1,720,994 research outputs found

    KEPEMIMPINAN WANITA (STUDI PERBANDINGAN ANTARA PERSPEKTIF MUFFASIR DAN FEMINIS MUSLIM)

    No full text
    Penelitian ini mengkaji Kepemimpinan Wanita Studi Perbandingan Antara Perspektif Muffasir Dan Feminis Muslim dan pendidikan agama islam. Diantara kaum yang tertindas di dunia ini adalah kaum wanita yang berada di urutan teratas. Salah satu aspek tertindasnya yaitu adanya pemahaman yang melarang wanita menjadi pemimpin.pada dasarnya masalah yang sering dijadikan lahan empuk untuk menggugat Islam dalam hal kesetaraan antara kaum wanita dan laki-laki adalah masalah kepemimpinan. Bila dilihat sekarang ini, banyak kaum wanita yang cakap dan mahir dalam dunia kepemimpinan. Penelitian ini brtujuan melihat kepemimpinan wanita dalam pandangan mufasir, feminis muslim, dan pendidikan agama islam. Jenis pendekatan penelitian ini adalah penelitian kepustakaan. Dengan penelitian ini berhadapan langsung dengan teks atau data angka, bukan dengan lapangan atau saksi mata (eyewitness), berupa kejadian, orang atau benda-benda lain. juga data bersifat siap pakai (readymade), artinya peneliti tidak pergi kemana-mana, kecuali hanya berhadapan langsung dengan sumber yang sudah ada di perpustakaan, serta data diperpustakaan umumnya adalah sumber data sekunder, dalam arti bahwa peneliti memperoleh data dari tangan kedua bukan asli dari tangan pertama dilapangan.Dengan hasil penelitian (1) Kepemimpinan Wanita dalam bahwa Perspektif Muffasir. bahwa para mufasir berpandangan bahwa tidak ada larang bagi para wanita yang ingin mengabdikan diri dalam ranah kepemimpinan dengan dibuktikan beberapa penafsiran di atas bahwa wanita boleh menjadi pemimpin dalam ranah tertinggi akan tetapi tidak boleh melupakan kondisi dan posisi kodrat sebagai seorang wanita. Serta harus memiliki nilai-nilai kepemimpinan yang memadai.(2) Kepemimpinan Wanita dalam Perspektif Feminis Muslim. semua produk hukum dalam masyarakat harus mengacu pada prinsip keadilan dan kesetaraan. Tentang kepemimpinan perempuan kehadiran perempuan dalam panggung politik. Tidak semata demi kepentingan perempuan melainkan demi keadilan sosial dan kemanusiaan demi mewujudkan keadilan dan kemaslahatan manusia. Lebih lanjut hal yang paling esensial dalam kepemimpinan adalah kemampuan dan intelektualitas, dua hal yang dapat dimiliki oleh siapa saja baik laki-laki maupun perempuan. (3) Kepemimpinan Wanita dalam Perspektif pendidikan agama islam. Dalam kaitannya kepemimpinan wanita dalam pandangan pendidikan agama islam sedikit berbeda dengan pandangan mufasir dan feminis muslim dalam melihat kepemimpinan wanitaKata Kunci        :  Kepemimpinan Wanita, Muffasir, Feminis Muslim, pendidikan agama islam

    PENCIPTAAN ALAM SEMESTA MENURUT PARA MUFFASIR DAN ASTRONOM

    No full text
    Dalam artikel ini akan membahas Penciptaan Alam Semesta menggunakan perspektif dari para muffasir dan astronom. Al-Qur’an dan Hadits menjadi landasan utama dalam menjadi sumber ilmu bagi kaum muslimin. Segala sumber ilmu terungkap dari ayat-ayat al-Qur’an termasuk juga tentang penciptaan alam jagat raya ini, meskipun hanya berupa garis besarnya saja. Banyak sekali pembahasan dan sub-sub yang dibahas didalamnya. Al-Qur’an menyebutkan bahwa bumi diciptakan dari langit berasap dalam empat fase berturut-turut, sementara pembentukan langit asap dalam bentuk tujuh lapis langit tercipta dalam dua fase. Sedangkan penghamparan bumi terjadi dengan arti terciptanya masing lapisan atmosfirnya, air, dan batu-batuan karangnya. Banyak teori yang muncul berabad-abad kemudian dalam pembahasan penciptaan alam semesta dan sistem tata surya ini. Salah satu teori yang paling berpengaruh dan dipercaya hingga saat ini adalah teori big-bang. Para astronom modern berkeyakinan, bahwa penciptaan elemen dalam alam semesta, terjadi dalam dua fase secara berturut-turut. Pada fase pertama terbentuk elemen ringan langusng setelah terjadinya ledakan besar alam semesta. Pada fase kedua, terbentuk elemen berat ditambah dengan kuantitas baru sebagian besar elemen ringan.   Keywords: Penciptaan Alam Semesta, astronom, muffasir dan al-Qur’a

    MAKNA MATÂ’ AL GHURÛR MENURUT MUFFASIR DAN RELEVANSINYA DENGAN KEHIDUPAN MODERN SKRIPSI

    Full text link
    Penelitian ini membahas mengenai makna matâ’ al ghurûr menurut muffasir dan relevansinya dengan kehidupan modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna matâ’ al ghurûr menurut muffasir dan untuk mengetahui relevansi matâ’ al ghurûr dengan kehidupan modern. Penulis mengangkat masalah ini karena sedikitnya ilmu pengetahua umat Islam tentang makna matâ’ al ghurûr dan membuatnya tergila-gila akan kehidupan dunia dan melupakan kehidupan akhirat, terlebih lagi dalam kehidupan modern ini. Penelitian ini terdapat dua rumusan masalah yaitu pertama, makna matâ’ al ghurûr menurut muffasir. Kedua, relevansi matâ’ al ghurûr dengan kehidupan modern. Skripsi ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dan metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tematik (maudhu’i). Data-data yang terkait dalam penelitian ini disajikan dengan teknik analisis, yaitu dengan menjelaskan ayat dan surah yang berhubungan dengan merujuk pada al Qur’an sebagai data primer dan buku-buku literatur yang berkaitan sebagai data sekunder. Matâ’ al ghurûr adalah segala sesuatu yang menyenangkan yang ada di dunia, yang membuat manusia tertipu akan dunia dan membuat manusia yang lalai dari kehidupan akhirat. Penafsiran Ibnu Katsir, al Qurthubi, as Sa’di dan Hamka tentang ayat matâ’ al ghurûr tidak terdapat kontradiktif, mereka sepakat bahwa kehidupan di dunia ini hanyalah kesenangan yang menipu, yang menipu siapa saja yang cendrung kepadanya. Sesungguhnya manusia yang tertipu oleh kehidupan dunia dan dibuatnya terkagum-kagum, sehingga ia meyakini bahwasanya tidak ada kehidupan setelah kehidupan di dunia, padahal sesungguhnya dunia ini sangtalah hina dan sangat kecil dibandingkan dengan kehidupan akhirat Skripsi ini juga mengkaji tentang relevansi matâ’ al ghurûr dengan kehidupan modern. Salah satu faktor yang menyebabkan manusia tertipu oleh kehidupan dunia atau matâ’ al ghurûr di zaman sekarang adalah modernisasi. Apabila manusia tidak dapat memanfaatkan modernisasi dengan baik, maka ia akan dibuat lalai dari beribadah kepada Allah dan disibukkan oleh urusan dunia

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist

    No full text
    We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
    corecore