1,720,977 research outputs found
Penerapan Pembelajaran Bahasa Arab pada kurikulum 2013 pada Madrasah Ibtidaiyah negeri 3 Banjarmasin
Muhammad Nashrullah, 2018. Penerapan pembelajaran bahasa arab kurikulum 2013 di madhrasah ibtidaiyyah 3 Banjarmasin . Penelitian Ilmiah, Jurusan Pendidikan Bahasa Arab, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan.Pembimbing pertama: Hamidi Ilhamy M.Ag. dan H. M. Kamil ramma oensyar, M. Pd
Kata Kunci: ,Penerapan Kurikulum 2013
Penelitian ini digali berdasarkan rumusan masalah meliputi, bagaimana perencanaan, penerapan, dan evaluasi pembelajaran bahasa arab pada kurikulum 2013 dan faktor-faktor yang mempengaruhi kurikulum tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pembelajaran kurikulum 2013 dalam mata pelajaran bahasa arab yang meliputi, tahap perencanaan, tahap penerapan dan tahap evaluasi serta faktor-faktor yang mempengaruhi kurikulum 2013 seperti kebiasaan guru, buku guru dan murid, kemampuan penilaian guru, saran prasarana serta keaktifan siswa.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Field research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriftif kualitatif. Subjek penelitian ini ada satu orang guru mata pelajaran pendidikan bahasa arab madhrasah ibtidaiyyah 3 banjarmasin yaitu bapak ahmad fauzan ilmi.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik wawancara, observasi, dokumenter, dan trigulasi. Adapun teknik pengolahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, tabulasi, penyajian data, verifikasi, triangulasi dan interpretasi data dengan menggunakan analisis dekriptif kualitatif dan teknik penarikan kesimpulan secara induktif.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kurikulum 2013 dalam mata pelajaran pendidikan bahasa arab di MIN 3 Banjarmasin dengan metode yang bervariatif menerapkan pendekatan scientific secara utuh, model pembelajaran yang digunakan adalah model pembelajaran
langsung, guru menggunakan penilaian autentik dan tertulis, guru menggunakan buku pelajaran yang sesuai dengan standar kompetensi inti.
Kendala utama penerapan pembelajaran bahasa arab pada kurikulum 2013 di MIN 3 Banjarmasin adalah masalah buku dari segi isi dan keaktifan siswa, sarana dan prasarana yang mempengaruhi kualitas penilaian dan kemampuan penilai gur
ANALISIS PENYEBAB TERJADINYA TUBRUKAN MV. SELILI BARU DENGAN TB. MTS 39 SAAT OLAH GERAK DI ALUR SUNGAI SIAK
ABSTRAKSI
Fakhri, Muhammad Nashrullah. NIT. 572011137896 N, 2024, ”Analisis
penyebab terjadinya tubrukan MV. Selili Baru dengan TB. MTS 39 saat olah
gerak di alur Sungai Siak”, Program Diploma IV, Program Studi Nautika,
Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Dosen Pembimbing I : Capt. Anugrah
Nur Prasetyo., M.,Si. Pembimbing II : Desy Yuli Aryani, S.Si.T., M.T.
Pada saat memasuki alur pelayaran sempit terutama ketika memasuki alur
sungai diperlukan pemahaman aturan pencegahan tubrukan dilaut (P2TL 1972).
Hal ini pernah peneliti alami ketika melaksanakan praktek laut di kapal MV.
Selili Baru. Kapal MV. Selili Baru pada saat olah gerak memasuki alur Sungai
Siak mengalami tubrukan dengan TB. MTS 39 yang sedang tender dengan
tongkang di dermaga. Hal tersebut mengakibatkan kerusakan pada lambung
buritan kanan MV. Selili Baru dan kerusakan dibagian bulwark kiri TB. MTS
39. Tujuan penelitian untuk menganalisis dan mengidentifikasi penyebab
terjadinya tubrukan dan untuk mengetahui cara mencegah terjadi tubrukan saat
memasuki alur sungai.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan disajikan secara
deskriptif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan USG
(Urgency, Seriousness, Growth) untuk menentukan prioritas permasalahan yang
dialami oleh peneliti dan mempermudah peneliti dalam melakukan analisis
data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan
terjadinya tubrukan MV. Selili Baru dengan TB. MTS 39 di alur Sungai yaitu
tidak terlaksana persiapan sesuai dengan prosedur yang ada, sarana dan prasana
yang kurang mendukung, kurangnya koordinasi antar kru, pemahaman kru
terhadap P2TL 1972, serta pengaruh arus yang kuat. Adapun upaya yang
dilakukan agar kejadian seperti yang dialami MV. Selili Baru tidak terulang
adalah dengan melakukan safety meeting/briefing sebelum memasuki alur,
melakukan familiarisasi mengenai tugas dan tanggung jawab kru di atas
kapal,melaksanakan dinas jaga sesuai dengan aturan 5 P2TL, melakukan
familiarisasi terhadap kondisi alur Sungai Siak, memperhatikan kondisi arus
pasang surut dan cuaca di Sungai Siak. Kesimpulan yang di dapat adalah faktor
yang menyebabkan tubrukan adalah prosedur yang tidak dilaksanakan, serta
upaya yang dilakukan agar tidak terjadi kembali adalah dengan melaksanakan
safety meeting sebelum memasuki alur sungai
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP ALASAN MENUNDA PERKAWINAN BAGI PEMUDA YANG SUDAH MEMILIKI KEMAMPUAN DI KELURAHAN LANGGINI KECAMATAN BANGKINANG KOTA KABUPATEN KAMPAR
ABSTRAK
Muhammad Nashrullah (2023) : Tinjauan Hukum Islam Terhadap Alasan Menunda Perkawinan Bagi Pemuda Yang Sudah Memiliki Kemampuan Di Kelurahan Langgini Kecamatan Bangkinang Kota Kabupaten Kampar
Adapun penulisan skripsi ini dilatar belakangi oleh alasan menunda perkawinan bagi pemuda yang sudah memiliki kemampuan di Kelurahan Langgini Kecamatan Bangkinang Kota Kabupaten Kampar. Allah swt menciptakan manusia berpasang-pasangan dan ajaran Islam mengajarkan kepada manusia bagaimana hidup berdampingan melalui ikatan pernikahan sesuai dengan UU No. 1 tahun 1974 pasal 1 dinyatakan bahwa perkawinan ialah ikatan lahir batin, antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Kemudian didalam ajaran Islam tidak ada yang menjadi penghalang bagi seseorang untuk menikah apabila telah memiliki kemampuan meskipun usianya masih tergolong muda, di dalam undang-undang perkawinan di Indonesia juga diatur pada UU No. 16 tahun 2019 mengatakan bahwa perkawinan hanya diizinkan apabila pria dan wanita sudah mencapai umur 19 tahun.
