7 research outputs found
Dramatisme Dalam Strategi Penuangan Gagasan Melalui Street Art Komunitas Visual Grafis
Like a real-life drama, street art activity is not only understood than mere actualization. Their activities can also be understood as a process of idea communicating, the need for acceptance of communal / community, as well as his message can be received by the community well. To that end, as well as the stage play, they play the role / each character to achieve its objectives in the activities of street art. What stronger motivation behind their characters in Dramatism of strategy in ideas pouring through the street art is an interesting thing to be understood by using the pentad analysis - Kenneth Burke. Pentad analysis outlines the five aspects of human behavior that act, agent, scene, agency, and purpose, like the drama in real life. This study reveals that the motivation behind the idea of pouring through the activities of street art which they do, the other to have the support of people in their community environment, support from the community, as well as social criticism as a reflection of the circumstances surrounding them. In addition, the industry is also strong motive coloring their activities although indirectly
DRAMATISME DALAM STRATEGI PENUANGAN GAGASAN MELALUI STREET ART KOMUNITAS VISUAL GRAFIS
Like a real-life drama, street art activity is not only understood than mere actualization. Their activities can also be understood as a process of idea communicating, the need for acceptance of communal / community, as well as his message can be received by the community well. To that end, as well as the stage play, they play the role / each character to achieve its objectives in the activities of street art. What stronger motivation behind their characters in Dramatism of strategy in ideas pouring through the street art is an interesting thing to be understood by using the pentad analysis - Kenneth Burke. Pentad analysis outlines the five aspects of human behavior that act, agent, scene, agency, and purpose, like the drama in real life. This study reveals that the motivation behind the idea of pouring through the activities of street art which they do, the other to have the support of people in their community environment, support from the community, as well as social criticism as a reflection of the circumstances surrounding them. In addition, the industry is also strong motive coloring their activities although indirectly.</jats:p
PERAN PEMERINTAH DALAM PEMBUATAN KEBIJAKAN PERFILMANINDONESIA PADA MASA ORDE BARU DAN REFORMASI
ABSTRAKSI
Pergantian rejim kekuasaan pemerintahan acapkali diikuti perubahan sistem di berbagai lini bidang maupun kebijakan. Terlebih lagi kondisi masyarakat yang selalu berkembang menuntut diikutinya pula tata aturan dan sistem yang selaras dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat. Demikianlah selayaknya Pemerintah sebagai pemangku amanat rakyat membuat sistem perundangan yang tercermin dalam setiap kebijakan yang mendasarkan dan memperhatikan kebutuhan publik, dalam konteks ini perfilman nasional.
Peran Pemerintah dalam pembuatan kebijakan menjadi penting untuk dikaji secara mendalam berkaitan dengan bahwa setiap rezim Pemerintahan memiliki ideologi dan kepentingan untuk melanggengkan kekuasaan atas negara. Kebijakan adalah saah satu yang digunakan untuk itu. Penelitian ini menggunakan Historical Comparative Research yang berguna untuk menggali dan membandingkan kebijakan dalam bidang perfilman yang diambil oleh Pemerintah Orde Baru dan era Reformasi serta implementasi kebijakan tersebut, dan juga hal-hal yang melatar-belakangi munculnya kebijakan itu.
Pemerintahan Orde Baru sadar bahwa Film memiliki potensi baik positif maupun negatif dilihat dari sudut pandang kepentingan Orde Baru saat itu. Oleh karena kemampuan strategisnya tersebut sekaligus perlu diwaspadai dan dikontrol (bahkan dikriminalisasi) agar tidak mengganggu ketahanan kekuasaan Pemerintah saat itu. Film diposisikan sebagai piranti komunikasi top down Pemerintah kepada masyarakatnya. Di sisi lain kontrol Pemerintah Orde Baru terhadap perkembangan perfilman negeri yang terlalu ketat dirasa seperti pasung bagi perkembangan perfilman nasional.
Sementara itu era Reformasi bergulir selepas tumbangnya Pemerintahan Orde Baru mendapati warisan berbagai macam persoalan perfilman yang telah bertahun-tahun bertumpuk dan siap memberontak dari pasungan (politik) Pemerintah. Oleh karena itu momen pergantian kekuasaan ini menjadi pemicu disegerakannya penggantian regulasi kebijakan perfilman yang sekian lama dirasa sudah tidak relevan lagi dengan konteks kemasyarakatan sekarang ini. Pemerintah era Reformasi mendapat dukungan sekaligus tuntutan untuk mendorong perfilman nasional ke arah yang lebih baik. Sementara itu industri perfilman dan idealisasi para kreator film belum menemukan titik temu.
