15,130 research outputs found

    Manajemen Perpustakaan dalam Meningkatkan Minat Baca Mahasiswa di Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

    Full text link
    Manajemen Perpustakaan Dalam Meningkatkan Minat Baca di Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda. UNESCO menyebutkan Indonesia menempati peringkat ke dua terbawah mengenai literasi dunia. Central Connecticute State University, Indonesia menjadi pemegang rangking 60 dari 61 Negara terkait dalam hal ketertarikan untuk membaca, dibawah Negara Thailand yang menduduki peringkat 59. Kalimantan Timur menduduki peringkat ke- 4 di Indonesia. Dilihat dari data yang dimiliki oleh perpustakaan UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, minat baca di UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda harus terus ditingkatkan, guna memperoleh hasil yang lebih baik untuk kedepan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas layanan perpustakaan dalam meningkatkan minat baca mahasiswa, serta mengetahui suasana minat baca yang ada di UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda. Jenis penelitian ini adalah penelitian Mix Method jenis Sequential Exploratory. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis data statistik sederhana dan analisis data tunggal yang meliputi kondensasi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepuasan mahasiswa UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda dalam menggunakan jasa layanan perpustakaan masuk ke dalam kategori memuaskan dengan presentase sebesar 78,07%. Selanjutnya suasana minat baca memperoleh kategori Tinggi dengan hasil presentase sebesar 66,66%. Jadi, secara keseluruhan hasil yang diperoleh dari data kualitatif diperoleh kategori memuaskan. Sedangkan data kuantitatif sebesar 73,64% yang mana termasuk dalam kategori tinggi. &nbsp

    KESIAPAN MENIKAH PADA MAHASISWI INSTITUT AGAMA ISLAM SULTAN MUHAMMAD SYAFIUDDIN SAMBAS

    Full text link
    Menikah dianjurkan di dalam Islam agar dapat membentengi diri dari maksiat. Pernikahan dalam pandangan Islam, merupakan sebuah ikatan lahir batin yang kuat antara dua insan manusia laki-laki dan perempuan yaitu, ikatan yang sangat kuat antara calon suami dan calon istri. Sebelum menikah, tentunya setiap orang perlu mempersiapkan bekal dan ilmu agar mampu membangun rumah tangga sehingga dapat terwujud menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan warahmah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan kesiapan ilmu untuk menikah pada mahasiswi Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas (2) Mendeskripsikan kesiapan mental untuk menikah pada mahasiswi Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas (3) Mendeskripsikan kesiapan fisik untuk menikah pada mahasiswi Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas (4) Mendeskripsikan kesiapan sosial dan ekonomi untuk menikah pada mahasiswi Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas (5) Kesiapan untuk berkeluarga pada mahasiswi Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini berlokasi di Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah mahasiswi semester 6 angkatan 2021. Sumber data sekunder dalam penelitian ini berupa buku, jurnal, skripsi dan data lainnya sebagai informasi pendukung. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, display data, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kesiapan menikah dapat dilihat dari segi kesiapan ilmu mencakup pemilihan calon pasangan, ta’aruf, akad nikah serta tanggung jawab suami istri. Kesiapan mental ditandai dengan kemampuan untuk menerima kekurangan dan kelebihan pasangan, komunikasi yang baik, memahami komitmen dan mengelola konflik. Kesiapan fisik dilihat dari usia ideal dan pemeriksaan kesehatan pranikah. Kesiapan sosial dan ekonomi meliputi persiapan dana darurat, dana rumah, dana kehamilan dan dana pendidikan anak. Kesiapan untuk berkeluarga mencakup persiapan dari segi fisik seperti menjaga kesehatan, psikologis seperti mampu mengelola emosi dan spiritual yang melibatkan pemahaman agama yang bai

    Local Wisdom Pemikiran Sultan Muhammad Idrus Kaimuddin dalam Kitab Kabanti “Bula Malino”

