64 research outputs found
Me-Liyan-kan Perempuan dalam Filsafat Relasionalitas Armada Riyanto dan Ata Pe’ang dalam Budaya Manggarai
Focus this paper is comparing the concept of othering women in Armada's Relational Philosophy and the concept of ata pe'ang (outsider) in Manggarai culture. The method used is a critical analysis with a comparative approach between the concept of othering women in Armada's Relational Philosophy and the concept of ata pe'ang in Manggarai culture. The author finds that the label of ata pe'ang has shackled women, thus viewing them as the other. This shackling is rooted in a misunderstanding of the concept of ata pe'ang as intended by the Manggarai ancestors. Relational Philosophy can serve as a critical lens for this reality. Relational philosophy provides a new contribution, namely that ata pe'ang must be viewed as relational subjects, and it critiques the marginalization of women in Manggarai culture. Furthermore, Armada's philosophical concept helps reconstruct unequal cultural practices and affirms that women, as ata pe'ang, can be agents of change in communal life.AbstrakFokus tulisan ini adalah membuat komparasi konsep me-liyan-kan perempuan dalam filsafat Relasionalitas Armada dan konsep ata pe’ang (orang luar) dalam budaya Manggarai. Metode yang digunakan ialah analisis kritis dengan pendekatan komparatif antara konsep me-liyan-kan perempuan filsafat Relasionlitas Armada dan konsep ata pe’ang dalam budaya Manggarai. Penulis menemukan bahwa pelabelan ata pe’ang telah membelenggu kaum perempuan sehingga perempuan dipandang sebagai liyan. Keterbelengguan tersebut berakar pada kesalahpahaman terhadap konsep ata pe’ang sebagaimana dimaksudkan oleh para leluhur orang Manggarai. Filsafat Relasionalitas dapat menjadi lensa kritik terhadap realitas tersebut. Filsafat relasionlitas memberikan sumbangan baru bahwa Ata pe’ang harus dipandang sebagai subjek relasional, filsafat relasionlitas memberikan kritik marginalisasi perempuan dalam budaya Manggarai. Selain itu, konsep filosofis Armada membantu untuk merekonstruksikan kembali praktik budaya yang timpang serta memberikan penegasan bahwa perempuan sebagai ata pe’ang dapat menjadi agen perubahan dalam kehidupan bersama.
Stimulasi Peran Masyarakat Berbasis Ekonomi, Teknologi Informasi dan Pengetahuan Hukum di Desa Tiohu Kecamatan Asparaga Kabupaten Gorontalo
Stimulasi peran masyarakat berbasis ekonomi dan teknologi informasi merupakan bentuk pendampingan terhadap masyarakat serta pemerintah desa dalam melahirkan berbagai program dan strategi berkelanjutan dalam pengembangan desa. Peran masyarakat yang di stimulus melalui ekonomi, teknologi informasi dan pengetahuan hukum digagas dengan tujuan untuk meningkatkan pengelolaan potensi desa dan sumber daya manusia yang distimulasi awal melalui aspek teknologi sehingga dalam tujuan jangka panjang dapat diarahkan pada peningkatan produktivitas masyarakat. Hasil dari berbagai program yang dilaksanakan yaitu meningkatnya skill masyarakat terkait penguasaan aspek teknologi informasi serta adanya peran nyata masyarakat dalam memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk budidaya tanaman jangka pendek. Tujuan dari pemanfaatan lahan pekarangan adalah agar areal lahan pekarangan dapat memberikan kontribusi ekonomi bagi rumah tangga. Stimulation of the role of communities based on economy and information technology is a form of assistance to the community and village governments in producing various sustainable programs and strategies in village development. The role of the community that is stimulated through the economy, information technology and legal knowledge is initiated with the aim of improving the management of village potential and human resources which are stimulated early through technological aspects so that in the long term goals can be directed at increasing community productivity. The results of the various programs implemented are the increase in community skills related to mastering aspects of information technology and the real role of the community in utilizing home yard land for short-term crop cultivation. The purpose of the use of yard land is so that the yard land area can make an economic contribution to the household
Apakah Smart Digital Content Marketing Dapat Meredam Perilaku Penghindaran Iklan? : Sebuah Strategi Pemasaran Digital
