AdBispreneur
Not a member yet
128 research outputs found
Sort by
PENGUATAN KINERJA USAHA PADA UMKM: PERAN KNOWLEDGE OF FINANCIAL STATEMENTS DAN ENTREPRENEURIAL ORIENTATION
This research aims to test and analyze the influence of knowledge of financial statements and entrepreneurial orientation on the performance of MSMEs in Banyuwangi Regency. The data used in this study are primary data with a sample size of 150 collected by distributing questionnaires to MSME actors. The data obtained were then processed using SmartPLS4 software. The research results show that knowledge of financial statements and entrepreneurial orientation significantly influence the performance of MSMEs in Banyuwangi Regency. Entrepreneurial orientation has the most dominant influence on the improvement of MSME performance in Banyuwangi Regency. Knowledge of financial statements and entrepreneurial orientation play an important role in improving the performance of MSMEs. This is because a deep understanding of financial statements helps business owners in Banyuwangi Regency identify financial problems and growth opportunities. Likewise, the right understanding and attitude help SMEs face challenges, make better decisions, identify opportunities, and ultimately achieve better and sustainable growth.Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisi pengaruh knowledge of financial statements dan entrepreneurial orientation terhadap kinerja UMKM di Kabupaten Banyuwangi. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dengan ukuran sampel 150 yang dikumpulkan dengan cara menyebar kuesioner kepada pelaku UMKM. Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan software SmartPLS4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa knowledge of financial statements dan entrepreneurial orientation berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja UMKM di Kabupaten Banyuwangi. Entrepreneurial orientation memiliki pengaruh paling dominan terhadap peningkatan kinerja UMKM di Kabupaten Banyuwangi. Pengetahuan tentang laporan keuangan maupun orientasi kewirausahaan memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja usaha UMKM. Hal ini dikarenakan pemahaman yang mendalam tentang laporan keuangan membantu pemilik usaha di Kabupaten Banyuwangi mengidentifikasi masalah finansial dan peluang pertumbuhan. Begitupun pemahaman dan sikap yang tepat membantu UMKM menghadapi tantangan, mengambil keputusan yang lebih baik, mengidentifikasi peluang, dan akhirnya mencapai pertumbuhan yang lebih baik dan berkelanjutan
PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN DAN UMUR PERUSAHAAN TERHADAP PENGUNGKAPAN INTELLECTUAL PADA PERUSAHAAN KEUANGAN DI BURSA EFEK INDONESIA
This research aims to examine the influence of company size and age on the disclosure of intellectual capital. The population in this study consists of financial companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) in 2016, totaling 55 companies. The sample in this study consists of 36 financial companies. The sample was taken using purposive sampling. The analysis technique used is multiple regression analysis. The results of the analysis show that company size significantly affects intellectual capital disclosure. Meanwhile, the company's age does not affect intellectual capital disclosure.Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti pengaruh ukuran perusahaan dan umur perusahaan terhadap pengungkapan intellectual capital. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2016 yaitu sebanyak 55 perusahaan. Sampel pada penelitian ini adalah 36 perusahaan keuangan. Sampel diambil dengan menggunakan purposive sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa ukuran perusahaan, berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan intellectual capital. Sedangkan umur perusahaan tidak berpengaruh terhadap pengungkapan intellectual capital
PENGARUH PENDIDIKAN DAN PENDAPATAN TERHADAP LITERASI KEUANGAN SYARIAH PADA MASYARAKAT JATINANGOR
This research aims to determine the effect of education and income on the level of financial literacy of Islamic banking in the Jatinangor community. The method used in this study is a quantitative approach. Data collection techniques include literature study, distribution of questionnaires, and interviews. A sample of 100 individuals was obtained using simple random sampling techniques. The analytical techniques employed are descriptive statistical analysis and multiple linear regression. The analysis results indicate a significant effect of education and income on Islamic financial literacy. The conclusion of this study is that both education and income, both simultaneously and partially, influence Islamic financial literacy in the Jatinangor community. Education and income both have a positive effect on financial literacy.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan dan pendapatan terhadap tingkat literasi keuangan perbankan syariah pada masyarakat Jatinangor. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dengan studi literatur, penyebaran kuesioner, dan wawancara. Sampel diperoleh sebanyak 100 orang dengan menggunakan teknik simple random sampling. Teknik analisis digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan regresi linear berganda. Hasil analisis menunjukkan adanya pengaruh signifikan dari pendidikan dan pendapatan terhadap literasi keuangan syariah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pendidikan dan pendapatan baik secara simultan maupun parsial berpengaruh terhadap literasi keuangan syariah pada masyarakat Jatinangor. Pendidikan dan pendapatan sama-sama memiliki pengaruh positif terhadap literasi keuangan
PENGARUH VARIABEL MAKROEKONOMI DAN COVID-19 TERHADAP VOLATILITAS RETURN SAHAM DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE MARET 2017 – APRIL 2023
