1,721,042 research outputs found
Pendidikan Agama Anak Nelayan di Desa Meucat, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara
This study entitled "The Religious Education of the Fishermen’s Children of Meucat Village of Samudera Sub-district of Aceh Utara District" formulated several research questions, they are: 1) How is the quality of the religious education of the children of the fishermen in Meucat Village? 2) What are the strategies employed by the parents in providing the religious education in Meucat Village? and 3) What are the challenges faced by the parents in their effort to fulfill their children's religious education in Meucat Village? The study used a qualitative approach with an analytical descriptive method, aiming to describe and analyze the social phenomena, events, social activities, attitudes, beliefs, perceptions, and thoughts of individuals and groups. The subjects of this study were the children of fishermen, the fishermen, the teachers of Islamic Religious Education, the village head, and the community figures of Meucat Village, Samudera Sub-district, North Aceh District
Penanganan Tindak Pidana Viral: Reduksi Terhadap Asas Legalitas Ke Asas Viralitas
Introduction: The handling of a number of criminal cases that have befallen victims and reported to the police, must first meet a number of dead ends. The justice that the victim expects from the case that happened to him must wait until the case goes viral and creates a reaction and public pressure.
Purposes of the Research: This study aims to answer how to reduce and shift the principle of legality to the principle of "virality". This is because the handling of viral crimes first and then handled by the police has actually reduced and shifted the position of the principle of legality as the most fundamental principle in Indonesian criminal law.
Methods of the Research: This study uses a normative research type. The approach used is a case approach, a statute approach and a conceptual approach.
Results Originality of the Research: The results of the study show that the principle of legality as stipulated in Article 1 paragraph (1) of the Criminal Code which emphasizes that there is no act that can be punished without being regulated and stipulated in statutory regulations before the act is committed, has experienced reduction and shifted to nothing. an act that can be punished without going viral first. In other words, the principle of legality has been reduced from no criminal and criminal acts without prior law, to no criminal and criminal acts without going viral first
القيم الاجتماعيةفيقصة "الحب تحتالمطر" لنجيب محفوظ: دراسة تحليليةخارجية
Kisah Di bawah bayang-bayang perang adalah "Para pahlawan lahir di medan perang". Mungkin betul,tapi tidak hanya pahlawan yang lahir dari perang. Kematian, kemiskinan, perkosaan,pengusiran,wabah penyakit,semua adalah anak halal dari sebuah peperangan.Dalam Perang enam hari melawan Israel, Mesir mengalami kekalahan yang memalukan dan Iuka itu bukan hanya Iuka politik,tapi juga Iuka masyarakat. Karena peperangan yang gagal di menangkan, jiwa-jiwa muda yang kuncup cintanya sedang mereka harus menerima nasib terpuruk dalam lembah hitam demi melanjutkan hidup di bawah baying-bayang peperangan. Naguib Mahfud merupakan penulis modern yang produktif dalam menghasi lkan karya-karya sastra, utamanya di bidang sosial. Nilai-nilai sosial yang di maksud ialah berupa patriotisme, politik, nasionalis, dan ideologi yang terkandung dalam novel di bawah baying-bayang perang. Dan untuk mengetahui rincian kisahnya di gunakan pula analisa intrinsik untuk membedah novel yang di fakta sejarah itu. Sehingga fokus permasalahan yang dibahas pada skripsi ini adalah: (i) apakah yang dimaksud dengan analisa intrinsik dalam cerita Di bawah bayang-bayang perang? (ii) dan bagaimana ni lai-nilai sosial yang terkandung dalam cerita Di bawah bayang-bayang perang karya Naguib Mahfoudz?. Adapun metodelogi yang di gunakan menggunakan pisau sosiologi sastra dengan panduan teori kajian intrinsik dan Ekstrinsik khususnya nilai-nilai sosial. Novel Di bawah bayang-bayang perang merupakan sebuah novel yang ditulis berdasarkan