30 research outputs found

    AUTOREGRESSIVE SEQUENCES VIA LÉVY PROCESSES Author:

    No full text
    We use Lévy processes to develop a family of first-order autoregressive sequences of random variables with values in R+, called C-AR(1) processes. We obtain various distributional and regression properties for these processes and we establish a limit theorem that leads to the property of stationarity. A connection between stationarity of C-AR(1) processes and the notion of C-self-decomposability of van Harn and Steutel (1993) is discussed. A number of stationary C-AR(1) processes with specific marginals are presented and are shown to generalize several existing R+-valued AR(1) models. The question of time reversibility is addressed and some examples are discussed. Key-Words: stationarity; semigroup of cumulant generating functions; self-decomposability; stability; time-reversibility. AMS Subject Classification: • 60G10, 62M10. 82 Nadjib BouzarAutoregressive Sequences 8

    Sistem pembiayaan nelayan / editor: Mochammad Nadjib

    No full text

    Pengaruh Job Autonomy Dan Job Satisfaction Terhadap Turnover Intention Karyawan Di PT Kolaborasi Mediapreneur Nusantara

    No full text
    Tingginya angka turnover dunia menjadi masalah bagi perkembangan perusahaan. Studi yang dilakukan terhadap 700 juta karyawan yang tersebar di 19 negara, menunjukan adanya peningkatan yang signifikan terkait turnover yang terjadi dunia pada rentang waktu 2010 sampai 2018 dan sebagian perusahaan menganggap bahwa 70% tantangan yang dihadapi perusahaan indonesia mengacu pada kemampuan dalam mempertahankan karyawan. Selain daripada itu, hasil pra survey menunjukan bahwa angka turnover intention di PT Kolaborasi Mediapreneur Nusantara cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Job Autonomy dan Job Satisfaction terhadap Turnover Intention dengan sampel karyawan PT Kolaborasi Mediapreneur Nusantara. Jumlah sampel penelitian ini adalah sebanyak 80 responden. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan jenis deskriptif verifikatif.  Data penelitian yang didapat, dianalisis dengan uji regresi linear berganda menggunakan bantuan aplikasi SPSS 26. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel job autonomy tidak berpengaruh negatif dan signifikan terhadap turnover intention karyawan di PT Kolaborasi Mediapreneur Nusantara, dengan nilai signifikansi sebesar 0.475 > 0.05, variabel job satisfaction berpengaruh negatif dan signifikan terhadap turnover intention karyawan di PT Kolaborasi Mediapreneur Nusantara, dengan nilai signifikansi sebesar 0.000 < 0.05 dan secara simultan terdapat pengaruh signifikan job autonomy dan job satisfaction terhadap turnover intention karyawan di PT Kolaborasi Mediapreneur Nusantara.   Kata Kunci: Job Autonomy, Job Satisfaction, Turnover Intentio

    Pengaruh Job Autonomy Dan Job Satisfaction Terhadap Turnover Intention Karyawan Di PT Kolaborasi Mediapreneur Nusantara

    No full text
    Tingginya angka turnover dunia menjadi masalah bagi perkembangan perusahaan. Studi yang dilakukan terhadap 700 juta karyawan yang tersebar di 19 negara, menunjukan adanya peningkatan yang signifikan terkait turnover yang terjadi dunia pada rentang waktu 2010 sampai 2018 dan sebagian perusahaan menganggap bahwa 70% tantangan yang dihadapi perusahaan indonesia mengacu pada kemampuan dalam mempertahankan karyawan. Selain daripada itu, hasil pra survey menunjukan bahwa angka turnover intention di PT Kolaborasi Mediapreneur Nusantara cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Job Autonomy dan Job Satisfaction terhadap Turnover Intention dengan sampel karyawan PT Kolaborasi Mediapreneur Nusantara. Jumlah sampel penelitian ini adalah sebanyak 80 responden. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan jenis deskriptif verifikatif.  Data penelitian yang didapat, dianalisis dengan uji regresi linear berganda menggunakan bantuan aplikasi SPSS 26. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel job autonomy tidak berpengaruh negatif dan signifikan terhadap turnover intention karyawan di PT Kolaborasi Mediapreneur Nusantara, dengan nilai signifikansi sebesar 0.475 > 0.05, variabel job satisfaction berpengaruh negatif dan signifikan terhadap turnover intention karyawan di PT Kolaborasi Mediapreneur Nusantara, dengan nilai signifikansi sebesar 0.000 < 0.05 dan secara simultan terdapat pengaruh signifikan job autonomy dan job satisfaction terhadap turnover intention karyawan di PT Kolaborasi Mediapreneur Nusantara.   Kata Kunci: Job Autonomy, Job Satisfaction, Turnover Intentio

