Jurnal Abditani (Fakultas Pertanian Universitas Alkhairaat Palu)
Not a member yet
201 research outputs found
Sort by
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SEKITAR HUTAN DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN KONSEP EKONOMI SIRKULAR MELALUI PEMANFAATAN KOTORAN KELINCI
Masyarakat sekitar hutan di Desa Kemutug Lor, Kabupaten Banyumas menghadapi berbagai isu kerentanan ekonomi karena keterbatasan kapasitas mereka dalam mengelola dan memanfaatkan berbagai potensi yang ada. Salah satu potensi ekonomi potensial yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat sekitar hutan di Desa Kemutug Lor adalah pengembangan budidaya kelinci. Sebagai bagian dari aktivitas tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diarahkan pada upaya peningkatan keterampilan dan kapasitas masyarakat dalam mengelola kotoran ternak kelinci menjadi pupuk organik yang bernilai ekonomi. Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah partisipatif. Mulai dari tahap perencanaan kegiatan sampai dengan pelaksanaan dan evaluasi kegiatan, masyarakat sudah terlibat secara aktif. Kegiatan pelatihan pembuatan pupuk organik berbahan baku feses dan urine kelinci berjalan dengan baik. Berdasarkan hasil perbandingan nilai pre-test dan post-test terdapat peningkatan nilai yang cukup signifikan, sehingga dapat diartikan bahwa masyarakat yang mengikuti pelatihan dapat menangkap dan memahami materi yang diberikan. Dalam jangka panjang, kegiatan pengolahan kotoran kelinci menjadi pupuk organik diharapkan dapat memberikan dampak positif secara sosial, ekonomi dan lingkungan bagi masyarakat sekitar hutan di Desa Kemutug Lor, khususnya ditinjau dari potensi diversifikasi penghasilan, pengurangan biaya produksi pertanian, dan peningkatan kesuburan serta produktivitas tanah
NILAI EKONOMI IKAN TERI HASIL TANGKAPAN NELAYAN SEBAGAI DAMPAK PENGGUNAAN SOLAR DOME DRYER PADA USAHA PERIKANAN DESA AMBESIA SELATAN KECAMATAN TOMINI KABUPATEN PARIGI MOUTONG SULAWESI TENGAH
Desa Ambesia Selatan Kecamatan Tomini Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah memiliki sektor perikanan yang bergantung kepada hasil tangkapan nelayan khusus hasil tangkapan ikan teri dengan alat tangkap bagan. Ikan teri merupakan hasil tangkapan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat nelayan, baik dalam bentuk basah maupun dikeringkan. Pengeringan ikan teri secara konvensional sering terkendala oleh cuaca yang tidak menentu yang berdampak pada kualitas dan harga jual. Penerapan teknologi Solar Dryer Dome (SDD) diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi atau nilai tambah hasil tangkapan nelayan di daerah tersebut. Metode pelaksanaan pengeringan ikan teri menggunakan Solar Dryer Dome (SDD) yaitu ikan teri basah 150 kg lalu dimasukan untuk dikeringkan dalam ruang SDD dengan waktu proses pengeringan kurang lebih 6-7 jam, dan menghasilkan ikan teri kering 45 kg dengan penyusutan sekitar 70%. Hasil proses pengeringan ikan teri 45 kg menggunakan Solar Dryer Dome (SDD) dapat menghasilkan nilai tambah Rp. 15.500/kg. Rasio nilai tambah diperoleh dengan output sebesar 64,58%, hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp.100 diperoleh nilai tambah ikan teri kering sebesar 64,58. Usaha pengolahan ikan teri kering menjadi salah satu bentuk usaha yang tekuni masyarakat Desa Ambesia Selatan Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah karena dapat memberikan sumber pendapatan yang menjanjika
PEMANFAATAN MINYAK SEREH SEBAGAI PENGENDALI HAMA DAN PENYAKIT PADA TANAMAN KOPI ROBUSTA DI DESA BELATUNGAN, TABANAN
