73 research outputs found

    PSIKOLOGI BELAJAR

    No full text
    Alhamdulillahirabbil „alamin, puji syukur ke hadirat Allah swt. pemilik alam semesta. Shalawat dan salam akan selalu tercurah kepada Nabi Muhammad Saw suri tauladan yang tak pernah lekang di makan zaman. Buku ini ditulis berdasarkan kumpulan materi perkuliahan pada Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Guru Madsarah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Penerbitan buku ini sangat relevan dengan pembelajaran mahasiswa saat ini, khususnya mahasiswa sebagai calon guru, guru agama di berbagai jenjang lembaga sekolah atau guru kelas di Madrasah Ibtidaiyah. Buku ini dapat memberikan gambaran yang sangat dalam mengenai psikologi belajar dan berbagai teori serta aplikasinya, khususnya bagaimana mengetahui peserta didik belajar dan berbagai kesulitannya serta penanganannya. Diharapkan dari buku ini dapat ditarik pelajaran yang bisa diterapkan oleh calon guru atau siapa saja yang berminat dalam bidang ini. Rasa syukur yang mendalam penulis haturkan atas selesainya penulisan buku ini, semua ini tidak terlepas dari arahan, bantuan dan motivasi dari berbagai pihak, dengan ta‟zim penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ust. Rido Kurnianto, Nurul Iman, Wahyudi Setiawan, Katni, Rudi Hartono dan segenap civitas akademika Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Juga haturkan terima kasih dan ungkapan cinta dan sayang yang mendalam kepada isteri saya Arita Nurdhiany, dan anak-anak saya Dhanang Fawaiz Akbar, Erlinda datazkia Jauda, yang ikut serta memberi motivasi yang tak terhingga sampai terselesainya buku kuliah ini. Akhirnya penulis mengharapkan kritikan dan saran dari para pembaca demi kesempurnaan buku ini, Penulis menyadari tidak ada suatu kesempurnaan selain milik Allah dan penulis menyadari masih terdapat kekurangan dan keterbatasan dalam penulisan buku ini, semoga buku ini dapat memberi manfaat bagi siapa

    Ekosistem Halal Rumah Potong Hewan: Studi Kasus Juru Sembelih Halal U.D. Dragon Broiler dan Sinar Raya Abadi

    No full text
    Slaughter person has an important role in determining the halalness and quality of the meat. Slaughterperson competence has been regulated in SKKNI No. 196 of 2014 concerning Indonesian national work competency standards for the categories of agriculture, forestry and fisheries, main groups of livestock support services in the field of halal animal slaughter. However, what happens between understanding the material during training and practice in the field is not easy to implement. This study aims to explore the understanding gaps of halal butchers about the critical points of halal slaughter in poultry at UD Dragon Broiler, Bantul and Sinar Raya Abadi, Sleman. The research method used was qualitative through observational data collection techniques and direct interviews with the butchers in charge of slaughtering at the slaughterhouse. The results of the study found that UD Dragon Broiler already has a certified halal slaughterman but acts as a supervisor, not a slaughterman, there are no banners containing procedures for the halal slaughter system, it's just that there is the word bismilah allahu akbar, and the competence of the slaughterers is based on experience, while RPA Sinar Raya Abadi do not yet have a certified halal slaughterman, there is a SOP for halal slaughter but it is very small, and the competence of the slaughterer is based on experience

    Melacak Political Linkage Gerakan Islam Politik dalam Partai-partai Islam di Negara-negara Mayoritas Muslim : Studi tentang PKS dan AKP di Indonesia dan Turki

    No full text
    This study seeks to carry out a critical analysis of the political Islam platform promoted by the PKS (Justice and Prosperity Party), Indonesia and the Justice Party and Development of the AKP (Adalet Kalkinma Partition), Turkey, by tracing political linkage to both parties. PKS and AKP are major Islamic parties in the world that have so far successfully fought in electoral competitions. How to use the mass base and Islamic sentiment in liberal parliamentary struggle is their biggest challenge. Comparison will be made to find the common thread concerning Islamic-style populism with the electoral strategy they use. Political Islam can ultimately be understood not only from the categories of morality, ethics, or religion, but also on the objective category based on political realism. The author believes that this theme is important and interesting after examining the development of identity politics movements that have occurred not only in Indonesia but also in several other countries in the world in the last 10 years. Analysis of the AKP and PKS must,however, be understood in two aspects, namely, first, a cross-over between liberal democracy and Islamic activism, and secondly, the tendency to change the political strategy of the Islamic party. The interplay between the interests of electoral achievement and the ideological vision is a big and dynamic dilemma. Of the various methods available, the research team in this study use qualitative research methods. Data is obtained through a literature review or study of relevant literature such as books, journals, news websites, or thesis or dissertation works. As for author's hypothesis is that first, PKS and AKP have political linkage in three things, first, the political vision of Islam which is heavily influenced by the Muslim Brotherhood movement, second, the construction of civil networks and organizations, and third, electoral strategies and compromise on liberal democracy. PKS and AKP in the end have been conditioned by a number of compromises and political pragmatism. Both are forced to adapt substantially in terms of changes in party models to be more open and plural. Thus, there is a convergence between political Islam and the flow of liberal democracy based on the typical political situation in Indonesia and Turkey

