1,721,114 research outputs found
Directive speech acts found on english translation of quran surah al baqarah by muhammad mufti taqi usmani
This thesis presents the directivesspeechfound in the English translation of al-Quran SurahAl Baqarahby Muhammad Mufti Taqi Usmani. This researchanalyzes theDirectiveSpeech Acts used in SurahAl Baqarah. This researchhas two research problems. The first is kinds ofdirective speech acts that appear in SurahAl Baqarahand the second is what the function ofa directive speech acts in the English Translation ofQuran SurahAl Baqarahby Muhammad Mufti Taqi Usmani. Researchers used a descriptive qualitative design. The data of this researchis theEnglishtranslation of Quran SurahAl Baqarahby Muhammad Mufti Taqi Usmani. The main theory used in this researchis a directive speech acts described by George Yule (1986) in the book "Pragmatics"The results of this study indicate that the researcher found 60verses in English Translation of Quran SurahAl Baqarahwhich containdirective speech acts. There are 43 verses that contained the command speech act, 13 verses encompass of request speech act, 3 versesof suggestionspeech act, and 1verseregarding order speech act.This researchalso reveals the function of directive speech acts. Verse function that characterized as command speech actto convey the speakers wishes to the hearer to make hearer do something. Then, the request speech acts appear when the speaker wants to ask something to the hearer. The function of suggestionspeech act is to give the listener to take action.An order speech actis to make hearerto perform an action
PELAKSANAAN PENJATUHAN PIDANA TAMBAHAN PADA TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG DALAM TINDAK PIDANA NARKOTIKA (SUATU PENELITIAN DI PENGADILAN NEGERI BANDA ACEH)
ABSTRAK Muhammad Mufti,2018 Adi Hermansyah, S.H., M.H.Dasar pertimbangan dalam pelaksanaan penjatuhan pidana tambahan di atur dalam Pasal 10 huruf b Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yaitu pencabutan indungan Anak yang menyatakan setiap orang dilarang melakukan Kekerasan atau hak-hak tertentu, perampasan barang-barang tertentu dan pengumuaman putusan hakim. Dalam tindak pidana pencucian uang para pelaku dikenakan Pasal 10 huruf b KUHP yaitu perampasan barang-barang tertentu dalam Pasal 39 ayat (1) sudah dijelaskan barang-barang kepunyaan dari hasil kejahatan atau sengaja dipergunakan untuk melakukan kejahatan maka akan di rampas untuk negara. Dalam praktiknya, masih banyak harta-harta yang di rampas tidak seluruhnya bahkan hanya sebagaian harta yang dimilik pelaku dirampas untuk negara.Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk menjelaskan upaya penyidik dalam penyelidikan kasus tindak pidana dalam tindak pidana narkotika. Pertimbangan hakim dalam menjatuhakan tindak pidana tamabahan serta untuk menjelaskan mekanisme pelaksanaan penjatuhan pidana tambahan bagi pelaku kejahatan pencucian uang dalam tindak pidana narkotika.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum dengan metode pendekatan yuridis empiris. Analisis permasalahan dilakukan dengan mengolah data sekunder yaitu bahan-bahan hukum yang diperoleh dengan mempelajari serta menelaah teori-teori, buku-buku, jurnal-jurnal, literatur-literatur hukum serta peraturan perundang-undangan (library research) dengan data primer yang diperoleh dari lapangan (field research) dengan proses mewawancarai secara langsung kepada responden dan infroman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan penjatuhan pidana tambahan masih banyak hambatan yang ditemukan dipersidangan dan bukti-bukti yang tidak cukup. Dalam pertimbangan hakim dalam memutuskan suatu perkara masih banyak pertimbangan yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan dalam Kitab Undang-Undang Hukum pidana hakim tidak terlalu serius dalam memutuskan perkara yang yang besar bahkan ada yang terlalu ringan dalam putusan hakim tersebut. Mekanisme pelaksanaan penjatuhan pidana tambahan hakim bisa saja memutuskan perkara dalam satu persidangan sekaligus apabila bukti yang ditemukan cukup di persidangan tetapi dalam perkara ini hakim tidak memutuskan sekaligus padahal bukti yang ditemukan dilapangan sudah cukup kuatDisarankan kepada hakim yang memutuskan suatu perkara agar lebih baik lagi dalam hal memutuskan suatu perkara dan mempertimbangkan alasan-alasan yang kuat dalam memutuskan perkara, mengapa bagi pelaku kejahatan pencucian uang harus diberi hukuman yang setimpal dengan apa yang diperbuat
