Jurnal Abditani (Fakultas Pertanian Universitas Alkhairaat Palu)
Not a member yet
201 research outputs found
Sort by
TRANSFER TEKNOLOGI GREEN FERTILIZER UNTUK MENINGKATKAN KESUBURAN TANAH MARGINAL
PKM ini bertujuan untuk transfer teknologi pembuatan pupuk organic Green Fertilizer berbasis biochar sekam padi dan kompos kotoran sapi untuk meningkatkan kesuburan tanah Ultisol, untuk budidaya tanaman semusim sehingga dapat meningkatkan ekonomi petani di Desa Sei Jaga A, Kabupaten Bengkayang. Kegiatan PKM ini berlangsung selama 4 bulan dimulai dari kegiatan persiapan, Pelatihan kegiatan inti PKM yaitu pembuatan biochar dari sekam padi dan kompos dari kotoran sapi. Pada akhir kegiatan, dilakukan evaluasi terhadap program- program yang telah dilakukan oleh tim dosen. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui hambatan/kesulitan yang dihadapi selama proses kegiatan, dan kemudian didiskusikan untuk diselesaikan. Diharapkan setelah kegiatan PKM ini selesai, petani padi mampu membuat biochar dari sekam padi yang mempunyai kualitas yang baik dan membantu menyuburkan tanah sawah.
 
EDUKASI PENGOLAHAN SAMPAH KULIT BUAH DENGAN ECO-ENZYME DI PONDOK PESANTREN Al HASSAN, BEKASI
Sampah kulit buah menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang harus segera diatasi. Bahan organik yang mudah terurai dan bau yang dihasilkan dari sampah organik dapat menjadi bahan pencemar lingkungan. Peningkatan pengetahuan, kesadaran perilaku akan pentingnya praktik berkelanjutan telah mendorong berbagai pihak untuk mencari alternatif ramah lingkungan dalam mengelola sampah organik. Pondok Pesantren adalah salah satu lembaga yang juga dapat menghasilkan sampah organik seiring bertambahnya jumlah santri. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah pengolahan sampah organik kulit buah menjadi eco-enzym. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dilakukan bertujuan untuk memberikan solusi daur ulang sampah organik, dan memberikan edukasi, meningkatkan pengetahuan, kepedulian, serta keterampilan santri dalam membuat eco-enzyme. Lokasi PkM dilaksanakan di Pondok Pesantren Al Hassan dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang. Pelaksanan PkM dilakukan dengan tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Selama kegiatan PkM berlangsung santri antusias mengikuti dan mempraktikkan cara membuat eco-enzym. Hasil evaluasi pretest dan post test materi mengenai eco-enzym menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan santri hingga 42%. Santri memiliki kesadaran untuk peduli terhadap lingkungan dan mampu memiliki keterampilan mengolah sampah organik dari kulit buah menjadi eco-enzym
PRAKTEK DAN PENDAMPINGAN PROSES PENGOLAHAN DODOL NANGKA YANG KREATIF
Dalam pelaksanaan KKN yang dilakukan di Desa Besan, Kabupaten Klungkung, tim pengabdi menggunakan program kerja "Praktek dan Pendampingan Proses Pengolahan Dodol Nangka Kreatif". Program ini bertujuan untuk membantu para pengerajin dodol memproduksi lebih banyak dan meningkatkan kualitas produk dengan membantu untuk mengoperasikan oven yang sudah mereka punya dengan mengunakan gas sebagai alternatif sumber energi dalam proses produksi. Langkah pelaksanaan pertama yaitu observasi, Melakukan observasi mengenai cara pembuatan dodol nangka di Desa Besan pada tanggal 10 Januari 2023. Kedua relisasi program kerja. Kendala yang tim pengabdi temui saat realisasi program kerja pembuatan dodol nangka yaitu proses pengeringannya yang hanya mengandalkan teknologi matahari yang dimana saat cuaca hujan atau mendung proses pengeringan akan memakan waktu yang lebih lama sehingga proses produksi menjadi tidak efisien.Hasil Program ini adalah para pengerajin dodol mampu memproduksi lebih banyak dan kualitas produk meningkat.
