1,722,462 research outputs found
Pemerintahan Sultan Jalaluddin Muhammad Akbar di Kerajaan Mughal 1556-1605
Skripsi ini menjelaskan studi tentang Pemerintahan Sultan Jalaluddin
Muhammad Akbar di Kerajaan Mughal. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk
mendeskripsikan dan menganalisis secara interpretatif latar belakang kehidupan
Sultan Jalaluddin Muhammad Akbar. 2) Untuk mendeskripsikan dan menganalisis
secara interpretatif usaha-usaha Sultan Jalaluddin Muhammad Akbar dalam
pemerintahan di kerajaan Mughal. 3) Untuk mendeskripsikan dan menganalisis
secara interpretatif pengaruh pemerintahan Sultan Jalaluddin Muhammad Akbar di
India.
Penulis menggunakan bebereapa pendekatan, diantaranya adalah pendekatan
historis, agama, sosiologi dan antropologi. Penelitian ini adalah jenis penelitian
sejarah dengan menggunakan data kualitatif. Data diperoleh melalui penelitian
pustaka atau Library Research. Library Research yaitu penelitian dengan mengambil
beberapa literature dari buku-buku atau kajian pustaka sebagai bahan pendukung.
Langkah-langkah penelitian yang dilakukan adalah heuristik, kritik, interpretasi, dan
historiografi.
Dari penelitian ini ditemukan: 1) Sultan Jalaluddin Muhammad Akbar adalah
raja ketiga dari kerajaan Mughal dan ia merupakan keturunan dari Bangsa Mongol.
2) Sultan Jalaluddin Muhammad Akbar melakukan banyak usaha dalam
pemerintahannya di kerajaan Mughal, seperti aspek politik dengan diterapkannya
politik sulakhul dan aspek keagamaan yang ditandai dengan dibentuknya Ibadat
Khana dan Din-i-Ilahi. Sultan Jalaluddin Muhammad Akbar juga melakukan usaha
perluasan wilayah kekuasaan. Ia menjadikan kerajaan Mughal sebagai kerajaan
penguasa India saat itu. 3) Di masa pemerintahan Sultan Jalaluddin Muhammad
Akbar, kerajaan Mughal mencapai puncak kejayaan yang meliputi bidang politik,
agama, ekonomi, seni budaya, sosial, dan ilmu pengetahuan
PERAN SULTAN JALALUDDIN MUHAMMAD AKBAR DALAM PENGEMBANGAN LITERATUR INDIA DI KESULTANAN MUGHAL
The objective of this research was to know (1) the life of Sultan Jalaluddin
Muhammad Akbar, (2) roles of Sultan Jalaluddin Muhammad Akbar in the
development of Indian literature in the Mughal Empire and (3) the literature
development impacts the world of science in the Mughal empire. This research is
more focused on the role played by Sultan Jalaluddin Muhammad Akbar. This
research was conducted by the method of historical research with the type research
was the study of literature and as well as qualitative research. The approach used
was a sociological approach, the concept of social role. The collecting data
techniques used was documentation. The analysis of data was done in this research
was Historical analysis technique that consists of four stages, namely: heuristic,
verification, interpretation, and historiography. Based on this research, it was able
to be elaborated that: (1) Sultan Jalaluddin Muhammad Akbar was a descendant of
two great rulers of Central Asia and beyond, that Tamerlane (Ethnic Turk) and
Chengis Khan (Mongol), which were known to both the ruling tolerant religion.
