Jurnal Abditani (Fakultas Pertanian Universitas Alkhairaat Palu)
Not a member yet
    201 research outputs found

    PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) LIMBAH ORGANIK GAPOKTAN KECAMATAN JOGOROGO NGAWI

    Full text link
    Indonesia dikenal sebagai Negara Agraris, akan tetapi penggunaan pupuk kimia (anorganik) terus dilakukan oleh petani. Pupuk kimia dinilai lebih menyuburkan tanaman dan efektif dalam penggunaan yang sedikit dibandingkan pupuk organik. Upaya alternatif untuk menyelesaikan solusi tersebut ialah  dengan peralihan penggunaan pupuk kimia ke pupuk organik. Pupuk organik Cair (POC) adalah pupuk organik yang berwujud cair yang dibuat bersumber dari bahan organik melalui proses fermentasi. Pelaksanaan kegiatan ini dalam bentuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) acara kegiatan di Kecamatan Jogorogo yang dilaksanakan pada 08 Maret 2024 di Balai Penyuluhan Pertanian. Mitra sasaran pada kegiatan ini merupakan Gabungan Kelompok Tani Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi. POC merupakan salah satu jenis pupuk yang dapat diaplikasikan ke tanaman yang berbentuk cairan. POC adalah pupuk yang dibuat secara alami melalui proses fermentasi sehingga menghasilkan larutan yang berasal dari pembusukan sisa tanaman, maupun kotoran hewan atau manusia

    PKM KELOMPOK NELAYAN “WIA” MELALUI PEMANFAATAN HASIL LAUT DI DESA MALAKOSA

    Full text link
    PKM Kelompok nelayan WIA merupakan upaya untuk memberikan penguatan kepada kelompok nelayan WIA dengan melibatkan berbagai pihak yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan, kemandirian, dan partisipasi masyarakat. permasalahan yang dihadapi oleh kelompok WIA sebagai kelompok wanita yang mengolah hasil tangkapan dari kelompok nelayan pemancing ikan laut adalah masih kurangnya pengetahuan yang dimiliki terutama dalam pengelolaan manajemen kelompok, dan juga teknik pemasaran yang masih rendah dengan jangkauan yang kurang luas. Urgensi PKM ini adalah meningkatkan kesejahteraan, kemandirian, dan partisipasi masyarakat Desa Malakosa untuk mengembangkan potensi dan kreativitas kelompok nelayan “WIA” dalam  pengolahan hasil laut, membuka akses informasi, sumber daya, bantuan, dan dukungan dari berbagai pihak yang terkait dengan usaha pengolahan hasil laut. Tujuan PKM adalah untuk meningkatkan keterampilan, manajemen kelompok, teknik pemasaran, kualitas dan nilai jual hasil tangkapan serta olahan laut, yang dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan, serta meningkatkan partisipasi dan kerjasama kelompok nelayan WIA. Solusi yang ditawarkan adalah memberikan pelatihan dan keterampilan bagi kelompok nelayan WIA dalam mengolah hasil olahan laut menjadi produk olahan seperti bakso, sosis dan ikan laut. Sedangkan manajemen usaha diberikan kepada kelompok nelayan WIA seperti pemasaran produk hasil olahan, pengadministrasian kegiatan usaha kelompok untuk menciptakan kemandirian kelompok usaha. Pada hakekatnya, kegiatan pengabdian ini memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi mitra melalui pendekatan secara terpadu, agar dapat meningkatkan nilai ekonomis dari hasil olahan ikan laut dan memperoleh tambahan penghasilan bagi rumah tangga kelompok mitra. Adapun metode pendekatan yang berupaya diterapkan dengan melibatkan masyarakat dan mitra itu sendiri melalui partisipatif sehingga dapat berperan aktif. Luaran berupa produk olahan hasil laut dan meningkatnya pengetahuan mitra dalam hal manajemen kelompok dan manajemen pengelolaan usaha

