1,724,599 research outputs found
Metodologi tafsir KH. Muchtar Adam
KH. Muchtar Adam adalah seorang mubaligh, ulama, cendekiawan, sekaligus pendiri dan pimpinan umum Pondok Pesantren Al-Qur’an Babussalam. Beliau dikenal karena pemikirannya tentang ma‘rifatullâh dalam menguraikan kandungan Alquran. Karena menurut beliau inti dari dari agama Islam adalah ma‘rifatullâh, sehingga dengan prinsip ma‘rifatullâh kita dapat meraih nikmat beragama, dan dapat memahami tujuan hidup kita yaitu untuk beribadah kepada Allah. Artikel ini berusaha untuk melakukan penelusuran terhadap metodologi pada buku tafsir karya KH. Muchtar Adam. Artikel ini menggunakan metode deskriptif terhadap buku-buku tafsir karya KH. Muchtar Adam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa KH. Muchtar Adam dalam buku tafsirnya menggunakan sumber Tafsîr bi al-Ma’tsûr, dari segi metodenya menggunakan metode maudhû‘i dan corak penafsirannya beliau menggunakan corak tasawuf, corak lughâwî, corak fiqh, corak adâb wal ijtimâ’i
Meretas jalan menuju ma'rifatullah
Buku ini selain mengulas perjalanan hidup Muchtar Adam, gera klangkah perjuangannya, juga menyampaikan beberapa buah pemikirannya mengenai berbagai aspek untuk kemajuan ummat dan agama. Dikupas pula berbagai hal yang dapat mengantarkan pembaca untuk lebih dalam mengenal sosok Muchtar Ada
Peran kh. Muchtar thabrani dalam mengembangkan islam di bekasi 1950 - 1971
Skripsi ini meneliti tentang peran KH. Muchtar Thabrani dalam mengembangkan Islam di Bekasi dari tahun 1950-1971. Dalam merekonstruksi skripsi ini, penulis menggunakan metode analytical history, berupa kajian pustaka, wawancara, dan observasi langsung kepada sumber-sumbernya. Setelah dilakukan kajian dan penelitian dengan metode tersebut, dapat diketahui bahwa KH. Muchtar Thabrani telah memberikan peran yang begitu besar dalam memajukan Islam di Kalibang Nangka dan sekitarnya. Salah satu respon yang di lakukan oleh KH. Muchtar Thabrani di antaranya dengan dakwah, mendirikan pesantren, majelis Taklim, mendirikan NU di Bekasi. Dalam hal ini, penulis menemukan bahwa KH. Muchtar Thabrani masuk dalam ulama Betawi abad 20 dan memiliki garis geneologi intelektual dengan ulama sebelumnya. Beliau termasuk orang yang besar, tapi tidak ada yang meneliti beliau. Untuk itu penulis ingin mengetahui bagaimana peran KH. Muchtar Thabrani dalam mengembangkan Islam di kampung Kaliabang Nangka, Perwira, Bekasi Utara dari tahun 1952-197
Aktivitas dakwah K.H. Muchtar Adam di Pondok Pesantren Babussalam tahun 1981-2018
INDONESIA :
Muchtar Adam merupakan seorang pendakwah kelahiran Benteng Selayar Sulawesi Selatan, beliau merupakan ulama yang dikenal dengan selogan dakwahnya bahwa dakwah kedah kahartos karaos, dengan gagasan nya inilah dakwah beliau sukses dapat mudah diterima oleh para jamaahnya, selain itu dengan aktivitas dakwah yang dilakukannya beliau mampu membuat perubahan dimasyarakat khususnya Ciburial Dago baik agama, ekonomi, pendidikan dan sosial.
Dari permasalahan tersebut dapat dikemukakan pertanyaan, pertama bagaimana biografi dari K.H Muchtar Adam? Kedua,bagaimana aktivitas dakwah K.H Muchtar Adam di Pondok Pesantren Babussalam dariTahun 1968-2018.
Penelitian ini betujuan untuk mengetahui biografi dari K.H Muchtar Adam, dan aktivitas dakwah K.H Muchtar Adam di Pondok Pesantren Babussalam Tahun 1968-2018.
