29 research outputs found

    PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERDASARKAN KURIKULUM NASIONAL DI SMA NEGERI 1 SINE

    Get PDF
    ABSTRAK Luluk Muasomah, Fakultar Tarbiyah Prodi Manajemen Pendidikan Islam, tentang Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berdasarkan Kurikulum Nasional di SMA Negeri I Sine.Penelitian ini berupaya memaparkan bagaimana pemahaman guru Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri I Sine terhadap kurikulum Nasional?, serta bagaimana pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam berdasarkan  kurikulum Nasional?, serta hambatan yang ditemui oleh guru Pendidikan Agama Islam dalam pelaksanan pembelajaran?Penelitian ini  mengambil latar di SMA Negeri I Sine. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskriptif-naturalist pembelajaran pendidikan agama Islam di SMA Negeri I Sine.Dari hasil penelitian ini dapat dipaparkan bahwa: 1) Paradigma guru terhadap proses pembelajaran, guru adalah motivator, fasilittor bagi siswa serta guru Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri I Sine berpendapat bahwa yang terpenting dalam Kurnas ini adalah pencapaian target kompetensi, serta Pendidikan Agama Islam dalam Kurnas menekankan pada aspek afektif dan psikomotorik dengan mendasarkan pada aspek kognitif  2) Dalam pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam guru PAI membaginya kepada tiga tahapan yaitu pertama, tahap persiapan dengan membuat program tahunan, pembuatan silabus, rencana pembelajaran, agenda harian, dan penjabaran alokasi waktu. kedua, tahap pelaksanaan sebagai tahap inti dalam proses pembelajaran. Dalam penyampaian materi pelajaran guru selalu menggunakan metode yang bervariasi. ketiga, tahap evaluasi/penilian. Penilaian  yang dilakukan guru adalah penilaian berbasis kelas, mulai dari proses paling awal sampai pada proses paling akhir. 3) Hambatan-hambatan yang ditemui guru PAI adalah kurangnya fasilitas pendukung berupa buku-buku pelajaran agama. Kata Kunci : Pembelajaran PAI dan Kurikulum Nasional

    STRATEGI GURU FIQIH DALAM MENGELOLA KELAS UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI MTS DARUSSALAM KADEMANGAN

    Get PDF
    Skripsi dengan judul “Strategi Guru Fiqih Dalam Mengelola Kelas Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Di MTs Darussalam Kademangan” ditulis oleh Ista Cholifatul Muasomah, NIM. 12201193160, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruam, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, 2023. Dosen Pembimbing: Prof. Dr. H. Syamsun Niam Kata Kunci : Strategi Guru, Mengelola Kelas, Kualitas Pembelajaran Keterampilan guru dalam mengelola kelas sangat menentukan berhasil tidaknya peserta didik dalam belajar. Jika pengelolaan kelas dalam proses pembelajaran terlaksana dengan baik maka peserta didik akan semakin faham mengenai materi yang disampaikan yang akhirnya berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran di MTs Darussalam Kademangan. Oleh karena itu diperlukan strategi pengelolaan kelas yang baik agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Tujuan penelitian ini adalah : (1) Untuk mendeskripsikan perencanaan guru fiqih dalam mengelola kelas untuk meningkatkan kualitas pembelajaran (2) Untuk mendeskripsikan pelaksanaan guru fiqih dalam mengelola kelas untuk meningkatkan kualitas pembelajaran (3) Untuk mendeskripsikan evaluasi guru fiqih dalam mengelola kelas untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. pengecekan keabsahan data dilakukan uji kredibilitas dengan cara triangulasi, perpanjangan waktu penelitian, peningkatan ketekunan dan pemeriksaan sejawat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Perencanaan guru dalam mengelola kelas yakni dengan menyusun perangkat pembelajaran seperti program tahunan, program semester, RPP, dan mempersiapkan fasilitas yang dibutuhkan (2) Pelaksanaan guru dalam mengelola kelas yakni yang pertama menciptakan iklim kelas yang kondusif dengan cara membuat suasana kelas nyaman dan menyenangkan, menggunakan media dan metode mengajar yang bervariasi, menumbuhkan sikap disiplin. Kedua yakni menata ruang belajar dengan cara memelihara kebersihan dan keindahan kelas, mengatur tempat duduk siswa sesuai dengan metode mengajar dan karakteristik siswa. Ketiga yakni dengan menjalin hubungan kerja sama yang baik dengan siswa dengan cara jujur, terbuka, tidak mengekang, dan saling membutuhkan (3) Evaluasi pengelolaan kelas dengan evaluasi perencanaan pembelajaran, kesesuaian proses pembelajaran, dan hasil pembelajaran yang dinilai dari aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan

