasikan janji Rasulullah saw dan mewujudkan impian para pendahulunya. Dalam upaya penaklukan Konstantinopel Sulthan Muhammad Al-Fatih banyak sekali menggunakan ide-ide cemerlang. Penaklukan Konstantinopel bukan hanya impian Sulthan Muhammad Al-Fatih saja, tetapi juga impian seluruh kaum Utsmani. Permasalahan yang dihadapi oleh Daulah Utsmaniyah dalam penaklukan Konstantinopel secara umum ini memaksa Sulthan Muhammad Al-Fatih sebagai Sulthan Utsmani ketujuh untuk melaksanakan peranannya. Hal inilah yang secara empirik dan teoritis menarik untuk dikaji. Secara empirik dengan pengkajian secara mendalam akan diketahui nilai juang Sulthan Muhammad Al-Fatih sebagai sosok pemimpin yang jujur dan bertanggung jawab dapat dijadikan sumber inspirasi bagi generasi penerus bangsa sebagai suritauladan yang baik. Sedangkan secara teoritik, banyak sumber-sumber sebagai bahan untuk menyusun penelitian ini. Sumber-sumber tersebut berupa buku-buku yang dikarang oleh sejarawan. banyak buku yang menyajikan tentang peranan Sulthan Muhammad Al-Fatih dalam penaklukan Konstantinopel 1451-1453 namun masih ada celah-celah yang perlu dijelaskan dalam hal latar belakang dan strategi Sulthan Muhammad AlFatih dalam penaklukan Konstantinopel 1451-1453. Rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian adalah: 1) apa saja latar belakang Sulthan Muhammad Al-Fatih dalam penaklukan Konstantinopel 1451-1453?; 2) bagaimanakah strategi Sulthan Muhammad Al-Fatih dalam penaklukan Konstantinopel?. Tujuan penelitian ini antara lain: 1) untuk mengetahui dan mengkaji secara mendalam apa saja latar belakang Sulthan Muhammad Al-Fatih dalam penaklukan Konstantinopel 1451-1453; 2) untuk mengetahui dan mengkaji secara mendalam strategi Sulthan Muhammad Al-Fatih dalam penaklukan Konstantinopel. Manfaat vii dari penelitian ini antara lain: 1) bagi penulis, penelitian ini bermanfaat untuk menambah wawasan dan pengetahuan mengenai Peranan Sulthan Muhammad AlFatih dalam penaklukan Konstantinopel 1451-1453. 2) bagi pembaca, penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan mengenai Peranan Sulthan Muhammad Al-Fatih dalam penaklukan Konstantinopel 1451-1453. 3) bagi ilmu sejarah, dapat digunakan sebagai referensi tentang sejarah Arab terutama tentang Peranan Sulthan Muhammad Al-Fatih dalam penaklukan Konstantinopel. 4) bagi Almamater FKIP Universitas Jember, penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan sebagai wujud nyata dalam rangka pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah, dengan langkah – langkah: Heuristik, Kritik, Interpretasi dan Historiografi. Kesimpulan pertama, latar belakang Sulthan Muhammad Al-Fatih dalam penaklukan Konstantinopel adalah karena adanya dorongan iman untuk merealisasikan kabar gembira yang pernah diucapkan Rasulullah. Faktor-faktor lainya adalah lemahnya Kekaisaran Byzantium akibat konflik dengan Kristen Katolik Roma. Keindahan negeri itu dan letaknya yang sangat strategis. Kesimpulan kedua, strategi Sulthan Muhammad Al-Fatih dalam penaklukan Konstantinopel diantaranya mengadakan perjanjian dengan beberapa musuhnya, membuat benteng Anaduli Hisar dan Rumilia Hisar, mengumpulkan senjata, memperkuat angkatan perangnya menjadi 250.000 pasukan dan 400 kapal laut. Pada saat penaklukan Sulthan Muhammad Al-Fatih mempunyai ide luar biasa yaitu memindahkan kapal-kapal melalui perbukitan menuju Tanduk Emas. Sulthan Muhammad Al-Fatih meraih kemenangan pada Selasa sore 29 Mei 1453, menjadikan Konstantinopel sebagai ibukota Utsmani dan dikenal sebagai Istanbul. Berdasarkan hasil penelitian ini, penulis menyarankan kepada generasi penerus bangsa bahwa peranan Sulthan Muhammad Al-Fatih dalam penaklukan Konstantinopel 1451-1453 untuk dijadikan contoh sebagai suritauladan yang baik. Saran kedua, bagi para pemimpin negara dengan mengetahui perjuangan Sulthan Muhammad Al-Fatih dalam penaklukan Konstantinopel dapat dijadikan contoh sebagai sosok pemimpin yang jujur dan bertanggungjawab