Metode penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah yang dalam pelaksanaanya dilakukan melalui empat tahapan yaitu heuristik, kritik, interpretasi dan histiografi.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa : Muchtar Adam kelahiran Benteng Selayar Sulawesi Selatan, pada tanggal 10 September 1939 anak ketiga dari tiga saudara bernama Syaminta dan Tuan Adam.Aktivitas dakwah K.H Muchtar Adam di Pondok Pesantren Babussalam dari tahun 1968-2018 adalah mengajar, pembinaan pada para staf pengajar di Pondok Pesantren dalam bidang pendidikan dan keagamaan, mengadakan pengajian rutin, mengadakan pelatihan untuk para da’i, kegiatan tebar qurban, dan acara berbagi di bulan Ramadhan. Dalam melakukan dakwahnya K.H. Muchtar Adam memperhatikan tiga hal diantaranya media dakwah, metode dakwah, dan strategi dakwah. Dalam pelaksanaannya pertama, media dakwah yang digunakan yaitu memanfaatkan media cetak dan media sosial, Kedua, metode dakwah Muchtar Adam menggunakan metode bil hikmah mencakup lisan, tulisan dan perbuatan. dan tiga, strategi yang digunakan beliau diantaranya : tablig, irshad, at-takbir dan ah-tahwir.
ENGLISH :
Muchtar Adam is a preacher born in Fort Selayar, South Sulawesi, he is a scholar who is known for his da'wah slogan that da'wah kedah kahartos karaos, with this idea his successful da'wah can be easily accepted by his congregation, besides that with his da'wah activities he is able to make changes in the community, especially Ciburial Dago, whether religious, economic, educational and social.
From these problems, questions can be raised, first, how is the biography of K.H Muchtar Adam? Second, how was the preaching activity of K.H Muchtar Adam at the Babussalam Islamic Boarding School from 1968-2018.
This study aims to determine the biography of K.H Muchtar Adam, and the da'wah activities of K.H Muchtar Adam at the Babussalam Islamic Boarding School in 1968-2018.
The research method used in this research is the historical method which in its implementation is carried out through four stages, namely heuristics, criticism, interpretation and histiography.
Based on the research conducted, it can be concluded that: Muchtar Adam was born in Fort Selayar, South Sulawesi, on September 10, 1939, the third child of three brothers named Syaminta and Tuan Adam. coaching the teaching staff at Islamic boarding schools in the fields of education and religion, holding regular recitations, holding training for preachers, qurban distribution activities, and sharing events in the month of Ramadan. In carrying out his da'wah, K.H. Muchtar Adam pays attention to three things including da'wah media, da'wah methods, and da'wah strategies. In its implementation, first, the da'wah media used are using print media and social media. Second, Muchtar Adam's da'wah method uses the bil wisdom method which includes oral, written and deed. and three, the strategies he uses include: tabligh, irshad, at-takbir and ah-tahwi
Important criteria for measuring heritage building condition
The excellence condition of a heritage building lies not only in the appearance of its individual elements, but also in the integrity of all its components, considered as unique criteria of the specific construction technology of its time and place. However, these criteria are varied and not specific. Therefore, this study aimed to identify and rank the important criteria for measuring the condition of heritage buildings in Malaysia. Data obtained through questionnaire and analyzed using Average Index (AI) in order to establish the important criteria. Samples were selected from a panel of experts in the field of heritage buildings management including industry players and academicians. The established criteria will be used as components to develop a new method of heritage building condition determination model in Malaysia
Kawih kepesindenan karya Eutik Muchtar: Kajian struktur dan fungsi
Pengertian kawih kapesindhenan menunjukkan salah satu gaya sekar (vokal) karawitan Sunda, yaitu lagu-lagu yang disajikan oleh sinden. Kawih karya Eutik Muchtar menggunakan laras salendro, degung / madenda diiringi gamelan salendro. Dalam penyajiannya seperti kawih tradisi, yaitu dimulai dari pangkat, dilanjutkan panjadi, kemudian masuk pada perjalanan lagu, diulang-ulang & pada akhirnya berhenti. Dari kajian fungsi diketahui bahwa lagu-lagu karya Eutik Muchtar selain mengandung tema-tema kehidupan rumah tangga yang akrab dengan lingkungan masyarakatnya, juga memiliki kandungan inti (makna) yang dalam & sangat berguna bagi kehidupan masyarakat, antara lain sebagai pengungakapan emosional, kritik sosial & sebagai presentasi estetis (hiburan)
- …