    PENDIDIKAN BERBAGAI BUDAYA DAN RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN ISLAM

    No full text
    Abstrak  Sesudah perang dunia II lahir negara-negara baru bebas dari penjajahan. Negara-negara baru tersebut dengan kebudayaannya yang berjenis-jenis menjadi simbol perlawanan terhadap imperialisme Eropa dan “kebudayaan putih†(white culture). Dengan demikian gerakan pengakuan kebudayaan bergandengan dengan lahirnya nasionalisme dan demokrasi serta didorong oleh pengakuan terhadap hak asasi manusia, mendapat angin segar, terutama di negara-negara berkembang. Pengakuan terhadap negara-negara berkembang berarti pula pengakuan terhadap kebudayaannya yang khas. The rights to culture and live within it merupakan semboyan yang populer di negara-negara berkembang.Di negara-negara maju juga terjadi perubahan yang besar terutama disebabkan karena pengakuan atas hak asasi manusia bergandengan dengan pertumbuhan demokrasi yang menghormati akan cara hidup yang berbeda dengan kebudayaan barat yang telah established itu. Apabila sebelumnya negara-negara “X†penjajah menganggap manusia dan budaya dari bekas jajahannya sebagai inferior, kini menghormati adanya budaya-budaya lain yang perlu dihormati. Hal ini disebabkan pula oleh adanya migrasi bangsa-bangsa yang terjajah sesudah Perang Dunia II, seperti migrasi para pekerja Turki memasuki Eropa Barat di dalam pembangunan kembali sesudah perang, terbukanya pintu bagi negara-negara Barat terhadap bangsa-bangsa kulit berwarna ari Asia dan Afrika dengan membawa budayanya masing-masing. Di Amerika Serikat segregasi terhadap golongan negro (African-American) menjadi berubah dengan gerakan anti segregasi yang dipelopori oleh Martin Luther King. Australia yang sebelum Perang Dunia II terkenal menolak terhadap ras kuning dari utara, kini membuka pintu untuk bangsa Asia. Demikianlah multikulturalisme telah memasuki perkembangan yang baru sejalan dengan perkembangan demokrasi dan hak asasi manusia. Kata Kunci : Budaya, Pendidikan Multikultural, Pendidikan Islam

    Spiritual Emotional Freedom Techniques as an Islamic Counseling Approachin Reducing Depression in Elderly Women

