245 research outputs found

    Strategi pengembangan kemandirian santri pondok pesantren Daarul Ahsan Desa Dangdeur Kecamatan Jayanti Kabupaten Tangerang

    No full text
    Desa Dangdeur Kecamatan Jayanti Kabupaten Tangerang Santri merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi Agama Islam yaitu ulama-ulama yang dulunya menjadi santri dan menempuh pendidikan di pesantren. Kemandirian santri merupakan kontruksi yang didesain untuk melahirkan santri tangguh bermoral dan bertanggung jawab berdasarkan nilai-nilai universal ke Islaman. Permasalahan kemandirian dalam kehidupan di pondok pesantren sangat berpengaruh pada mental santri. Bagaimanapun, santri dituntut untuk hidup mandiri dalam menjalan aktivitas sehari-hari selama di pondok pesantren. Seperti yang dijelaskan dalam firman Allah bahwa manusia diciptakan di muka bumi menjadi khalifah yang berusaha menjalankan ketaatan kepada Allah dan mengambil petunjuk-Nya. Pondok pesantren Daarul Ahsan tempat dimana seorang menimba ilmu agama, maupun pengetahuan umum. pesantren mendidik santri agar menjadi orang yang berakhlak baik, didik menjadi orang berpengetahuan luas, berintegritas berdaya bagi orang lain, dan mampu menjalin kehidupan sosio kultural. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1. Bagaimana strategi pengembangan kemandirian santri di pondok pesantren Daarul Ahsan. 2. Implementasi kemandirian di pondok pesantren Daarul Ahsan. 3. Mengetahui apa saja hasil yang diperoleh oleh santri selama tinggal di pondok pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, melalui pengamatan langsung, observasi, dan wawancara, terhadap responden atau infoman. Hasil dari penelitian ini adalah : bahwa pondok pesantren Daarul Ahsan mampu menciptakan generasi santri yang berdikari, dan mandiri. Dengan beberapa aspek ii tersebut digunakan untuk mendukung pada kepribadian santri dengan keterpaduan dan keseimbangan dalam pembinaan keutuhan kepribadian (Integrated Personality) aspek tersebut meliputi aspek strategi Kognitif, yakni pembinaan kecerdasan dan ilmu pengetahuan yang luas dan mendalam, sebagai penjabaran dari sifat Rasul, Fathanah. Aspek strategi afektif, yakni pembinaan sikap mental (mental attitude, jiwa kepribadian), yang mantap dan matang, sebagai penjabaran dari sifat Rasul, Amanah. Aspek strategi psikomotorik, yakni pembinaan tingkahlaku (behavior) dengan akhlak mulia sebagai penjabaran dari sifat Rasul, Shidiq. serta aspek kognatif, yakni pembinaan keterampilan (Skill) kepemimpinan yang terlatih dan bijaksana sebagai penjabaran dari sifat Rasul, Tabligh. Pondok pesantren sebagai penopang generasi penerus bangsa memberikan manfaat khususnya pada masyarakat

    Muhamad Ahsan's Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity

    Dinamika Tata Kelola Industri Media: Perspektif Manajemen dan Komunikasi

    No full text
    BAGIAN PERTAMA Manajemen Bisnis di Korporasi Media 1. Arsitektur Corporate University di Perusahaan Media: Inovasi Pemutakhiran Program Training and Development Aun Falestien Faletehan 2. Manajemen Pemasaran Media Airlangga Bramayudha 3. Ketika EL, KM, dan AI Bertemu Muhamad Ahsan 4. Manajemen Kultur untuk Menciptakan Learning Organisation Aun Falestien Faletehan 5. Manajemen Deradikalisasi Dunia Maya dalam Fenomena Industri Media Cyber Society Muchammad Ismail BAGIAN KEDUA Komunikasi Bisnis di Industri Media 1. Kajian Statistika Bahasa Iklan Lukman Fahmi 2. Intervensi Media dalam Pergerakan Mata Uang Asing Advan Navis Zubaidi 3. Komodifikasi Media dalam Dakwah M. Anis Bachtiar 4. Strukturasi Media: Mengungkap Relasi Kuasa di Balik Media Online A.M. Moefa

