26 research outputs found
Motivasi Guru dalam Meningkatkan Prestasi Peserta Didik MTs Negeri Turikale Kabupaten Maros
Hasil penelitian, menunjukkan bahwa: 1) Bentuk motivasi guru dalam meningkatkan prestasi peserta didik, yaitu usaha yang dilakukan di dalam kelas, yakni: (a) Memberi motivasi secara langsung (b) Memberi tugas, (c) Mengumumkan hasil ulangan. Usaha yang dilakukan di luar kelas yakni: (a) pengajian rutin (b) pengaktifan shalat berjamaah, (c) ceramah setelah duhur, (d) pesantren kilat, dan (e) Peringatan hari-hari besar Islam. 2) Faktor pendukung dalam meningkatkan prestasi
peserta didik adalah buku-buku paket, gedung dan ruang belajar yang cukup. Sedangkan faktor penghambat adalah kurangnya perhatian, peserta didik terhadap metode mengajar yang kurang bervariasi, sehingga penyampaian informasi yang monoton menimbulkan kebosanan peserta didik serta peningkatan disiplin para peserta didik 3 Upaya yang dilakukan guru dalam mengatasi hambatan tersebut,
memilih dan menetapkan media mana yang akan dimanfaatkan guna mencapai tujuan, guru saat ini begitu disiplin dalam melaksanakan tugasnya, selalu memberikan penghargaan yang tinggi kepada peserta didik serta mengembangkan
minat dan bakat yang dimilikinya
MANAJEMEN DAN KEPEMIMPINAN MADRASAH
Abstract: Management activities covering a broad spectrum, starting from determining organization direction, creating organization activities, encouraging cooperation establishment, as well as supervizing the activities. Management has strategic roles, especially to help the organization meet the goals in utilizing equipment, land, office, product, service, and human relations. Educational leadership at the school level is based on the democratization concept, tasks specialization, authority delegation, professionalism, and tasks integration. Leadership that takes place in educational institutions means running leadership processes that are affecting personnel resources of education. Management and implementation of leadership in Islamic schools (madrassa) are expected to synchronize the various inputs or synergize all components in the learning process among teachers, students and support facilities both inside and outside the classrooms.Abstrak: Aktivitas manajemen mencakup spektrum luas, dimulai dari menentukan arah organisasi, menciptakan kegiatan organisasi, mendorong terbinanya kerjasama, serta mengawasi kegiatan. Manajemen memiliki peranan strategis, terutama untuk membantu pencapaian tujuan dalam mendayagunakan peralatan, lahan, kantor, produk, pelayanan, dan hubungan manusia dalam organisasi. Kepemimpinan pendidikan di madrasah dilandasi konsep demokratisasi, spesialisasi tugas, pendelegasian wewenang, profesionalitas, dan integrasi tugas. Kepemimpinan yang berlangsung pada lembaga pendidikan berarti menjalankan proses kepemimpinan yang sifatnya mempengaruhi sumber daya personel pendidikan. Manajemen madrasah dan pelaksanaan kepemimpinan di madrasah diharapkan mampu mensinkronkan berbagai input atau mensinergikan semua komponen dalam proses pembelajaran, baik antara guru, siswa dan sarana pendukung di kelas dan di luar kelas
Pengaruh Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Terhadap Pencegahan Penggunaan Narkoba pada Peserta Didik SMA di Kota Pare-pare
Pokok masalah penelitian ini adalah bagaimana pengaruh pembelajaran pendidikan Agama Islam terhadap pencegahan penggunaan narkoba pada peserta didik SMA di Kota Parepare. Selanjutnya di breakdown ke dalam beberapa sub- masalah penelitian, yaitu: 1) Bagaimana eksistensi pembelajaran pendidikan Agama Islam pada SMA di Kota Parepare, 2) Bagaimana usaha pencegahan penggunaan narkoba pada peserta didik SMA di Kota Parepare dan 3) Adakah pengaruh pembelar- an pendidikan Agama Islam terhadap pencegahan penggunaan narkoba pada peserta didik SMA di Kota Parepare.