    PERANAN SULTHAN MUHAMMAD AL-FATIH DALAM PENAKLUKAN KONSTANTINOPEL 1451-1453

    No full text
    Sebagai Sulthan Utsmani ketujuh, Sulthan Muhammad Al-Fatih ingin merealisasikan janji Rasulullah saw dan mewujudkan impian para pendahulunya. Dalam upaya penaklukan Konstantinopel Sulthan Muhammad Al-Fatih banyak sekali menggunakan ide-ide cemerlang. Penaklukan Konstantinopel bukan hanya impian Sulthan Muhammad Al-Fatih saja, tetapi juga impian seluruh kaum Utsmani. Permasalahan yang dihadapi oleh Daulah Utsmaniyah dalam penaklukan Konstantinopel secara umum ini memaksa Sulthan Muhammad Al-Fatih sebagai Sulthan Utsmani ketujuh untuk melaksanakan peranannya. Hal inilah yang secara empirik dan teoritis menarik untuk dikaji. Secara empirik dengan pengkajian secara mendalam akan diketahui nilai juang Sulthan Muhammad Al-Fatih sebagai sosok pemimpin yang jujur dan bertanggung jawab dapat dijadikan sumber inspirasi bagi generasi penerus bangsa sebagai suritauladan yang baik. Sedangkan secara teoritik, banyak sumber-sumber sebagai bahan untuk menyusun penelitian ini. Sumber-sumber tersebut berupa buku-buku yang dikarang oleh sejarawan. banyak buku yang menyajikan tentang peranan Sulthan Muhammad Al-Fatih dalam penaklukan Konstantinopel 1451-1453 namun masih ada celah-celah yang perlu dijelaskan dalam hal latar belakang dan strategi Sulthan Muhammad AlFatih dalam penaklukan Konstantinopel 1451-1453. Rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian adalah: 1) apa saja latar belakang Sulthan Muhammad Al-Fatih dalam penaklukan Konstantinopel 1451-1453?; 2) bagaimanakah strategi Sulthan Muhammad Al-Fatih dalam penaklukan Konstantinopel?. Tujuan penelitian ini antara lain: 1) untuk mengetahui dan mengkaji secara mendalam apa saja latar belakang Sulthan Muhammad Al-Fatih dalam penaklukan Konstantinopel 1451-1453; 2) untuk mengetahui dan mengkaji secara mendalam strategi Sulthan Muhammad Al-Fatih dalam penaklukan Konstantinopel. Manfaat dari penelitian ini antara lain: 1) bagi penulis, penelitian ini bermanfaat untuk menambah wawasan dan pengetahuan mengenai Peranan Sulthan Muhammad AlFatih dalam penaklukan Konstantinopel 1451-1453. 2) bagi pembaca, penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan mengenai Peranan Sulthan Muhammad Al-Fatih dalam penaklukan Konstantinopel 1451-1453. 3) bagi ilmu sejarah, dapat digunakan sebagai referensi tentang sejarah Arab terutama tentang Peranan Sulthan Muhammad Al-Fatih dalam penaklukan Konstantinopel. 4) bagi Almamater FKIP Universitas Jember, penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan sebagai wujud nyata dalam rangka pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah, dengan langkah – langkah: Heuristik, Kritik, Interpretasi dan Historiografi. Kesimpulan pertama, latar belakang Sulthan Muhammad Al-Fatih dalam penaklukan Konstantinopel adalah karena adanya dorongan iman untuk merealisasikan kabar gembira yang pernah diucapkan Rasulullah. Faktor-faktor lainya adalah lemahnya Kekaisaran Byzantium akibat konflik dengan Kristen Katolik Roma. Keindahan negeri itu dan letaknya yang sangat strategis. Kesimpulan kedua, strategi Sulthan Muhammad Al-Fatih dalam penaklukan Konstantinopel diantaranya mengadakan perjanjian dengan beberapa musuhnya, membuat benteng Anaduli Hisar dan Rumilia Hisar, mengumpulkan senjata, memperkuat angkatan perangnya menjadi 250.000 pasukan dan 400 kapal laut. Pada saat penaklukan Sulthan Muhammad Al-Fatih mempunyai ide luar biasa yaitu memindahkan kapal-kapal melalui perbukitan menuju Tanduk Emas. Sulthan Muhammad Al-Fatih meraih kemenangan pada Selasa sore 29 Mei 1453, menjadikan Konstantinopel sebagai ibukota Utsmani dan dikenal sebagai Istanbul. Berdasarkan hasil penelitian ini, penulis menyarankan kepada generasi penerus bangsa bahwa peranan Sulthan Muhammad Al-Fatih dalam penaklukan Konstantinopel 1451-1453 untuk dijadikan contoh sebagai suritauladan yang baik. Saran kedua, bagi para pemimpin negara dengan mengetahui perjuangan Sulthan Muhammad Al-Fatih dalam penaklukan Konstantinopel dapat dijadikan contoh sebagai sosok pemimpin yang jujur dan bertanggungjawab