fakta sejarah, yang bercerita seputar Suasana Mesir pasca kekalahan melawan Israel yang di kenal sebagai perang lima juni, serta sisa-sisa trauma pendudukan inggris.kehidupan penuh ketidak pastian, Moral dan Etika sudah menjadi mimpi. Seluruh pemuda terkena wajib militer, para pemudi terjerumus ke jurang pergaulan bebas dalam rangka mencari jati diri. Sementara itu, orang-orang tua selalu menggerutukan kesulitan hidup sehari-hari. Namun berarti bisa disebut duplikat dari sejarah, karena, ketika sejarah sebagai bahan leterer sebuah sastra, kemudian diolah dengan capaian estetis yang tinggi dan teknik penceritaan yang cerdas dan mengesan, maka jalan cerita dalam novel pastinya akan memciptakan dunia makna baru. Seperti hal nya dalam perjuangan politik dan ideologi yang penu kekejaman dan kebiadapan, terdapat sebuah nilai-ni lai sosial yang terkand ung dalam perjuangan masyarakat Mesir, seperti: nilai mempertahankan ideologi, semangat jihad, nasionalis dan patriotisme. Demikian abstraksi yang dapat peneliti sampaikan, semoga penjelasan yang sederhana i ni, mampu memberikan gambaran yang representatif dalam memahami dan menelaah isi pembahasan skripsi ini
Manajemen Pelatihan dakwah Dalam Meningkatkan Kualitas Dakwah Santri di Pondok Pesantren Awaluddin Desa Kuo Kecamatan Pangale Kabupaten Mamuju Tengah
Berdasarkan Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Model Pelatihan
Dakwah di Pondok Pesantren Awaluddin Terhadap Santri yaitu menggunakan
metode Kultum dan Khitobah, kemudian persentase kedepan per individu atau per
santri, dengan tujuan ustadz mengetahui siapa santri yang benar-benar mengerti
dan memahami materi yang disampaikan, dan santri yang belum memahami materi
yang telah disampaikan. Adapun Upaya dalam meningkatkan kualitas dakwah santri
di Pondok pesantren Awaluddin adalah pengurus Pondok Pesantren Awaluddin
mempunyai perencanaan yang rinci dan rasional, mendesain pelatihan tradisional
dan metode berbasis teknologi, mengadakan evaluasi, pengawasan, mengkaji tafsir
Al-Qur’an dan Hadis, membentuk prilaku santri, ikut berpartisipasi, dalam kegiatan
dakwah, percaya diri, dan memiliki potensi menjadi seorang da,i.
Implikasi penelitian adalah diharapkan Kepada seluruh santri khususnya di
Pondok Pesantren Awaluddin Desa Kuo Kecamatan Pangale Kabupaten Mamuju
Tengah, agar mendengarkan materi yang disampaikan oleh ustadz, dan jangan
bermain-main saat ustadz memberikan pengajaran. Agar ilmu yang telah diberikan
ustadz dapat diabdikan ditengah-tengah masyarakat, dan diharapkan kepada Pondok
Pesantren Awaluddin, agar menambah tenaga pengajar, dengan pendidikan yang
sesuai dengan peraturan pemerintah minimal tamatan Sarjana, dan Kepada seluruh
ustadz dan santri agar disiplin dalam jadwal kegiatan yang telah disusun
sedemikian rupa, agar selalu mentaatinya
Profesionalisme Guru dalam Pengelolaan Pembelajaran Aqidah Akhlak di Madrasah Tsanawiyah Darussalam Anrong Appaka Kabupaten Pangkep
Hasil penelitian yang diperoleh adalah, profesionalisme guru dalam melaksanakan perencanaan pembelajaran pada mata pelajaran aqidah akhlak adalah guru selalu merencanakan pelaksanaan pembebelajaran dengan merujuk kepada silabus yang telah ada serta menyesuaikan materi dengan kondisi peserta diddik, kemudian menguasai bahan ajar, mempunyai metode yang variatif, membimbing dan mengarahkan. Dalam pelaksanaan pembelajaran aqidah akhlak di Madrasah Tsanawiyah Darussalam Anrong Appaka, Guru melaksanakan sesuai dengn rencana pelaksanaan pembelajaran dan aplikasinya dalam proses pembelajaran sudah baik, namun dalam menutup kegiatn pembelajarn guru belum menyisihkan waktu yang cukup untuk meninjau kembali materi yang telah diberikan dan memberikan kesempatan untuk bertanya dan menjawab pertanyaan kepada peserta didik. Guru menyesuaikan metode dengan bahan pelajaran, dan memberikan pembiasaan ke pada peserta didik baik dalam kelas maupun di luar kelas. Pada tahap evaluasi guru tidak hanya melihat dari segi kecerdasan akan tetapi guru juga melihat dari segi sikap dan perbuatan yang sesuai dengan tuntunan al-Qur’an dan al-Hadits serta melakukan evaluasi terhadap peserta didiknya dengan meberi keteladanan bagi peserta didik.