Jenis penelitian yang di gunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan psikologis, keagamaan, pedagogik dan sosiologis. Desain penelitian adalah Regresi Linear Sederhana. Sampel penelitian adalah peserta didik kelas XI SMA jurusan yang berbeda yaitu ilmu pengetahuan alam (IPA) dan ilmu pengetahuan sosial (IPS). Selanjutnya metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dan observasi. Teknik pengolahan dan analisis data adalah analisis statistik deskripsi dan analisis statistik inferensial.
Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Pembelajaran pendidikan Agama Islam pada SMA di Kota Parepare diperoleh nilai rata-rata tinggi (83,29). Namun apabila skor rata-rata dijadikan sebagai batas perolehan, maka perbandingan skor responden yang memperoleh lebih kecil 52,99 % sedangkan nilai di atas rata-rata 47,01 %. Nilai tersebut menunjukkan bahwa eksistensi varibel X adalah baik, dapat mencegah penggunaan narkoba pada peserta didik SMA Kota Parepare. 2) Pencegahan penggunaan narkoba diperoleh nilai rata-rata tinggi (82,00). Namun apabila skor rata-rata dijadikan sebagai batas perolehan maka skor responden yang memperoleh di bawah rata-rata sebanyak 45,17 % sedangkan nilai di atas rata-rata sebanyak 54,83%. Nilai tersebut menunjukkan bahwa penggunaan narkoba dapat tercegah akibat pengaruh variabel X terhadap variabel Y maka dengan demikian usaha pencegahan penggunaan narkoba pada peserta didik SMA di Kota Parepare adalah baik dapat dipengaruhi oleh variabel X. 3) Uji regresi pembelajaran pendidikan Agama Islam terhadap pencegahan penggunaan narkoba pada peserta didik SMA di Kota Parepare berpengaruh signifikan yang ditunjukkan dengan Sig. 0.001 0.05 berarti H1 diterima dan Ho ditolak. Dikatakan demikian karena koefisien Ŷ= 60,343 + 0,266 X. menunjukkan bahwa, bila rentang pembelajaran pendidikan Agama Islam bertambah +1 maka peningkatan pencegahan penggunaan narkoba meningkat sebesar 0,266. Karena itu hipotesis penelitian menyatakan, “terdapat hubungan positif antara variabel X dengan Y” dapat diterima. Selanjutnya koefisien determinasi adalah r²yx, yaitu (0,218)² = dengan 47,52 % yang menunjukkan bahwa variabel X berperan sebesar 47,52 % terhadap variabel Y. Sisanya sebesar 52,48 % ditentukan oleh faktor lain di luar variabel yang terkait penelitian.
Implikasi penelitian ini, adalah: 1) Bagi peserta didik hendaknya meyakini dan berpikir positif bahwa dengan pembelajaran pendidikan Agama Islam dapat mencegah penggunaan narkoba karena terkait dengan pengaruh pengetahuan, pema- haman, dan bimbingan yang diberikan oleh pendidik kepada peserta didik agar ia berkembang secara maksimal sesuai dengan hukum ajaran Islam yaitu melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, maka berdasarkan pengetahuan, pemahaman dan bimbingan tersebut dapat menjadikan tameng dan pelindung, dari penggunaan narkoba yang kian merebak di masyarakat luas. 2) Bagi orang tua hendaknya menjadi teladan yang baik di rumah dan memberikan bimbingan terhadap anak-anaknya untuk meningkatkan kualitas iman dan ketakwaan agar ia terhindar dari penggunaan narkoba, memperhatikan dan mengawasi anaknya terhadap per- gaulan bebas, salah satu cara untuk mencegah keterlibatan penggunaan narkoba dan senantiasa menumbuhkan budaya menjauhi segala larangan, termasuk narkoba dan melaksanakan segala perintah Allah swt. 3) Bagi peneliti berikutnya, hendaknya mengkaji lebih jauh bagaimana pencegahan penggunaan narkoba terhadap peserta didik, selain pendidikan Agama Islam agar lebih berbeda dari penelitian sebelumnya dan bisa menambah pengetahuan dan wawasan lebih luas
Beberapa Pandangan tentang Guru Sebagai Pendidik
Dalam proses belajar mengajar di dunia pendidikan salah satu unsur terpenting di dalamnya adalah seorang guru. Kedudukan guru dalam penyelenggaraan pendidikan berada di garda terdepan. Pengetahuan tentang guru sebagai pendidik, bagi seorang guru, merupakan acuan normatif dalam menumbuhkan kesadaran diri sebagai salah satu dari lima faktor pendidikan yang keberadaannya sangat menentukan jalannya suatu proses pendidikan. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui dan memahami dengan jelas pengertian guru sebagai pendidik, untuk mengetahui pandangan tipologi guru baik mengenai persyaratan, karakteristik dan tugas guru serta untuk mengetahui pandangan multi peran guru yang diembannya. di sekolah dan di luar sekolah. Makalah ini berharap data tersebut dapat digunakan sebagai bahan bacaan mengenai pemahaman guru sebagai pendidik. Guru sebagai pendidik yang tugasnya mengajar, mendidik, dan melatih peserta didik dengan tujuan agar peserta didik tersebut dapat memiliki pengetahuan, keterampilan, akhlak yang mulia dan dapat berpikir secara cerdas. Tipologi guru sebagai pendidik sebenarnya tercermin dari sejumlah persyaratan, ciri dan tugas yang harus dimiliki dan melekat pada seorang guru. Peran ganda guru sangat kompleks dan tidak hanya dimainkan di sekolah, tetapi juga di luar sekolah