Volatility in the form of fluctuations in the returns of a security or portfolio in a certain period predicts risk. Volatility prediction has an essential influence on investment decision-making. This study aims to determine and study the impact of macroeconomic variables and COVID-19 on the volatility of stock returns on the Indonesia Stock Exchange (IDX). This study used a quantitative approach. The data used is monthly data from January 2017 to April 2023. The data analysis method uses multiple linear regression. Macroeconomic variables, namely interest rates, exchange rates, inflation, and Covid-19, together affect the volatility of stock returns on the IDX. Partially, inflation and interest rates have a negative and significant effect on the volatility of stock returns on the IDX. Exchange rates have a positive and significant impact on stock return volatility. The COVID-19 coefficient has a negative and significant effect, meaning that, on average, there is a difference in stock return volatility before and after COVID-19, where stock return volatility after COVID-19 is lower than before.Volatilitas berupa fluktuasi dari return– return suatu sekuritas atau portofolio dalam suatu periode tertentu memprediksi risiko. Prediksi volatilitas memiliki pengaruh yang penting dalam pengambilan keputusan investasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh variabel makroekonomi dan COVID-19 terhadap volatilitas return saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan berupa data bulanan dari Januari 2017 hingga April 2023. Metode analisis data menggunakan regresi linier berganda. Variabel makro ekonomi yaitu tingkat bunga, nilai tukar, inflasi, Covid-19 secara bersama sama mempengaruhi volatilitas return saham di BEI. Secara parsial inflasi dan tingkat bunga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap volatilitas return saham di BEI. Nilai tukar berpengaruh positif dan signifikan terhadap volatilitas return saham. Koefisien Covid-19 berpengaruh negatif dan signifikan, berarti secara rerata terdapat perbedaan volatilitas return saham sebelum dan setelah Covid-19, di mana volatilitas return saham setelah Covid-19 lebih rendah dibandingkan sebelum
KETERIKATAN KOMUNITAS DALAM SEBUAH BISNIS KOMUNITAS: STUDI KASUS MENGENAI KOMUNITAS PERTANIAN JATINANGOR URBAN FARMING DAN FORUM KOMUNIKASI GUNUNG GEULIS
Why would someone join a community business? This article aims to explain the existence of community businesses in agriculture in Jatinangor and the attachment of farmers in Jatinangor to the agricultural community business. The concepts used are community business and sense of community. The method used is a qualitative case study. This article finds that Jatinangor Urban Farming (JUF) and Gunung Geulis Communication Forum (FKGG) are community businesses engaged in agriculture in Jatinangor. With distinctive characteristics, farmers who join JUF and FKGG have community attachments based on four things: membership bonds, influence from the community, unity, and fulfillment of common needs, and mutual emotional relationships.Mengapa seseorang bergabung dalam sebuah bisnis komunitas ? Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan eksistensi bisnis komunitas dalam bidang pertanian di Jatinangor dan keterikatan para petani di Jatinangor ke dalam bisnis komunitas pertanian tersebut. Konsep yang dipergunakan adalah bisnis komunitas dan keterikatan komunitas. Metode yang dipergunakan adalah kualitatif studi kasus. Artikel ini menemukan bahwa Jatinangor Urban Farming (JUF) dan Forum Komunikasi Gunung Geulis (FKGG) merupakan bisnis komunitas yang bergerak dalam bidang pertanian di Jatinangor. Dengan karakteristik yang khas, para petani yang bergabung dengan JUF dan FKGG memiliki keterikatan komunitas berdasarkan empat hal, yakni: ikatan keanggotaan, pengaruh dari komunitas, adanya penyatuan dan pemenuhan kebutuhan bersama, serta adanya hubungan emosional bersama
PENGARUH ENVIRONMENTAL CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY, GREEN ADVERTISING, DAN GREEN PACKAGING TERHADAP PURCHASE INTENTION DENGAN BRAND IMAGE SEBAGAI VARIABEL MEDIASI
Increased public awareness of the surrounding environment affects people's lifestyles, as people become more interested in purchasing environmentally friendly products. This study aimed to determine the effect of ECSR, green advertising, and green packaging on the AQUA bottled drinking water brand in Indonesia, specifically on purchase intention through the mediation of the brand image variable. To conduct this study, a quantitative approach was employed, utilizing an online survey with 141 respondents. The data was processed using the SEM PLS (Structural Equation Modeling – Partial Least Square) method in Smart PLS version 3. The results indicated that ECSR and green packaging had a positive impact on brand image, and the dependent variable, purchase intention, positively influenced brand image. Peningkatan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan sekitar mempengaruhi gaya hidup masyarakat. Masyarakat cenderung semakin tertarik untuk membeli barang-barang yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ECSR, green advertising, green packaging pada brand air minum dalam kemasan di Indonesia terhadap niat beli/ purchase intention melalui mediasi variabel brand image. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei online yang dilakukan kepada 141 responden secara keseluruhan dan data tersebut diolah menggunakan metode structural equation modelling (SEM) dengan aplikasi SmartPLS versi 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ECSR, green packaging berpengaruh positif terhadap brand image, dan purchase intention sebagai variabel terikat mendapatkan pengaruh positif dari brand image.