Konsumen cenderung menjadi alergi terhadap iklan dan berupaya menghindari tayangan iklan diberbagai media digital. Adanya perilaku penghindaran iklan menyebabkan iklan produk yang dibuat menjadi berlebihan tanpa penonton. Sebab konsumen cenderung anti terhadap iklan. Tujuan utama dari penelitian adalah untuk melihat bagaimana Smart Digital Content Marketing (SDCM) dapat mempengaruhi perilaku pengindaran iklan, sehingga menjadi bahan evaluasi bagi UMKM dalam adopsi SDCM sebagai bentuk strategi pemasaran di era digital. Penelitian ini merupakan penelitian explanatory dimana menguji hubungan antar variabel dalam satu model penelitian. Sampel yang digunakan sebanyak 100 responden. Tehnik analisis data menggunakan Structural Equation Modeling Partial Least Square (SEM-PLS) dengan bantuan software smart-PLS 2.0. Secara umum penelitian menemukan bahwa SDCM tidak mampu meredam perilaku menghindaran iklan tanpa perilaku rasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SDCM berpengaruh negatif dan siginifikan terhadap perilaku rasional, namun berpengaruh tidak signifikan terhadap penghindaran iklan. Sementara itu, perilaku rasional memberi pengaruh positif dan signifikan terhadap penghindaran iklan. Penelitian ini juga menemukan bahwa SDCM mampu memperpengaruhi secara negatif dan signifikan terhadap penghindaran iklan yang dimediasi oleh perilaku rasional. Kebaruan penelitian yang ditemukan berada pada peran perilaku rasional yang mampu memediasi gap antara SDCM dan perilaku penghindaran iklan
POTRET SOSIAL EKONOMI PETANI JAGUNG DAN KEMITRAAN iGrow DI KABUPATEN GORONTALO
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemetaan kondisi sosial ekonomi petani jagung sebelum menjadi mitra iGrow. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang menggunakan kombinasi data sekunder dan data primer. Pengumpulan data primer dilakukan dengan wawancara terhadap petani jagung yang menjadi mitra iGrow menggunakan kueisioner. Penentuan jumlah sampel dilakukan dengan model proporsional sesuai dengan jumlah populasi wilayah. Jumlah sampel dari keseluruhan wilayah populasi berjumlah 32 orang. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata produktivitas lahan jagung jika dikonversi dalam satuan 1 hektar adalah: 2,79 ton sebelum tergabung dalam kemitraan iGrow. rata-rata total pendapatan bersih petani jagung dalam 1 hektar yaitu Rp. 3.332.265. Manfaat kerja sama petani jagung dengan iGrow yaitu: Akses terhadap permodalan menjadi lebih mudah, Pengembalian modal setelah panen tidak dikenakan bunga, Akses terhadap benih dan pupuk menjadi lebih mudah dari biasanya karena difasilitasi oleh iGrow, Peluang petani untuk mendapatkan harga pasar yang lebih baik menjadi terbuka lebar, sebab petani tidak terikat untuk menjual hasil panen, Peluang mendapatkan pendapatan lebih besar, karena beberapa komponen biaya dapat dikurangi seperti biaya pasca panen. Petani dapat memasarkan jagung hasil panen dalam bentuk tongkol, sehingga tidak harus menambah biaya perontokan / rotor. Tahap awal program kemitraan berjalan, pendampingan petani cukup intensif dari pihak iGrow, sehingga petani dapat memperoleh wawasan dan pengetahuan baru
ANALISIS PENDAPATAN DAN NILAI TAMBAH KEDELAI PADA USAHA PENGOLAHAN TAHU DI DESA MOTODUTO KECAMATAN BOLIYOHUTO KABUPATEN GORONTALO (STUDI KASUS INDUSTRI TAHU CIPTA SARI)
This research aims to analyze the income earned by the tofu processing business and the added value of the tofu processing business in the Cipta Sari tofu industry in Motoduto village, Boliyohuto District, Gorontalo Regency. The data used in this research are primary data and secondary data, primary data obtained, and the results of direct interviews with the owner of the Cipta Sari tofu industry. Secondary data was obtained from several literature related to this research. In this research, the data analysis method used is the quantitative descriptive analysis method to analyze the income obtained by the Cipta Sari tofu industry and the Hayami method to analyze the added value of the soybeans in the tofu processing business. These results and research show that the income earned by the Cipta Sari tofu industry in one week of production is IDR. 7.666.907 resulting in an R/C ratio of 1,75 and the added value in one week of production has a ratio of 92,35% and is included in the high ratio because it is 92,35% ≥50% so it can be concluded that Cipta Sari’s tofu business is profitable for entrepreneurs and worthy of development