Therefore, the position of Sultan Jalaluddin Muhammad Akbar was marking the
union of two great family spirit of the Central Asia. (2) The role of Sultan Jalaluddin
Muhammad Akbar in the development of Indian literature in the Mughal sultanate
can be known by his policies. The policies are: translating Indian literature into
Persian, promoting literature writing, and protecting the development of regional
literature. The most prominent development of Indian literature during the time of
Sultan Jalaluddin Muhammad Akbar is the development of Persian literature, the
field of historical writing, and local languages, mainly Sanskrit and Hindi. (3) The
existence of literature development conducted by Sultan Jalaluddin Muhammad
Akbar, both directly and indirectly impacts the world of science in the Mughal
empire. These impacts are: (a) high book production (b) developing science; (c)
advanced education; (d) advanced libraries; (e) the appearance of the poet; (f) the
appearance of translators and historians; (g) illustrated book develops
KEBIJAKAN PEMERINTAHAN JALALLUDIN MUHAMMAD AKBAR DI INDIA TAHUN 1556-1605 M
Kedatangan bangsa Mughal di India membawa perubahan sistem
pemerintahan yang berjalan di India dengan adanya akulturasi dari budaya Hindu
dan Islam, pengaruh kepemimpinanya terlihat ditahun 1556-1605 M. Tahun 1556-
1605 M merupakan masa keemasan Mughal dibawah Jalallaludin Muhammad
Akbar. Kebijakan pemerintahan Mughal di India dibawah Akbar dapat dikatakan
berhasil baik dari segi politik, sosial-ekonomi, agama dan seni. Mughal
merupakan kerajaan bercorak agama Islam, hal ini merupakan suatu prestasi yang
besar dimana negara Islam Mughal dapat berdiri dan menjadi penguasa terbesar di
negara berdominasi agama Hindu dan menyatukan antara dua budaya kedalam
satu wadah pemerintahan.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah latar belakang dari kebijakan
kepemimpinan Jalalludin Muhammad Akbar, kebijakan yang dijalankan di India
dan dampak dari kebijakan pemerintahan Akbar pada tahun 1556-1605 M. Tujuan
dari penelitian ini mengkaji secara mendalam kepemerintahan Jallaludin
Muhammad Akbar yang dilihat dari kebijakan yang dijalankan dari berbagai
bidang yaitu bidang politik, sosial, ekonomi, agama, seni-budaya serta dampak
kebijakan yang dijalankan di India. Manfaat penelitian ini digunakan sebagai
referensi bacaan guna menambah wawasan kesejarahan tentang kebijakan
pemerintahan Jalalludin Muhammad Akbar di India tahun 1556-1605 M dan bagi
peneliti memberi pengalaman serta mengasah kemampuan dalam menulis karya
Ilmiah.
Metode yang digunakan adalah metode penelitian sejarah, yang terdapat
empat langkah yaitu Heuristik, Kritik, Interpretasi, dan Historiografi. Penulis
menggunakan pendekatan sosiologi politik serta teori struktural fungsional dalam
mengkaji penelitian in
Universalistic policy sulh-e kull of Džaláluddín Muhammad Akbar
Bakalářská práce pojednává o mughalském panovníkovi Džaláluddínovi Muhammadu Akbarovi, který vládl na indickém subkontinentu v letech 1556-1605. Práce se zabývá zejména univerzalistickou politikou, kterou Akbar nastolil pod záštitou principu tolerance solh-e koll. Je představena Mughalská říše v tomto období a především reformy, které v rámci jeho tolerantní politiky zavedl.ObhájenoThe aim of this work is to assemble information about universalistic policy in the Mughal empire during the reign of Jaláluddín Muhammad Akbar who ruled in the Indian subcontinent in years 1556- 1605. Presented are the reforms and consequences that the introduction of new religious and political rules brought
KONSEP DIN-I-ILAHI JALALUDDIN MUHAMMAD AKBAR (1556-1605)
Raja Jalaluddin Muhammad Akbar adalah seorang pemimpin Kerajaan Mughal pada tahun 1556-1605 M. Ia sendiri juga dikenal sebagai Raja yang memiliki sifat toleransi tinggi kepada semua agama-agama. Disebut juga Din-i-Ilahi yang memiliki arti dan pemaknaan yang berbeda bagi setiap orang mempelajarinya. Sebagian orang berfikir bahwa Din-i-Ilahi adalah agama baru, kemudian aliran sesat, serta tatanan aturan baru seperti bentuk perundang-undangan. Oleh sebab itu, Din-i-Ilahi menimbulkan kekacauan kontoversi antara setiap agama-agama di masa itu. Demikian halnya terjadi disebabkan beberapa para sejarawan memberikan penerjemahan secara tidak benar dan menjadikan para peneliti lainnya ikut serta memberikan masukan buruk terhadap Din-i-Ilahi. Walaupun demikian, hanya sebagian saja yang memberikan penjelasan secara pro dan kontra sehingga tidak begitu menimbulkan bentuk yang sangat buruk. Penelitian ini menggunakan paradigma interpretatif, mencari tahu akar-akar Din-i-Ilahi, serta menjelaskan kembali dengan benar konsep-konsep dari Din-i-Ilahi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan sejarah (historical aproach). Dalam metode pengumpulan data penulis gunakan adalah penelitian pustaka (library research). Yang menjadikan sumber utama pada penelitian ini adalah The Ain-i-Akbari tulisan asli dari Abu Fazl. Analisis dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yaitu menjelaskan suatu fenomena dengan mendalam dan dilakukan mengumpulkan data sedalam-dalamnya kemudian dianalisis secara kritis dan menganalisa masa lampau.
