91 research outputs found

    TUGAS KASIR DI APARTEMEN PRAXIS SURABAYA

    No full text
    The purpose of this paper is to determine the task of the cashier at the Praxis Apartment Surabaya. The author who also works in the finance department as a cashier makes observations and collects task data from a cashier. The data collected is based on documents obtained from internal apartments. The author concludes that the cashier's job at the Praxis Surabaya Apartment is to manage petty cash, replenish petty cash, receive payments from tenants, accept parking fees, receive cash receipts forms, receive bills, record purchases and make payments, so that the cashier can support operational activities. in accordance with the expectations of the apartment management and guests

    Pendayagunaan Citraan Dalam Teks Syair Surat Kapal Masyarakat Melayu Indragiri Versi Anang Kasim

    No full text
    ABSTRACT The pattern of image application used by poets in a literary work, especially the text of the ship's verse, can affect the quality of the text of the ship's verse. The messages to be conveyed through literary works must be creative so that they appear attractive to read and listen to, so special characteristics and patterns are needed, especially in the field of image itself, to make his work beautiful and attractive. There are many ways to enjoy, understand and appreciate the work of the author, one of which is to study the Utilization of Imagery in Anang Kasim's Version of the Syair Surat Kapal of the Indragiri Malay Community. Therefore, the aim of this study is to analyze and interpret the Utilization of Images in Anang Kasim's Version of the Syair Surat Kapal of the Indragiri Malay Community. This needs to be examined because the existence of a literary work can be seen from how the author packages his work so that he can create its own patterns and styles from the author's side. This research is descriptive with content analysis method. The data of this research are sourced from the book Syair Surat Kapal Masyarakat Melayu Indragiri Karya Dedi Iswanto 2007. The data studied were documented by reading, taking notes, then summarized and grouped based on the pattern of applying images in Anang Kasim's version of Anang Kasim's version of Syair Surat Kapal Surat Melayu Indragiri Community. Based on the author's observations, the text of Anang Kasim's version of the Syair Surat Kapal Melayu Indragiri version has a unique and distinctive pattern of application of imagery utilization seen from the stylistic aspect, namely quality imagery so that readers are able to enjoy and interpret the express and implied meanings of the verse. Keyword: Utilization, Imagery, Syair Letters of the Shi

    PENGEMBANGAN DESA WISATA DAN POTENSINYA DI KABUPATEN PANGANDARAN

    No full text
    ABSTRACTThis research focus is  on tourism activities development by utilizing the high intensity of Pangandaran Beach tourism. This research aim is to build the concept of village tourism which is comprehensively based on Community Based Tourism (CBT). The research method uses qualitative approach and contextual technique of regional development in Pangandaran Regency with the following stages (1) collecting secondary and primary data through field review (2) understanding of regional economic context (3) tourism potential analysis (4) conceptualization of tourism village development. The results showed that the development of tourist villages in Pangandaran Regency is an important step to diversify tourist destinations. The tourism village should have specific tourism objects (e.g: caves, rivers, lakes, plantations and typical rural nature, beaches etc.) and be associated with existing Pangandaran Beach tourism activities as the anchor. The government need to provides support for public infrastructure and facilities, builds a tourism forum network, provides stimulation and facilitation through a competition program to become a serious participation of the community.Keywords : Tourism destination diversification, villages tourism, community based tourism  ABSTRAKPenelitian ini menjadi salah satu upaya untuk membangun konsep desa wisata di Kawasan Pangandaran yang komprehensif berbasis masyarakat dan berkelanjutan. Pendekatan pengembangan dilakukan dengan Community Based Tourism (CBT). Metode penelitian yang digunakan ialah pendekatan kualitatif dan teknik kontekstual pengembangan wilayah di Kabupaten Pangandaran dengan tahapan (1) mengumpulkan data sekunder dan primer melalui tinjauan lapangan (2) pemahaman konteks perekonomian daerah (3) analisis potensi wisata (4) konseptualisasi pengembangan desa wisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan desa wisata di Kabupaten Pangandaran ialah langkah penting untuk diversifikasi destinasi wisata. Desa wisata yang dikembangkan harus memiliki obyek wisata spesifik (misalnya goa, sungai, danau, perkebunan dan alam perdesaan yang khas, pantai dan lain sebagainya) serta dikaitkan dengan dengan kegiatan wisata yang sudah ada sebagai anchor terdekat, yaitu Pantai Pangandaran. Pemerintah memberikan dukungan prasarana dan sarana publik, membangun jejaring forum wisata dan memberikan stimulasi dan fasilitasi pengembangan melalui program kompetisi untuk menjadi kesungguhan partisipasi masyarakat.Kata kunci : Diversifikasi tujuan wisata, desa wisata, community based tourism.</jats:p