MODEL PENGEMBANGAN PROGRAM WIRAUSAHA BARU BERKELANJUTAN SEKTOR PERTANIAN DI KOTA TASIKMALAYA
The New Entrepreneurship Program (WUB) will be implemented over a period of five years (2018-2022) at the Tasikmalaya City regional apparatus covering various fields including the agricultural sector. The success of the WUB program can determine the sustainability of the program. The purpose of this research is: (1) to determine the success of the new agricultural sector entrepreneur program in Tasikmalaya City, (2) to analyze the factors that influence the success and sustainability of the agricultural sector new entrepreneur program in Tasikmalaya City, and (3) formulate a development model for sustainable new entrepreneur program agriculture sector in Tasikmalaya City. This research method uses a survey method. The method used to analyze the success rate of the WUB program in the agricultural sector is the average score on the dimensions of program success, factor analysis of measurement models, and structural models using the SEM Warp-PLS model. This shows the success rate of the agricultural sector WUB program in Tasikmalaya City as a whole the dimensions are 82.48% including the successful category. The characteristics of the actors and supporting institutions influenced the success and sustainability of the WUB program. The success of the WUB program is a mediating variable for the influence of supporting institutions on the sustainability of the WUB program. The model for developing a sustainable new entrepreneurial program for the agricultural sector in Tasikmalaya City can be realized in a synergistic penta helix model. Program Wirausaha Baru (WUB) dilaksanakan dalam kurun lima tahun (2018-2022) pada perangkat daerah Kota Tasikmalaya meliputi berbagai bidang termasuk sektor pertanian. Keberhasilan program WUB dapat menentukan keberlanjutan program tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui keberhasilan program wirausaha baru sektor pertanian di Kota Tasikmalaya, (2) menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan dan keberlanjutan program wirausaha baru sektor pertanian di Kota Tasikmalaya, dan (3) merumuskan model pengembangan program wirausaha baru berkelanjutan sektor pertanian di Kota Tasikmalaya. Metode penelitian ini menggunakan metode survei. Metode yang digunakan untuk mengetahui tingkat keberhasilan program WUB sektor pertanian dengan metode rata-rata skor pada dimensi keberhasilan program, analisis faktor model pengukuran dan model struktural menggunakan permodelan SEM Warp-PLS. Hasil penelitian menunjukkan tingkat keberhasilan program WUB sektor pertanian di Kota Tasikmalaya secara keseluruhan dimensi sebesar 82,48% termasuk kategori berhasil. Karakteristik pelaku dan kelembagaan pendukung berpengaruh terhadap keberhasilan dan keberlanjutan program WUB. Keberhasilan program WUB merupakan variabel mediasi pengaruh kelembagaan pendukung terhadap keberlanjutan program WUB. Model pengembangan program wirausaha baru berkelanjutan sektor pertanian di Kota Tasikmalaya dapat diwujudkan dalam model penta helix secara sinergis
KEBERLANJUTAN BISNIS PARIWISATA KABUPATEN BANDUNG BARAT MELALUI SINERGITAS PENTA-HELIX DI ERA NEW NORMAL
Tourism business is one of the leading sectors of West Bandung Regency (KBB) which is highly dependent on human movement. Meanwhile, the covid-19 pandemic has fundamentally changed human life by encouraging the emergence of a new paradigm known as the 'new normal'. Therefore, this research aims to analyze the synergy of Penta-helix actors in the sustainability of the KBB tourism business sector in the new normal era. Qualitative methods with case studies were used to provide comprehensive results of the research phenomenon. Furthermore, the process of various information through qualitative narrative and content analysis. The research findings of the government became the central actor. Synergy produces gradual tourism business development, safe tourist destinations, CHSE tourism adaptation movements in the new normal era, vaccine tourism, and utilization of technological innovation through the pedulilindung application. The synergy of Penta-helix elements plays a good role in the sustainability of KBB tourism by providing a positive impact according to different capabilities and authorities.Bisnis pariwisata merupakan salah satu sektor unggulan Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang sangat bergantung pada pergerakan manusia. Sementara itu, peristiwa pandemi covid-19 telah mengubah kehidupan manusia secara fundamental dengan mendorong munculnya paradigma baru yang dikenal sebagai 'new normal'. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis sinergitas aktor-aktor Penta-helix dalam keberlanjutan sektor bisnis pariwisata KBB di era new normal. Metode kualitatif dengan studi kasus digunakan untuk memberikan hasil dari fenomena penelitian secara komprehensif. Selanjutnya, proses berbagai informasi melalui analisis naratif dan konten kualitatif. Temuan penelitian pemerintah menjadi aktor sentral. Sinergitas menghasilkan pengembangan bisnis pariwisata secara bertahap, destinasi wisata yang aman, gerakan adaptasi pariwisata CHSE di era new normal, vaccine tourism dan pemanfaatan inovasi teknologi melalui aplikasi pedulilindungi. Sinergitas unsur Penta-helix memegang peranan baik dalam keberlanjutan pariwisata KBB dengan memberikan dampak positif sesuai kapabilitas dan kewenangan yang berbeda-beda.
PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN DAN PROFITABILITAS TERHADAP PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN LINGKUNGAN PERUSAHAAN
This study aims to determine the effect of company size and profitability on social and environmental responsibility disclosure in food and beverage subsector companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2018 – 2019. The method used in this study is a quantitative method with an explanatory type of research—statistical test analysis using panel data regression analysis. The results of this study indicate that the variables of company size and profitability significantly affect the disclosure of corporate social and environmental responsibility simultaneously. Company size variables negatively influence corporate social and environmental responsibility disclosure. Meanwhile, profitability does not affect corporate social and environmental responsibility disclosure.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran perusahaan dan profitabilitas terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial dan lingkungan di perusahaan subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2018 – 2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatif. Analisis uji statistik menggunakan analisis regresi data panel. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa variabel ukuran perusahaan dan profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan secara simultan. Variabel ukuran perusahaan memiliki pengaruh negatif terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan. Sedangkan, profitabilitas tidak berpengaruh terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP STRATEGI BISNIS HIJAU MELALUI DIGITAL TRANSFORMASI
Researchers have long recognized the significance of organizational culture shifts toward digital transformation and green business strategies. As a result, this research aims to determine how much organizational culture influences green business strategy through digital transformation. This study is based on a quantitative technique with a correlational design. A questionnaire was used to gather data from 108 university alumni 2000 respondents still working as employees or business owners. SEM-PLS analyzes the data by testing the outer and inner models. The results prove the theory. The results are 1) organizational culture has no impact on green organizational strategy. 2) Organizational culture has a large impact on digital change. 3). Digital transformation has a major impact on green business strategy. 4). Organizational culture significantly impacts green business strategy via digital transformation. The novel aspect of this study is that organizations must be able to change their culture in order to capitalize on the possibilities provided by digital transformation. As digitalization accelerates, digital transformation can assist businesses in implementing a green business.Para peneliti telah lama menyadari pentingnya pergeseran budaya organisasi menuju transformasi digital dan strategi bisnis hijau. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh budaya organisasi terhadap strategi bisnis hijau melalui transformasi digital. Penelitian ini didasarkan pada teknik kuantitatif dengan desain korelasional dengan menggunakan SEM-PLS. Kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data dari 108 responden alumni universitas Angkatan 2000 yang masih bekerja sebagai karyawan atau pemilik usaha. Hasilnya adalah 1). Budaya organisasi tidak berpengaruh terhadap strategi organisasi hijau; 2) Budaya organisasi berdampak besar pada perubahan digital; 3). Transformasi digital berdampak besar pada strategi bisnis hijau; 4). Budaya organisasi secara signifikan memengaruhi strategi bisnis hijau melalui transformasi digital. Aspek baru dari penelitian ini adalah bahwa organisasi harus mampu mengubah budaya mereka untuk memanfaatkan kemungkinan yang disediakan oleh transformasi digital. Seiring percepatan digitalisasi, transformasi digital dapat membantu bisnis dalam menerapkan bisnis hijau