1,720,970 research outputs found
PENERAPAN PENDEKATAN DIFFERENSIASI DALAM KURIKULUM MERDEKA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Tujuan penelitian ini menjelaskan tentang penerapan pendekatan diferensiasi dalam Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMPN 1 VII Koto Sungai Saraik untuk menggali efektivitas, kepuasan siswa, serta tantangan yang dihadapi dalam implementasi pendekatan ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang bertujuan untuk mengkaji penerapan pendekatan diferensiasi dalam Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMPN 1 VII Koto Sungai Sariak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pendekatan differensiasi pada mata pelajaran PAI di SMPN 1 VII Koto Sungai Sariak memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan keterlibatan siswa. Meskipun terdapat beberapa tantangan dalam implementasinya, seperti keterbatasan waktu, beban kerja guru yang meningkat, dan keterbatasan sumber daya, manfaat yang diperoleh dari pendekatan ini signifikan. Untuk mengoptimalkan penerapan pendekatan differensiasi, diperlukan dukungan yang kuat dari pihak sekolah, peningkatan pelatihan bagi guru, serta keterlibatan aktif dari orang tua. Dengan komitmen yang kuat dan kerjasama dari semua pihak, pendekatan differensiasi dapat menjadi strategi yang efektif dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, mendukung perkembangan individual siswa, dan memaksimalkan potensi belajar mereka
PENERAPAN PENDEKATAN DIFFERENSIASI DALAM KURIKULUM MERDEKA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Tujuan penelitian ini menjelaskan tentang penerapan pendekatan diferensiasi dalam Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMPN 1 VII Koto Sungai Saraik untuk menggali efektivitas, kepuasan siswa, serta tantangan yang dihadapi dalam implementasi pendekatan ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang bertujuan untuk mengkaji penerapan pendekatan diferensiasi dalam Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMPN 1 VII Koto Sungai Sariak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pendekatan differensiasi pada mata pelajaran PAI di SMPN 1 VII Koto Sungai Sariak memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan keterlibatan siswa. Meskipun terdapat beberapa tantangan dalam implementasinya, seperti keterbatasan waktu, beban kerja guru yang meningkat, dan keterbatasan sumber daya, manfaat yang diperoleh dari pendekatan ini signifikan. Untuk mengoptimalkan penerapan pendekatan differensiasi, diperlukan dukungan yang kuat dari pihak sekolah, peningkatan pelatihan bagi guru, serta keterlibatan aktif dari orang tua. Dengan komitmen yang kuat dan kerjasama dari semua pihak, pendekatan differensiasi dapat menjadi strategi yang efektif dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, mendukung perkembangan individual siswa, dan memaksimalkan potensi belajar mereka
KESEHATAN MENTAL SEBAGAI FONDASI PENGUATAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA DISRUPSI
Penelitian ini membahas urgensi integrasi konsep kesehatan mental dalam pendidikan agama Islam di era disrupsi. Fokus penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bagaimana pendidikan agama Islam yang umumnya hanya menekankan nilai spiritual dapat turut serta mendukung kesejahteraan psikologis siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kepustakaan dengan teknik pengumpulan data melalui literatur, buku, jurnal, dan artikel terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi antara konsep kesehatan mental dan pendidikan agama Islam berpotensi menciptakan keseimbangan antara aspek spiritual dan psikologis siswa, yang pada gilirannya meningkatkan kesejahteraan mereka. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan kurikulum pendidikan yang lebih holistik dan berbasis kesejahteraan mental di lembaga pendidikan.