    PENGOMPOSAN LIMBAH DAUN PISANG DENGAN MENGGUNAKAN MAGGOT SEBAGAI DEKOMPOSER

    Full text link
    Industri lontong rumah tangga di Indonesia sering menggunakan daun pisang sebagai pembungkus, dan limbah ini memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan lebih lanjut salah satunya pengomposan. Pengomposan secara konvensional sering kali memakan waktu yang lama, karena kandungan serat tinggi pada daun pisang yang tidak mudah terurai secara alami. Alternatif  untuk mempercepat proses dekomposisi limbah ini dengan menggunakan maggot dari lalat Black Soldier Fly (BSF). Maggot dapat mempercepat proses dekomposisi limbah organik, termasuk daun pisang, dan mengubahnya menjadi pupuk berkualitas tinggi yang mengandung nitrogen, fosfor, dan kalium lebih banyak. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan melalui sosialisasi dan demonstrasi untuk mengolah limbah daun pisang menjadi kompos dengan bantuan maggot. Kegiatan pengabdian bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dalam memanfaatkan limbah daun pisang melalui pelatihan pembuatan komposter secara mandiri. Program ini merupakan bagian dari Pembinaan Industri Rumah Tangga-Usaha Mikro (IRT-UM) Berbasis Kemitraan Klaster (I), yang dilaksanakan dari bulan Oktober hingga Desember 2024. Hasil dari proses ini tidak hanya mengurangi limbah tetapi juga menciptakan produk bernilai tambah untuk pertanian. Pengelolaan limbah organik melalui maggot bukan hanya ramah lingkungan tetapi juga mendukung pertanian berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peluang ekonomi baru. Berdasarkan hasil tersebut, pengomposan limbah daun pisang dengan bantuan maggot serta sisa makanan, sayuran, dan buah-buahan memerlukan waktu sekitar 19 hari untuk mengurai limbah sebanyak 95,5 kilogram. Hasil uji analisis di laboratorium, diketahui bahwa kandungan pupuk dengan teknik maggot yang telah dilakukan telah memenuhi standart SNI 19-7030-2004 sebagai pupuk organik terutama pada pemberian limbah daun pisang dengan kriteria kadar nitrogen (N), kadar fosfor (P), dan kadar kalium (K), menunjukkan hasil uji kandungan N = 3,94%, P = 0,89%, K = 2,42%. Secara keseluruhan kadar (N, P, K) sudah melebihi standar minimalnya dengan kandungan termasuk tinggi, serta unsur hara penting seperti Ca, Mg, Na yang sangat mendukung pertumbuhan tanaman, memiliki pH netral, dan karbon organik 30,84 %

    PELATIHAN PRODUK OLAHAN PISANG MENJADI KERIPIK PISANG GUNA MENINGKATKAN PENDAPATAN MELALUI PEMBERDAYAAN IBU-IBU PKK DI DESA LEMUSA KECAMATAN PARIGI SELATAN

    Full text link
    Salah satu jenis tanaman yang dapat dikembangkan sebagai bahan baku produk olahan adalah buah pisang. Dengan memanfaatkan potensi buah pisang sebagai salah satu sumber karbohidrat, ternyata tidak hanya turut mensukseskan program diversifikasi pangan yang dijalankan oleh pemerintah Indonesia, namun juga memberikan peluang bisnis baru bagi pelakunya.  Keripik pisang merupakan salah satu olahan dari pisang kepok yang banyak digemari oleh masyarakat dari semua kalangan. Tujuan pengabdian kepada masyarakat melalui pelatihan produk olahan keripik pisang di Desa Lemusa Kecamatan Parigi Selatan  adalah untuk meningkatkan keterampilan, kreativitas dan kemampuan dalam berwirausaha untuk meningkatkan nilai jual kripik pisang.  Adapun mitra pengabdian kepada masyarakat adalah kelompok masyarakat terutama ibu PKK Desa Lemusa Kecamatan Parigi Selatan.  Hasil dari kegiatan pelatihan produk olahan keripik pisang oleh ibu-ibu PKK adalah mampu membuat keripik pisang yang renyah dengan berbagai varian rasa khas Desa Lemusa serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dengan cara pemasaran secara online agar kemasan keripik pisang sehingga lebih menarik untuk dipasarkan.  &nbsp

    PENERAPAN TEKNOLOGI PEMUPUKAN SPESIFIK LOKASI PADA TANAMAN JAGUNG DI DESA PUNGGUR KECIL KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA

    Full text link
    Kelompok Tani Alang Umar Jaya melakukan budidaya pada tanah gambut. Beberapa petani sudah mencoba untuk budidaya jagung namun produksi sangat rendah. Pelaksanaan penanaman yang dilakukan petani masih menggunakan teknik budidaya yang bersifat umum, seperti aplikasi pupuk belum didasarkan pada kondisi tanah dan kebutuhan tanaman. Solusi masalah tersebut dengan penerapan teknologi pemupukan spesifik lokasi dengan penambahan bahan amelioran (pembenah tanah) dan peningkatan keterampilan dan pengetahuan petani. Tujuan kegiatan untuk meningkatan pengetahuan dan keterampilan petani melalui kegiatan bimbingan, pendampingan dan pelatihan tentang pengetahuan dasar tentang penerapan teknik pemupukan spesifik lokasi, pengelolaan tanah, pemupukan dan pengendalian hama penyakit pada tanaman jagung di Kelompok Tani Alang Umar Maju Desa Punggur Kecil. Tahapan pelaksanaan kegiatan meliputi: melakukan karakterisasi kendala sistem usahatani, potensi dan peluang penerapan teknologi pemupukan spesifik lokasi untuk tanaman jagung di lahan gambut dengan metode Participatory Rural Appraisal atau Rapid Rural Appraisal (PRA/RRA), Aplikasi teknologi pemupukan spesifik lokasi budidaya jagung di lahan gambut dengan metode Demplot, diseminasi, dan sosialisasi hasil kegiatan demplot. Kegiatan ini petani sangat antusias dan tertarik dengan metode penerapan teknologi pemupukan yang disampaikan. Hasil dari penerapan teknologi pemupukan ini tanaman tumbuh lebih bagus dan bisa membantu dalam meningkatkan hasil pertanian jagung di lahan pertanian milik petani