Implikasi dari penelitian ini adalah diharapkan kepada para guru agar lebih meningkatkan profesionalismenya sehingga pembelajaran lebih maksimal. Peserta didik diharapkan lebih meningkatkan prestasi belajarnya baik secara konseptua
Metode Taqti’ al-Mutūn Analysis (Sebuah Kajian Konstruktif atas Metode Isnad cum Matn Harald Motzki)
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, dengan menggunakan metode taqtī‘ al-mutūn analysis (TMA) dapat memberikan jawaban atas kritik Motzki terhadap jalur common link, diving, spider dan single strand. Selain itu, jika metode TMA diaplikasikan terhadap hadis Nabi saw., kesejarahan hadis dapat dibuktikan kesejarahannya sampai kepada Nabi saw. Pembuktian ini didapati dari aplikasi terhadap hadis ‘Naddarallah’, dengan memfungsikan syahid dan mutabi‘ sebagai pembanding (partial-partial), maka hadis ini dipastikan kesejarahannya sampai kepada Nabi saw, bahkan Nabi sendiri yang berposisi sebagai common link (madar al-hadis karena didukung oleh 13 sahabat dan 3 informan dari ahl al-baīt yang menjadi PCL.
Implikasi kajian metode TMA dapat menjadi penengah antara deadlock kesarjanaan Islam dan barat. Indikasinya, terdapat banyak persamaan antara metode ICM dan muḥaddiṡin, baik dari langkah-langkah kajian hadis maupun istilah-istilah yang digunakan. Selain itu, metode TMA dapat memudahkan para
peneliti hadis, dan memperkaya khazanah studi Islam, khususnya ‘ulūm al-ḥadi
TEACHERS\u27 PEDAGOGIC COMPETENCE IN DEVELOPING STUDENTS\u27 CRITICAL THINKING ABILITIES IN ELEMENTARY SCHOOLS
This research is motivated by the demands of the world of education to develop student\u27s critical thinking skills early on. This study aims to describe the contribution of teachers\u27 pedagogical competence in developing students\u27 critical thinking skills in elementary schools. This type of research is descriptive with a qualitative approach. The research setting is at SDIT Anak Sholeh Mataram. The data collection procedure uses observation, interviews, and documentation. Data analysis uses data reduction, data presentation, and data verification. Data validity checking with triangulation techniques and sources. The results of the study indicate that the contribution of teachers\u27 pedagogical competence in developing students\u27 critical thinking skills at SDIT Anak Sholeh Mataram is carried out through various active participatory learning activities, such as (a) knowing in detail problems; (b) being able to identify problems; (c) being able to distinguish relevant and irrelevant ideas; (d) being able to distinguish facts from non-facts; (e) being able to distinguish between constructive and non-constructive criticism; (f) identifying attributes of humans, places, and objects; (g) being able to see a way out of the problem; (h) being able to connect one problem to another; (i) being able to make predictions from the information presented; (k) able to distinguish between wrong and correct conclusions; and (l) able to conclude