    Full text link
    Masuknya agama Islam di Kesultanan Buton, telah membawa kedamaian dan perubahan dalam segala bidang termasuk pada aspek Local Wisdom ( kearifan local).  Hal  ini melahirkan ulama-ulama yang memiliki pemikiran yang cemerlang berusaha menjadikan budaya Islam mewarnai budaya lokal. Salah satu ulama di Buton sekaligus sebagai Sultan yaitu Muhammad Idrus Kaimuddin  Ibnu Badaruddin Al-Buthuni (1824-1851). Pemikiran Sultan Kaimuddin  menemukan  esensi konsep ta krama menurut ajaran leluhur dalam Kabanti Bula Malino. Kabanti yang ditulis menggunakan tulisan Arab berbahasa Wolio menjadi tradisi sekaligus tuntunan norma masyarakat di Kesultanan Buton  yang di dalamnya  banyak berisi petuah falsafah yang bersumber dari ajaran Islam. Jenis penelitian ini ialah  penelitian kepustakaan (library research), di mana data-data yang dipakai adalah data kepustakaan. Data dalam penelitian ini adalah buku induk dan jurnal ilmiah tentang tema terkait. Metode analisis yang digunakan penulis adalah metode deskriptif kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui narasi Kabanti dan menelaah nilai-nilai Local Wisdom yang dituangkan oleh Sultan Muhammad Idrus Kaimuddin dalam karyanya Kabanti bula malino. Hasil penelitian menunjukan bahwa Sultan Muhammad Idrus Kaimuddin, melalui  Kabanti  bula  malino  berusaha  menyampaikan  kembali  ajaran-ajaran Islam, yang ia sampaikan dalam bahasa Wolio, bahasa yang dimengerti oleh masyarakat yang ia pimipin pada saat itu. Pemikiran dalam hal religiustas, etika,moral, tata krama, maupun nasehat Sultan Kaimuddin yang dituangkan dalam karyanya tersebut menjadi sebuah tradisi yang mampu menjaga kearifan lokal (Local Wisdom) masyarakat muslim di pulau Buton. Kata Kunci: Sultan Muhammad Idrus, Kabanti, dan Local Wisdom AbstractIslam in the Sultanate of Buton, has brought peace and change in all fields, including aspects of Local Wisdom (Local Wisdom). This gave birth to scholars who have intelligent minds trying to make Islam reflect local culture. One of the scholars in Buton as Sultan was Muhammad Idrus Kaimuddin Ibn Badaruddin Al Buthuni (1824-1851). Sultan Kaimuddin's thought found the essence of the concept of ta manners according to the teachings of the ancestors in the Malanti District. Kabanti, which was written using Wolio in Arabic, became a tradition that was completed in complete community norms in the Buton Sultanate, which contained many philosophical advices derived from Islamic teachings.This type of research is library research, where the data used is library data. The data in this study are the main book and scientific journal on related themes. The analytical method used by the writer is descriptive qualitative method.The purpose of this study is to study the narratives of Kabanti and examine the values of Local Wisdom expressed by Sultan Muhammad Idrus Kaimuddin in his work Kabanti bula malino. The results showed that Sultan Muhammad Idrus Kaimuddin, through Kabanti bula malino, was asked to return to follow the teachings of Islam, which he conveyed in Wolio, the language understood by the people he led at that time. Thought in terms of religiousness, ethics, morals, manners, and the advice of Sultan Kaimuddin which is spoken in his work becomes a tradition that is able to provide Local Wisdom (Local Wisdom) Muslim community on the island of Buton. Keywords: Sultan Muhammad Idrus, Kabanti, dan Local Wisdo

    PELATIHAN MENULIS KARYA ILMIAH UNTUK MAHASISWA FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN DI INSTITUT AGAMA ISLAM SULTAN MUHAMMAD SYAFIUDDIN SAMBAS

    Full text link
    Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan Meningkatkan Kemampuan Menulis Karya Ilmiah Mahasiswa Semester VI Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas. Program ini meggunakan metode Service Learning. Tim pengabdi memberikan pelatihan Penulisan dan Implementasi penulisan pada mahasiswa semester VI. Kegiatan ini diikuti oleh 122 peserta yang terdiri dari Mahasiswa PAUD berjumlah 6 orang, Mahasiswa PGMI berjumlah 68 orang, Mahasiswa PAI berjumlah 31 orang, dan Mahasiswa TBI berjumlah 17 orang. Setelah   dilakukan pelatihan kepada mahasiswa semester VI Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas maka kondisinya adalah: 1) Seluruh mahasiswa PGMI semester VI dan PAI semester dapat menulis karya ilmah dengan baik dan benar; 2) Tulisan mahasiswa sesuai dengan standar fakultas yang diharapkan; 3) Karyatulis ilmiah mahasiswa sesuai dengan gaya selingkung Fakultas Tarbiyah dan Keguruan; dan 3) Mahasiswa dapat menulis proposal karya ilmiah dan laporan karya ilmiah dengan benar