    TEKNIK PENGENDALIAN PENYAKIT GUGUR DAUN KARET PADA KELOMPOK TANI SENARA JAYA

    Full text link
    Karet   merupakan   salah   satu   andalan ekspor   yang   berkontribusi   besar   terhadap devisa    negara. Indonesia memiliki  perkebunan  karet dengan luas yang mencapai 3,68 juta ha pada 2019  yaitu  85%  didominasi  oleh  perkebunan rakyat. Luasan tersebut memberikan kontribusi produksi sebesar 3,30 juta ton dan produktivitas 1,03  ton  per  ha.  perubahan iklim  global  menstimulasi pertumbuhan  dan  perkembangan  cendawan patogen,    salah    satunya Pestalotiopsis sp. penyebab    penyakit    pada    tanaman    karet. Penyebab penyakit    gugur    daun    ini sebelumnya diduga disebabkan oleh Fusicoccum. Dalam  rangka  mendukung  penanganan GDK Pestalotiopsis sp maka kami memberikan pendampingan kepada kelompok tani senara jaya  terkait pengendalian penyakit gugur daun karet yang berada di dusun sungai ringin desa sungai ringin kecamatan Sekadau Hilir kabupaten Sekadau. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat Teknik Pengendalian Penyakit Gugur daun Karet Pada Kelompok Tani Sinar Jaya dilaksanakan  pada tanggal 28 Agustus 2024, bertempat di Dusun  Senuruk Desa Sungai Ringin, Kecamatan Sekadau Hilir Kabupaten sekadau. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dibagi menjadi dua tahap yaitu pemberian materi dan praktek pengendalian secara langsung. Pelaksanaan oleh 3 orang dengan rincian 1 orang mengoperasikan alat dan 2 orang memandu. Penyakit Gugur daun karet merupakan salah satu penyakit yang bisa menurunkan produksi karet bisa sampai 45%, maka teknik pengendalian yang tepat dapat menekan penyebaran dan mengurangi tingkat serangan. Ada beberapa metode pengendalian yang bisa dilakukan yaitu Sanitasi Lingkungan, Pemupukan yang berimbang, Pengasapan Fogging dan Penyemprotan Permukaan Tanah dengan Insektisida. &nbsp

    BUDIDAYA LEBAH MADU GALO-GALO MASYARAKAT NAGARI BUKIK KANDUANG KECAMATAN X KOTO DIATAS KABUPATEN SOLOK

    Full text link
    Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk  memberikan pengetahuan, penyuluhan dan pelatihan kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) Sari Nektar Nagari Bukit Kanduang Kecamatan X Koto Diatas Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat tentang budidaya lebah galo-galo. Berlatar belakang dari beberapa tahun terakhir usaha budidaya galo-galo terus mengalami penurunan produksi madu karena banyaknya permasalahan yang dihadapi. Metode pelaksanaan pengabdian berupa penyuluhan dan pendampingan tentang budidaya lebah madu galo-galo, serta memberilan peralatan penunjnag yang bisa meninkatkan produksi lebah madu galo-galo kepada KTH Sari Nektar. Hasil dari pengabdian ini adalah peningkatan pengetahuan masyarakat tentang budidaya labah madu galo-galo

    STRATEGI PENANGANAN PASCAPANEN PADI UNTUK MENEKAN KEHILANGAN HASIL DAN MENINGKATKAN PENDAPATAN KELOMPOK TANI DI KECAMATAN SEKADAU HULU