    OPERATIONAL MANAGEMENT OF THE UMROH PLUSTOUR PROGRAM IN PT. ALAMIN AHSAN TRAVEL

    No full text
    This article discusses the operational management of Umrah plus tour packages at PT. Experience Ahsan Travel. The discussion described is the programs owned by Alisan Tours & Travel, preparations by Alisan Tours & Travel in undergoing the operational process of organizing Umrah plus tours, obstacles experienced by Alisan Tours & Travel in organizing Umrah plus tours, and analysis of the implementation of operational management in Umrah plus tour activities at PT Alamin Ahsan Travel. The data collection carried out by the author is based on direct observations in the field and literature studies, in a process carried out from the beginning of the internship to the end. This research is useful as a source of information on the management of plus tour packages

    Publisher Correction: Multi-step ahead forecasting of electrical conductivity in rivers by using a hybrid Convolutional Neural Network-Long Short-Term Memory (CNN-LSTM) model enhanced by Boruta-XGBoost feature selection algorithm

    No full text
    Correction to: Scientific Reportshttps://doi.org/10.1038/s41598-024-65837-0, published online 01 July 2024 In the original version of this Article, Changhyun Jun and Aitazaz Ahsan Farooque were omitted as corresponding authors. The correct corresponding authors for this Article are Masoud Karbasi, Changhyun Jun and Aitazaz Ahsan Farooque. The original Article has been corrected. © The Author(s) 2024

    An Item Analysis of English Summative Test for the Twelfth-Grade Students of SMA Darul Ahsan Kabupaten Tangerang in the Second semester of the 2019/2020 Academic Year

    No full text
    The aim of this study was to find out whether or not the items of English summative test for the twelfth grade students of SMA Darul Ahsan, Jayanti, Kab. Tangerang in the second semester of the 2019/2020 Academic Year, had good quality. In finding out the quality of the items, the writer has conducted a quantitative analysis and descriptive qualitative method. The results of data analysis showed 5 difficult items (13%), 16 moderate items (42%), 5 easy items (13%), and 12 very easy items (32%). The discriminating power showed 32 maintained or accepted items (80%), 6 items should be revised (15%) and the rest 2 items were discarded (5%). The results of data analysis on the distracters of the weak items in discriminating power showed 8 effective distracters (33%) and the rest 16 ineffective distracters (67%). Based on the description above that from 40 items the writer found only 32 items (80%) categorized accepted. It can be concluded that the English summative test for the second semester of twelfth grade students at SMA Darul Ahsan, Jayanti, Kab. Tangerang in the 2019/2020 academic year had satisfactory quality

    Nickel accumulation in saliva and urine post orthodontic fixed appliance treatment in Malay population / Nadia Izyan Muhamad Sabri, Indah Yuri Noviaranny and Jamil Ahsan Kazi

    No full text
    Objective: Prolonged nickel exposure, even in low amounts, is cytotoxic, genotoxic and carcinogenic. The study aims to evaluate the salivary and urinary nickel levels post-orthodontic fixed appliance treatment. Materials and Methods: Saliva and urine samples of fourteen orthodontic patients were taken at debonding (T0), after one month (T1), and three months post-debonding (T2), and compared with the control group. Samples were analysed using Inductively Coupled Plasma Optical Mass Spectrometry (ICP-MS) and IBM SPSS Version 27 was used for statistical analyses. Results: The mean (SD) of orthodontic treatment duration was 33.6 (9.6) months. In comparison to the control group, the mean (SD) nickel levels in saliva and urine were highest at debonding (T0) with 12.71 ppb (9.64) and 9.71 ppb (8.27), respectively. In the test group, there was a significant difference in nickel level in saliva between T0 and T1 (MD = 9.75, 95% CI: 3.71, 15.71; p < 0.05) and in urine between T0 and T1 (MD = 6.46, 95% CI: 1.38, 11.55; p = 0.012). Conclusion: Our results clearly demonstrated that the nickel level in saliva and urine remained higher at the end of orthodontic treatment compared to the control group. Further studies with a longer duration of observation and larger samples are suggested. Furthermore, our study indicates it is essential to confirm the effects of long-duration of orthodontic treatment and its post-treatment nickel level. This study raised attention about the biocompatibility of mechanical orthodontic treatment vs sustainable general health