    Muhammad Tetang Kimba, Penaklukan Konstantinopel dibawah Pimpinan Sultan Muhammad II (Al-Fatih) 1451-1453 M

    Full text link
    ABSTRAK Muhammad Tetang Kimba, Penaklukan Konstantinopel dibawah Pimpinan Sultan Muhammad II (Al-Fatih) 1451-1453 M. Skripsi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Makassar. Dibimbing oleh Muh. Shaleh Majid dan Mustari Bosra. Penelitian dan penulisan ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang penaklukan Konstantinopel oleh Sultan Muhammad Al-Fatih, Strategi dan jalannya Penaklukan Konstantinopel, dan dampak Penaklukan di Konstantinopel dan Perkembangan Islam Pasca Penaklukan oleh Sultan Muhammad II (Al-Fatih). Penelitian dilakukan melalui kajian pustaka dengan menggunakan metode sejarah melalui beberapa tahapan kerja, yaitu heuristik (pengumpulan sumber), kritik ekstenal dan kritik internal, interpretasi dan historigrafi (penuliasan) yang merupakan pengungkapan kisah sejarah tertulis. Hasil penelitian, letak Konstantinopel yang strategis menyebabkan bangsa-bangsa disekitarnya tertarik menguasainya, termasuk umat Islam. Upaya menaklukan Konstantinopel dimulai sejak pemerintahan Khalifah Ustman bin Afan, para Khalifah dari bani Umayyah dan Bani Abbasiyah, hingga sultan Murad II Dari Ustmani, akan tetepi upaya selama delapan abad tersebut mengalami kegagalan, sebelum dilanjutkan oleh Sultan Muhammad II (Al-Fatih). Pada tanggal 29 Mei 1453 M (20 Jumadil Ula 857 H) sultan Muhammad II (Al-Fatih) dapat menaklukan Konstantinopel, Berbagai ide yang tidak terduga oleh pasukan Bizantium dilakukan oleh Sultan yaitu memindahkan 70 kapal di utara Galata, membuat menara dari kayu, menggali terowongan bawah tanah, mengepung dari berbagai arah, baik dari daratan maupun lautan, serta menerjunkan pasukan secara berlapis dalam tiga gelombang. Berdasarkan hasil penelitian, Sultan Muhammad II (Al-Fatih) berhasil menaklukan Konstaninopel Pada tanggal 29 Mei 1453 M (20 Jumadil Ula 857 H), Penaklukan Konstantinopel bagi Islam sangat penting. Hal itu ditandai dengan berubahnya fungsi Gereja Hagia Sofia menjadi Masjid dan Sultan Muhammad II (Al-Fatih) mengubah nama kota Konstantinopel menjadi Istambul

    Old Fort

    No full text
    Located in Sururnagar, the eastern part of Hyderabad, the remains of this Qutb Shahi fort- palace and mosque was also called the fort of Sultan Nagar, and still later as Qila-yi Kohna, or old fort. Construction began in 1620 by Sultan Muhammad Qutb Shah, but left incomplete when the Sultan fell ill, and the project was abandoned by his successor Abdullah Qutb Shah. It cost 300,000 huns. With two conventional minarets, the prayer chamber of this mosque has seven double arches. The central arch is much larger than others, flanked by three arches on each side. A large courtyard shows remains of a cistern and a fountain.exterior, view of ruins of brick walls, 200

    An Internal Quality Assurance System for Islamic Higher Education at Sultan Aji Muhammad Idris State Islamic University

