1,721,111 research outputs found
MANAJEMEN BANDWIDTH HOTSPOT DENGAN METODE QUEUE TREE MENGGUNAKAN ROUTER MIKROTIK DI JURUSAN TEKNIK KOMPUTER POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
Muhammad Irvan Dwi Syahputera (2020 : 55 Halaman)
Tujuan laporan akhir ini adalah untuk merancang manajemen bandwidth hotspot dengan metode queue tree menggunakan router mikrotik di Jurusan Teknik Komputer Politeknik Negeri Sriwijaya. Pada sistem ini, manajemen bandwidth hotspot metode queue tree berjalan berdasarkan konfigurasi penandaan paket download dan upload pada mangle agar queue tree dapat mengenali paket yang ditandai. Setelah itu bandwidth akan dibagikan secara merata kepada setiap client melalui konfigurasi queue type PCQ.
Dalam konfigurasi manajemen bandwidth hotspot dengan metode queue tree menggunakan router mikrotik dan Winbox sebagai aplikasi untuk mengatur manajemen bandwidth.
Berdasarkan hasil pengujian diperoleh dengan menggunakan perangkat wireless router dapat membuat jaringan hotspot, melakukan manajemen bandwidth pada hotspot dengan metode queue tree dan menyalurkan bandwidth kepada pengguna Wi-Fi secara merata melalui konfigurasi Queue Type PCQ
Implementasi Otonomi Daerah di Daerah Otonomi Baru (DOB) Tahun 2008-2011 Studi Kasus: Kota Pariaman
Muhammad Irvan, 07193045, Jurusan llmu Politik, Fakultas llmu
Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Andalas Padang. Dengan Judul Skripsi:
"Implementasi Otonomi Daerah di Daerah Otonomi Baru (DOB) Tahun
2008-2011 Studi Kasus : Kota Pariaman". Dibimbing oleh: DR. Asrinaldi,
M.Si dan Tengku Rika Valentina, S.Ip., MA. Skripsi ini terdiri dari 92
halaman dengan referensi 3 buku teori, 8 buku metode, 2 jurnal, 2 skripsi, 3
Undang-undang dan 5 situs internet.
Dalam penelitian ini penulls mendeskripsikan tentang Implementasi
Otonomi Daerah di Kota Pariaman sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB).
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pelaksanaan otonomi daerah di Indonesia
sejak diberlakukannya UU No 22 Tahun 1999. Melalui UU tersebut berdampak
kepada Pemekaran wilayah termasuk Kota Pariaman karena tidak di atur lagi
tentang Kota Administratif.
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan
tipe penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan
wawancara dan dokumentasi. Sementara teknik keabsahan data yang digunakan
peneliti yaitu triangulasi sumber. Pemilihan informan dilakukan dengan teknik
purposive sampling. Penelitian ini mengacu pada konsep otonomi daerah dan
dampak negatif pelaksanaan otoda.
Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti menarik kesimpulan bahwa
dalam pelaksanaan otonomi daerah di Kota Pariaman telah membawa dampak
poisiti dan negatif kepada tujuan awal pelaksanaan otonomi daerah. Implementasi
Otonomi daerah di Kota Pariaman dapat meningkatkan ekonomi masyarakat dan
meningkatkan pelayanan terhadap publik yang lebih baik karena semakin
berkembangnya infiastruktur seperti kesehatan dan infrastruktur pendidikan.
Implementasi Otonomi daerah juga menciptakan dampak negatif seperti
ketidaksetaraan yang lebih besar antar daerah jika tidak didukung oleh
kemampuan manajerial walikota atau Kepala daerah untuk mengelola Sumber
Daya Alam (SDA), Sumber Daya Manusia (SDM), dan Sumber dana yang
mereka miliki
Tinjauan Hukum Islam Terhadap Jual Beli Barang Hasil Bajakan
MUHAMMAD IRVAN ALIMUDIN. 1410220025. TINJAUAN HUKUM
ISLAM TERHADAP JUAL BELI BARANG HASIL BAJAKAN, 2015.
Hak cipta merupakan bagian dari Hak Kekayaan Intelektual, akhir-akhir ini
menjadi konsepsi hukum yang marak diperbincangkan publik. Berdasarkan riset
internasional data corporation (IDC), tingkat pembajakan (Priracy rate) di
Indonesia masih berkisar pada angka 85 persen. Kerugian yang ditimbulkan dari
adanya pelanggaran hak cipta sangat besar dan tanpa disadari telah mengancam
tatanan sosial, hukum, dan ekonomi. Berdasarkan jenis masalah diatas, maka
pertanyaan yang diajukan adalah bagaimanakah akad jual beli dalam hukum
Islam, bagaimanakah hak cipta menurut hukum Islam dan undang-undang di
Indonesia, serta bagaimanakah hukum jual-beli barang hasil bajakan menurut
hukum Islam. Adapun tujuan penelitian ini adalah (a) Untuk mengetahui akad dan
hukum jual beli dalam Islam (b) Untuk memperoleh data tentang hak cipta
menurut hukum Islam dan perundang-undangan di Indonesia (c) Untuk
mengetahui hukum jual beli barang hasil bajakan menurut hukum Islam.
Pada penelitian ini penulis menggunakan pendekatan normatif dengan
metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif
yaitu bertujuan untuk menghasilkan data deskriptif, berupa kata-kata lisan atau
dari orang-orang dan perilaku mereka yang dapat diamati. Kemudian sumber data
yang digunakan meliputi sumber data kepustakaan, dokumen dan informasi.
