18 research outputs found

    Wasiat dalam Khutbah Jumat dengan Selain Bahasa Arab (Studi Perbandingan Antara Al-Qalyubi dan Al-Syarwani)

    No full text
    Penelitian ini mengangkat tentang wasiat dalam khutbah jum`at dengan menggunakan selain bahasa Arab studi perbandingan antara al-Qalyubi dan al-Syarwani. Shalat jum’at merupakan kewajiban bagi setiap umat Islam yang laki-laki lagi telah mukallaf. Shalat jum’at harus dilaksanakan setelah khutbah jum’at. Khutbah jum’at memiliki rukunnya tersendiri. Adapun rukun khutbah jum’at menurut ulama Syafi’i yaitu terdiri dari 5 macam, yaitu membaca pujian kepada Allah SWT, bersalawat kepada Nabi Muhammad Saw, berwasiat, dan membaca salah satu ayat Al-Qur’an serta berdo’a. Sedangkan di antara syarat khutbah jum’at yaitu khutbah harus disampaikan dalam bahasa Arab. Menurut al-Qalyubi, kata-kata nasehat agama di antara rukun-rukun khutbah dengan menggunakan selain bahasa Arab jika terjadi dalam ukuran yang lama dapat menghilangkan muwalat, sehingga khutbah jum’at dianggap tidak sah jika tidak diulangi lagi khutbah tersebut. Sedangkan menurut al-Syarwani, nasehat selain bahasa Arab yang disampaikan oleh khatib di antara rukun dua khutbah tidak dapat menghilangkan muwalat, meskipun nasehat tersebut disampaikan dalam ukuran lama. Dengan demikian khutbah tidak wajib diulangi kembali dari khutbah pertama. Adapun yang menjadi masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana ketentuan hukum wasiat dalam khutbah jum’at dengan selain bahasa Arab menurut al-Syarwani dan al-Qalyubi. Dan mengapa terjadi perbedaan pendapat mengenai masalah wasiat dengan bahasa Arab dalam khutbah jum’at. Penelitian ini kemudian diselesaikan dengan beberapa tahap. Tahap pertama adalah meneliti bagaimana metode al-Qalyubi dalam memahami ketentuan hukum wasiat dalam khutbah jum’at dengan selain bahasa Arab. Tahap kedua meneliti juga metode al-Syarwani dalam menetapkan hukum wasiat dalam khutbah jum’at dengan selain bahasa Arab. Tahap ketiga yaitu menelaah dan menelusuri pemahaman al-Qalyubi dan al-Syarwani tentang hukum wasiat dalam khutbah jum’at dengan selain bahasa Arab. Adapun temuan dari penelitian ini yaitu, pertama menurut al-Qalyubi, wasiat dalam khutbah jum’at dengan selain bahasa Arab bisa menghilangkan muwalat, sehingga khutbah jum’at tersebut dianggap tidak sah jika tidak diulangi kembali khutbah. Alasan al-Qalyubi yaitu, karena nasehat yang panjang dengan bahasa selain Arab sama seperti diam yang lama. Kedua menurut Syarwani, wasiat dalam khutbah jum’at dengan selain bahasa Arab tidak dapat menghilangkan muwalat, meskipun wasiat tersebut dalam waktu yang lama. Adapun asalan al-Syarwani yaitu, karena wasiat tersebut membicarakan tentang agama. Ketiga perbedaan pendapat tentang wasiat dengan menggunakan selain bahasa Arab merupakan persoalan fiqh. Perbedaan pendapat dalam hal tersebut tidak ada larangan dalam Islam

    Peran Guru BK untuk Mencegah Perilaku Seksual dalam Berpacaran Siswa di SMP Negeri 23 Banjarmasin