Dalam penulisan skripsi ini, penulis mengangkat beberapa rumusan masalah, yaitu apa yang menjadi alasan pemuda yang sudah memiliki kemampuan menunda perkawinan di Kelurahan Langgini, bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap alasan pemuda yang sudah memiliki kemampuan menunda perkawinan.
Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian kualitatif yang dilakukan dengan metode peneltian lapangan (field research) yang dilakukan di Kelurahan Langgini Kabupaten Kampar . Adapun yang menjadi populasi didalam penelitian ini adalah 174 orang pemuda. Jumlah sampel yang diambil 62 orang pemuda dengan menggunakan metode Purposive Sampling. Mengumpulkan data dengan beberapa teknik pengumpulan data yang terdiri dari observasi, wawancara, angket dan dokumentasi.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah penulis lakukan, maka penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa alasan menunda perkawinan bagi pemuda yang sudah memiliki kemampuan disebabkan oleh beberapa faktor yaitu alasan finansial/ekonomi setelah menikah, ingin mengejar karir, belum menemukan jodoh, ingin membahagiakan orang tua, trauma dengan keadaan sekitar dan kurang mengetahui ilmu tentang pernikahan. Tinjauan hukum Islam terhadap alasan menunda perkawinan bagi pemuda yan sudah memiliki kemampun ialah hukum Islam melarang untuk penundaan perkawinan bahkan diharamkan apabila tidak memiliki alasan yang jelas sesuai dengan ketentuan syara‟.
Kata Kunci : Alasan Pemuda, Menunda Perkawinan, Hukum Islam, Mamp
NAK Sdn Bhd: Auger Trolley / Afiqah Zahari, Muhammad Nashrullah Azemee, Muhammad Halsiff Abdul Halim
Auger Trolley is the business that officially known as machine. Our client is customers identifying as high, middle and low class who want consume product with affordable price of product. We also targeting busiest workers because we have delivery services of our product to customer home. NAK Sdn. Bhd. offers an auger trolley that give customers comfort to use the auger trolley
Tides level indicator / Mohd Rahmani Mat Akhir, Muhammad Nashrullah Faisal and Muhammad Nazhiim Ikmal Hilmi
For a people who live nearby the sea or mostly depending on the sea like fisherman and people live near the coastline are having a hard time whenever the water tides change out of expectation. Usually by day light people indicate the water tides by observe near the seashore and from nearest jetty. But whenever day turn to night, there is no precise way on how to determine and indicate the situation. Then, there will be a problem when the tides level increase suddenly. This situation may give a big problem to the villagers and people nearby. Furthermore, loading process must be done by the normal tides level and how to measured this level without any devices. Nowadays, news also aware about this situation, the news shows the world how dangerous could be if this situation has no sequel and no action be taken. By creating ‘THE TIDES LEVEL INDICATOR’, this matter will solve in no time. The tides level indicator is one of its kind projects that exist with low cost required. For actual life product will cost a lot of expenses because the equipment is in Marine specification. The idea is simple, by combining two type of project which is water level indicator and a range finder. The indication process is due to the calculation frequency feedback proportional to time measurement. By that we can determine on what level of the water tides situation at the current time. This device that had been created was easily to handle. This device will indicate five situations that will show the user if the tides condition was high, low or the tide was at the normal situation. When the tides dangerously low or high this device will give an alarm and tell a user this condition. The user can take the earlier precaution. This device will indicate the situation at the difference place that this device were place on. The range of the situation based on the situation and condition of the place. This whole project will be using a board called Arduino Uno and ultrasonic sensor as its basics equipment. The calculation programming is done by Arduino board and using an ultrasonic module sensor as the device to detect the frequency of high peak. As additional, this project can be upgraded to multiple additional devices such as solar cell, GSM moderm, LCD display and act. Furthermore this device can place at the ship to indicate the deep of the sea
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