PENYULUHAN PENGEMBANGAN PERTANIAN ORGANIK BERBASIS TEKNOLOGI TATA KELOLA PENYIRAMAN DI DISTRIK HUBIKIAK
Propinsi Papua Pegunungan Tengah merupakan propinsi dengan wilayah pertanian yang luas dan menganut sistem pertanian organik. Salah satu kelebihan dari sistem pertanian organik adalah ramah lingkungan. Salah satu hal yang perlu diperhatikan dan tidak boleh dilupakan dalam pertanian organik adalah cara penyiraman. Proses penyiraman akan menjadi baik apabila didukung pula oleh sistem irigasi yang baik pula. Salah satu bentuk irigasi adalah pembentukan sumur renteng. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mempunyai tujuan mengenalkan sumur renteng dalam mendukung sistem pertanian organik. Setelah dilakukan pegabdian, masyarakat menjadi tahu tentang manfaat sumur renteng sebagai salah satu irigasi. Hal ini dapat diketahui dari dialog dan tanya jawab selama kegiatan berlangsung
PEMBERDAYAAN SUMBER DAYA ALAM PURUN (LEPIRONIA ARTICULATA) SEBAGAI MATA PENCAHARIAN MASYARAKAT KELURAHAN PETUK KATIMPUN MELALUI PROGRAM PENGUATAN KAPASITAS ORGANISASI KEMAHASISWAAN
Kelurahan Petuk Ketimpun merupakan daerah yang masyarakat nya bermata pencaharian sebagian besar dari nelayan tangkap, oleh karena itu masyarakat kelurahan petuk katimpun berada di area strategis sebagai nelayan. Kelurahan petuk di kelilingi oleh sungai dan rawa yang juga berpotensi memiliki mata pencaharian lain yaitu dari tanaman purun. Purun (Lepironia articulata) adalah salah satu tanaman yang tumbuh liar di dekat air atau rawa gambut. Tanaman ini sejenis dengan daun pandan yang hidup di sekitar rawa dan bersifat mudah terbakar jika dalam kondisi kering. Tumbuhan ini banyak terdapat di pinggiran jalan kelurahan petuk katimpun. Masyarakat petuk katimpun mengolah tumbuhan purun menjadi beberapa kerajinan yang bernilai ekonomis seperti tas, tikar, sedotan dan berbagai jenis anyaman lainnya. Proses pembuatan aneka kerajinan ini dilakukan tanpa merusak alam dan tetap menjaga kelestarian lingkungan. Tumbuhan purun banyak dikenal masyarakat sebagai tumbuhan yang memiliki banyak manfaat di bidang kerajinan sehingga mampu memberikan dampak sosial, ekonomi dan budaya pada masyarakat setempat. Dilakukannya pengabdian ke masyarakat kelurahan petuk katimpun yaitu dengan tujuan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam yang tersedia, serta mampu meningkatkan penghasilan masyarakat
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KAWASAN TELUK TOMINI MELALUI PENGELOLAAN PEKARANGAN DENGAN TANAMAN HORTIKULTURA DI DESA MODELOMO KECAMATAN KABILA BONE KABUPTEN BONE BOLANGO
Program pemberdayaan masyarakat dalam mengelola pekarangan dengan tanaman hortikultura secara berkesinambungan dapat menjaga kelestarian lingkungan hidup, adalah sesuai dengan harapan Undang Undang Nomor 22 Tahun 2019, yaitu memanfaatkan lahan pekarangan, dengan pengelolaan tanaman hortikultura yang ramah lingkungan, karena berbahan dasar hayati, sehingga lebih aman bagi kelestarian lingkungan hidup, terutama produk panen, ekosistem pertanian dan petani serta masyarakat desa Modelomo. Program pemberdayaan masyarakat ini melibatkan mahasiswa, kelompok tani, kelompok Wanita tani, masyarakat Desa Modelomo dan sekitarnya serta dosen pembimbing lapangan. Melalui program ini diharapkan desa Modelomo menjadi kawasan pertanian ramah lingkungan dengan mengurangi input bahan kimia sintetik. Dampak kegiatan ini akan memotivasi pertanian yang bebas dari racun kimia sintetik, menuju pertanian berkelanjutan. Dimulai dari kelompok tani dan kelompok Wanita tani Desa Modelomo. Penetapan lokasi dilakukan melalui serangkaian proses penilaian yang dilaksanakan oleh Tim Dosen. Hasil kegiatan terlaksananya pembuatan rak vertikultur untuk tempat meletakkan wadah untuk penanaman tanaman hortikultura sebagai kegiatan utama/inti di setiap dusun sebagai percontohan dan kegiatan tambahan berupa kegiatan sosial keagamaan, kegiatan Kesehatan ibu dan anak, dan kegiatan game. Semua kegiatan ini terlaksana dengan baik dan selesai sesuai jadwal pelaksanaan sebelum penarikan mahasiswa dari desa
SISTEM VERTIMINAPONIK ALTERNATIF PEMENUHAN GIZI MASYARAKAT GUNA PENCEGAHAN STUNTING DI DESA BALUNG KIDUL KABUPATEN JEMBER