    No full text
    This study aims to determine the effectiveness of the implementation of SEFT as an Islamic-based traumatic counseling therapy in reducing depression in elderly women, and how these elderly women are a vulnerable group to depression. This study used an experimental method with a Single-Subject Research (SSR) with an ABA design that aims to determine the use of SEFT therapy to treat depression in the elderly. The measurement of depression levels was carried out with Geriatric Depression Scale, scale of 0 to 15. The population of this study was 14 elderly patients in the RPSBM of Pekalongan. The sampling was done by purposive sampling, through various considerations, taking a sample of the elderly who are physically healthy, and not senile, with a total sample of 5 elderly women. Data analysis used descriptive statistics and the Wilcoxon test. The results of this study show that the majority of the elderly in RPSBM experience depression due to unpleasant experiences. The treatment carried out through Traumatic Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) significantly effective in reducing depression in elderly women, seen from the Wilcoxon statistical test that the probability value is below 0.05, namely 0.0195 <0.05. The reduction in depression in the elderly ranged from 40% to 56%. Some indications of a decrease in the level of depression in the elderly can be seen from physical and psychological changes. The success of the SEFT technique lies in its strength in strengthening the elderly to be sure, sincere, and grateful for all existing life. This study aims to determine the effectiveness of the implementation of SEFT as an Islamic-based traumatic counseling therapy in reducing depression in elderly women, and how these elderly women are a vulnerable group to depression. This study used an experimental method with a Single-Subject Research (SSR) with an ABA design that aims to determine the use of SEFT therapy to treat depression in the elderly. The measurement of depression levels was carried out with Geriatric Depression Scale, scale of 0 to 15. The population of this study was 14 elderly patients in the RPSBM of Pekalongan. The sampling was done by purposive sampling, through various considerations, taking a sample of the elderly who are physically healthy, and not senile, with a total sample of 5 elderly women. Data analysis used descriptive statistics and the Wilcoxon test. The results of this study show that the majority of the elderly in RPSBM experience depression due to unpleasant experiences. The treatment carried out through Traumatic Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) significantly effective in reducing depression in elderly women, seen from the Wilcoxon statistical test that the probability value is below 0.05, namely 0.0195 <0.05. The reduction in depression in the elderly ranged from 40% to 56%. Some indications of a decrease in the level of depression in the elderly can be seen from physical and psychological changes. The success of the SEFT technique lies in its strength in strengthening the elderly to be sure, sincere, and grateful for all existing life

    PENINGKATKAN MINAT DAN KEAKTIFAN SISWA KELAS VII SMP MA’ARIF SIDOLAJU PADA PEMBELAJARAN AKHLAK MELALUI MODEL EVALUASI TENAGA PENDIDIK

    Get PDF
    ABSTRAK Seiring dengan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan, persoalan-persoalan pendidikan terus berubah dan berkembang. Tuntutan peserta didik pun akan semakin besar. Guna memenuhi kebutuhan tersebut, pendidikan harus senantiasa berubah dan berkembang menyesuaikan kondisi zaman.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat dan keaktifan siswa pada pembelajaran Akhlak kelas VII di SMP Ma’arif Sidolaju Widodaren dengan menggunakan Model Evaluasi Tenaga Pendidik.            Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas Subyek penelitian yaitu siswa kelas VII SMP Ma’arif Sidolaju Widodaren dan guru mata pelajaran Akhlak kelas VII. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, wawancara, catatan lapangan, sedangkan teknik validitas data yang digunakan yaitu dialogis.Hasil pengamatan pada setiap aktivitas pembelajaran sebelum dilakukan tindakan yaitu; (1) aktivitas menulis sebesar 76,92%, (2) membaca, 38,46%, (3) mendengarkan/memperhatikan, 76,92%, (4) bertanya, 0%, (5)  menjawab, 2,56%, (6) memberikan pendapat, 0%, (7) diskusi di antara siswa, 0%, dan (8) mengerjakan tugas, 0%. Kata Kunci : Keaktifan Siswa dan akhla

    Faktor Kurang Optimal Pembelajaran Daring pada Masa Pandemi di Desa Rowolaku, Kajen, Pekalongan, Jawa Tengah

    Get PDF
    Tujuan Pendidikan dimasa pandemi adalah salah satu kegiatan belajar mengajar yang  dilaksankan dengan jarak jauh dan seringkali media yang digunakan adalah media digital. Masa pandemi ini  menjadikan semua orang bergelut dengan dunia teknologi. Oleh sebab itu beberapa kegiatan dimasa pandemi menjadi sebuah gagasan bahwasanya setiap masyarakat harus mengikuti perkembangan zaman, karena jika tidak mengikuti otomatis akan tertinggal baik dalam sektor pendidikan,  syi’ar agama, ekonomi dan lain- lain.  Namun demikian, tidak semua orang memliki iktiyar yang mulus. Sehingga terjadi problem- problem tertentu yang menimpa masyarakat, guru dan peserta didik khususnya yang menjadikan kegiatan pembelajaran menjadi tidak efektif dan optimal. Diantaranya orang tua tidak memiliki android, orang tua tida bisa mengoprasikan android, orang tua tidak sabar mendampingi anak belajar di rumah karena harus bekerja,orang tua tidak menguasai materi, pendidikan orang tua dan keluarga, kemampuan literasi digital guru, koneksi internet, biaya pembelajaran daring, kelengkapan perangkat, aplikasi yang digunakan. Karena setiap kegiatan pembelajaran harus dilakukan dengan kondusif, dan dapat di pahami. Dengan adanya penelitian ini tentunya peniliti menginginkan bahwa setiap warga masyarakat harus melek akan adanya perkembangan zaman agar setiap perkembangan dapat diikuti dan tidak membuat panik. Sehingga pembelajaran baik daring ataupun luring semua akan berjalan dengan lancar. Dengan demikian, peniliti menggunakan metode kualitatif deskriftif agar bisa memberi gambaran akan kondisi pembelajaran di masa pandemi ini