Program pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan petani kopi Robusta di Desa Belatungan, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, dengan mengatasi masalah hama dan penyakit tanaman kopi. Produksi kopi di wilayah ini mengalami penurunan yang signifikan akibat serangan hama Hypothenemus hampei Ferr dan penyakit tanaman yang tidak tertangani dengan baik. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah penggunaan minyak sereh sebagai pengendali hama dan penyakit. Penyuluhan dan pelatihan lapangan dilakukan untuk memperkenalkan penggunaan minyak sereh sebagai pestisida alami yang ramah lingkungan dan efektif. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan petani dalam mengatasi serangan hama, serta peningkatan produktivitas tanaman kopi yang lebih sehat
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK NPK ORGANIK CAIR UNTUK TANAMAN PADI DALAM RANGKA MENINGKATKAN PRODUKSI PANGAN RAMAH LINGKUNGAN
Penggunaan pupuk organik yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi kendala produksi pertanian yaitu pupuk organik cair. Pupuk organik ini diolah dari bahan baku berupa kotoran ternak, kompos, limbah alam, hormon tumbuhan dan bahan-bahan alami lainnya yang diproses secara alamiah. Pupuk organik cair selain dapat memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah dapat juga membantu meningkatkan produksi tanaman, meningkatkan kualitas produk tanaman, dan mengurangi penggunaan pupuk anorganik. Pemberdayaan kelompok tani sebagai penggerak pembangunan pertanian memerlukan dukungan dari pemerintah dalam hal ini Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan, UPTD Balai Pelatihan dan Penyuluhan Pertanian, serta Kelurahan/Desa sebagai sebagai tempat bernaung Kelompok Tani yang dibina oleh penyuluh pertanian lapangan (PPL). Keikutsertaan dalam Kelompok tani bisa menjadi mekanisme yang efektif untuk transfer teknologi dalam mendukung pembangunan pertanian. Oleh karena itu membekali PPL dengan teknologi tepat guna perlu ditingkatkan agar alih teknologi ini dapat diterapkan oleh kelompok tani secara cepat dan efisien
PENGENALAN VIRUS CACAR MONYET DAN CARA PENCEGAHAN DENGAN PRODUK HERBAL KEPADA MASYARAKAT WILAYAH BANJAR SAMA KELURAHAN PEDUNGAN DENPASAR SELATAN
Cacar monyet, juga dikenal sebagai monkeypox, disebabkan oleh infeksi virus yang disebabkan oleh genus orthopoxvirus. Di Bali sendiri, belum ada kasus yang terkonfirmasi dari virus cacar monyet, tetapi perlu ada himbauan tentang virus dan cara mencegahnya. Salah satu cara untuk menghindari virus cacar monyet adalah dengan menggunakan tanaman herbal. Kegiatan ini menggunakan penyuluhan langsung melalui buku saku yang dibagikan kepada masyarakat di wilayah Banjar Sama, Kelurahan Pedungan. Untuk menilai pemahaman masyarakat terkait virus cacar monyet (monkeypox) yakni dengan dibagikannya kuisoner berupa pre-test dan post-test kepada 30 responden. Setelah dilakukannya pengolahan data dengan SPPS dapat dilihat adanya peningkatan pengetahuan terlihat dari Uji Wilcoxon nilai Asmp. Sig (2-tailed) kurang dari 0,05 menunjukkan bahwa perbedaan yang terlihat dari hasil nilai pre-test dan post-test berbeda bermakna atau signifikan hasil pre-test dam pos-test responden. Hasil yang dicapai yaitu masyarakat wilayah Banjar Sama, Kelurahan Pedungan sudah memahami tentang virus cacar monyet dan berhasil terealisasikan 100 %
PENERAPAN SISTEM AUTOMASI PEMBERIAN PAKAN PADA BUDIDAYA LELE METODA BIOFLOK DI DESA WAY HUI KECAMATAN JATI AGUNG