Tujuan program ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemahiran mitra dalam menanam ikan dan sayuran dalam ember (veriminaponik) dan untuk mendorong kemandirian pangan keluarga dengan menggunakan halaman rumah yang sempit untuk pertumbuhan ikan dan sayuran di sebuah ember. Dengan penggunaan Vertiminaponic, yaitu pengembangan sistem aquaponik, akan dapat menghidupkan kembali minat publik dalam memelihara ikan dan sayuran di rumah masing-masing, dan untuk memastikan bahwa pemenuhan kebutuhan nutrisi yang dihasilkan dari ikan dan sayuran secara mandiri. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diperlukan sebagai bagian dari upaya memaksimalkan potensi budidaya ikan lele pada masyarakat desa. Tim pengabdian masyarakat mendemonstrasikan veriminaponic kepada ibu-ibu PKK di Desa Balung Kidul, Kabupaten Jember, sebagai bagian dari sosialisasi dan latihan. Setelah itu, mereka melakukan perakit vertiminaponik, secara mandiri dengan didampingi oleh tim. Implikasi kegiatan ini berdampak pada antusiasme Masyarakat untuk mengembangkan system vertiminaponik ini dirumah masing-masing
TEKNOLOGI KONSERVASI BIOPORI PADA LAHAN KERING DI DESA HUANGOBOTU KECAMATAN KABILA BONE GORONTALO KAWASAN TELUK TOMINI
Masyarakat yang melaksanakan usahatani pada lahan dengan kategori lahan kering di Desa Huangobotu Kecamatan Kabila Bone Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo pada umumnya belum menerapkan teknologi konservasi biopori. Aplikasi teknologi konservasi biopori merupakan upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengembalian unsur hara dan peresapan air ke dalam tanah. Kegiatan pengabdian pembuatan lubang resapan biopori dilakukan pada masyarakat Desa Huangobotu dilaksanakan dengan 3 metode yaitu tahap sosialisasi (penyuluhan), pelatihan dan pendampingan. Tahap sosialisasi (penyuluhan) menjelaskan mengenai manfaat dan cara pembuatan biopori; tahap pelatihan melatih cara membuat lubang biopori; dan tahap pendampingan pembuatan biopori di halaman rumah warga. Dengan adanya biopori ini, masyarakat sangat memperoleh manfaatnya, yaitu air permukaan langsung terserap ke dalam tanah lewat biopori, sampah basah limbah dapur menjadi pupuk organik untuk tanaman dan tanaman nampak tumbuh subur
PEMBERDAYAAN KELOMPOK PENGRAJIN TENUN SARUNG DONGGALA MELALUI DIVERSIFIKASI PEWARNAAN ALAMI UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS DAN AMAN UNTUK KESEHATAN
Produksi tenun sarung Donggala di kelurahan Pantoloan Boya Kecamatan Tawaili Kota Palu masih menggunakan pewarna tekstil sintetis yang menimbukan gatal-gatal pada kulit pengrajin tenun dan limbah hasil buangannya mencemari lingkungan sekitar. Selain itu terdapat bebrapa permasalahan teknis dilapangan berupa alat penggulung benang yang masih tradisional dan desain motif sarung Donggala sudah ketinggalan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pewarnaan sarung tenun dan aman untuk kesehatan dengan menggunakan pewarna alami, memodifikasi alat penggulung dengan berbasis teknologi yaitu penggunaan penggulung benang menggunakan listrik, serta pengembangan motif daun kelor yang merupakan ikon kota Palu. Metode pelaksanaan dengan pelatihan teknis dan pendampingan. Dari program ini diketahui bahwa terjadinya peningkatan pemahaman dan penguasaan teknik pewarnaan menggunakan bahan alami dari daun kayu hitam dan kulit manggis yang aman bagi kesehatan dan ramah terhadap lingkungan, percepatan waktu produksi dengan penggunaan alat berbasis teknologi serta meningkatnya keterampilan para penenun dalam mendesain motif daun kelor pada tenun sarung Donggala
PELATIHAN FORMULASI MEDIA TANAM (BAGLOG) DAN PEMBIBITAN PADA PEMBUDIDAYAAN JAMUR TIRAM UNTUK KELOMPOK PETANI JAMUR DESA LANGALESO KABUPATEN SIGI PROVINSI SULAWESI TENGAH
Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pelatihan kepada Kelompok Petani Jamur Tiram Desa Langaleso, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah tentang teknik formulasi media tanam (baglog) serta teknik pembuatan bibit F1 dan F2 jamur tiram. Hal ini didasari permasalahan yang dialami oleh kelompok petani jamur tiram Desa Langaleso dimana produktivitasnya stagnan tanpa ada kemajuan jumlah produksi dan pendapatan, yang diakibatkan oleh jumlah produksi jamur tiram segar rendah (1/2 – 1 kg per hari), proses produksi baglog terutama pengemasan masih manual/tradisional, dan belum mampu memproduksi bibit F1 dan F2 sehingga tergantung pada pihak lain. Metode pelaksanaan pengabdian berupa sosialisasi program pengabdian masyarakat ini kepada kelompok petani jamur tiram yang menjadi mitra sasaran, dan pelatihan/praktek langsung tentang pembuatan bibit F1 dan F2 jamur tiram dan budidaya jamur tiram (pembuatan media tanam/baglog) mulai dari teknik formulasi media tanam, teknik sterilisasi media tanam, teknik pengkondisian suhu dan kelembapan ruang kumbung, teknik panen dan pasca panen jamur tiram. Hasil dari pengabdian ini adalah peningkatan pengetahuan mitra dalam proses pembuatan bibit F1 dan F2, serta peningkatan produktivitas dengan indikator peningkatan jumlah produksi jamur tiram segar per hari mencapai kurang lebih 3-4 kg per hari dan jumlah media tanam/baglog yang dihasilkan per hari mencapai 250 baglog per produksi