    No full text
    Muhammad Syarwani, 2015, Peran Guru BK untuk Mencegah Perilaku Seksual dalam Berpacaran Siswa di SMP Negeri 23 Banjarmasin, Skripsi, Jurusan Kependidikan Islam Prodi Bimbingan Konseling Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Pembimbing: Helma Nuraini, S.Psi,.M.Pd Penelitian ini menggambarkan tentang peran guru BK untuk mencegah perilaku seksual dalam berpacaran siswa di SMP Negeri 23 Banjarmasin. Alasan penulis memilih judul ini adalah karena penulis melihat di sekolah tingkah lakunya banyak yang mengarah pada hal yang negatif contohnya berpacaran ditempat umum, dan hal ini dianggap guru hal yang biasa saja. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana bentuk perilaku berpacaran di SMP Negeri 23 Banjarmasin? 2) Bagaimana peran guru BK untuk mencegah perilaku seksual dalam berpacaran di SMP Negeri 23 Banjarmasin? 3) dan faktor-faktor yang mempengaruhi ? Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran guru Bimbingan dan Konseling untuk mencegah perilaku seksual dalam berpacaran siswa di SMP Negeri 23 Banjarmasin dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi peran bimbingan dan konseling untuk mencegah perilaku seksual dalam berpacaran siswa di SMP Negeri 23 Banjarmasin . Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dan pendekatannya menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah guru Bimbingan dan Konseling dan siswa. Objek penelitian adalah peran Bimbingan dan Konseling untuk mencegah perilaku seksual dalam berpacaran siswa di SMP Negeri 23 Banjarmasin. Mengumpulkan data peneliti menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Perilaku berpacaran siswa di SMP Negeri 23 Banjarmasin yaitu bermacam-macam dari berduaan sampai pada berpegangan tangan dan berpelukan (2) Peran guru BK memberikan layanan informasi, konseling individual, bimbingan kelompok. Siswa yang terbukti melanggar dinasehati, diberi peringatan hingga dipanggil orang tuanya. (3) Guru BK senior lebih punya kewenangan untuk menentukan tindakan terhadap siswa yang berpacaran

    PEMANFAATAN MEDIA DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN DARING PROGRAM KESETARAAN PAKET C DI PKBM ASY-SYARWANI KABUPATEN PONOROGO

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan media digital dalam pembelajaran daring pada Program Kesetaraan Paket C di PKBM Asy-Syarwani, Kabupaten Ponorogo, dengan fokus utama pada penerapan media seperti Google Form, PowerPoint, dan WhatsApp. Dalam penelitian ini, rumusan masalah yang diangkat adalah bagaimana penerapan media digital tersebut dalam pembelajaran daring dapat mendukung kebutuhan warga belajar secara optimal. Penelitian ini berusaha untuk mengeksplorasi secara mendalam bagaimana media digital ini digunakan untuk mendukung proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif, yang mengutamakan pemahaman mendalam tentang fenomena yang diteliti, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada lima komponen utama dalam pemilihan media yang berpengaruh besar terhadap efektivitas pembelajaran daring, yaitu relevansi media dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik peserta didik, kemampuan pengajar dalam menggunakan media, kemudahan penggunaan media, ketersediaan sarana dan prasarata, serta kebermanfaatan media. Pembelajaran daring di PKBM Asy-Syarwani dilaksanakan melalui tiga tahap utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Media yang digunakan, seperti Google Form, WhatsApp, dan PowerPoint terbukti efektif dalam menyampaikan materi, memberikan tugas, serta melaksanakan evaluasi, yang diikuti dengan ujian akhir semester untuk menilai pemahaman peserta didik secara menyeluruh. Kesimpulannya, Pemanfaatan media digital seperti Google Form, WhatsApp, dan PowerPoint efektif mendukung pembelajaran daring yang fleksibel dan dapat diakses kapan saja. Penerapan media yang tepat membuat pembelajaran di PKBM Asy-Syarwani berjalan lancar dan memberikan hasil maksimal, serta meningkatkan kualitas pendidikan bagi warga belaja

    Asesmen Psikomtorik pada Materi Praktik Merawat dan Memandikan Jenazah Siswa di MAN 4 Banjar

    No full text
    Asesmen psikomotorik merupakan suatu pengukuran terhadap aspek keterampilan gerak otot atau anggota tubuh lainnya yang terdapat pada peserta didik. Asesmen dilaksanakan pada proses kegiatan pembelajaran yang memiliki tujuan untuk mendapatkan umpan balik (feedback) bagi guru terhadap kemampuan yang kurang memenuhi tujuan dari kompetensi pembelajaran pada diri peserta didik. Pada kegiatan asesmen yang dilakukan, guru dapat memperhatikan beberapa taapan pada ranah psikomotorik, diantaranya aspek imitasi, manipulasi, presisi, artikulasi dan naturalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan asesmen pada ranah psikomotorik serta hasil dari penerapan tersebut pada materi praktik merawat dan memandikan jenazah di MAN 4 Banjar. Pada metode penelitian yang digunakan yaitu adalah metode deskriptif lapangan dengan pendekatan kualitatif, subjek yang ada pada penelitian ini adalah orang guru mata pelajaran Fikih dan peserta didik kelas X yang sedang melakukan kegiatan pelajaran merawat dan memandikan jenazah menggunakan materi praktik. Sedangkan objek penelitiannya adalah asesmen psikomotorik pada materi praktik merawat dan memandikan jenazah. Teknik pengumpulan yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa langkah-langkah yang ada pada asesmen ranah psikomotorik peserta didik materi praktik merawat dan memandikan jenazah memiliki beberapa aspek yang dijadikan penilaian diantaranya imitasi, ketepatan dan artikulasi. Pada tahap asesmen guru menggunakan beberapa kriteria untuk materi memandikan dan mengkafani jenazah, dalam tingkatannya guru membagi beberapa tingkatan diantaranya kurang terampil pada skor 0-10, tingkat terampil pada skor 10-20 dan pada tingkat sangat terampil dengan skor 20-30. Hasil dari asesmen tersebut dijadikan umpan balik (feedback) dan jumlah akhir akan dijadikan hasil akhir pada asesmen pembelajara