KONSEPTUALISASI SISTEM PENDIDIKAN ISLAM: Belajar melalui Masa Keemasannya
Islam had its golden age in the history during the middle age. Progress in many aspects of life was of the clear signs especially that of science and knowledge of various disciplines with the very well known scholars of their time like Al-Kindi, Ibnu Sina, Al-Ghazali, and others. Those days the Muslims did not see the religi-ous and secular knowledge as a dichotomy. The zeal for wisdom was so high that they started many institutes and made such huge efforts to translate the scripts of the ancient Greek’s philosophy. In addition, great vehemence shown by all (the ruler as well as the people) had really become a common oath, which was for the universal glory of Islam
Pangaruh Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Terhadap Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Pada Peserta Didik SMA Di Kota Parepare
: The main focus of this research is the influence of islamic educational learning to prevent the drug abuse among the senior high school students in Parepare city. This is a quantitative research using simple linear regression design. The sample of this research is the eleventh grade students of IPA and IPS. The methods of collecting data is questionnaire. The techniques of data analysis used descriptive and inferential statistics. The results of this research shows that there is a correlation between islamic educational learning and the prevention of drug abuse. The regression test shows that there is a significan influence of islamic educational learning toward the prevention of drug abuse among the high school students at Parepare city shown by the significance value 0.001 < 0.05 and determinant coefficient 47.52
PANGARUH PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TERHADAP PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA PADA PESERTA DIDIK SMA DI KOTA PAREPARE
HUMANS AS PEDAGOGIC CREATURES: Islamic and Western View
Abstract:The essence of human creation in Islamic perspective refers to the text of the Koran in terms of khalaqa (creating) and ja’ala (making). Both elements can grow through the educational process. This perspective points that humans are naturally pedagogical beings with the potential for education. This paper aims at elaborating the essence of humans as pedagogic creatures, both in Islamic and Western views. This study relied on library research for its findings. The information was gathered from a variety of books and papers on the subject. In the Islamic view, the level of education development, along with the pedagogical process that initiates it, involves informal, formal, and non-formal education. However, in the Western view, there are two categories, namely navitism and behaviorism.Abstrak:Hakekat penciptaan manusia dalam perspektif Islam dengan merujuk pada nash Alquran pada istilah khalaqa (menciptakan) dan ja’ala (menjadikan). Kedua unsur itu dapat berkembang melalui proses pendidikan. Perspektif ini menyatakan bahwa manusia secara fithrawi disebut sebagai makhluk paedagogiek dengan potensi untuk dapat dididik dan dapat mendidik. Artikel ini bertujuan untuk memaparkan hakekat penciptaan manusia sebagai makhluk paedagogiek, baik dalam pandangan Islam maupun Barat. Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan. Data pada penelitian ini diambil dari berbagai buku dan artikel yang berkaitan dengan topik tersebut. Dalam pandangan Islam, tingkat perkembangan pendidikan manusia, seiring dengan proses paedagogis yang mengintarinya meliputi pendidikan informal, formal, dan non formal. Sedangkan dalam pandangan Barat, ditemukan dua kategori yaitu paham navitisme dan paham behaviorisme
