1,723,458 research outputs found
PENGARUH TINGKAT PERBANDINGAN PENGGUNAAN SUMBER KALSIUM DALAM BENTUK MASH DAN KASAR PADA RANSUM TERHADAP TEBAL CANGKANG DAN BERAT TELUR ITIK MOJOSARI
Muchammad Sobri, 2001. Pengaruh Tingkat Perbandingan Penggunaan Sumber Kalsium Dalam Bentuk Mash Dan Kasar Pada Ransum Terhadap Tebal Cangkang Dan Berat Telur Itik Mojosari.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Tingkat Perbandingan Penggunaan Sumber Kalsium Dalam Bentuk Mash Dan Kasar Pada Ransum Terhadap Tebal Cangkang Dan Berat Telur Itik Mojosari.Materi penelitian yang digunakan adalah 120 ekor itik mojosari, ransum penelitian dan kandang penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah metode percobaan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Sebagai perlakuan adalah rasio bahan pakan sumber kalsium bentuk mash dan kasar dengan level penggunaan K0= 100%: 0%, K1= 77%: 23%, K2= 55%: 45% dan K3 = 32%: 68%, dan setiap perlakuan diulang sebanyak 6 kali. Cara pengambilan data yaitu dengan menghitung rataan tebal cangkang telur (mm) dan rataan berat telur (gram) per flok per hari.Hasil penelitian diperoleh data rataan untuk tebal cankang adalah K0= 0,426 mm, K1= 0,428 mm, K2= 0,465 mm dan K3 = 0,495 mm. Berat Telur diperoleh rataan K0= 78,04 gram, K1= 83 gram, K2= 84,62 gram dan K3 = 85 gram. Setelah dianalisis variansi antara perlakuan ternyata perbandingan penggunaan sumber kalsium dalam bentuk mash dan kasar pada ransum memberikan perbedaan nyata (P>0,01) terhadap Tebal Kerabang dan Berat Telur.Kesimpulan dari penelitian ini adalah perlakuan penggunaan perbandingan mash dan kasar sumber kalsium dalam ransum memberikan pengaruh terhadap tebal cangkang dan berat telur yang meningkat sampai pada level terakhir
Retorika dakwah K.H. Muchammad Syarif Hidayat
Dakwah pada dasarnya adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh umat Islam untuk menyebarkan dan menyiarkan Islam. Berdakwah merupakan aktifitas lisan maupun tulisan yang dilakukan untuk mengajak seseorang ke jalan Allah SWT. Mengingat betapa pentingnya aktifitas dakwah, maka dakwah haruslah dilakukan dengan baik dan tepat sasaran. Hal tersebut harus diperhatikan oleh seorang da?i agar penyampaian dakwah benar-benar sampai ke mad?u. Maka dengan ilmu retorika dakwah akan bisa mengajak umat dalam kebaikan. K.H. Muchammad Syarif Hidayat dikenal sebagai da?i yang keras akan tetapi jika beliau berdakwah mampu membuat mad?u memperhatikan dakwah beliau. Sehingga saya tertarik untuk meneliti Retorika Dakwah K.H.Muchammad Syarif Hidayat karena beliau adalah seorang muballigh yang tidak mempelajari ilmu retorika sepenuhnya tetapi penerapan retorika beliau sesuai dengan kajian ilmu retorika dengan seni berbicara yang baik dan diselingi humor sehingga dapat menyampaikan isi pesan dakwahnya dengan baik. Dalam pernyataan diatas timbulah beberapa pertanyaan, yaitu A. Bagaimana konsep dakwah K.H. Muchammad Syarif Hidayat? B. Bagaimana penerapan retorika K.H. Muchammad Syarif Hidayat dalam berdakwah? Dalam melakukan penelitian ini untuk memperoleh hasil yang objektif, maka penulis menggunakan pendekatan kualitatif yaitu sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis dan lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Dengan menggunakan metodologi deskriptif analisis bahwa data yang dikumpulkan berupa kata, gambar, dan bukan angka-angka. Dan yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara dengan narasumber dan dokumentasi yang akan menafsirkan penulis. Setelah mewawancarai K.H. Muchammad Syarif Hidayat bahwa beliau mengatakan retorika suatu cara atau suatu metode dan suatu taktik bagaimana seseorang bisa menyampaikan dakwah dan dakwahnya itu sampai dan ada visi dan misi dari dakwah itu sendiri, itu retorika. Sementara dakwah menurut K.H. Muchammad Syarif Hidayat garis besar artinya mengajak atau menyeru itu ada dalam surat an-nahl ayat 125. Berdakwah mengajak orang dalam kebaikan, mengajak orang taat kepada Allah. Dan penerapan yang digunakan beliau dalam dakwahnya itu materi yang sesuai dalam kondisi yang ada dimasyarakat tersebut dengan diselingi humor yang berkaitan dengan materi dakwah beliau, dan beliau mengakhiri dakwahnya dengan dzikir, shalawat dan do?a bersam