Hasil dari penelitian ini disimpulkan bahwa peneliti dapat menemukan akar-akar dari Din-i-Ilahi serta menjelaskan secara rinci konsep-konsep dari Din-i-Ilahi. Kebenaran yang ditemukan bahwa Din-i-Ilahi adalah Tauhid Ilahi dan bukan sebagai agama baru melainkan suatu keteraturan yang dibuat oleh Raja Jalaluddin Muhammad Akbar. Tauhid Ilahi tidak lain adalah suatu perkumpulan yang tidak ada maksud dan hubungannya dengan agama Islam, agama Hindu, ataupun agama lainnya. Terbentuknya Tauhid Ilahi berdasarkan motif politik dan peristiwa keagamaan yang terjadi di Kerajaan Mughal. Tauhid Ilahi hanya bertahan hingga Raja Jalaluddin Muhammad Akbar meninggal dan tidak dilanjutkan oleh penerus Kerajaan Mughal yakni Pangeran Salim. Oleh sebab itu, Tauhid Ilahi disuguhkan melalui para sejarawan dalam memberikan keterangan dan penjelasan yang akurat. Sehingga para peneliti lainnya yang ingin melakukan penelitian terhadap Din-i-Ilahi atau Tauhid Ilahi bisa dilakukan secara baik dan benar
Case Study:Investigating the Performance of Interactive Multiple Motion Model Algorithm for a Crossing Target Scenario
DHS_Download_Account_Application – Supplemental material for Role of Maternal Education and Vaccination Coverage: Evidence From Pakistan Demographic and Health Survey
Supplemental material, DHS_Download_Account_Application for Role of Maternal Education and Vaccination Coverage: Evidence From Pakistan Demographic and Health Survey by Atta Muhammad Asif, Muhammad Akbar, Muhammad Ramzan Tahir and Irshad Ahmad Arshad in Asia Pacific Journal of Public Health</p
Pengaruh Kebiasaan Belajar Mandiri Terhadap Kesiapan Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Abdurrab Pekanbaru.
ABSTRAK
Muhammad Akbar, (2020): Pengaruh Kebiasaan Belajar Mandiri Terhadap Kesiapan Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Abdurrab Pekanbaru.
Penelitian ini bertujuan untuk mencari kekuatan Pengaruh kebiasaan belajar mandiri terhadap kesiapan belajar Pendidikan Agama Islam siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Abdurrab Pekanbaru. Penelitian metode kunatitatif dengan pendekatan regresi tunggal ini melibatkan responden sebanyak 75 orang siswa dari Kelas XI dan XII. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket.
Hasil penelitian ini menunjukkan penerimaan terhadap hipotesis kerja (H1) sehingga dapat dirumuskan hasil, bahwa terdapat pengaruh kebiasaan belajar mandiri siswa terhadap kesiapan belajar siswa pada bidang studi Pendidikan Agama Islam di SMK Abdurrab Pekanbaru dengan kekuatan 42,5%. Uji signifikansi terhadap harga Fhitung sebesar 54,053 yang lebih besar dari Ftabel α 0,05 yakni 3,12, dan Ftabel α 0,01 yakni 4,90, hal ini menunjukkan bahwa kontribusi atau pengaruh yang diberikan variabel X terhadap variabel Y sangat signifikan.