    The Value of Islamic Education in The Book of Anggukan Ritmis Kaki Pak Kiai by Emha Ainun Nadjib

    No full text
    This study is trying to describe the results of the analysis of Islamic Educational Values in the book of Anggukan Ritmis Kaki Pak Kiai by Emha Ainun Nadjib or commonly called Cak Nun and at the same time looking at the reconstruction of the concept or values of education offered with the needs and challenges of today's education. This study uses a library research approach with direct data sources from the book of Anggukan Ritmis Kaki Pak Kiai and Emha's books relevant to this research based on the analytical methods and content analysis. The results of this study or the Islamic Educational Values that the author found in the book of Anggukan Ritmis Kaki Pak Kiai talk about the peak of one's faith is monotheism, the net is through piety, and its manifestation is Rahmatan Lil 'Alamin. Then, the value of moral education is to question our attitude toward non-Muslims, re-understanding the meaning of Ukhuwah Islamiyah broadly and deeply. What is contained in the value of Islamic Education includes worship as a Manifestation of Love for Allah by understanding the concept of reward more broadly, Prayer, Fasting, Zakat, and Hajj. Meanwhile, the meaning of an educator, according to "Emha Ainun Nadjib in the book of Anggukan Ritmis Kaki Pak Kiai, is someone who can not only educate but can also position himself as a student anytime, anywhere, and to anyone

    MODERASI BERAGAMA PERSPEKTIF EMHA AINUN NADJIB DALAM MEWUJUDKAN TOLERANSI BERAGAMA DAN RELEVANSINYA TERHADAP PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