Technology Readiness and Digital Competing Capabilities: Digital Value Resonance
The digital economy for MSMEs still possesses complex problems in the debate over technology readiness and competitive digital capabilities. The increase of dynamic product innovation changes is only effectively supported by digital value resonance. Addressing this issue, this research aims to explore the readiness of technology and the ability to compete digitally for innovative products through the resonance of digital value, especially for multi-business businesses. The data were collected from 170 respondents of small and medium-sized businesses through questionnaires. SEM-PLS techniques were used to analyze the data with a path mediated by digital value resonance on product innovation. The results showed that the resonance of digital value successfully mediated the relationship of technological readiness and digital competing capabilities, as well as direct links to the improvement of innovative products. Digital consumer habits also successfully strengthened the relationship of technological readiness and digital competing capabilities on the resonance of digital value. The advantages of this research lie in the synthesis of proposed digital value resonance variables from the results of resource-based view theory propositions in bridging the previous researcher gaps and contributing as a conceptual novelty model that can personalize digital value in the level of competition and increase MSMEs innovation products
INOVASI PENGEMBANGAN LIMBAH JAGUNG BERBASIS NILAI EKONOMI MASYARAKAT
Abstrak: Inovasi pengembangan limbah jagung berbasis nilai ekonomi masyarakat di Kabupaten Buol Sulawesi Tengah bertujuan untuk pengembangan dan penerapan teknologi yang berguna secara langsung di masyarakat serta dalam upaya untuk mengembangkan potensi pertanian yang menyasar pada aspek limbah jagung agar menghasilkan nilai ekonomi masyarakat. Metode pelaksanaan menggunakan metode penyuluhan, pelatihan dan pendampingan masyarakat. Adapun produk yang dihasilkan yaitu briket berbahan dasar tongkol jagung dan produk kerajinan berupa lampu hias. Dalam kegiatan pelatihan pembuatan briket Tongkol Jagung, komponen aspek pengetahuan peserta tergolong belum melampaui target, dimana hanya 89.2% peserta mampu memahami materi, aspek kemampuan peserta dalam membuat briket secara mandiri tergolong melampaui target, sedangkan pada aspek sikap masyarakat yang berminat mengaplikasikan untuk kebutuhan rumah tangga maupun untuk tujuan usaha belum memenuhi target. Sementara itu, pada kegiatan pembuatan produk kerajinan dari Tongkol Jagung, aspek pengetahuan peserta tergolong belum melampaui target, dimana hanya 83.3% peserta mampu memahami materi. Aspek kemampuan peserta tergolong melampaui target, sedangkan pada aspek sikap masyarakat yang berminat mengaplikasikan untuk kebutuhan hiasan rumah maupun untuk tujuan usaha belum memenuhi target.Abstract: Corn waste development innovation based on community economic value in Buol Regency, Central Sulawesi, aims to develop and apply technology that is directly beneficial to the community as well as in an effort to develop agricultural potential with the target of corn waste aspects in order to generate economic value for the community. We uses counseling, training, and community assistance methods. The products produced are briquettes made from corn cobs and handicraft products in the form of decorative lights. In the training activity for making corn cobs briquettes, the knowledge aspect of the participants did not exceed the target, where only 89.2% of the participants were able to understand the material, the aspect of the ability of the participants to make briquettes independently was classified as exceeding the target, while in the attitude aspect of the people who were interested in applying it for household needs. nor for business purposes have not met the target. Meanwhile, in the activity of making handicraft products from corn cobs, the knowledge aspect of the participants did not exceed the target, where only 83.3% of participants were able to understand the material. The ability aspect of the participants is classified as exceeding the target, while the attitude aspect of the community who is interested in applying it for home decoration needs or for business purposes has not met the target