    Full text link
    Keberhasilan dalam produksi padi tidak hanya ditentukan oleh proses budidaya, tetapi juga oleh penanganan pascapanen yang optimal. Pascapanen merupakan tahapan penting dalam sistem produksi padi yang mencakup kegiatan panen, perontokan, pengeringan, penyimpanan, dan penggilingan. Penanganan yang tidak tepat dapat menyebabkan kehilangan hasil yang signifikan serta menurunkan kualitas beras yang dihasilkan. Salah satu permasalahan utama dalam pascapanen padi adalah tingginya tingkat kehilangan hasil akibat teknik pemanenan yang kurang tepat, penggunaan alat yang tidak sesuai, serta metode penyimpanan yang kurang baik.Tujuan kegiatan PkM ini yaitu memberikan edukasi kepada petani mengenai pentingnya penanganan pascapanen yang baik untuk mengurangi kehilangan hasil dan mengajarkan metode panen, pengeringan, dan penyimpanan yang benar guna mengurangi kehilangan hasil yang disebabkan oleh teknik yang kurang tepat, hama, atau faktor lingkungan.Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan penanganan pacsa panen pada Kelompok Tani Harapan Bahagia 1 dilakukan melalui beberapa tahapan sistematis yang melibatkan pendampingan, pelatihan, dan praktik langsung. Metode ini diharapkan mampu memberikan pemahaman yang mendalam serta keterampilan yang aplikatif bagi anggota Poktan. Pelatihan penerapan pasca panen telah berhasil memberikan solusi terhadap permasalahan pascapanen padi pada kelompok tani di Kecamatan Sekadau Hulu. Dengan dukungan yang berkelanjutan, strategi yang telah diterapkan dapat semakin meningkatkan efisiensi, kualitas, dan kesejahteraan petani di masa mendatang

    PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGOLAHAN SAMPAH BERBASIS TEKNOLOGI MENUJU LINGKUNGAN SEHAT DAN PRODUKTIF MELALUI PROGRAM KOSABANGSA DI DESA UWEDIKAN

    Full text link
    Desa Uwedikan adalah salah satu desa yang ada di Kecamatan Luwuk Timur Kabupaten Banggai, merupakan desa pesisir  yang mempunyai luas lautan lebih luas dari pada darat. Pada umumnya masyarakat pesisir mempunyai kebiasaan membuang sampah ke laut sehingga sanitasi lingkungan kurang sehat, padahal sampah bisa diolah menjadi produk yang benilai ekonomis berupa pupuk organik. Disamping itu pupuk organik diperlukan petani, karena pupuk kimia sangat langka dan harganya mahal. Dengan demikan pengolahan sampah menjadi pupuk organik mempunyai tujuan untuk memberdayakan masyarakat dalam pemeliharaan lingkungan yang sehat dan memberdayakan masyarakat dalam mengolah sampah menjadi pupuk organik sebagai  alternatif pengganti pupuk kimia yang langka dan mahal.  Metode pembuatan pupuk organik yaitu penjelasan teori 25 % dan praktek pengeporasikan mesin pencacah rumput/sampah serta praktek pembuatan pupuk orgnik berbasis EM4. Pembuatan pupuk organik dinyatakan berhasil bila menghasilkan panas setelah ditutup tarpal 8 jam, menghasilkan bau sedap dan warna pupuk hitam kecoklatan. Bila panasnya tinggi tumpukan pupuk dibalik untuk menormalkan kembali suhu panasnya. Pupuk organik ini sudah bisa dipakai bila sudah tidak suhunya tidak panas lagi

    PENINGKATAN PRODUKSI JERUK DAN PENDAPATAN PETANI BERBASIS BIOCHAR DAN PEMASARAN DIGITAL DI DESA SEGARAU, TEBAS

    Full text link
    PKM ini bertujuan untuk transfer teknologi pembuatan pupuk organic berbasis biochar sekam padi dan kompos kotoran ayam untuk meningkatkan kesuburan tanah Spodosol, untuk budidaya tanaman jeruk dan padi sehingga dapat meningkatkan ekonomi petani di Desa Segarau Parit, Tebas.   Kegiatan PKM   ini berlangsung selama 8 bulan dimulai dari kegiatan persiapan, Pelatihan kegiatan inti PKM yaitu pembuatan biochar  sekam padi dan kompos kotoran  ayam, serta pembuatan sirup dan permen jelly dari jeruk. Pada akhir kegiatan, dilakukan evaluasi terhadap program- program yang telah dilakukan oleh tim dosen. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui hambatan/kesulitan yang dihadapi selama proses kegiatan, dan kemudian didiskusikan untuk diselesaikan. Diharapkan setelah kegiatan PKM ini selesai, petani Poktan Harapan Baru mampu membuat pupuk organik yaitu biochar  sekam padi diperkaya kotoran ayam yang mempunyai kualitas yang baik sehingga membantu menyuburkan tanah Spodosol. Selain itu Poktan Harapan Baru juga mempunyai produk unggulan yaitu sirup dan permen jelly dari jeruk yang tidak terasa pahit

    190

    full texts

    201

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Abditani (Fakultas Pertanian Universitas Alkhairaat Palu)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