    Baseline nickel level in saliva and urine among healthy Malay population / Nadia Izyan Muhamad Sabri, Indah Yuri Noviaranny and Jamil Ahsan Kazi

    No full text
    Objectives: Nickel is one of the common trace metal element used in industries. It has been documented that even in small quantities, prolonged exposure to nickel is cytotoxic, genotoxic and carcinogenic. Nickel biomonitoring has been done by various countries to monitor nickel level. However, there is little information on established baseline nickel level in our population which leads to the difficulty for comparison during nickel exposure. This study aims to determine the baseline nickel level in saliva and urine samples for the healthy Malay population. Materials and Methods: Fourteen healthy Malay subjects were recruited in this study. Saliva and urine samples were collected and analysed using Inductively Coupled Plasma Optical Mass Spectrometry (ICP-MS) to measure the nickel level. Statistical analysis was performed using IBM SPSS Version 27. Results: Results showed that the nickel level in urine was higher compared to saliva. The baseline nickel level exhibited in saliva was 4.80 ppb (95% CI: 2.23, 7.38) and in urine was 5.88 ppb (95% CI: 3.49, 8.27). Conclusion: To our knowledge, this is the first study to report the baseline nickel level in saliva and urine among the Malay population

    Penerapan Etnomatematika Melalui Permainan Bitingan Terhadap Kemampuan Literasi Numerasi Peserta Didik Kelas III SDI Tahfidz Preneur Daarul Ahsan

    No full text
    This study aims to examine the differences in numeracy literacy skills among Grade III students of SDI Tahfidz Preneur Daarul Ahsan who were taught through the application of ethnomathematics using bitingan games and those who received instruction through discovery learning. In addition, this research describes the improvement in students’ numeracy literacy skills following the implementation of ethnomathematics through bitingan games. The study employed a quasi-experimental method with a Control Group Pretest–Posttest design. There were two classes: an experimental class and control class. The experimental group received learning treatment through ethnomathematics-based bitingan games, while the control group was taught using the discovery learning. The data collected consisted of pretest and posttest scores. Data were analyzed using both descriptive and inferential statistical techniques. Descriptive statistics included the total number of participants, minimum and maximum scores, mean, standard deviation, and variance, providing an overview of students’ performance distribution. Inferential statistics, consisting of normality tests, homogeneity tests, and t-tests, were applied to determine the significance of differences between the two groups. Furthermore, the n-gain test was used to assess the extent of improvement in students’ numeracy literacy skills. The results revealed a significant difference in numeracy literacy skills between students who received ethnomathematics through bitingan games and those who received discovery learning. Based on the descriptive statistical analysis, the experimental group’s mean score was higher than that of the control group. The improvement in numeracy literacy skills in the experimental class was classified as moderate with an average n-gain value of 0.52. However, not all students in the experimental group achieved the same level of improvement, as variations were observed across low, moderate, and high improvement categories.  Keywords: Ethnomathematics, bitingan games, and numerical literacy skills. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan literasi numerasi peserta didik kelas III SDI Tahfidz Preneur Daarul Ahsan yang diberikan penerapan etnomatematika melalui permainan bitingan dan yang tidak. Penelitian ini juga mendeskripsikan peningkatan kemampuan literasi numerasi peserta didik kelas III SDI Tahfidz Preneur Daarul ahsan setelah diberikan penerapan etnomatematika melalui permainan bitingan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain penelitian Control Group Pretest and Posttest. Data yang dikumpulkan adalah data pretest dan posttest. Analisis data dilakukan menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Hasil penelitian menyebutkan adanya perbedaam signifikan kemampuan literasi numerasi peserta didik kelas III SDI Tahfidz Preneur Daarul Ahsan yang diberikan penerapan etnomatematika melalui permainan bitingan dibandingkan dengan yang tidak diberikan penerapan etnomatematika melalui permainan bitingan. Perbedaan signifikan terlihat dari hasil analisis statistik deskriptif bahwa rata-rata nilai kelas eksperimen lebih besar dibandingkan rata-rata nilai kelas kontrol. Peningkatan kemampuan literasi numerasi berdasarkan nilai posttest kelas eksperimen berada pada kategori peningkatan sedang, dengan nilai n-gain 0,52. Hasil nilai n-gain kelas eksperimen tidak seluruhnya pada kategori peningkatan sedang. Terdapat variasi peningkatan, baik peningkatan kategori rendah, sedang ataupun tingg