    Perencanaan Perpajakan Sebagai Upaya Untuk Meminimalkan Jumlah Pajak Penghasilan Yang Terutang Bagi Wajib Pajak Badan : Studi Kasus Pada PT Inter Media Milan

    No full text
    Penelitian ini membahas bagaimana PT Inter Media Milan dalam melakukan perencanaan perpajakan dengan memanfaatkan peluang-peluang yang masih bisa dilakukan untuk melakukan penghematan pajak. Namun, peluang -peluang yang dilakukan masih dalam tahap tidak melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Secara garis besar penelitian ini membahas tentang unsur - unsur deductible expense dan non deductible expense. Maksudnya adalah strategi perencanaan pajak dengan mengubah biaya yang semula tidak dapat dikurangkan sebagai penghasilan kena pajak menjadi bisa dikurangkan. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Yaitu meneliti kasus dengan membandingkan pembayaran pajak penghasilan tanpa perencanaan perpajakan dan dengan perencanaan perpajakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. Inter Media Milan belum melakukan perencanaan pajak dengan optimal. Hal ini bisa dilihat dengan masih banyaknya peluang penghematan pajak. Untuk dapat meminimalkan jumlah pembayaran pajak dilakukan strategi perencanaan perpajakan dengan memanfaatkan peluang yang ada, meliputi menganti unsur - unsur non-deductible expense menjadi deductible expense yaitu mengganti biaya makan, pengobatan, rekreasi, dan penghargaan menjadi tunjangan, memberikan tunjangan PPh 21 kepada karyawan, pemilihan metode penyusutan aktiva tetap, mengklasifikasikan sumbangan serta membuat daftar normatif dan rincian untuk biaya entertainment. Dengan penerapan strategi perencanaan pajak yang dilakukan dapat menghemat PPh badan sebesar Rp. 18.786.89

    RANCANG BANGUN SISTEM SENSOR LM393 UNTUK KELEMBABAN UDARA PADA KANDANG KELINCI

    No full text
    Kandang atau tempat tinggal hewan merupakan kebutuhan yang sangat penting dibutuhkaan oleh seorang peternak. Pada umumnya peternak hanya menyediakan kandang saja tanpa memperhatikan kelayakan kandang bagi hewan. Kelayakan kandang sendiri dapat diartikan dengan memperhatikan kondisi kelembaban udara yang baik untuk hewan. Penerapan sistem pemantauan kelembaban udara pada kandang atau tempat hewan yang memanfaatkan internet of thing dengan menggunakan sensor  trobosan terbaru menjadi langkah yang inovatif dengan bertujuan untuk meningkatkan efisiensi manajemen budidaya dan menciptakan lingkungan yang sejahtera bagi hewan. Oleh karena itu perlu dibuat alat yang dapat memonitoring kelembaban udara pada kandang kelinci yang memanfaatkan jaringan internet  dengan menggunakan metode Research and Development serta  menggunakan sensor kelembaban dan suhu LM393, relay untuk mengontrol lampu dop sebagai pemanas, serta module NodeMCU ESP2866 sebagai mikrokontroleryang memproses dan mengirim data ke firebase melalui jaringan internet, MIT App Inventor digunakan untuk membuat interface guna memonitoring kelembaban dan suhu kandang kelinci secara jarak jauh berbasis IOT dengan memanfaatkan jaringan internet

    12 ulama kharismatik di Indonesia: sebuah biografi ulama yang berdakwah dan telah menanamkan nilai-nilai keislaman pada umat Islam di Nusantara

    No full text
    Buku ini berisi tentang biografi, perjalanan hidup, metode dakwah, dan peranan para ulama kharismatik di Nusantara. Mereka adalah Habib Husein Mbrani, al-Habib Umar bin Hud al-Attas, Habib Abdurrahman Assegaf Bukit Duri, Ustadz Muhammad Ba?bud Lawang, Kyai Syarwani Abdan Datuk Kalampayan Bangil, Kyai Hamid Pasuruan, Habib Ali bin Ja?far Batu Pahat, Habib Abdullah Bilfaqih, Habib Anis Solo, Tuan Guru Zaini Ghani Martapura, serta beberapa ulama lainnya. Keberadaan mereka merupakan berkah bagi kaum muslimin. Mereka memiliki jasa yang amat besar dalam ?menanamkan? nilai-nilai keislaman di Tanah Air ini. Mereka meninggalkan banyak perubahan dan pencerahan bagi umat. Semua ini merupakan bukti keberhasilan mereka dalam berdakwah dan semua itu telah dicatat sejarah dengan tinta emas