    MODEL TERINTEGRASI KAPASITAS DESTINASI WISATA UNTUK BISNIS GOVERNANCE PARIWISATA MENGGUNAKAN FORMULA LITTLE’S LAW

    No full text
    Rebuilding tourism business governance due to the Covid19 pandemic can be started by analyzing the constraints of tourist destinations capacity, including for Indonesia's priority tourist destinations, such as Makassar Raya and its surroundings. This study aims to analyze the capacity of tourist destinations, especially foreign tourists as a source of national foreign exchange. This research approach integrates the carrying capacity of tourism with the quantitative method of Little's Law of operations management. This method measures the flow of tourists within the capacity of tourist destinations, which consists of attractions, amenities and accessibility from the initial arrival of foreign tourists at the airport until they return to their countries.The results of this study indicate that from various aspects of attractions, amenities and accessibility to the capacity of tourist destinations in Makassar Raya and its surroundings, there are bottlenecks at the favorite tourist locations, check-in counters in airports, restaurants & cafes on the weekends. Therefore, in order to increase the capacity of foreign tourist visits, additional capacity is needed for the three kinds of bottleneck.Membangun kembali tata kelola bisnis pariwisata akibat pandemi Covid19 dapat dimulai dengan menganalisis hambatan kapasitas destinasi wisata, termasuk untuk destinasi wisata prioritas Indonesia, seperti Makassar Raya dan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis kapasitas destinasi wisata, khususnya terhadap turis mancanegara sebagai sumber devisa. Pendekatan penelitian ini mengintegrasikan daya dukung pariwisata dengan metode kuantitatif Aliran Little’s Law dalam lingkup manajemen operasi. Metode ini mengukur kelancaran aliran wisatawan dalam daya tampung kapasitas destinasi wisata, yang terdiri dari atraksi, amenitas dan aksesbilitas dari awal kedatangan wisatawan mancanegara di bandara hingga mereka kembali ke negaranya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari berbagai aspek atraksi, amenitas dan aksesbilitas pada kapasitas destinasi wisata di Makassar Raya dan sekitarnya,  terjadi bottleneck pada kapasitas pada lokasi wisata favorit,  bandara, restoran & kafe di akhir pekan. Karena itu untuk meningkatkan kapasitas kunjungan wisatawan mancanegara, maka pada ketiga bottleneck tersebut perlu adanya penambahan kapasitas

    Erratum: BRAID: A Unifying Paradigm for the Analysis of Combined Drug Action

    No full text
    Scientific Reports 6: Article number: 25523; published online: 10 May 2016; updated: 17 May 2018 The original version of this Article contained an error in the indexing of the author Anang A. Shelat. This error has now been corrected.</jats:p

    THE BUSINESS DYNAMIC OF TRADITIONAL MARKET PLACE : DEMAND PREFERENCAE APPROACH

    No full text
    ABSTRACT  The focus of this research is to understand the possibility of changes in the behavior of consumer demand for products in traditional markets, whether caused by internal and external factors. Traditional markets tend to focus on fresh agricultural products (perishable goods), daily and low quality durable goods, while the more modern market focus on  the product packaging factory. In fact the growing type of manufacturing product, less accomodated in the traditional market. Conveniences and other factors are the important key of appeal of the traditional market. If proportion of such as consumers are greater, the the traditional market would experience faster transition into smaller markets and increasing incompetitiveness. Existence of change in traditional markets is a natural, associated  with  the  diversification  and  differention  of  product,  consumera  levvel  of  income, technology, education, land use and changes in consumers lifestyles. Keywords: consumer preference, agricultural products, conveniece market   DINAMIKA BISNIS PADA PASAR TRADISIONAL DARI SISI PERMINTAAN KONSUMEN DENGAN PENDEKATAN DEMAN PREFERENCE ABSTRAK  Fokus dari penelitian ini adalah berupaya memahami kemungkinan perubahan perilaku permintaan konsumen terhadap produk yang ada pada pasar tradisional, baik yang disebabkan oleh faktor internal maupun eksternal yang mempengaruhinya. Pasar tradisional cenderung fokus pada produk pertanian segar (perishable goods) dan sedikit barang tahan lama kualitas biasa hingga rendah, sedangkan pasar modern lebih pada produk kemasan pabrik. Secara faktual jenis produk pabrikan yang semakin berkembang,  kurang terakomodasi  di  pasar tradisional. Kenyamanan  dan ketertiban adalah  kunci penting bagi daya tarik pasar tradisional. Bila proporsi yang tidak sesuai preferensinya semakin besar, maka pasar tradisional akan mengalami transisi lebih cepat menjadi pasar sub masyarakat tertentu saja dan semakin tidak kompetitif. Eksistensi pasar tradisional yang mengalami perubahan adalah hal alamiah, terkait dengan perkembangan diversifikasi dan diferensiasi produk, tingkat pendapatan, teknologi, tingkat pendidikan, perubahan tata guna lahan dan perubahan dalam pola hidup konsumen.  Kata kunci: preferensi konsumen, produk segara pertanian, kenyamanan pasar.</jats:p