Hujjah Ahl as-Sunnah wa al-Jama'ah Karya KH. Ali Maksum (Dirasah wa Tahqiq)
KItab tentang dalil amaliah aswaja yang disusun oleh KH. ALi Maksum dan diberi ta'liq oleh Muchammad Machfud
Hujjah Ahl as-Sunnah wa al-Jama'ah Karya KH. Ali Maksum (Dirasah wa Tahqiq)
KItab tentang dalil amaliah aswaja yang disusun oleh KH. ALi Maksum dan diberi ta'liq oleh Muchammad Machfud
Political strategy generasi millenial: studi Dian Alfat Muchammad dalam pemilu legislatif 2019
Kampanye politik memiliki strategi-setrategi politik yang digunakan dalam kontestasi pemilu. Setrategi politik dipahami sebagai strategi yang digunakan untuk memperoleh kekuasaan dan pengaruh sebanyak mungkin dengan cara memperoleh hasil yang baik dalam pemilu, agar dapat mendorong kebijakan-kebijakan yang dapat mengarah kepada perubahan masyarakat. Target Image diharapkan dapat terpengaruhi dengan citra yang diinginkan terkait dengan pilihan tema, gaya, cara konfrontasi dan tawaran sumber daya manusia. Penelitian ini mengkaji tentang setrategi politik yang digunakan Dian Alfat Muchammad. Dengan menjelaskan konsep strategi politik pada personal branding tulisan ini menyimpulkan bahwa keberhasilan dari suatu kampanye politik memerlukan adanya perencanaan dan pembentukan tim yang cukup untuk memaksimalkan setrategi tersebut. Dalam penelitian ini penulis mengkaji strategi kampanye Dian Alfat Muchammad dengan sudut pandang teori Peter Scroder. Dalam 10 misi Peter Scroder, Setrategi yang diterapkan oleh Dian Alfat Muchammad masih kurang sempurna karena tidak dilakukan dengan analisis SWOT. Akan tetapi dalam misi yang lain seperti pembentukan TPTD (Tim Pemenangan Tingkat Desa) membuat Dian Alfat Muchammad berhasil memenangkan pemilu legislatif 2019.
ABSTRACT:
Political campaigns have political strategies used in election contestation. Political strategy is understood as a strategy used to gain as much power and influence as possible by obtaining good results in elections, in order to encourage policies that can lead to societal change. Target Image is expected to be influenced by the desired image related to themes, styles, ways of confrontation and human resource offerings. This study examines the political strategy used by Dian Alfat Muchammad. By explaining the concept of political strategy in personal branding, it is concluded that the success of a political campaign requires planning and the formation of a sufficient team to maximize the strategy. In this study, the writer examines Dian Alfat Muchammad's campaign strategy from the point of view of Peter Scroder's theory. In Peter Scroder's 10 missions, the strategy applied by Dian Alfat Muchammad is still not perfect because it is not carried out with a SWOT analysis. However, in other missions such as the formation of the TPTD, Dian Alfat Muchammad managed to win the 2019 legislative election
KB 3 Tutorial IT
<p>Muchammad Zaafril Lazuardi - 112110044</p>
<p>Rayhan Ahmad Fahrezy - 112110053</p>
Bunga Rampai Konsep Hak Asasi Manusia Di Indonesia
Bunga Rampai Konsep Hak Asasi Manusia Di Indonesia
© Agustus 2019
Eklektikus: Wiwik Afifah
Muchammad Yulianto
Editor: Dipo W. Hariyono
Master Desain Tata Letak: Frega Anggaraya Purba
Angka Standa
PERMAINAN BEBAS ANAK USIA DINI
Kebijakan pendidikan di Negara maju telah menghilangkan permainan bebas. Permainan bebas merupakan jenis permainan yang lazim dilakukan anak baik di lingkungan, sekolah dan keluarga. tulisan ini bertujuan untuk mendiskusikan tentang permainan bebas dalam kerangka kebijakan pendidikan. Tulisan ini mengurai dari konsep bermain, permainan bebas sampai beberapa manfaat yang tampak dari beberapa hasil penelitian. Adapun kajian ini dikaitkan dengan beberapa pandangan para ahli sebagai refleksi untuk memformat pelayanan pendidikan anak usia dini yang bermutu. Praktek permainan bebas dalam pendidikan anak usia dini menuai pro dan kontra. Keduanya memiliki argumentasi dalam memahami permainan bebas.Permainan bebas semestinya perlu dipahami secara menyeluruh oleh berbagai pihak seperti keluarga, praktisi dan pembuat kebijakan berkenaan tentang manfaat yang dapat diperoleh bagi anak usia dini
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
- …