Penelitian ini bertujuan untuk mendorong munculnya kesadaran kritis mengenai persoalan yang muncul di balik pembuatan kebijakan. hal apa yang melatar-belakangi munculnya kebijakan tersebut, serta implementasi logis dari kebijakan yang telah ditetapkan
Generation Z’s Perspectives and Responses to Climate Change: The Role of Education and Social Media
This study aims to analyze Generation Z's perspectives on climate change and to describe their patterns of understanding and response to this issue, including how they acquire information, interpret the impacts of climate change, and take action in their daily lives. Additionally, this study evaluates the role of educational institutions and social media in shaping awareness and provides recommendations to enhance their engagement in environmental issues. A quantitative descriptive approach was employed, utilizing online surveys, interviews, and focus group discussions to collect data from respondents across various regions. The findings indicate that Generation Z has a high level of awareness regarding climate change and recognizes human activities as the primary cause. They actively seek information through social media, particularly Instagram, and gain further understanding from educational institutions. Visual educational content and support from educators contribute to shaping their attitudes and concrete actions, such as reducing plastic and energy consumption, to promote environmental sustainability
A combined dynamical and bias correction technique for generating probabilistic daily rainfall forecasts over Indonesia
Urgensi Informasi Prediksi Iklim Dasawarsa dalam Perencanaan Pembangunan
Informasi prediksi iklim dalam skala dasawarsa merupakan informasi yang lebih relevan dibandingkan dengan skenario perubahan iklim jangka panjang dalam penyusunan perencanaan jangka menengah. Khususnya untuk membantu penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Hingga saat ini, belum dilakukan analisis dan pengembangan sistem prediksi iklim dasawarsa dalam lingkup nasional yang sistematis, padahal potensi pemanfaatannya sangat banyak. Indonesia perlu meniru negara-negara lain yang sudah mulai fokus dalam mengembangkan sistem prediksi dasawarsa. Studi ini memberikan penekanan mengenai perlunya disusun sebuah kajian yang diarahkan untuk melihat potensi prediksi iklim dasawarsa, khususnya sebagai informasi tambahan untuk keperluan penyusunan RPJMN. Untuk selanjutnya, gambaran pentingnya suplai informasi prediksi dasawarsa yang kontinu dan sistematis perlu dikembangkan untuk kepentingan perencanaan nasional dan daerah
Manfaat Pengelolaan Suaka Perikanan Terubuk (SPT) Bagi Masyarakat Pesisir di Perairan Bengkalis, Riau: Pendekatan Sistem Sosial-Ekologi: The Benefits of Managing The Terubuk Fish Sanctuary (SPT) for Coastal Communities in Bengkalis Waters, Riau: a Social-Ecological Systems Approach
Penetapan Suaka Perikanan Terubuk (SPT) berdasarkan Peraturan Bupati Bengkalis No. 15 Tahun 2010 dan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No. KEP.59/MEN/2011 tentunya memberikan dampak sosial dan ekologi yang positif. Penelitian ini bertujuan menilai manfaat sosial dan ekologi SPT bagi masyarakat pesisir di Perairan Bengkalis, Riau. Data diperoleh melalui wawancara dan analisis produksi perikanan berdasarkan ketersediaan data dari tahun 2008-2016. Keberadaan ikan terubuk di perairan Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti dan Siak lekat dengan nilai sejarah dan budaya. Hasil dari pemodelan peramalan produksi selama 10 tahun menunjukkan penurunan produksi ikan terubuk, dengan prediksi penurunan 1,37 ton per tahun (-0,58%) berdasarkan model S-Curve. Hasil analisis statistik (t-test) juga menyebutkan tidak ada pengaruh antara sebelum dan setelah diterbitkannya SK (Peraturan Larangan Terubuk) dengan melihat nilai P-Value > 0,005. Secara umum, pengelolaan perikanan Terubuk yang ada di Perairan Provinsi Riau belum efektif dengan hanya diterbitkannya SK pengelolaan Kawasan, akan tetapi diperlukan beberapa langkah strategis diantaranya adalah dengan meningkatkan peran Masyarakat dalam pengelolaan, peningkatan pengawasan dan penegakan hukum dalam melakukan konservasi perikanan Terubuk.The establishment of the Terubuk Fish Sanctuary (SPT) under Bengkalis Regent Regulation No. 15 of 2010 and the Minister of Marine Affairs and Fisheries Decree No. KEP.59/MEN/2011 has undoubtedly had positive social and ecological impacts. This study aims to assess the social and ecological benefits of the SPT for coastal communities in Bengkalis Waters, Riau. Data were collected through interviews and fishery production analysis based on available data from 2008 to 2016. The presence of Terubuk fish in the waters of Bengkalis, Meranti Islands, and Siak is closely linked to historical and cultural significance. A 10-year production forecast model indicated a decline in Terubuk production, with a predicted decrease of 1.37 tons per year (-0.58%) based on the S-Curve model. Statistical analysis (t-test) also showed no significant difference in Terubuk production before and after the issuance of the regulation (P-Value > 0.005). Overall, Terubuk fishery management in the Riau Province waters has not been effective with only the issuance of area management regulations. Strategic steps are needed, including increasing community involvement in management, enhancing supervision, and enforcing laws to better conserve the Terubuk fishery