    Model Pembelajaran Menulis Ilmiah berbasis PARMI (Produksi, Atensi, Retensi, Motivasi, dan Inovasi)& Penerapannya

    No full text
    Pencapalan target pembelajaran dapat dilakukan dengan pemilihan model yang sesuai kondisi peserta didik. Model pembelajaran PARMI sebagai pengembangan dan Social Learning Bandura merupakan salah satu yang dapat dipilih. PARMI terbukti dapat meningkatkan: 1) kemampuan berpikir kritis, 2) berpikir kreatif. dan 3) kemampuan menulis ilmiah. Hal ini karena PARMI dapat menjadikan pembelajar merasa nyaman dan inovatif. PARMI menumbuhkan kepedulian pembelajar pada lingkungan dan sesama. Pembelajar tidak hanya melihat persoalan pada dlrl sendirl, tetapi juga pada orang lain atau hal lain yang berada dl IIngkungannya. Pembelajar tidak memandang dlri secara semplt, tetapi berpiklr secara luas. Selama Ini, pengajar dianggap berkedudukan lebih tinggi karena memlliki kekuasaan mullak terhadap hasil belajar pembelajar. PARMI mengubah pola pembelajaran tersebut. Pembelajar bukanlah orang yang tidak tahu sama sekali. Pun pengajar bukanlah orang yang tahu segalanya. Pengajar dan pembelajar bekerJa secara bersama-sama. Pengajar sebagai mitra belajar hendaknya juga dapat menjadi rujukan dalam menyelesaikan permasalahan menulis ilmiah. Pengajar bukan lagi seseorang yang kata-katanya tidak boleh disanggah. Pengajar juga bukan lagi seseorang yang menakutkan. Pengajar merupakan mitra belajar bagi pembelajar

    Sistem Pertanian Hidroponik Padi Cerdas Berbasis Internet of Things pada Lahan Perkotaan Guna Menambah Ketahanan Pangan Masyarakat : Smart Internet of Things Based Hydroponic Rice Farming System in Urban Areas to Enhance Food Security for the Community

    No full text
    Budidaya padi secara hidroponik dapat menjadi salah satu solusi ketahanan pangan perkotaan. Pemeliharaan tanaman hidroponik lebih mudah karena tempat budidayanya bersih, media tanam steril, terlindung dari terpaan hujan, serangan hama dan penyakit kecil, serta tanaman lebih sehat dan produktivitas tinggi. Padi termasuk genus Oryza L, tersebar di daerah tropis serta daerah subtropis. Padi adalah tanaman yang untuk pertumbuhannya, produktivitas padi ditentukan oleh kondisi PH tanah, ketinggian air, kelembapan udara, intensitas cahaya. Dalam sistem tanam hidroponik faktor suhu, kelembaban dan pemberian nutrisi pada tanaman menjadi tolak ukur keberhasilan seseorang dalam menerapkan pola cocok tanam hidroponik. Kebutuhan akan lingkungan hidup yang optimal untuk tanaman padi akan dikumpulkan untuk kemudian membuat perangkat yang membantu petani menyesuaikan lingkungan yang diinginkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Prototyping, Perangkat Pertanian Hidroponik Padi Cerdas ini menggunakan sensor kelembapan tanah, kelembapan udara, intensitas cahaya, water level sensor Wemos sebagai Pusat pengendali dan komunikasi serta WiFi untuk mengunggah data ke Internet. Keluaran dari perangkat ini adalah data Waktu Nyata Pembacaan Sensor Kelembaban tanah, udara, PH Tanah, ketinggian air dalam Pipa hidroponik, serta intensitas cahaya. Tujuan Penelitian ini adalah membangun Purwarupa Perangkat Pertanian Hidroponik Padi Cerdas Berbasis IoT yang dapat diterapkan pada Instalasi Hidroponik tanaman padi

    Pengendali Suhu, Kelembaban dan Cahaya Berbasis Arduino dan IOT pada Kumbung Jamur Tiram

