1,721,478 research outputs found
DESAIN SISTEM ROTEKSI AKTIF KEBAKARAN DI GEDUNG PASAR XYZ BERDASARKAN STANDAR SNI
ABSTRAK
Muhammad Agung Subarkah : Desain Sistem Proteksi Aktif Kebakaran di Gedung Pasar Xyz Berdasarkan Standar SNI.
Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem proteksi aktif kebakaran didalam gedung untuk mewujudkan keselamatan pengguna gedung serta melindungi aset-aset penting dari resiko bahaya kebakaran. Perancangan sistem proteksi kebakaran didasarkan pada SNI (Standar Nasional Indonesia). Kegiatan perancangan dan pengembangan ini meliputi sistem APAR, springkler, sistem perpipaan, pompa, reservoar , sistem deteksi, alarm dan otomasi. Dari hasil perancangan diperoleh jumlah total kepala springkler yang dibutuhkan oleh gedung Pasar Xyz berjumlah 202, kepala detektor asap berjumlah 90, dengan kapasitas pompa 370 USGPM atau 1,4 m3/menit dan ukuran reservoar 500 m3, tabung alat pemadam api ringan (APAR) di gedung Pasar Xyz berjumlah 20 tabung APAR dan jenis APAR yang digunakan adalah jenis Kimia Kering atau Multipurpose/ABC Dry Chemical Powder (Ammonium Phospate) dengan berat 4-7 kg
Kata Kunci : SNI, Springkler, Sistem Alarm, Sistem Proteksi Aktif Kebakaran
ABSTRACT
Muhammad Agung Subarkah: Design of Active Fire Protection Systems in Xyz Market Building Based on SNI Standards.
This study aims to design an active fire protection system in buildings to realize the safety of building users and protect important assets from the risk of fire hazards. The design of a fire protection system is based on the SNI (Indonesian National Standards). Design and development activities include APAR systems, sprinklers, piping systems, pumps, reservoirs, detection systems, alarms and automation. From the design results, the total number of sprinkler heads needed by the Xyz Market building is 202, the smoke detector head is 90, with a pump capacity of 370 USGPM or 1.4 m3 / minute and a reservoir size of 500 m3, a fire extinguisher tube (APAR) at Pasar Xyz building consists of 20 APAR tubes and the type of APAR used is the type of Dry Chemical or Multipurpose / ABC Dry Chemical Powder (Ammonium Phospate) with a weight of 4-7 kg
Keywords: SNI, Sprinkler, Alarm System, Active Fire Protection Syste
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
ANALISIS YURIDIS TERHADAP KETENTUAN PERUBAHAN TINDAK PIDANA PERZINAAN DARI DELIK ADUAN MENJADI DELIK BIASA
Muhammad Agung DharmawanFakultas Hukum Universitas Brawijaya  ABSTRAK Perzinaan dalam KUHP yang berlaku saat ini bertujuan untuk mengkriminalisasi pelaku perselingkuhan di mana salah seorang atau kedua pelaku persetubuhan itu merupakan orang yang sudah terikat dengan ikatan perkawinan sebelumnya. Selain itu Pasal 284 KUHP adalah merupakan delik aduan absolut yang tidak memungkinkan perbuatan itu dipidana Jika tidak ada yang mengadukan dari pihak yang dirugikan (suami atau istri yang dikhianati pasangannya) dan, selama perkara itu belum diperiksa dimukan pengadilan. maka senantiasa pengaduan itu dapat ditarik kembali. Perzinahan merupakan suatu perbuatan kendatipun undang-undang tidak mengaturnya tetap merupakan perbuatan tercela (recht delicten). Maka dari itu, segala proses hukum dan pemidanaannya pun harus berbanding lurus dengan pencelaannya. Sehingga dengan berubahnya perzinaan menjadi delik biasa, maka seiring lambat laun salah satu tujuan bangsa Indonesia bisa akan terwujudkan yaitu Bangsa Indonesia bangsa yang bersih serta bebas dari seks bebas. Kata Kunci: Zina, Delik Biasa ABSTRACT Adultery regulated in Criminal Code is aimed to give legal consequence to those involved in an affair in which both or one of them in the affair were bound by marriage previously. Moreover, Article 284 of Criminal Code was categorised into an absolute complaint offense which does not allow the parties involved in the affair to be detained unless complaint is sent (by a betrayed husband or wife). As long as the case has never been brought to the court, allegation can be retracted. Although Law does not regulate it, adultery is still considered disgraceful (recht delicten). Therefore, the legal process taken and the detention given should be in line with the disgraceful act done. With any possibility for the complaint offense to change into normal offense, it is expected that Indonesia will be free from prostitution. Keywords: adultery, normal offens
PENGELOLAAN FATIGUE MANAGEMENT DALAM PROGRAM ZERO ACCIDENT PADA CREW KAPAL PT. KARTIKA SAMUDRA ADIJAYA
ABSTRAKSI
MUHAMMAD AGUNG HABIBIE, 541711306487, 2021, “Pengelolaan Fatigue
Management Dalam Program Zero Accident Pada Crew Kapal PT. Kartika
Samudra Adijaya”, Program Diploma IV, Program Studi Tata Laksana
Angkutan Laut dan Kepelabuhan, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang,
Pembimbing I: Sri Purwantini, S.E., S.Pd., M.M Pembimbing II: Dr. Capt.