    ANALISIS TERHADAP PENGOBATAN MENGGUNAKAN GANJA (CANNABIS SATIVA) PRESPEKTIF HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF DI INDONESIA

    No full text
    ABSTRAK MuhamadAulia’ Ahsan, NIM 17102153007, Analisis terhadap pengobatan menggunakan ganja (Cannabis Sativa) prespektif hokum islam dan hokum positif Indonesia, Jurusan Hukum Islam, IAIN Tulungagung, 2020, Pembimbing: Ahmad Musonnif, M.H.I. Kata kunci: pengobatan ganja (Cannabis Sativa), prespektif hokum islam dan hokum positif di Indonesia. Penelitian ini dilatarbelakangi semakin maraknya pengobatan menggunakan ganja (Cannabis Sativa). Ketidak mampuan Negara menyediakan jaminan kesehatan murah bagi warganegaranya menjadi alasan konkret maraknya kasus penggunaan ganja (Cannabis Sativa) sebagai obat alternative yang murah dan terjangkau dan minimnya pengetahuan tentang aturan hukum yang ada di Indonesia menambah subur bertambahnya kasus ini. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana hokum penggunaan ganja (Cannabis Sativa), 2) Bagaimana penggunaan ganja (Cannabis Sativa) untuk pengobatan dalam prespektif hokum positif di Indonesia. Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Untuk menganalisis hokum penggunaan ganja (Cannabis Sativa) untuk pengobatan dalam pandangan hukum Islam di Indonesia, (2) Untuk mengkaji pengobatan menggunakan ganja bahan ganja (Cannabis Sativa) berdasarkan hukum yang saat ini berlaku di Indonesia. Metode yang digunakan penelitian dalah metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (Library Research). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian berupa observasi dan menelaah dokumen. Sedangkan metode analis data yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif analisis, yaitu menggambarkan data menjelaskan keadaan objek yang diteliti berdasarkan fakta – fakta yang ditemukan di lapangan untuk kemudian dianalisis dengan teori – teori yang telah diperoleh melalui studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Dalam pandangan Islam, penggunaan ganja (Cannabis Sativa) untuk pengobatan merupakan suatu kebolehan. 2) Pengobatan mengguanakan ganja dalam prespektif hukum yang saat ini berlaku di Indonesia merupakan suatu larangan, karena ganja sendiri sampai saat ini masih tergolong kedalam undang – undang tersebut dijelaskan pula bahwa di dalam pasal 8 (1) Narkotika Golongan I dilarang digunakan untuk kepentingan pelayanan kesehatan. (2) Dalam jumlah terbatas, Narkotika Golongan I dapat digunakan untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan untuk reagensia diagnostic, serta reagensia laboratorium setelah mendapatkan persetujuan Menteri atas rekomendasi Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan
    corecore