Hasil analisisi deskriptif yang menunjukkan kualitas kedua variabel masih berapa pada kategori sedang mengindikasikan keharusan seluruh elemen sekolah terutama para guru agar lebih memberikan arahan dan bimbingan terhadap kebiasaan belajar mandiri siswa. Apabila usaha dilakukan secara sistematis, serius, dan kontiniu, maka diharapkan kualitas belajar mandiri siswa dan kesiapan belajar siswa semakin meningkat dan dapat masuk pada kategori baik atau tinggi.
Kata Kunci: Kebiasaan Belajar Mandiri, Kesiapan Belajar PA
MAKNA THAHĀRAH DALAM AL-QURAN DAN RELEVANSINYA DENGAN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT (Studi Tafsir Tematik )
MUHAMMAD AKBAR (2022) : MAKNA THAHĀRAH DALAM AL-QURAN DAN RELEVANSINYA DENGAN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
(Studi Tafsir Tematik )
Thahārah adalah bagian dari iman. Namun masih banyak orang yang menganggap
remeh akan hal ini. Banyak sekali penyakit yang menyerang tubuh orang-orang
yang lalai dari bersuci pada setiap perbuatan yang dilakukannya dalam kehidupan
sehari-hari. Padahal Allah SWT sangat menyukai orang-orang yang suci, baik
jasmani maupun rohani. Hal ini mendorong penulis untuk mengemukakan
kembali urgensi manusia dengan Thahārah, melalui kajian ayat-ayat Thahārah,
cara Thahārah, fungsi Thahārah dan juga melihat relevansinya dengan ilmu
kesehatan masyarakat. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana
makna Thahārah dalam penafsiran Al-Quran dan bagaimana relevansinya dengan
ilmu kesehatan masyarakat. penulis menggunakan metode maudhu‟i (tematik) dan
metode tahlili (analisis) dengan pendekatan metode kualitatif. Temuan penelitian
ini adalah bahwasanya Thahārah dalam Al-Quran bermakna suci dari segala
hadas dan najis yang dilakukan dengan cara wudhu, mandi, tayammum taubat dan
membersihkan hati. Adapun relevansi antara Thahārah dan ilmu kesehatan
masyarakat yaitu pencegahan penyakit yang menjadi fokus utama dengan
memberi edukasi terkait kebersihan agar masyarakat terhindar dari berbagai
penyakit yang tidak diinginkan.
Kata Kunci : Thahārah, Relevansi, Ilmu Kesehatan Masyaraka
PERSEPSI GURU TENTANG PELAKSANAAN KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI KECAMATAN BULUKUMPA KABUPATEN BULUKUMBA
MUHAMMAD AKBAR, 2013. Persepsi Guru Tentang Pelaksanaan Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah Menengah Pertama di Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba. Skripsi. Dibimbing oleh Dra. Andi Nurochmah, M. Pd. dan Drs. M. Bachtiar, M. Si. Jurusan Administrasi Pendidikan. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Nageri Makassar.
Penelitian ini membahas tentang Persepsi Guru Tentang Pelaksanaan Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah Menengah Pertama Di Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah persepsi Guru tentang pelaksanaan kepemimpinan transformasional Kepala Sekolah Menengah Pertama di Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba. Berdasarkan hal tersebut di atas, penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang pelaksanaan kepemimpinan transformasional Kepala Sekolah Menengah Pertama di Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba. Adapun pendekatan penelitian yang digunakan peneliti adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Guru Sekolah Menengah Pertama di Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba yang berjumlah 159 orang, dalam penarikan sampel peneliti menggunakan teknik Incidental Sampling atau Convenience Sampling sehingga ditarik sampel sebanyak 66 orang dari 159 orang populasi. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini peneliti menggunakan angket dan dokumentasi, dalam proses pengolahan data Penulis menggunakan teknik analisis statistik deskriptif . Dari hasil penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa persepsi Guru tentang pelaksanaan kepemimpinan transformasional Kepala Sekolah Menengah Pertama di Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba berada dalam kategori baik. Hal itu sesuai dengan sikap Kepala Sekolah yang visioner dan mampu memberdayakan seluruh SDM (sumber daya manusia) sekolah khususnya Guru sehingga mereka bekerja dengan penuh semangat untuk mencapai hasil yang maksimal
- …