    No full text
    ABSTRAK Indonesia adalah termasuk negara yang penduduknya majemuk dalam suku, adat, budaya dan agama. Kemajemukan dalam hal agama terjadi karena masuknya agama�agama besar ke Indonesia. Tentu dalam menjaga keberagaman dan kemajemukan tidak mudah seperti membalikkan tangan. Sering sekali terjadi konflik antar internal umat agama maupun antar umat beragama. Sesungguhnya moderasi beragama atau Islam wasathiyyah merupakan kunci terciptanya toleransi dan kerukunan, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep moderasi beragama dan Relevansi Konsep moderasi beragama dalam perspektif Emha Ainun Nadjib terhadap Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kepustakaan. Pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dengan menelusuri sumber data primer dan sekunder. Teknis analisis data meliputi analisis isi, deskripsi, komparasi, interpretasi dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pemikiran Emha Ainun Nadjib tentang moderasi beragama serta relevansinya terhadap Pendidikan Agama Islam mengarah pada sikap menjunjung tinggi toleransi dan keadilan sesama umat beragama serta tidak merasa benar sendiri dan tidak menyalahkan orang lain. Moderasi beragama sejatinya lampu yang menyinari seorang hamba untuk berjalan melakukan ajaran Islam dengan baik dan toleran. Hal yang perlu ditekankan oleh penulis di sini dalam penerapan moderasi beragama adalah Pertama, tidak bersikap ekstrem dalam menyebarkan ajaran agama. Kedua, tidak mudah mensalahkan atau mengkafirkan sesama Muslim, karena beda pemahaman agama. Ketiga, memposisikan diri dalam kehidupan di tengah masyarakat dengan senantiasa memegang teguh prinsip persaudaraan (ukhuwah) dan toleransi (tasamuh) antar sesama umat beragama dan sesama warga negara. Adapun relevansi pemikiran Emha Ainun Nadjib dalam Pendidikan Agama Islam meliputi peran orang tua, guru, lembaga pendidikan dan masyarakat sekitar untuk ikut serta ambil bagian dalam membentuk karakter serta pemahaman peserta didik dalam menerapkan moderasi beragama dan Pemikiran Emha Ainun Nadjib terhadap Pendidikan Agama Islam yang meliputi media, materi, dan evaluasi karena dengan metode ini peserta didik akan mengerti keilmuan Islam secara menyeluruh dan dengan semua ilmu itu menjadikan generasi Islam yang semakin dekat dengan Allah, manusia dan semua makhluk hidup. Bukan itu saja, peserta didik juga akan semakin paham arti hidup yang sebenarnya, sehingga kehidupan seorang muslim akan semakin membaik hari demi hari dengan adanya Islam dan pendidikannya. Kata Kunci : Moderasi Beragama, Emha Ainun Nadjib, Pendidikan Agama Islam iii ABSTRACT Indonesia is a country whose population is diverse in terms of ethnicity, customs, culture and religion. Diversity in terms of religion occurs because of the entry of major religions into Indonesia. Of course, maintaining diversity and pluralism is not as easy as turning hands. There are often conflicts between internal and inter-religious people. In fact, religious moderation or wasathiyyah Islam is the key to creating tolerance and harmony, both at the local, national and global levels. This study aims to analyze the concept of religious moderation and the relevance of the concept of religious moderation in Emha Ainun Nadjib's perspective on Islamic Religious Education. This research uses a qualitative approach with the type of literature study research. Data collection uses the documentation method by tracing primary and secondary data sources. Technical data analysis includes content analysis, description, comparison, interpretation and drawing conclusions. The results of this study indicate that Emha Ainun Nadjib's thoughts on religious moderation and its relevance to Islamic Religious Education lead to an attitude of upholding tolerance and justice among religious people and not feeling self-righteous and not blaming others. Religious moderation is actually a lamp that illuminates a servant to walk in carrying out the teachings of Islam well and tolerantly. What the author needs to emphasize here in implementing religious moderation is first, not being extreme in spreading religious teachings. Second, it is not easy to blame or disbelieve fellow Muslims, because of different religious understandings. Third, positioning oneself in life in society by always upholding the principles of brotherhood (ukhuwah) and tolerance (tasamuh) among fellow religious people and fellow citizens. The relevance of Emha Ainun Nadjib's thoughts in Islamic Religious Education includes the role of parents, teachers, educational institutions and the surrounding community to take part in shaping the character and understanding of students in applying religious moderation and Emha Ainun Nadjib's thoughts on Islamic Religious Education which includes media , material, and evaluation because with this method students will understand Islamic scholarship thoroughly and with all that knowledge makes the Islamic generation closer to Allah, humans and all living things. Not only that, students will also understand the true meaning of life, so that the life of a Muslim will improve day by day with the existence of Islam and its education. Keywords : Religious Moderation, Emha Ainun Nadjib, Islamic Religious Educatio

    Pandangan Emha Ainun Najib Tentang Aspek-Aspek Pendidikan Ahklak

    No full text
    This study aims to find out: (1) Emha Ainun Nadjib's views on aspects of moral education as contained in the book Allah is not fussy like us, Kiai Hologram, and Slilit Sang Kiai? (2) Relevance of Emha Ainun Nadjib's view on education in modern life. This research is library research or library research. The author uses a pragmatic approach, namely literary research related to the reader's perception of literary texts. And the data collection method used by the author is the documentation method. The primary sources of this research are three books by Emah Ainun Nadjib, among others: Allah is not fussy like us, Kiai Hologram, and Slilit Sang Kiai. The findings of this study are (1) Moral Education Values contained in this book include; Aspects of spirituality include; Istikamah in learning and purification of the soul, not materialistic. Aspects of etiquette, among others; be a forgiving, caring, unselfish human being, refine morals, have a personality like a prophet, respect fellow human beings, and. Psychological aspects, namely; learn anytime anywhere, learn to build a relationship with god, and learn to be yourself. (2) The moral values in the book Kiai Hologram, God Is Not Talkative Like Us and Slilit Sang Kiai by Emha Ainun Nadjib in modern life, namely this book is very relevant to moral education in Indonesia because in these three works by Emha Ainun Nadjib there are values education, especially the values of moral education. Keywords: Emha Ainun Nadjib, Kiai Hologram, Allah Tidak Cerewet Seperti Kita dan Slilit Sang Kia