    ANALISIS DAN DETERMINAN EFISIENSI SEKTOR KONSTRUKSI DI INDONESIA

    No full text
    The construction sector business, as the backbone of infrastructure development is tend to be in-efficient and burdensome on national infrastructure costs. This study aims to explore the in-efficiency level and its determinants of Construction Sector businesses. Efficiency level is measured by input coefficients of Input-Output Table and use secondary data from Central Statistics Agency in 1995, 1998, 2000, 2003, 2005, 2008,and 2010.The results show, there is in-efficiency in Construction Sector at 2010 and is likely to continue to following years. The dominant source of the in-efficiency is Industrial Sector of Metal Products which provides steel and other metals as main materials in the Construction Sector. The petroleum refining industry that produces fuel accelerates the increase construction costs. The single national price policy of fuel is a instant step to reduce the negative impact of in-efficiency in Construction Sector. Sektor bisnis konstruksi yang menjadi tulang punggung pembangunan infrastruktur menunjukkan gejala in-efisiensi dan membebani biaya infrastruktur nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecenderungan tingkat in-efisiensi tersebut dan menggali determinan in-efisiensi yang dihadapi oleh bisnis pada sektor konstruksi. Tingkat efisiensi diukur dengan Koefisiensi Input pada Tabel Input-Output dan menggunakan data sekunder dari Badan Pusat Statistik tahun 1995,1998,2000,2003,2005,2008, dan 2010.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sektor Konstruksi mengalami in-efisiensi pada akhir tahun 2010 dan cenderung akan terus mengalami in-efisiensi pada tahun berikutnya. Sumber in-efisiensi terbesar berasal Sektor Industri Barang dari Logam yang menyediakan kebutuhan baja dan logam lainnya yang digunakan sebagai material penting Sektor Konstruksi. Industri pengilangan minyak bumi yang menghasilkan BBM turut mempercepat kenaikan biaya konstruksi. Kebijakan satu harga nasional menjadi langkah cepat untuk mengurangi dampak negatif in-efisiensi pada Sektor Konstruksi

    Prioritas Daerah Pembangunan Menggunakan Indeks Komposit di Jawa Barat

    No full text
    Ketimpangan pembangunan antar daerah adalah tantangan utama dalam kebijakan pembangunan. Penentuan prioritas pembangunan yang tepat menjadi kunci untuk mengatasi ketimpangan ini. Penelitian ini menghadirkan pengembangan dan penerapan Indeks Komposit Prioritas Pembangunan Daerah di Provinsi Jawa Barat sebagai alat evaluasi yang relevan. Metodenya melibatkan pengumpulan data dari sejumlah indikator pembangunan, termasuk Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), persentase penduduk miskin, dan Gini Rasio. Hasil analisis menunjukkan bahwa indeks komposit ini memberikan gambaran yang jelas tentang tingkat prioritas pembangunan di berbagai daerah provinsi. Hasil dari indeks komposit membagi daerah-daerah menjadi tiga tingkat prioritas: tinggi, menengah, dan rendah. Hal ini membantu Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam merancang kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran. Daerah dengan prioritas tinggi menunjukkan kebutuhan mendesak untuk pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sementara itu, daerah dengan prioritas menengah dan rendah menunjukkan ruang untuk peningkatan yang lebih baik dalam pembangunan mereka. Penelitian ini juga menyoroti peran infrastruktur dalam percepatan pembangunan, terutama di daerah-daerah dengan prioritas tinggi. Fokus pada pengembangan infrastruktur dasar, seperti irigasi, air bersih, sanitasi, dan transportasi, menjadi kunci dalam upaya pemerataan pembangunan. Pendekatan berbasis ilmiah dan teknoratik digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih rasional dan objektif dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah

    EVALUASI INPUT DAN PROSES PROGRAM BADAN USAHA MILIK DESA

    No full text
    Pengembangan perekonomian di tingkat desa merupakan aspek yang sangat penting dalam upaya mensejahterakan masyarakat. Program badan usaha milik desa merupakan inisiatif dari pemetintah untuk mensejahterakan masyarakat. Permasalahan muncul dari berbagai aspek yang terkait dengan optimalisasi program badan usaha milik negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi pada level input dan proses dengan menggunakan model Context, Input, Process, dan Product (CIPP). Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode desktiptif di desa Karanganyar dan Cigondewah Hilir, teknik pengambilan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi, serta analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program BUMDesa sudah memiliki pedoman untuk organisasi pengelola, modal & kegiatan usaha, dan penggunaan & pembagian sisa hasil usaha berdasarkan AD & ART dan program yang dilakukan telah diimplementasikan oleh pada stakeholder di tingkat desa

    Analisis Manajemen Operasional Perusahaan Multinasional (PT Nestle Indonesia)

    No full text
    Untuk memenuhi dan mewujudkan tujuan atau visi perusahaan, maka setidaknya ada tiga fungsi dasar manajemen yang harus diimplementasikan pada sebuah perusahaan, yaitu fungsi pemasaran, fungsi operasional, dan fungsi keuangan. Ketiga fungsi tersebut merupakan aspek utama di sebuah perusahaan atau industri demi keberlangsungan hidup perusahaan. Manajemen operasional sendiri merupakan sebuah fungsi manajemen yang utama dalam sebuah perusahaan. Manajemen operasi ini telah berkembang pesat sebab kemajuan teknologi dan munculnya inovasi baru yang telah diterapkan dalam praktik bisnis. Metode yang digunakan pada penelitian adalah literature review. Hasil dari penelitian ini adalah Manajemen&nbsp; operasional&nbsp; merupakan&nbsp; fungsi&nbsp; manajemen&nbsp;&nbsp;&nbsp; yang&nbsp; sangat&nbsp; pokok&nbsp; bagi&nbsp; sebuah perusahaan&nbsp; apapun,&nbsp; salah&nbsp; satunya&nbsp; adalah&nbsp; PT.&nbsp; Nestle Indonesia&nbsp; yang&nbsp; memiliki&nbsp; strategi&nbsp; untuk bersaing&nbsp; untuk&nbsp; mencapai&nbsp; dan&nbsp; memperoleh&nbsp; tujuan.&nbsp; PT Nestle Indonesia&nbsp; juga&nbsp; memiliki&nbsp; strategi yang&nbsp; kunci&nbsp; utamanya&nbsp; adalah mengembangkan&nbsp; produk&nbsp; baru&nbsp; dan&nbsp; tepat&nbsp; guna.&nbsp; Selain&nbsp; faktor&nbsp; dari&nbsp; keunikan&nbsp; produk,&nbsp; perusahaan&nbsp; yang mempunyai kelebihan dalam bersaing juga menerapkan strategi marketing mix yang melingkupi harga yang&nbsp; bisa&nbsp; besaing,&nbsp; tempat&nbsp; atau&nbsp; lokasi&nbsp; yang&nbsp; strategis,&nbsp; dan&nbsp; promosi&nbsp; yang&nbsp; memadai. Supply Chain Management (SCM) adalah suatu konsep atau mekanisme untuk meningkatkan produktivitas total perusahaan dalam rantai suplai melalui optimalisasi waktu, lokasi dan aliran kuantitas bahan. Manufakturing, dalam penerapan supply chain management (SCM), perusahaan-perusahaan diharuskan mampu memenuhi kepuasan pelanggan, mengembangkan produk tepat waktu, mengeluarkan biaya yang rendah dalam bidang persediaan dan penyerahan produk, mengelola industri secara cermat dan fleksibel
    corecore