    Full text link
    Abstrak Penjaminan dan peningkatan mutu pada pendidikan tinggi adalah program krusial yang harus dilaksanakan oleh setiap perguruan tinggi. Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda telah menerapkan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Penelitian ini bermaksud menjabarkan siklus SPMI yang meliputi tahap penetapan, implementasi, evaluasi, pengontrolan, dan peningkatan. Penelitian berjenis deskriptif kualitatif ini menggunakan dokumentasi dan wawancara dalam pengumpulan datanya. Setelah data dikumpulkan kemudian dikondensasikan, lalu data disajikan dan ditarik kesimpulan. Kesimpulan hasil penelitian yaitu: Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) membuat pedoman standar dalam bentuk buku. Merupakan proses penerapan mutu melalui penetapan, pengendalian, dan perbaikan. Evaluasi dilakukan dalam Audit Mutu Internal pada setiap akhir semester. Pengendalian dilakukan dengan monitoring evaluasi setelah Rapat Tinjauan Manajemen (RTM). Peningkatan kualitas dilakukan berdasarkan hasil tindak lanjut RTM. Faktor pendukungnya adalah adanya keseuaian kompetensi SDM dan kesadaran auditor akan pentingnya budaya mutu. Faktor penghambatnya adalah tidak adanya reward bagi auditor dalam menjalankan tugasnya sebagai auditor dan beberapa auditor yang belum tersertifikasi. Kata kunci : SPMI; Perguruan Tinggi Islam    Abstract Quality assurance in higher education is a crucial program that must be implemented by every tertiary institution. Sultan Aji Muhammad Idris State Islamic University (UINSI) Samarinda has implemented an Internal Quality Assurance System (SPMI). This study intends to describe the SPMI cycle which includes the stages of establishment, implementation, evaluation, control, and improvement. This qualitative descriptive research uses documentation, interviews, and observations in collecting data. Data analysis consisted of four stages, namely data collection, data compaction, data presentation, and drawing conclusions. The results show: The Quality Assurance Institute (LPM) makes standard guidelines in book form. Is the process of implementing quality through determination, control, and improvement. Evaluation is carried out in the Internal Quality Audit at the end of each semester. Control is carried out by monitoring evaluation after the Management Review Meeting (RTM). Quality improvement is carried out based on the results of RTM follow-up. The supporting factors are the suitability of HR competencies and the auditor's awareness of the importance of quality culture. The inhibiting factor is that there is no reward for the auditor in carrying out his duties as an auditor and some auditors are not yet certified. Keywords: SPMI; Islamic Colleg

    GAYA KEPEMIMPINAN REKTOR INSTITUT AGAMA ISLAM SULTAN MUHAMMAD SYAFIUDDIN SAMBAS PERIODE 2006-2020

    Full text link
    The progress and withdrawal of an institution depends on the leadership of its leadership, including the private university in Sambas, namely the Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas Islamic Religious Institute. It seems that the progress achieved by the IAIS Rector, Sambas, as the leader in carrying out the construction of higher education institutions at IAIS Sambas from 2006 to 2020.This research uses mixed methods, which combines qualitative research with quantitative research. The data techniques used in this research are observation, interview and documentation, survey, and FGD. Meanwhile, to check the validity of the data using triangulation data validity techniques, data validity checking techniques that make use of something outside the data for checking purposes or as a comparison. While data analysis in this study used data analysis based on qualitative and quantitative data analysis, namely data that had been collected and declared complete, the researcher conducted qualitative data analysis by describing data from interviews, observations, documentation, surveys and FGDs and then pulled them out conclusion. The results showed that; 1. Broadly speaking, Dr. H. Jamiat Akadol, M.Sc., MH as the Rector of IAIS Sambas in managing higher education institutions has implemented the four leadership styles according to Robbins, namely the charismatic style, transactional style, transformational style and visionary style. 2. Dr. leadership style H. Jamiat Akadol, M.Sc., MH as the Rector of IAIS Sambas which is more dominant is the Charismatic leadership style which is supported by the results of qualitative analysis and coupled with the results of the FGD. The progress and withdrawal of an institution depends on the leadership of its leadership, including the private university in Sambas, namely the Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas Islamic Religious Institute. It seems that the progress achieved by the IAIS Rector, Sambas, as the leader in carrying out the construction of higher education institutions at IAIS Sambas from 2006 to 2020.This research uses mixed methods, which combines qualitative research with quantitative research. The data techniques used in this research are observation, interview and documentation, survey, and FGD. Meanwhile, to check the validity of the data using triangulation data validity techniques, data validity checking techniques that make use of something outside the data for checking purposes or as a comparison. While data analysis in this study used data analysis based on qualitative and quantitative data analysis, namely data that had been collected and declared complete, the researcher conducted qualitative data analysis by describing data from interviews, observations, documentation, surveys and FGDs and then pulled them out conclusion. The results showed that; 1. Broadly speaking, Dr. H. Jamiat Akadol, M.Sc., MH as the Rector of IAIS Sambas in managing higher education institutions has implemented the four leadership styles according to Robbins, namely the charismatic style, transactional style, transformational style and visionary style. 2. Dr. leadership style H. Jamiat Akadol, M.Sc., MH as the Rector of IAIS Sambas which is more dominant is the Charismatic leadership style which is supported by the results of qualitative analysis and coupled with the results of the FGD.                 &nbsp
    corecore