    Desain Pembelajaran SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III Berbasis Karakter Di Era Masyarakat Ekonomi ASEAN

    No full text
    Pada artikel ini, Peneliti mencoba untuk melihat karakter desain berbasis instruksional SMA Negeri 2 Banyuasin III di Komunitas Ekonomi ASEAN. Indonesia adalah anggota ASEAN Economic Community, yang harus menyiapkan kualitas sumber daya manusia. Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Banyuasin III adalah institusi yang peduli terhadap pengembangan karakter dan karakter siswa. Dalam penelitian ini kami mengeksplorasi karakter desain berbasis instruksional SMA Negeri 2 Banyuasin III di Komunitas Ekonomi ASEAN. Dalam penelitian ini kami menggunakan kualitatif. Untuk mendapatkan data, kami menggunakan wawancara, observasi, studi dokumen dan triangulasi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa sekolah tersebut menerapkan pengajaran agama dan sopan. Sekolah melakukan disiplin dalam semua kegiatan yang menciptakan guru dan administrator sebagai model. Mereka membudidayakan rasa hormat dalam hubungan harmoni sekolah. Mereka tumbuh dan mengembangkan pengajaran agama atas tingkah laku mereka. Mereka mengoptimalkan instruksi secara efektif, dan mencegah waktu luang instruksi. Mereka menerapkan evaluasi formatif dan sumatif secara konsisten dan berkesinambungan. Mereka mengoptimalkan implementasi program peningkatan dan pengayaan. Mereka memotivasi dan membantu siswa dalam memahami kompetensi melalui unit konseling. Mereka mengoptimalkan pembinaan makalah ilmiah. Mereka mengoptimalkan pembinaan minat teknologi informasi. Yang terakhir, mereka mengoptimalka

    Pelaksanaan Kegiatan Keagamaan dalam Membina Akhlak Remaja di Kelurahan Pengambangan Banjarmasin

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya Desakan arus materialistis, hedonitis, dan sekularitis yang membuat akhlak dan nilai moral remaja menjadi menurun, sehingga mereka mudah terbawa arus zaman seperti tawuran, narkoba, seks bebas, adiksi internet dan seks bebas. Penyebab merosotnya perilaku normatif remaja diakibatkan oleh pendidikan akhlak yang diajarkan di sekolah masih cukup lemah, karena prakteknya hanya memperhatikan aspek kognitif dan mengabaikan aspek afektif. Akhlak memiliki posisi yang sangat penting dalam Islam sehingga setiap aspek yang diajarkan beorientasi pada pembentukan dan pembinaan akhlak yang mulia. Maka dari itu pembinaan akhlak sangatlah diperlukan untuk menanamkan akhlak dan budi pekerti yang baik dalam diri remaja, sehingga dapat membentuk jiwa yang berakhlakul karimah, salah satunya dengan melaksanakan kegiatan keagamaan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan Kegiatan Keagamaan dalam membina akhlak remaja di Kelurahan Pengambangan Banjarmasin, bagaimana pelaksanaannya dan apa saja peran pembimbing, materi, metode dan media dalam pelaksanaan Kegiatan Keagamaan dalam membina akhlak remaja di Kelurahan Pengambangan Banjarmasin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskripsi kualitatif, dan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (Field Research). Sumber data penelitian ini terdiri dari data primer yaitu: Pembimbing kegiatan keagamaan yang melaksanakan kegiatan keagamaan, dan data sekunder berasal dari dua informan yaitu: tokoh masyarakat dan pembimbing PIK remaja. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi dan wawancara, data yang dikumpulkan kemudian diolah dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan keagamaan oleh Ustadz Syarwani memiliki peran penting dalam membina akhlak remaja di Kelurahan Pengambangan Banjarmasin. Ustadz Syarwani secara konsisten melaksanakan kegiatan keagamaan dalam bentuk 'Ammah' dan 'Khassah', seperti Majelis Ilmu, Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA), Maulid Habsyi, dan Sholat Berjamaah. Pembimbing mempunyai peran membawa perubahan. Materi yang digunakan pembimbing adalah materi akhlak yang diambil dari karangan Syekh Muhammad Syakir yang berjudul Washoya Al-Aba’ lil Abna’. Metode yang digunakan pembimbing yaitu metode ceramah, nasehat, cerita dan pembelajaran. Media yang digunakan pembimbing bersumber dari media cetak, kearifan lokal dan teknolog
    corecore