    Peranan Muhammad Al-Fatih dalam Penaklukan Konstantinopel Tahun 1453 Masehi

    Full text link
    Penelitian berjudul Peranan Muhammad Al-Fatih dalam Penaklukan Konstantinopel Tahun 1453 Masehi ini adalah sebuah hasil penelitian dengan menggunakan metode kepustakaan dengan pendekatan kualitatif atas sumber-sumber yang relevan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan berbagai fakta sejarah seputar peranan Muhammad Al-Fatih dalam Penaklukan Konstantinopel. Konstantinopel merupakan pusat pemerintahan Romawi Timur yang sangat strategis bagi dunia, namun lebih dari itu dalam pandangan Muhammad Al-Fatih penaklukan atas Konstantinopel juga terinspirasi oleh janji ajaran Islam, sehingga Al-Fatih mempelajari semua penyebab kegagalan penaklukan yang dilakukan para pemimpin Islam maupun sultan-sultan Utsmani sebelumnya untuk keberhasilan penaklukan atas Konstantinopel. Al-Fatih melakukan persiapan dan menjalankan peranannya sebagai penakluk yang ulung, baik secara militer maupun diplomatik telah mengunci faktor-faktor yang dapat menggagalkan usaha penaklukan atas Konstantinopel. Walhasil  tahun 1453 Muhammad Al-Fatih berhasil menaklukkan Konstantinopel yang berabad-abad sebelumnya tidak pernah berhasil ditundukkan.Kata Kunci: Muhammad Al-Fatih, Penaklukan, Konstantinope

    KEBIJAKAN MILITER SULTAN MUHAMMAD AL-FATIH DALAM PENAKLUKAN KONSTANTINOPEL (1453M)

    Full text link
    Desy Ayu Suci Pradewi. C1010009. 2017. Military Policy of Sultan Muhammad Al Fatih in the Conquest of Constantinopel (1453 M). Thesis: Arabic Literature Program of Cultural Science Faculty of Sebelas Maret University. Muhammad Al Fatih is the Ottoman Turks leader who proves Rasulullah’s bisyarah as Conqueror of Constantinopel. This study discusses: 1) Biography of Sultan Muhammad Al Fatih. 2) Overview of Constantinopel. 3) Military Policy of Sultan Muhammad Al Fatih in the Conquest of Constantinopel and the impact of his conquest. Research method in this thesis includes three stages; heuristic, interpretation, and historiography. The historical research method is to examine and critically analyze the source of past relic data based on the data obtained until producing chronological scientific work history. The results of the research are: 1) Sultan Muhammad Al-Fatih was an intelligent and courageous leader, as evidenced by the brilliant idea embodied in his war strategy. (2) The general condition of Constantinopel in politics namely the internal problems that facility Sultan Muhammad Al Fatih’s effort in conquest but the conditions of Constantinopel defense with a layered wall structure and soldiers placed in all corners makes Sultan Muhammad Al-Fatih difficult to conquer Constantinople. (3) Military policies of Sultan Muhammad Al-Fatih, such as, military organizational systems, military policy in preparation of assault and the period of military operation. The most crucial military policy for Constantinople was the belief of the Sultan and his soldiers, the most famous soldier was Yeniseri with Orban cannon technology system and the brilliant idea of moving 70 ships through the land. So, Constantinople was successfully conquered by Sultan Muhammad Al-Fatih. Keyword: Military Policy, Leadership, Conquest of Constantinopl

    Muhammad Al-Fatih : penakluk Konstantinopel tahun 2022

    No full text
    Buku ini menyajikan biografi besar Muhammad Al-Fatih, cerita tentang suksesnya menaklukkan kota yang begitu menggoda semua peradaban kala itu.xi, 274 hlm, 20,4 x 13,4 c

    Muhammad Al-Fatih : penakluk Konstantinopel tahun 2022

    No full text
    Buku ini menyajikan biografi besar Muhammad Al-Fatih, cerita tentang suksesnya menaklukkan kota yang begitu menggoda semua peradaban kala itu.xi, 274 hlm, 20,4 x 13,4 c
    corecore