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PENANAMAN NILAI-NILAI KARAKTER PESERTA DIDIK DI SMPN 1 KALIDAWIR TULUNGAGUNG
Skripsi dengan judul “Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Penanaman Nilai-nilai Karakter Peserta Didik Di SMPN 1 Kalidawir Tulungagung” ditulis oleh Muhammad Mufti Ali, NIM. 12201183098, selaku mahasiswa jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Pembimbing: Dr. H. Asrop Safi’i, M.Ag
Kata kunci : Peran Guru, Nilai Karakter
Pendidikan karakter yang efektif dalam sekolah merupakan sesuatu yang dipertaruhkan, tidak hanya oleh para pendidik, peserta didik, dan orang tua, melainkan juga oleh setiap orang yang peduli tentang masyarakat yang pantas. Salah satu karakter yang sangat paling dominan dan harus dimiliki oleh peserta didik yaitu karakter yang berbasis iman dan taqwa atau dua unsur pokok bagi pemeluk agama. Nilai pendidikan karakter ini, termasuk di dalam nilai pendidikan karakter religius. Dengan pendidikan religius bukan hanya memberikan pemahaman kepada peserta didik saja tetapi juga berdampak kepada lingkungan sekitar dan juga masyarakat yang lebih agamis. Nilai pendidikan karakter religius merupakan sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang di anutnya, toleran dalam pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain. Agama merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari manusia. Manusia dari sudut pandangan ini adalah homo religionusus, makhluk fitrah, atau insan agamis. Jadi dalam penanaman nilai karakter religius juga menekankan pada sikap toleransi antar umat beragama.
Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran guru PAI dalam menanamkan kedisiplinan peserta didik di SMPN 1 Kalidawir Tulungagung. 2) Untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran guru PAI dalam menanamkan kejujuran peserta didik di SMPN 1 Kalidawir Tulungagung. 3) Untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran guru PAI dalam menanamkan toleransi peserta didik di SMPN 1 Kalidawir Tulungagung.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan menggunakan jenis penelitian deskriptif. Metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sedangkan pengecekan keabsahan temuan menggunakan ketekunan pengamatan, triangulasi (triangulasi sumber, teknik, dan waktu).
Hasil penelitian pertama Peran guru PAI dalam menanamkan kedisiplinan peserta didik adalah sebagai berikut a) mengajarkan siswa untuk senantiasa berfikir sebelum bertindak, b) tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan, c) mampu berbicara sopan dan dapat menghargai pendapat orang lain, d) memakai atribut lengkap dan menjaga penampilan agar selalu rapi, e) memakai kalung bagi siswa yang mau izin meninggalkan pelajaran, f) mengisi waktu luang untuk membaca buku diperpustakaan, g) berdiskusi dengan siswa yang lain sehingga dapat saling bertukar pikiran. Kedua Peran guru PAI dalam menanamkan kejujuran peserta didik adalah sebagai berikut a) Guru PAI memberikan pengajaran mulai dari membimbing dan membina siswa untuk selalu bersikap jujur dalam perkataan dan perbuatan. b) Guru PAI memberikan reward dan Punishment terhadap siswa yang jujur dan tidak jujur. Ketiga Peran guru PAI dalam menanamkan toleransi peserta didik adalah sebagai berikut a) menghargai siswa yang non muslim dan memperlakukan mereka setara atau sama seperti siswa yang lain, b) tidak adanya diskriminasi antara guru dan siswa atau siswa dengan siswa yang lain, c) mengajarkan siswa untuk selalu mensyukuri nikmat, d) saat perayaan hari besar non muslim dengan tidak mengejek atau mengolok-olok budaya agama lain, e) mengorganisir siswa didalam kelas seperti halnya ketika saat proses pembelajaran guru membentuk kelompok agar siswa bisa bertukar pikiran dan bisa memahami satu sama lain, f) menyuruh mereka untuk saling berdiskusi dan bertukar pikiran
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
- …