Kata Kunci: Kesehatan Mental, Pendidikan Agama Islam, Era Disrups
KESEHATAN MENTAL SEBAGAI FONDASI PENGUATAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA DISRUPSI
Penelitian ini membahas urgensi integrasi konsep kesehatan mental dalam pendidikan agama Islam di era disrupsi. Fokus penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bagaimana pendidikan agama Islam yang umumnya hanya menekankan nilai spiritual dapat turut serta mendukung kesejahteraan psikologis siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kepustakaan dengan teknik pengumpulan data melalui literatur, buku, jurnal, dan artikel terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi antara konsep kesehatan mental dan pendidikan agama Islam berpotensi menciptakan keseimbangan antara aspek spiritual dan psikologis siswa, yang pada gilirannya meningkatkan kesejahteraan mereka. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan kurikulum pendidikan yang lebih holistik dan berbasis kesejahteraan mental di lembaga pendidikan.
Kata Kunci: Kesehatan Mental, Pendidikan Agama Islam, Era Disrups
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
METODE SMALL GROUP DISCUSSION DALAM MEMBENTUK KOMPETENSI KOMPETENSI CRITICAL THINKING DAN COMMUNICATION PESERTA DIDIK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Small Group Discussion dalam membentuk kompetensi critical thinking dan communication peserta didik, serta untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat keberhasilan metode ini dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode penelitian lapangan (field research). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Penerapan metode Small Group Discussion di SMPN 1 VII Koto Sungai Sariak telah berkontribusi positif dalam membentuk kemampuan critical thinking dan communication skills siswa, meskipun masih menghadapi tantangan. Guru telah merancang pembelajaran berbasis kolaborasi, namun tujuan yang kurang spesifik dan panduan diskusi yang belum terstruktur menjadi hambatan. Metode ini meningkatkan kemampuan siswa dalam mengidentifikasi masalah dan menyampaikan pendapat, tetapi partisipasi sering terhambat oleh dominasi siswa tertentu dan dinamika diskusi yang tidak merata. Evaluasi menunjukkan kemajuan dalam analisis informasi dan penyampaian ide, meskipun keterampilan mendengarkan aktif dan pola pikir logis masih perlu ditingkatkan. Kendala seperti keterbatasan waktu, minimnya teknologi, dan rendahnya kepercayaan diri siswa dapat diatasi dengan pelatihan intensif, media pembelajaran inovatif, dan integrasi tugas kelompok. Perbaikan menyeluruh pada perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dapat mengoptimalkan metode ini untuk membangun kompetensi abad ke-21.
Kata Kunci: Small Group Discussion, critical thinking, communicatio
METODE SMALL GROUP DISCUSSION DALAM MEMBENTUK KOMPETENSI KOMPETENSI CRITICAL THINKING DAN COMMUNICATION PESERTA DIDIK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Small Group Discussion dalam membentuk kompetensi critical thinking dan communication peserta didik, serta untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat keberhasilan metode ini dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode penelitian lapangan (field research). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Penerapan metode Small Group Discussion di SMPN 1 VII Koto Sungai Sariak telah berkontribusi positif dalam membentuk kemampuan critical thinking dan communication skills siswa, meskipun masih menghadapi tantangan. Guru telah merancang pembelajaran berbasis kolaborasi, namun tujuan yang kurang spesifik dan panduan diskusi yang belum terstruktur menjadi hambatan. Metode ini meningkatkan kemampuan siswa dalam mengidentifikasi masalah dan menyampaikan pendapat, tetapi partisipasi sering terhambat oleh dominasi siswa tertentu dan dinamika diskusi yang tidak merata. Evaluasi menunjukkan kemajuan dalam analisis informasi dan penyampaian ide, meskipun keterampilan mendengarkan aktif dan pola pikir logis masih perlu ditingkatkan. Kendala seperti keterbatasan waktu, minimnya teknologi, dan rendahnya kepercayaan diri siswa dapat diatasi dengan pelatihan intensif, media pembelajaran inovatif, dan integrasi tugas kelompok. Perbaikan menyeluruh pada perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dapat mengoptimalkan metode ini untuk membangun kompetensi abad ke-21.
Kata Kunci: Small Group Discussion, critical thinking, communicatio
- …