طريقة تكوين الرتبية الشخصية املنضبطة لطالب الفصل السادس مبعهد دارالسالم كونتور للرتبية اإلسالمية احلديثة فونوروكو إندونيسيا العام الدراسي 2018 -2019
Pondok Modern Darussalam Gontor atau sering disebut Gontor adalah salah satu lembaga pendidikan pesantren yang tersebar di Indonesia. Pondok Modern Darussalam Gontor adalah salah satu pesantren yang memiliki peran penting dalam perkembangan pendidikan dan pengajaran di Indonesia bahkan di asia tenggara. Pesantren adalah lembaga pendidikan yang berasal dari, dikelola oleh, dan berkiprah untuk masyarakat. Dalam konteks Pondok Modern Darussalam Gontor lebih jauh berarti bahwa proses pendidikan melibatkan para santri sebagai subjek bukan objek dari pendidikan. Mereka mendidik diri mereka sendiri melalui berbagai aktifitas, kreatifitas, dan interaksi sosial yang sangat penting artinya bagi pembinaan jiwa dan karakter mereka. Proses yang sedemikian ini sengaja ditempuh karena pendidikan pesantren berorientasi kemasyarakatan, dimana dengan lingkungan pendidikan yang demikian para santri dipersiapkan untuk menjadi anggota masyarakat yang memiliki jiwa mandiri.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) Metode pembentukan pendidikan karakter siswa kelas 6 KMI Pondok Modern Darussalam Gontor. 2) Pelaksanaan pembentukan pendidikan karakter siswa kelas 6 KMI Pondok Modern Darussalam Gontor. 3) Permasalahan atau problematika yang dihadapi dalam pelaksanaan pembentukan pendidikan karakter siswa kelas 6 KMI Pondok Modern Darussalam Gontor.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, untuk mendapatkan data yang diperlukan peneliti menggunakan tiga metode yaitu sebagai berikut: 1) Metode wawancara, metode ini digunakan untuk mendapatkan data tentang metode pembentukan dan pelaksanaan pendidikan karakter siswa kelas 6 KMI Pondok Modern Darussalam Gontor. 2) Metode observasi (pengamatan), metode ini digunakan untuk mendapat data tentang permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan pembentukan pendidikan karakter siswa kelas 6 KMI Pondok Modern Darussalam Gontor. 3) Metode dokumentasi, adapun metode ini digunakan untuk mendapatkan data-data tentang aspek historis tentang Pondok Modern Darussalam Gontor dan data-data yang berkaitan dengan penelitian. Sedangkan analisis data menggunakan Miles dan Huberman: yang terdiri dari: pengumpulan data, reduksi data, display/penyajian, kesimpulan/verifikasi.
