1,720,955 research outputs found
PEMUNGUTAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN SEKTOR PERDESAAN DAN PERKOTAAN (PBB-P2) DI KOTA PAYAKUMBUH
Salah satu upaya untuk meningkatkan fungsi Pemerintah Daerah untuk mengurus urusan rumah tangganya sendiri adalah dengan diberlakukannya Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Dalam Undang-Undang tersebut memuat mengenai pengalihan beberapa jenis pajak pusat menjadi pajak daerah yang salah satunya adalah Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Untuk itu setiap daerah diwajibkan untuk melakukan berbagai macam persiapan demi merealisasikan ketentuan dalam undang-undang tersebut. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sampel ditentukan dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan beberapa pertanyaan terhadap wajib pajak PBB-P2. Kajian ditekankan pada pelaksanaan pemungutan PBB-P2 apakah telah sesuai dengan Peraturan Daerah Kota Payakumbuh mengenai PBB-P2 dan melihat apa kendala-kendala yang ditemui dalam pelaksanaan pemungutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses implementasi pengalihan PBB-P2 menjadi pajak daerah yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Payakumbuh belum terlaksana dengan baik karena masih terdapatnya beberapa kendala baik kendala yuridis maupun non-yuridis. Dampaknya adalah hasil penerimaan PBB-P2 tidak sebanding dengan target penerimaan PBB-P2 walaupun mengalami peningkatan terhadap pendapatan Kota Payakumbuh setelah pengalihan
KESIAPAN PERAWAT PELAKSANA MENUJU PENERAPAN INTERNATIONAL PATIENT SAFETY GOAL DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH
International Patient Safety Goal adalah salah satu standar yang berada di dalam akreditasi Joint Commission International yang bertujuan untuk membuat asuhan keperawatan yang dilakukan di Rumah Sakit khususnya ruang inap menjadi lebih aman. Kesiapan adalah suatu titik kematangan untuk menerima dan mempraktekkan tingkah laku tertentu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kesiapan perawat pelaksana menuju penerapan IPSG di ruang rawat inap Rumah sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Desain penelitian adalah deskriptif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah stratified proportional random sampling dari populasi yang berjumlah 237 perawat sehingga di dapatkan sampel sebanyak 92 perawat. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 25 Mei sampai 30 Mei 2018. Alat pengumpulan data berupa kuesioner dalam bentuk skala likert dengan skala ukur ordinal yang terdiri dari 19 item pertanyaan. Teknik pengumpulan data adalah dengan cara pengisian kuesioner. Hasil penelitian diperoleh gambaran kesiapan perawat pelaksana menuju penerapan IPSG di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh berada pada tingkat kesiapan tinggi (92,4%). Berdasarkan hasil penelitian tersebut diharapkan kepada komisi keselamatan pasien RSUD Zainoel Abidin terus memantau dan mengembangkan kemampuan perawat akan keselamatan pasien sehingga dapat memberikan pelayanan kesehahatan yang berfokus pada keselamatan pasien
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
PENGAWASAN OLEH KOMISI PENGAWAS PERSAINGAN USAHA (KPPU) ATAS DUGAAN PELANGGARAN PASAL 15 AYAT (2) UU NO 5/1999 TENTANG PERJANJIAN TERTUTUP (TYING) TERHADAP PRODUK ALAT UJI CEPAT (RAPID TEST) DAN POLYMERASE CHAIN REACTION (PCR) COVID-19
ABSTRAK
KPPU sebagai lembaga independen yang dibentuk untuk mengawasi pelaksanaan UU No. 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat yang ditetapkan melalui Keputusan Presiden. Oleh karena itu sebagai suatu lembaga independent. Sebagai badan yang bertugas mengawasi pelaksanaan Undang-Undang Antimonopoli, KPPU merupakan suatu organ khusus yang mempunyai tugas ganda selain menciptakan ketertiban dalam persaingan usaha juga berperan untuk menciptakan dan memelihara iklim persaingan usaha yang kondusif. Berkaitan dengan kondisi pandemi Covid-19 ini, KPPU sebagai lembaga yang diberi wewenang oleh Undang-Undang No. 5/1999 untuk mengawasi pelaku usaha dalam menjalankan kegiatan usahanya agar tidak melakukan praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat telah melakukan penelitian perkara bersifat inisiatif terhadap layanan Rapid Test dan Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk diagnosis Covid-19 dalam dugaan pelanggaran Pasal 15 ayat (2) UU No 5/1999 tentang perjanjian tertutup. KPPU mempunyai fungsi pengawasan khususnya terhadap antimonopli dalam hukum Persaingan Usaha, sehingga kedudukan KPPU lebih merupakan lembaga administrative karena kewenangan yang melekat padanya adalah kewenangan administratif, Berdasarkan latar belakang masalah yang dipaparkan diatas, dapat dirumuskan permasalahan yang diteliti yaitu: 1.) Bagaimana pengawasan yang dilakukan oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dalam dugaan pelanggaran Pasal 15 Ayat (2) UU No. 5 Tahun 1999 pada Produk Alat Uji Cepat (Rapid Test) Dan Polymerase Chain Reaction (PCR) Covid-19? 2). Bagaimana upaya yang dapat dilakukan untuk menjamin kepastian hukum dalam pengawasan atas dugaan pelanggaran Pasal 15 Ayat (2) demi mewujudkan keadilan hukum dalam masyarakat?. Dalam penelitian penulis melakukan pendekatan yuridis normative sebagai pendekatan utama dan yuridis empiris sebagai pendekatan pendukung dan bersifat deskriptif analitis. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa :1) Tindakan yang dilakukan oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dalam upaya pengawasan hukum atas dugaan pelanggaran Pasal 15 Ayat (2) UU No. 5 Tahun 1999 telah dilaksanakan dengan metode pendekatan rule of reason sehingga KPPU harus memperhatikan berbagai aspek terutama kondisi pandemic covid-19 yang tidak menentu. 2) Upaya yang dapat dilakukan dalam memperkuat peranan pengawasan oleh KPPU yaitu dengan melakukan revisi terhadap Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 Tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat khususnya yang berkaitan dengan memperkuat kewenangan KPPU dalam hal pengawasan dan penegakan hukum.
Kata kunci : Pengawasan, Perjanjian Tertutup, Alat Uji Cepat, Rapid Test, Polymerase Chain Reaction (PCR), Komisi Pengawas Persaingan Usah
- …