PENINGKATAN EKONOMI KELUARGA PETANI DI MASA PANDEMI COVID-19 MELALUI PENGELOLAAN KEUANGAN TERPADU DI DESA KASIA, GORONTALO UTARA
Objek yang menjadi target utama dalam peningkatan sistem pengelolaan keuangan terpadu yaitu kelompok petani dan nelayan serta masyarakat umum yang berada di Desa Kasia. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pelatihan dan pendampingan pelaksanaan pengelolaan keuangan pada keluarga petani. Identifikasi masalah pada kegiatan ini adalah : (1) Sebagian besar peserta masih beranggapan bahwa kegiatan tersebut untuk memberikan bantuan modal (2) Partisipasi peserta dalam bertanya sangat kurang, sehingga sangat sulit untuk mengetahui dan mengukur apakah materi dapat diterima dengan baik oleh peserta (3) Masih banyak peserta yang tidak bisa berhitung (4) Masyarakat masih bingung dalam prosedur menabung di bank dan (5) Sebagian besar ibu rumah tanggga keluarga petani dan nelayan kurang aktif dalam berusaha karena menunggu modal yang diberikan dari pemerintah. Berdasarkan hal tersebut maka pemateri memberikan tips dalam melakukan pengelolaan keuangan keluarga petani antara lain cara mengelola keuangan yang terbatas, melakukan saving, memberikan nilai tambah terhadap hasil pertanian dan perikanan, mendahulukan kebutuhan daripada keinginan serta mengelola aset agar dapat optimal. Hasil yang dicapai pada kegiatan pengabdian pada masyarakat di Desa Kasia yaitu : (1) 90 persen peserta memahami materi yang disampaikan pemateri dengan baik (2) 70 persen peserta mampu mengaplikasikan, (3) 50 persen peserta mampu mengimplemntasikan secara berkelanjutan
Literasi Digital UMKM Agribisnis dalam Adopsi Strategi Pemasaran Digital di Kecamatan LimbotoKabupaten Gorontalo
This research is aimed at analyzing:“How the influence of digital literacy on the tendency of entrepreneurs to secure limboto in adopting digital marketing”. The research was carried out for four months from the start of preparation to the preparation. The type of research used is the type of explanatory with a quantitative approach. The data collection technique is done using a questionnaire (angket). Research instrument testing using instrument testing, and classical assumption testing. The data analysis technique used is a double linear regression analysis analyzed using spss 21. The results of this survey showed below: Technological readiness variables have a significant influence on entrepreneurs' tendencies to adopt digital marketing and digital literacy variables negatively affect entrepreneur's tendencies in dealing with digital marketing
Optimalisasi Manajemen Rantai Pasok Beras Dalam Menjaga Ketahanan Pangan (Studi Kasus Perum Bulog Kantor Cabang Gorontalo)
Dalam menjalankan tugas yang diamanatkan oleh pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan dengan melakukan pengadaan dan pengelolaan persediaan beras, BULOG mengalami beberapa kendala seperti keterbatasan pemasok dan kurangnya minat masyarakat terhadap beras BULOG. Tujuan penelitian untuk mengetahui kondisi rantai pasok beras dan mengoptimalisasi persediaan beras pada Perum BULOG Kantor Cabang Gorontalo. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober sampai Desember 2022. Metode yang digunakan yaitu studi kasus dengan pendekatan kuantitatif. Menggunakan teknik analisis FSCN dan EOQ. Hasil penelitian menunjukkan: 1) kondisi rantai pasok dengan enam elemen pendukung telah terintegrasi dengan baik karena semua anggota rantai sudah bekerja sesuai tupoksinya, 2) jumlah persediaan beras BULOG mencapai tingkat optimal pada kombinasi jumlah pembelian beras premium sejumlah 75.494,49 kg dengan frekuensi pembelian 2× setahun, penghematan sebesar 49.341.206,76,-, safety stock 889.250 kg dan ROP 965.000 kg, dan untuk beras medium optimal pada jumlah pembelian 857.108,48 kg dengan frekuensi pembelian 3× setahun, penghematan 83.755.037,64,-, safety stock 41.566.500 kg dan ROP 44.250.000 kg. Maka dapat disimpulkan bahwa untuk mencapai tujuan penelitian, perusahaan sebaiknya lebih meningkatkan manajemen rantai pasok dan sebaiknya menggunakan metode EOQ dalam mengelola persediaan untuk mencapai hasil yang efisien
- …