    Edukasi Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Media PemasaranPedagang Kandang Panjang Pekalongan Pada Masa Pandemi Covid-19

    Get PDF
    Kegiatan Pengabdian Kepada Masyaraka ini  bertujuan untuk selalu menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan membuka peluang usaha baru.  Melalui pemaran dengan media sosial  ini harapannya bisa dijadikan sebagai sumber agar masyarakat tetap berpenghasilan meskipun diwaktu pandemi, serta dapat menyumbang sebuah solusi permasalahan ekonomi masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di Desa Kandang Panjang di Jl. Kusuma Bangsa. Pemilihan mitra tersebut didasari atas 2 (dua) hal yaitu: 1) lokasi KKN yang dekat dengan kegiatan perekonomian dan 2) sebagian masyarakat  sudah memiliki kemampuan dibidang berdagang. Hasil dari kegiatan pengabdian ini yaitu : munculnya pemahaman masyarakat untuk memanfaatkan media sosial dalam pemasaran, meningkatkan ketrampilan masyarakat dalam mengembangkan kreatifitas agar menjadi produk yang berrnilai guna dan bernilai ekonomis, menambah pemahaman kepada masyarakat dalam memanfaatkan media sosial untuk kegiatan pemasaran produk

    Manajemen Bidang Pendidikan Bagi Siswa Gifted di MAN 4 Ngawi

    Get PDF
    Kelas Khusus Bidang studi ini dibentuk dalam meningkatkanpendidikan Siswa Gifted. Oleh sebab itu dari berbagaipertimbangan sasarannya adalah kelas XI, karena guru telahmengetahui kemampuan atau prestasi siswa yang di identifikasiberbakat sejak mereka duduk di kelas X. Meskipun demikian,tidak semua siswa kelas XI dapat bergabung dalam KelasKhusus Bidang Studi tersebut. Yang bergabung dalam KelasKhusus Bidang Studi tersebut adalah terdiri dari siswa kelas XIJurusan IPA dan IPS dan sebagian besar siswa mendapatperingkat 1 samapi 10 di dalam kelasnya. Siswa tersebut didalam kelas tergolong siswa yang cerdas, trampil, dan aktif.Pada kelas XI Otomotif tidak bisa bergabung dalam KelasKhusus Bidang Studi tersebut dikarenakan mereka telahdisibukkan dengan adanya praktek-praktek di luar jampelajaran. Sedangkan kelas X masih terlalu dini karena barumasuk di MAN 4 Ngrambe Ngawi, jadi guru belum bisamengidentifikasi kemampuan atau prestasi anak. Sedangkankelas XII tidak bisa bergabung dalam Kelas Khusus BidangStudi tersebut karena persiapan untuk Ujian. Proses penilaianatau evaluasi yang dilakukan di MAN 4 Ngrambe Ngawiterhadap siswa berbakat adalah sebagai upaya untukmengetahui sejauhmana program-program sekolah yang telahdirencanakan. Di samping itu evaluasi program tersebut jugadalam rangka mendapatkan masukan, Rentetan pelaksanaanserta hasil yang ada di Madrasah tersebut. Berdasarkan hasilpenelitian Manajemen Bidang Pendidikan bagi Siswa Gifted diMAN 4 Ngawi meliputi perencanaan kesiswaan, perencanaan kurikulum, perencanaan tenaga pengajar, serta perencanaan sarana dan prasaran

