1,720,971 research outputs found
Kisah mesjid dari dua provinsi
Mesjid merupakan pusat segala kegiatan bagi umat islam. Mesjid bukan hanya pusat ibadah khususnya seperti sholat dan i'tikaf tetapi merupakan pusat kebudayaan atau muamalat tempat dimana lahir kebudayaan Islam yang demikan kaya dan berkah. Mesjid yang ada di nusantara telah melewati rentetan sejarah yang sangat panjang diawali ketika proses islamisasi, kemudian islam mengalami perkembangan seiring dengan lahir dan berkembangnya kerajaan islam hingga mesjid juga sebagai pusat perjuangan mengusir penjajah. sehingga mesjid bagi umat islam merupakan kebutuhan mutlak yang harus ada
Rabbani Wahid: bentuk Seni Islam di Aceh
Rabbani Wahid merupakan salah satu tarian yang berkembang di Aceh sejak tahun 1989. Tari ini memiliki perbedaan yang khas dari sisi Syair dan gerakannya dibandingkan dengan tarian-tarian Aceh lainnya.Gerak yang paling menonjol dari tari ini adalah meugrob atau gerakan dan la ilaaha illa yang puncak jatuhnya penari ke lantai. penelitian ini mengkaji keterkaitannya tari Rabbani Wahid dengan seni budaya Islam di Aceh
Buletin Haba No.73 Th. XIV Edisi Oktober-Desember 2014 : Kapita Selekta Sejarah dan Budaya
Buletin Haba No.73 bertemakan kapita selekta sejarah dan budaya di Aceh dan Sumatera Utara. Berdasarkan tema tersebut topik yang terpilih dalam terbitan kali ini lebih di fokuskan untuk memuat sejumlah artikel tentang peristiwa sejarah dan budaya yang terjadi di provinsi Aceh dan Sumatera Utara yang sangat penting untuk dipublikasikan dengan harapan dapat menambah pengetahuan dan wawasan bagi pembaca.
Tulisan yang dimuat dalam buletin kali ini terdiri dari sembilan topik yang beragam. Namun Walaupun Keberagaman topik yang tersaji tetap mempunyai arah kecenderungan. Arah kecenderungannya lebih mengarah pada nilai pendidikan. seperti yang tergambar pada topik sistem pendidikan dayah, sejarah lahirnya kopelma darussalam dan nilai kepahlawanan dari seorang tokoh. Disamping itu terdapat juga topik yang lainnya seperti sejarah etnis, Sistem kekerabatan, rumah tradisional, seni tari dan alat memasak tradisional.
Artikel yang dimuat dalam majalah Haba edisi kali ini adalah:
1. Menggali kearifan dalam sistem pendidikan Dayah
2. Menelusur dunia pendidikan Aceh hingga terbentuknya Kopelma Darussalam (1875-1959)
3. Penanaman Nilai Kepahlawanan melalui Kisah Perjuangan Teuku Ben Mahmud
4. Televisi : Culture Killer atau Culture Sustainer
5. Orang Nias, legenda dan cerita sejarahnya
6. Sistem Kekerabatan tradisional dalam pergaulan Masyarakat Angkola Tapanuli Selatan
7. Bagas Godang Dau Sopo Godang, Wujud kebudayaan Masyarakat Mandailing
8. Seni Meratap pada Tari Tradisional Masyarakat Gayo
9. Beulangong Aceh : alat dapur tradisional mulitifungsi
10. Cerita Rakyat : Cerita Raja Beristri tiga
11. Pustaka : Sejarah Demografi Aceh Utar
Buletin Haba No.70 Th. XIV Edisi Januari-Maret 2014. Budaya dan Politik di Aceh dan Sumatera Utara
Kajian ini Akan menampilkan Berbagai peristiwa politik dan budaya yang terjadi di dua provinsi yaitu aceh dan sumatera Utara, tentunya dalam memeriahkan tahun demokrasi atau pemilihan umum yang sedang berlangsung di Indonesia.
Adapun artikel yang dimuat dalam buletin haba kali ini berkaitan dengan kesinambungan budaya masyarakat dalam memahami pentingnya politik untuk membina keharmonisan bangsa dan negara. Harapan ke depan sistem politik yang berkembang akan selalu berpedoman pada budaya masyarakat yang mendambakan kedamaian dan ketentraman dalam kehidupannya. sehingga terciptanya perjalanan politik pemerintahan seperti harapan semua masyarakat
Buletin Haba No.72 Pendidikan dan Kearifan lokal
Buletin Haba No.72 Yang bertemakan Pendidikan dan kearifan lokal di Aceh dan sumatera Utara. Berdasrkan tema tersebut topik yang dapat dikembangkan dalam sajian tulisan adalah pendidikan dan kearifan lokal, namun secara keseluruhan inti dari tema di atas membawa sustu pesan bagaimana kita menggali dan menanamkan kembali kearifan lokal secara inheren melalui pendidikan atau sebaliknya. sehingga pendidikan dan kearifan lokal dapat di pandang sebagai landasan bagi generasi muda dalam upaya pembentukan jati diri bangsa.
secara umum tulisan yang terdapat dalam buletin ini adalah mengungkapkan peran pendidikan yang secara esensi mengandung upaya "memanusiakan manusia" merupakan sebuah perwujudan pembentukan karakter masyarakat yang lebih mandiri dengan berangkat dari kearifan lokal masing-masing daerah
Revitalisasi seni yang hampir punah di provinsi Aceh
Seiring berjalannya waktu, banyak sekali karya budaya yang tidak lagi terpelihara bahkan terancam punah. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direkorat Kesenian, Direktorat jenderal Kebudayaan berusaha untuk mengidentifikasi jenis-jenis kesenian yang hampir punah di seluruh wilayah Indonesia. Jenis-jenis kesenian yang hampir punah tersebut dilakukan revitalisasi, yang mencakup penelitian atau pengkajian, rekonstruksi, pelatihan untuk pelatih (TOT), uji gelar, sarasehan/workshop, pelatihan ke sekolah/ masyarakat, pergelaran utama dan pendokumentasian secara audio visual. Pada pelaksanaan revitalisasi tahun 2016, yang dilakukan bekerja sama dengan Balai Pelestarian Nilai Budaya Provinsi Aceh, telah berhasil direvitalisasi empat jenis kesenian dari 32 jenis kesenian yang teridentifikasi hampir punah. Jenis kesenian tersebut yaitu: Tari Sining, Laweut, Landoq Sampot dan Rapai Geriempeng
Fenomena Peradilan Rakyat dalam Perspektif Pemberlakuan Syari'at Islam di Aceh
Among the most significant impact of the ongoing conflict in Aceh is the weakening of law enforcement in society. Indeed, thius result is emergence of what is known as ‘people court” (pengadilan rakyat). According to the information provided by the Human Rights Commission of Aceh Branch (FP HAM), there were at least eighteen cases of people court that took place in the region within the period between September 1999 and January 2001. Indeed, this is an interesting phenomenon to be studied, especially when it is seen from Islamic legal perspective. As it is known, in Islam both formal and informal institutions are to play their significant roles in maintaining law and moral order, a concept discussed under the topic of wilayat al-tahkim. However, this study shows that the Acehnese cases are indeed far from the Islamic judicial system
Hak asasi manusia dalam perspektif syariat islam : mengenal jati diri manusia/ Muhammad
lvi, 200 hal.; 19 cm
- …