Hasil penelitian menunjukan bahwa Tinjauan hukum Islam terhadap jual
beli barang hasil bajakan yaitu: (a) jual beli adalah merupakan suatu akad dan
dipandang sah apabila telah memenuhi rukun dan syarat jual beli (b) sebagaimana
terkandung dalam UU no.19 tahun 2002 tentang hak cipta dan juga fatwa MUI
no.1 tahun 2003 tentang hak cipta, hak cipta adalah hak kekayaan intelektual yang
dilindungi. oleh karena itu sudah selayaknya berbagai pihak mendukung agar
terciptanya masyarakat Indonesia yang bebas dari pembajakan, karena akan
merugikan berbagai pihak yakni negara pada umumnya dan masyarakat sendiri
khususnya (c) Jual beli barang hasil bajakan dalam hukum Islam merupakan
tindak pidana yang dalam istilah hukum Islam adalah jarimah perbuatan tersebut
diancam dengan hukuman ta’zir, dan jual beli barang hasil bajakan dilarang di
perdagangkan karena ada dalil Al-Qur’an yang yang mengharamkannya.
(Kata Kunci : Hak Kekayaan Intelektual, Jual Beli Barang Hasil Bajakan
PENGUJIAN ALAT PENGERING SURYA SEDERHANA DAN MODIFIKASI MENJADI ALAT PENGERING HYBRID
MUHAMMAD IRVAN. 1205106010047. Pengujian Alat Pengering Surya Sederhana Dan Modifikasi Menjadi Alat Pengering Hybrid. Di bawah bimbingan Raida Agustina, sebagai ketua dan Dewi Sri Jayanti sebagai anggotaRINGKASANPengering hybrid merupakan pengering yang menggunakan dua atau lebih sumber energi untuk proses penguapan air. Pengering hybrid pada penelitian ini menggunakan sumber energi matahari dan pembakar biomassa. Teknologi ini merupakan alternatif teknologi untuk pengeringan produk pertanian. Pengeringan dengan penjemuran sangat bergantung pada keadaan cuaca. Hal ini mengakibatkan produk pertanian mudah rusak dan berjamur. Sehingga diperlukan alat pengering hybrid dengan sumber energi matahari dan pembakaran biomassa agar pengeringan dapat berlangsung kontinyu dan terkontrol. Tujuan dari penelitian ini adalah memodifikasi alat pengering surya sederhana menjadi alat pengering hybrid dengan tambahan energi panas dari pembakaran tempurung kelapa untuk melakukan uji pengeringan pada kacang hijau.Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Perbengkelan Alat dan Mesin Pertanian dan Laboratorium Teknik Pasca Panen Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala pada Bulan Juni 2017. Pengujian kinerja alat pengering hybrid meliputi distribusi temperatur, kelembaban relatif, kecepatan udara, iradiasi surya, kadar air dan energi untuk proses pengeringan. Penelitian ini dilakukan dengan 3 perlakuan yaitu : (1). Pengeringan mengunakan sumber panas energi matahari. (2). Pengeringan menggunakan kombinasi energi matahari dengan pembakaran biomassa. (3). Pengeringan menggunakan energi pembakaran biomassa.Hasil pengukuran menunjukkan besarnya distribusi temperatur rata-rata pada uji kosong perlakuan 1, 2 dan 3 masing-masing sebesar 42oC, 49oC dan 35oC, sementara distribusi temperatur rata-rata pada saat pengeringan kacang hijau pada perlakuan 1, 2 dan 3 masing-masing sebesar 49oC, 50 oC dan 35oC. Hasil pengukuran kelembaban relatif pada uji kosong perlakuan 1, 2 dan 3 adalah 60,23%, 44,91% dan 58,2%, sementara kelembaban relatif pada saat pengeringan kacang hijau perlakuan 1, 2 dan 3 adalah 44,69%, 45,69% dan 57,75%. Hasil pengukuran kecepatan udara pada uji kosong perlakuan 1, 2 dan 3 adalah 0,07 m/s, 0,11 m/s dan 0,09 m/s, sementara kecepatan udara saat pengeringan kacang hijau untuk perlakuan 1, 2 dan 3 adalah 0,11 m/s, 0,1 m/s dan 0,08 m/s. Hasil pengukuran iradiasi surya pada uji kosong perlakuan 1 dan 2 didapatkan sebesar 87,79 W/m2 dan 361,05 W/m2, sementara saat pengeringan kacang hijau perlakuan 1 dan 2 didapatkan sebesar 360,47 W/m2 dan 369,79 W/m2. Hasil perhitungan energi untuk proses pengeringan rata-rata perhari saat uji kosong pada perlakuan 1 dan 2 adalah 3,15 MJ dan 3,41 MJ, sementara saat pengeringan kacang hijau perlakuan 1 dan 2 didapatkan sebesar 3,22 MJ dan 3,14 MJ. Unuk hasil perhitungan total energi pembakaran biomassa rata-rata perhari adalah 272,142 MJ. Hasil perhitungan kadar air pada pengeringan biji kacang hijau pada perlakuan 1, 2 dan 3 masing-masing sebesar 8,42%, 8,27% dan 10,75 %. Dari ke 3 perlakuan, pengeringan menggunakan kombinasi energi matahari dengan pembakaran biomassa menjadi pengeringan yang memiliki nilai distribusi temperatur tertinggi diantara perlakuan lainya
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