    Cultural Identity, Capitalization of Education, and Pedagogy for Liberation

    Get PDF
    This paper aims to unravel the impact of globalization, whichbring the ideology of materialistic which erodes the cultural identity of third world countries, especially Indonesia, and gave birth to the capitalization of education. The data were collected through a qualitative approach, from the search of various kinds of literature on critical education and the reality of national education, then analyzed using discourse analysis and cultural analysis. This paperargues that requires the hard work of educational institutions to transmit pedagogy for liberation Freire’s concept, to unravel the problems of the national education world. Through educational principles that include students who are expected to have the awareness to take the necessary values to strengthen cultural identity, even loss of identity. Besides, the principle of pedagogy of liberation is also expected to change the face of rigid, mechanistic education, too busy with textbooks and curriculum that are not in touch with social reality, so that through education can be expected to develop all potential and creativity of learners.Tulisan ini bertujuan untuk membongkar dampak globalisasi yang membawa budaya positifistik materialistik Barat, serta mengikis identitas budaya Negara dunia ketiga khususnya Indonesia, serta melahirkan kapitalisasi pendidikan. Melalui pendekatan kualitatif, data dihimpun dari penelusuran berbagai literature mengenai pendidikan kritis dan realitas pendidikan nasional, kemudian dianalisis menggunakan analisis wacana dan analisis budaya. Tulisan ini mengajukan gagasan, bahwa diperlukan kerja keras dari lembaga pendidikan untuk mentransmisikan konsep pendidikan membebaskan Freire, untuk mengurai berbagai problem dunia pendidikan nasional. Melalui prinsip pendidikan yang membebaskan, siswa diharapkan memiliki kesadaran kritis untuk mengambil niai-nilai yang diperlukan dalam rangka memperkuat identitas budaya, bukannya malah kehilangan identitas dan jati diri. Selain itu, prinsip pendidikan membebaskan juga diharapkan mampu mengubah wajah pendidikan yang kaku, mekanistik, terlalu disibukkan dengan buku ajar dan kurikulum yang tidak bersentuhan dengan realitas sosial, sehingga melalui pendidikan membebaskan diharapkan dapat mengembangkan segala potensi dan kreativitas peserta didik

    PEMANFAATAN DAUN KELOR SEBAGAI MASKER ORGANIK WAJAH PADA PROGRAM SEKOLAH ADIWIYATA

    No full text
    ABSTRAKKeanekaragaman tumbuhan yang ada di Indonesia memiliki manfaatnya masing-masing, seperti halnya tanaman kelor. Akan tetapi, tanaman dengan sejuta manfaat ini jarang diketahui kegunaannya. Pada era sekarang, daun kelor dapat dimanfaatkan sebagai masker organik karena terdapat kandungan zat antioksidan yang baik untuk kulit wajah. Dengan seiring berkembangnya zaman masker daun kelor banyak diminati oleh kaum milenial dengan harga ekonomis namun memiliki manfaat yang cukup baik untuk kulit wajah. Hal ini yang menjadi latar belakang dilakukannya pengabdian pada Sekolah Adiwiyata SMP N 1 Tirto, Pekalongan. Metode workshop dilakukan agar tujuan pengabdian ini lebih terfokus. Hasil yang dicapai dari workshop ini adalah peningkatan manfaat daun kelor sebagai masker organik yang dapat digunakan pada wajah sekaligus juga peningkatan nilai ekonomis daun kelor menjadi sebuah produk. ABSTRACTThe diversity of plants in Indonesia has its own benefits, such as the Moringa plant. However, this plant with a million benefits is rarely known for its uses. In the current era, Moringa leaves can be used as organic masks because they contain antioxidants which are good for facial skin. With the development of the era, Moringa leaf masks are in great demand by millennials at an economical price but have quite good benefits for facial skin. This is the background for the dedication to the Adiwiyata School, SMP N 1 Tirto, Pekalongan. The workshop method is carried out so that the purpose of this service is more focused. The results achieved from this workshop are increasing the benefits of moringa leaves as organic masks that can be used on the face as well as increasing the economic value of moringa leaves into a product
    corecore