Penelitian ini menggali efektivitas sistem bioflok dalam budidaya ikan lele (Clarias sp.) sebagai metode untuk meningkatkan efisiensi pakan dan menjaga kualitas air. Kelompok tani Tunas Tani II di Desa Way Huwi, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, menjadi fokus penelitian ini. Sistem bioflok dipilih karena memiliki potensi untuk mengurangi biaya pakan dan meningkatkan produktivitas. Kolam bundar dengan diameter 2 meter dan tinggi 1 meter, dilengkapi dinding wiremesh dan atap fiber transparan, dirancang untuk memaksimalkan kondisi pertumbuhan bioflok dan melindungi ikan dari variasi kualitas air akibat hujan. Benih ikan lele yang berukuran 5-7 cm ditebar sejumlah 2000 ekor dan diaklimatisasi untuk memastikan adaptasi yang optimal dengan lingkungan bioflok. Formula bioflok yang terdiri dari probiotik, molase, dolomit, garam, dan tepung terigu, diaplikasikan selama 5-10 hari untuk mematangkan bioflok. Pemberian pakan, dimulai tiga hari setelah penebaran ikan, diotomatisasi melalui mikrokontroler dengan interaksi SMS gateway, menghasilkan pengurangan pakan sekitar 30-40% dibanding metode konvensional. Keberadaan bioflok sebagai sumber pakan tambahan menjadi faktor utama dalam penghematan ini. Pemantauan berkala dilakukan untuk menilai adaptasi ikan terhadap perubahan pH dan kualitas bioflok, yang terindikasi dari perubahan warna air dari coklat ke hijau, tanpa indikasi negatif seperti bau
DISTRAKSI LIMBAH SEKAM PADI SEBAGAI FERMENTATION FEED KAYA NUTRISI SEBAGAI PENDORONG EMBRIO YOUTH SOCIOPRENEUR DALAM MEWUJUDKAN KETAHANAN PAKAN DI DESA SANREGO
Permasalahan akan kuantitas limbah sekam padi hingga saat ini belum terealisasi dengan baik khususnya pada daerah lumbung padi di Sulawesi Selatan, yakni salah satunya pada daerah mitra yaitu Desa Sanrego Kabupaten Bone. Desa Sanrego menghadapi masalah krusial dengan limbah sekam padi yang melimpah akibat aktivitas pertanian yang intensif. Limbah ini sering kali tidak dikelola dengan baik sehingga menimbulkan berbagai masalah lingkungan, seperti polusi udara akibat pembakaran sekam dan pencemaran tanah serta air. Padahal potensi sumber daya manusia terutama pemuda desa cukup besar serta produktif namun kurang diberdayakan. Solusi yang menjadi tujuan dalam pelaksanaan program ini adalah mendistraksi limbah sekam padi menjadi pakan ternak fermentasi dengan menginisiasi pemuda desa dalam berkarya dengan pendekatan Society Parcipatory. Pelaksanaan dilaksanakan dengan tiga tahapan yaitu preparasi bahan baku, fermentasi dengan metode SSF (Simulataneous Sacccharification and Fermentation) dan analisis serta mentoring. Penggunaan limbah sekam padi sebagai bahan fermentasi kaya nutrisi merupakan inovasi yang efektif dalam mewujudkan ketahanan pakan di Desa Sanrego. Inisiatif ini tidak hanya memanfaatkan sumber daya lokal yang terabaikan, tetapi juga memberdayakan pemuda desa melalui program sociopreneur, menciptakan dampak positif ganda bagi lingkungan dan masyarakat setempat. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan pemuda desa sebagai kader wirausaha (youth sociopreneur) sebagai mitra tampak signifikan mengalami peningkatan sebesar 90%. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan kemasyarakatan ini dalam bentuk pengolahan limbah sekam padi dapat menjadi solusi nyata dalam mereduksi kuantitas limbah sekam padi serta mendukung Sustainable Development Goals yaitu mendorong pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan serta mewujudkan lahirnya embrio youth sociopreneur di desa
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN VIRGIN COCONUT OIL (VCO) BAGI IBU RUMAH TANGGA (IRT) RT 004 RW 004 KELURAHAN LERE KECAMATAN PALU BARAT
Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan ibu rumah tangga (IRT) di RT 004 RW 004 Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat melalui pelatihan pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) sebagai upaya peningkatan keterampilan dan ekonomi berbasis sumber daya lokal. Permasalahan utama yang dihadapi oleh mitra meliputi kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam produksi VCO, keterbatasan akses terhadap teknologi dan modal usaha, serta minimnya strategi pemasaran dan pemahaman standar mutu. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi sosialisasi, pelatihan teknis, praktik langsung, serta pendampingan usaha. Pelatihan mencakup seluruh tahapan produksi VCO, mulai dari pemilihan bahan baku, teknik ekstraksi, penyaringan, hingga pengemasan yang sesuai standar mutu. Selain itu, peserta juga diberikan wawasan mengenai strategi pemasaran dan legalitas usaha guna meningkatkan daya saing produk di pasar lokal. Hasil dari program ini menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam pembuatan VCO, dengan tingkat keberhasilan sebesar 75% dalam mempraktikkan proses produksi secara mandiri. Beberapa peserta telah memulai produksi rumahan dan menunjukkan minat untuk membentuk kelompok usaha bersama. Untuk keberlanjutan program, disarankan adanya pendampingan lanjutan, akses terhadap modal usaha, serta upaya sertifikasi produk agar VCO yang dihasilkan memiliki nilai jual yang lebih tingg
BRANDING PRODUK UMKM MAKANAN LOKAL MELALUI LABEL KEMASAN DAN PENGELOLAAN MEDIA SOSIAL
Media sosial merupakan wadah yang berpotensi bagi para pelaku UMKM (Usaha Micro Kecil Menengah) untuk memanfaatkan media baru dalam mengenalkan sebuah produk yang diproduksinya. Di Desa Sugihwaras, Candi, Sidoarjo merupakan tempat yang dituju dengan nama produk Al Madinah. Dan di Desa Panggreh, Jabon, Sidoarjo ialah tempat penjual yang dituju, memiliki nama produk Cukup Tahu. Pendampingan diarahkan untuk UMKM dalam mengikuti perkembangan teknologi yang semakin pesat. Abdimas ini bertujuan untuk membranding produk UMKM, label kemasan dan pengelolaan akun media sosial Instagram. Metode kegiatan dibagi menjadi tiga bagian, ialah perencanaan, penerapan dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini ialah Pendaftaran Google Maps yang dilakukan dengan tepat dan diterima baik oleh pelaku UMKM. Pembuatan label kemasan produk UMKM dapat menjadi suatu identitas produk, sehingga produk kedua UMKM dapat dengan mudah dikenal masyarakat luas. Pendampingan kedua pelaku UMKM untuk pembuatan media sosial mendapatkan hasil bahwa produk UMKM banyak dikenal pengguna lain. Dengan adanya pembuatan konten Instagram dapat memikat pengguna baru serta menarik minat mereka untuk mengikuti akun UMKM. Dengan postingan yang kreatif dan informatif calon konsumen cenderung tertarik untuk mengenali produk dari konten Instagram. Dengan melihat dari sisi Insight di aplikasi Instagram, setiap postingan Al Madinah dan Cukup Tahu telah banyak interaksi yang terjadi
PEMANFAATAN PEMANFAATAN TRICHODERMA SEBAGAI AGEN HAYATI UNTUK TANAMAN BUDIDAYA SAYURAN DI TANAH GAMBUT
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilakukan kepada Kelompok Tani Maju Makmur di Desa Limbung di Kecamatan Sungai Raya, Kab. Kubu Raya. Tujuan kegiatan Pengabdian ini meningkatkan pengetahuan dan pemahaman petani mitra tentang pertanian berkelanjutan di lahan gambut dan pemanfaatan Trichoderma pada budidaya tanaman hortikultura di lahan gambut. Pengurangan penggunaan pupuk kimia dan pestisida anorganik, salah satu cara pengendaliannya dengan memanfaatkan jamur Trichoderma. Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan yaitu sosialisasi praktek budidaya pertanian pada lahan gambut, dan praktek pembuatan Trichoderma. Pendampingan dilakukan selama 3 minggu sampai trichoderma siap diaplikasikan ke lahan kelompok tani. Pemberian Trichoderma sp. dapat membantu menambah kesuburan pada tanah dan menjadi pengendali hama dan penyakit pada tanam. Kegiatan PKM diikuti sangat antusias oleh kelompok tani. Setelah kegiatan didapatkan peningkatan pengetahuan kelompok tani terhadap pembuatan jamur tricoderma