Dari hasil penelitian ditemukan bahwa: 1) Metode pendidikan karakter siswa kelas 6 KMI adalah: keteladanan, penciptaan lingkungan, pengarahan, pembiasaan, penugasan. Dan juga di dalamnya terdapat Panca Jiwa, yaitu: keikhlasan, kesederhanaan, berdikari, ukhuwah islamiyah, dan kebebasan. 2) Pelaksanaan pendidikan karakter siswa kelas 6 KMI yaitu: totalitas kehidupan, totalitas kontrol, dan membiasakan siswa berdisiplin dalam kesehariannya. 3) Permasalahan atau problematika yang dihadapi dalam pelaksanaan pembentukan pendidikan karakter siswa kelas 6 KMI yaitu: jumlah siswa yang terlalu banyak, sebagian siswa yang tidak mengetahui pentingnya disiplin dan sebagian siswa yang sulit untuk dinasehati dan diperingatkan ketika bersalah
Analisis hukum pidana Islam terhadap pelaku marital rape: studi putusan Pengadilan Negeri Pasuruan Bangil nomor: 912/Pid/Pn/Bgl
Skripsi yang berjudul “Analisis Hukum Islam Terhadap Pelaku Marital Rape (Study Putusan Pengadilan Negeri Bangil Nomor: 912/Pid/Pn/Bgl)”. Merupakan hasil kajian teoritis terhadap Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga yang mengamanahkan adanya kesamaan hak antar sesama, akan tetapi pada kenyataannya masih ada seseorang yang melakukan tindakan marital rape ditinjau dari hukum islam. Penelitian ini dimaksudkan untuk menjawab 2 (dua) rumusan masalah yaitu bagaimana pertimbangan hakim dalam putusan pengadilan negeri bangil nomor: 912/pid/pn/bgl dan bagaimana analisis hukum islam terhadap pelaku marital rape (studi putusan pengadilan negeri bangil nomor: 912/Pid/Pn/Bgl). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Selanjutnya akan dianalisis menggunakan pola pikir deduktif yaitu data-data yang diperoleh secara umum kemudian dianalisis secara khusus. Setelah dilakukan penelitian secara komprehensif, ditemukan bahwa tindakan marital rape tidak diperkenankan oleh undang-undang nomor 23 tahun 2004. Hal ini sesuai dengan amanah undang-undang tersebut sebagaimana tertera dalam pasal 49 huruf a undang-undang nomor 23 tahun 2004 sehingga pelaku marital rape dapat mengemban yang namanya hukuman. Sedangkan dalam hukum islam sangat diharamkan dikarenakan nushūz yaitu durhaka. Adapun nushūz menurut fikih islam waadillatuhu (Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaily) guru besar fiqih dan usul fiqih Uneversitas Damaskus Siria. Nushūz adalah ketidak patuhan salah satu pasangan terhadap apa yang seharusnya dipatuhi, dan atau rasa benci terhadap pasangannya. Adapun nusūz dibagi menjadi 4 bagian yaitu nushūz perbuatan, nushūz perkataan, nushūz perkataan suami dan nushūz perbuatan suami kepada istri. Jadi hukum islam sangat melarang adanya suatu perbuatan marital rape (salah satu tindakan perkosaan atau pemaksaan dalam bentuk perkawinan dan tidak seperti pemaksaan pada umumnya memberikan bekas yang nyata, namun bentuk marital rape ini hanya dampak bagi korban marital rape saja, dan hanya korban saja yang merasakannya). Berdasarkan hasil penelitian di atas, diharapkan tindakan atau perbuatan marital rape dapat menjadi suatu acuan dalam menyelesaikan suatu sengketa yang ada dalam rumah tangga baik bagi seorang istri maupun seorang suami yang memiliki libydo tinggi untuk melampiskan hawa nafsunya untuk kepentingan dirinya sendiri. Oleh karena itu, antara kedua belah pihak (suami/istri) terlebih dahulu mementingkan kondisi satu sama lain sebelum melakukan hubungan suami istri sehingga tidak mengakibatkan sengketa dalam rumah tangga yang mengakibatkan kerugian dalam rumah tangganya
PROBLEMATIKA PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) DENGAN SISTEM ZONASI DI SEKOLAH DASAR (SD) KOTA MATARAM
Penelitian ini memaparkan problematika penerimaan peserta didik baru (PPDB) dengan Sistem Zonasi di SD Kota Mataram. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Kehadiran peneliti merupakan instrumen utama atau kunci. Penelitian ini dilakukan di 3 SD Kota Mataram. Data diperoleh dari kepala sekolah, para guru, dan calon wali murid. Data dikumpulkan dengan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif dengan analisis interaktif, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Validitas data dengan kriteria dan teknik pemeriksaan, yaitu dengan cara memperpanjang waktu pengamatan dan menguji dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika PPDB dengan sistem zonasi di SD Kota Mataram, antara lain: (1) sekolah favorit masih terbatas, (2) pemerataan kualitas pendidikan yang masih timpang, dan (3) kurangnya sosialisasi dari pemerintah
- …