    HORIZON JAWA DALAM TADABBUR AL-QUR’AN: EKSPRESI EKSEGESIS MUHAMMAD AINUN NADJIB TERHADAP AYAT-AYAT AL-QUR’AN

    No full text
    Penelitian ini mengkaji bentuk resepsi al-Qur'an yang dilakukan oleh Muhammad (Emha) Ainun Nadjib melalui karyanya, Mushaf Al-Qur'an Tadabbur Maiyah Padhangmbulan. Emha meyakini bahwa pemahaman sebagian umat Muslim terhadap teks suci sering terhalang oleh otoritas mufasir. Ketika seorang Muslim berupaya memahami ayat tertentu untuk diamalkan, ia sering kali dihadapkan pada pra-syarat yang ditetapkan oleh mufasir, yang cenderung sulit bagi sebagian Muslim. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana Emha menarasikan pemahamannya terhadap ayat-ayat al-Qur'an ke dalam bentuk teks tertulis, serta faktor-faktor yang melatarbelakangi penerimaan tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah teori resepsi yang dikembangkan oleh Wolfgang Iser, yang memosisikan Emha sebagai implied reader dalam memberikan makna terhadap teks. Interaksi ini mengaktualisasikan teks, mencakup teknik author dan kondisi psikologis reader. Analisis terhadap keduanya menghasilkan common code, yaitu pemahaman umum yang tidak bias terhadap objektivitas teks atau subjektivitas reader. Keterlibatan horizon Jawa dalam pemikiran Emha secara signifikan mempengaruhi pemaknaannya terhadap teks al-Qur’an, menciptakan jalinan kompleks antara pandangan budaya dan interpretasi religius. Dalam konteks implied reader menurut Iser, horizon Jawa ini berfungsi sebagai common code atau ruang interpretatif yang membentuk cara pandang Emha terhadap teks. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa resepsi eksegesis Emha terhadap al-Qur'an dalam bentuk tadabbur tidak mengikuti struktur logika teks. Dilihat dari interaksi antara horizonnya sebagai reader dengan horizon teks. Aktivitas ini membuka ruang interpretatif bagi Emha untuk memberikan pemaknaan sesuai dengan konteksnya sebagai implied reader, yang terlepas dari struktur logika teks. Upaya tadabbur Emha merupakan ekspresi eksegesis yang reflektif dan sangat dinamis. Ia tidak terlepas dari latar belakang kejawaan, konteks sosial budaya dan historis yang mengitarinya. Tidak hanya menghasilkan narasi yang mencerminkan pemahaman Emha, tetapi juga interaksinya dengan tradisi budaya Jawa. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu al-Qur'an dan tafsir, serta menjadi referensi untuk kajian lebih lanjut mengenai resepsi al- Qur'an dalam konteks lokal

    The Referral Phenomenon in the Functional Grammar of the Arabic Language: Applied Study in Surah Ya-sin [In Arabic]

    No full text
    This article deals with the topic of the referential phenomenon in fictional grammar, as it is the most important component of the modern linguistics lesson and a necessary element to determine the consistency, harmony and coherence of the text in a functional way. The author started by defining the referral phenomenon, explaining its importance and function, defining its patterns and tools.Then, he applied the referral functions to Surat "Ya-Sin". If this phenomenon appears to be a crucial element in the development of modern Arabic language lessons, then it should be studied and given the value it deserves
    corecore