    No full text
    Jamur tiram adalah jamur pangan yang memiliki morfologi dengan tudung mirip cangkang tiram dengan bagian tengah agak cekung dan berwarna putih hingga krem. Syarat yang penting agar jamur dapat tumbuh maksimal adalah dengan menjaga suhu, kelembabannya serta intensitas cahaya ketika akan tumbuh buah. Untuk jamur tiram syarat untuk suhu dan kelembaban yang harus terpenuhi agar jamur dapat tumbuh optimal ialah suhu 20 – 30 °C, kelembaban minimal 80% dan intensitas cahaya pada saat tumbuh buah adalah sekitar 200 lux. Salah satu kelemahan dalam pembudidayaan jamur tiram adalah tidak diketahuinya suhu, kelembaban serta intensitas cahaya dalam kumbung tanpa alat bantu pengukuran. Alat bantu pengukuran ini hanya akan mengukur seberapa besar suhu, kelembaban ruangan,  pengendalian suhu, dan kelembaban ruangan tetap manual dalam penjagaanya. Kelemahan tersebut coba diatasi oleh peneliti dengan membangun sebuah alat pengendali suhu dan kelembaban yang berbasis Arduino. Alat pengendali suhu dan kelembaban ini dibangun untuk memudahkan petani dalam menjaga suhu dan kelembaban di dalam kumbung jamur tiram. Fungsi dari alat ini akan memberi pelayanan berupa pengiriman data suhu dan kelembaban secara waktu nyata ke Aplikasi Smartphone Blynk serta mampu memberikan  output  menjaga suhu dan kelembaban dengan cara memutar kipas untuk mendinginkan suhu dan menyemprotkan air untuk menambah kelembaban relatif, sehingga tercapai suhu dan kelembaban ideal untuk pertumbuhan Jamur Tiram. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Sistem yang dibangun dapat mencapai hasil yang diharapkan yaitu mampu memberikan rekayasa pengendalian suhu, kelembaban dan intensitas cahaya didalam kumbung jamur tiram.Kata kunci : jamur tiram, arduino, sensor suhu, Internet of Things

    OPERASI EKONOMI DIGITAL DAN FINANSIALISASI KAPITALISME NEOLIBERAL AMERIKA SERIKAT

    No full text
    The development of the Digital Economy in the last decade has become increasingly prominent and significant. The dynamics and transactions of the Digital Economy span from the corporate to household levels, from local to global scales. The use of advanced information technology in the internet field paved the way for the Digital Economy, especially in the financial or financial realm. This reality is directly correlated with the current of financialization of contemporary capitalism which has strengthened as one of the main features of Neoliberal capitalism since the 1980s.This study seeks to analyze the operation of the Digital Economy in the financial sector such as Venture Capital or Financial Technology within the framework of Political-Economy, particularly through the study of International Political Economy. The author believes that the birth and development of the Digital Economy can be understood in two aspects, namely, first, it is directly correlated with the financialization of global capitalism, especially since the current of Neoliberalism emerged in the decade of the 80s. Financial liberalization and deregulation that started in the United States became the starting point for international economic financialization. Changes to the model of transactions and financial products are a direct derivation of financial deregulation initiated by developed countries and global capitalists.Second, technological development is a reflection of the historical development of capitalism. This means that technology in the Digital Economy has a social character and aims to optimize the accumulation of contemporary capitalism. Digital Economy Technology is not independent of social and economic-political formations or entirely as a result of the inherent creativity of the natural impetus of scientific progress

    The Use of H5P in Islamic Religious Education Learning Media Development to Improving Self-Regulated Learning: Penggunaan H5P dalam Pengembangan Media Belajar Pendidikan Agama Islam untuk Meningkatkan Kemandirian Belajar

    No full text
    The problem of teaching and learning activities in schools is something that is often encountered by teachers when teaching. One of them is the lack of learning independence in students, the criteria for learning independence itself is that students can be said to learn independently if these students are active, creative, disciplined and responsible. Learning media is one of the solutions to support the realization of learning independence in students. One of them is the H5P learning media which is expected to realize and increase learning independence in students. This study uses the Kemmis-McTaggart model Classroom Action Research method which is divided into 2 cycles, namely cycle I and cycle II through 4 stages of research for each cycle, namely: planning, implementation, observation and reflection. The results of this study can be concluded that teaching and learning activities using H5P learning media can increase student learning independence

    The Effects of Physical and Non-physical Investments of Government Expenditure in Education and Health Sectors on Human Development Index in Pekanbaru City

    No full text
    In this current globalization era, human resources investment is necessary for each country to improve the index of human development and economic growth, many countries have succeeded in economic growth by relying on human resources despite not having abundant natural resources. However, the success of resource investment is also strongly influenced by the availability of supporting facilities and infrastructure. Based on data of physical and non-physical investments of government expenditure in education and health sectors from 2007-2017, shows a positive trend with relatively increasing value. Meanwhile, based on data of human development index progress in Pekanbaru city in recent years showed a relatively declining value. This contradicts the theory of endogenous romer which explained that when the government or private sectors invest in human resources, it will encourage the improvement of human resources quality that reflects the progress of human development index. This study uses secondary data, namely government physical and non-physical expenditure data in the field of education and health in Pekanbaru City on Regional Budget in 2010-2017. The independent variable is government physical and non-physical expenditure in education and health sectors. While the dependent variable is the Human Development Index. The analysis method used is OLS (Ordinary Least Square) method where the data used are analyzed quantitatively using statistical analysis, namely multiple linear regression equations. Based on the results of research, government physical expenditure in education and government non-physical expenditure in the health sector does not significantly influence the human development index in Pekanbaru City. While government non-physical expenditure in education and government physical expenditure in health significantly affect the human development index in Pekanbaru City. Furthermore, for physical investment where in this research is the government physical expenditure in education and health sectors simultaneously has a significant effect on the human development index in Pekanbaru City. Whereas for non-physical investment where in this study is government non-physical expenditure in education and health sectors simultaneously has a significant effect on the human development index in Pekanbaru City
    corecore