Mashudi Rofik, M.Sc
Fatigue atau kelelahan merupakan hal yang sangat sering dialami oleh
karyawan perusahaan, khususnya karyawan yang bekerja dilapangan, dan
hal tersebut tidak bisa terus menerus dibiarkan. tujuan penelitian ini adalah
Untuk mengetahui pengelolaan fatigue management pada PT. Kartika
Samudra Adijaya, Untuk mengetahui dampak pengelolaan fatigue
management pada PT. Kartika Samudra Adijaya.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
penelitian deskriptif kualitatif, untuk mendeskripsikan Pengelolaan Fatigue
Management Dalam Program Zero Accident Pada Crew Kapal PT. Kartika
Samudra Adijaya. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara
wawancara, observasi dan dokumentasi.
Hasil penelitian pengelolaan Fatigue Management pada PT. Kartika
Samudra Adijaya menunjukkan bahwa tidak dimanfaatkannya waktu
istirahat secara optimal memiliki dampak terhadap kelelahan bagi crew
kapal itu sendiri, sehingga hal ini biasa ditengarai sebagai faktor pemicu
terjadinya kecelakaan transportasi laut yang diakibatkan oleh kesalahan
manusia. Pentingnya mengikuti prosedur dalam bekerja dan safety talk
sebelum melakukan pekerjaan agar saling mengingatkan satu sama lain
akan pentingnya kesehatan dan keselamatan dalam bekerja di atas kapal.
PT. Kartika Samudra Adijaya selaku pemilik kapal dapat Memberikan
pelatihan pengendalian kelelahan kerja pada crew yang disampaikan
bersamaan dengan sosialisasi beban kerja dalam pentingnya menjaga
keselamatan dan kesehatan kerja, yang terbukti dari hasil penelitian ini
dapat meningkatkan pengetahuan dan menurunkan tingkat kelelahan kerja
agar dapat berjalan sesuai dengan prosedur yang berlaku dan mengurangi
kecelakaan kerja
IDENTIFIKASI NAIKNYA TEMPERATUR JACKET COOLING PADA MAIN ENGINE DI MV. SINAR BALI
INTISARI
Santosa, Muhammad Agung Prawi. 5411206419 T, 2021. ”Identifikasi naiknya
temperatur jacket cooling pada main engine di MV. Sinar Bali”, Skripsi
Program Studi Teknika, Program Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran
Semarang, Pembimbing I: Tony Santiko, S.ST, M.Si., M.Mar.E. pembimbing
II: Yustina Sapan, S.ST,MM.
Main engine adalah sebuah mesin dengan sistem yang bekerja dengan
menggerakkan propeller agar kapal dapat bergerak maju mundur, mesin diesel
dapat digunakan pula sebagai main engine. Mesin diesel digunakan untuk
mengubah tenaga mekanik menjadi tenaga gerak dengan proses pembakaran bahan
bakar di dalam mesin itu sendiri. kinerja mesin diesel didukung oleh beberapa
sistem, salah satunya adalah sistem pendingin (jacket cooling). MV. Sinar Bali
pernah mengalami masalah pada jacket cooling karena naiknya temperatur.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik
analisis SWOT dan SHEL yang digunakan untuk membahas masalah tentang faktor
penyebab naiknya temperatur jacket cooling pada main engine, dampak naiknya
temperatur jacket cooling pada main engine, dan upaya mengatasi naiknya
temperatur pada main engine. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor
penyebab naiknya temperatur jacket cooling pada main engine, mengetahui dampak
naiknya temperatur jacket cooling pada main engine, dan mengetahui upaya untuk
mengatasi naiknya temperatur jacket cooling pada main engine di MV. Sinar Bali.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti di kapal MV.
Sinar Bali dapat disimpulkan bahwa naiknya temperatur jacket cooling pada main
engine disebabkan oleh fresh water cooler dalam keadaan kotor dan sirkulasi fresh
water cooler tidak lancar. Adapun dampak yang terjadi adalah main engine menjadi
terlalu panas atau overheat sehingga kecepatan kapal harus diturunkan dan
mengakibatkan keterlambatan jadwal tiba di pelabuhan selanjutnya. Upaya yang
dilakukan adalah melakukan perawatan dan pengecekan secara rutin pada jacket
cooling agar temperatur main engine tidak overheat
- …
