1,721,545 research outputs found

    ANALISIS PERTUMBUHAN DAN KANDUNGAN KARBOHIDRAT TANAMAN

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan tanaman tebu mutan dengan rendemen yang tinggi melalui mutasi dengan ethylene methane sulphonate. Parameter yang diamati untuk mengetahui pengaruh perlakuan mutasi meliputi tinggi tanaman, jumlah ruas, jumlah anakan, diameter batang, kandungan sukrosa dan gula reduksi di daun. Penelitian ini dilakukan di greenhouse Fakultas Pertanian Universitas Jember. Analisis kandungan sukrosa dan gula reduksi daun dilakukan di Laboratorium Pemuliaan Tanaman Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Jember. Rancangan percobaan dalam penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dan jika terdapat hasil yang berbeda nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan Multile Range Test (DMRT). Analisis kandungan sukrosa dan gula reduksi daun menggunakan metode Miswar (2001). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan mutasi mempengaruhi pertumbuhan tanaman tebu. Mutasi menggunakan EMS (ethyle methane sulphonate) cenderung menurunkan tinggi dan jumlah ruas tanaman tebu mutan. Akan tetapi, cenderung meningkatkan diameter batang dan jumlah anakan tanaman tebu mutan. Selain itu, mutasi menggunakan EMS menyebabkan peningkatan kandungan sukrosa dan gula reduksi pada daun tebu yang dimutasi

    PENGARUH PEMBERIAN ASAM AMINO (GLISIN, SISTEIN DAN ARGININ)

    No full text
    Tanaman tebu (Saccharum officinarum L.) merupakan salah satu komoditas yang cukup straregis dan memegang peranan penting di sektor pertanian khususnya sub sektor perkebunan dalam perekonomian nasional. Dalam hal ini teknik secara konvensional kurang efektif untuk mendapatkan bibit yang diharapkan. Pada penelitian ini dilakukan teknik perbanyakan melalui kultur jaringan dengan perlakuan penambahan tiga macam asam amino pada media dengan konsentrasi yang berbeda masing – masing mulai dari taraf 0,25 mM; 0,5 mM dan 0,75 mM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian tiga macam asam amino dengan konsentrasi yang berbeda berdasarkan hasil yang diperoleh berbeda nyata terhadap parameter pengamatan jumlah tunas, jumlah tunas perkalus, rata-rata panjang tunas, dan tidak berbeda nyata pada parameter pengamatan persentase tunas terbentuk baik awal maupun akhir dan rata-rata jumlah akar. Glisin merupakan asam amino paling baik di banding dengan perlakuan kontrol dan asam amino yang lain, sedangkan konsentrasi asam amino paling baik adalah dengan menggunakan 0,25 mM

    KEPEMIMPINAN GEUCHIK DALAM MENINGKATKAN PEMBANGUNAN GAMPONG ALUE KRUENG KECAMATAN PASIE RAYA KABUPATEN ACEH JAYA(STUDI KEPEMIMPINAN GEUCHIK MISWAR DALAM PENGELOLAAN DANA GAMPONG)

    Full text link
    ABSTRAKKepemimpinan geuchik pada dasarnya bagaimana dapat mengkoordinasi seluruh kepentingan masyarakat dalam setiap pengambilan keputusan,. Geuchikdituntut juga untuk dapat berperan sebagai penerjemah target-target pembangunangampong, serta dituntut mampu berkomunikasi dan menyalurkan aspirasi masyarakat dan menjawab tuntutan kebutuhan masyarakat yang dipimpinnya.Dengan adanya dana gampong tentu sangat membantu dalam hal proses percepatan pembangunan gampong, dalam hal ini geuchik Miswar seharusnya mampu mendorong percepatan pembagunan secara menyeluruh dan tepat sasaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses pembangunan gampong di bawah kepemimpinan gechik Miswar dan bagaimanapengelolaan dan manfaat dana gampong yang diterima oleh gampong Alue krueng dalam percepatan pembangunan gampong. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif. Semua data yang diperlukan diperoleh melalui penelitian lapangan dan kepustakaan. Penilitian lapangan dilakukan dengan cara mewawancara informan-informan yang telah ditentukan sebelumnya, sedangkan penelitian kepustakaan dilakukan dengan cara membaca buku, skripsi, jurnal, peraturan perundang-undangan dan bahan-bahan lain yang berkaitan denganpenelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kepemimpinan geuchik Miswar dalam pembangunan gampong lebih menitik beratkan pada gaya kepemimpinan situasional konsultasi, pelaksanaan tugas geuchik Miswar dalam pembangunan sudah baik dan berhasil, Hal ini terlihat dalam pembangunan jalan gampong yang sudah banyak terlesaikan. Manfaat dana gampong bagi masyarakat gampong Alue Krueng, dimana pembangunan yang sangat dirasakan masyarakat itu proses pembangunan jalan perkebunan dan persawahan yang sudah mudah diakses, sangat memudahkan bagi masyarakat untuk kebutuhan ekonomi. Kepada geuchik Miswar terus meningkatkan kemampuan kepemimpinan dan semangat kerja yang tinggi sehingga mampu mensejahterakan masyarakat gampong Alue Krueng. Dalam pelaksanaan pemerintahan gampong sebaik nya lebih optimal lagi dalam hal kebijakan dan pelayanan masyarakat, sehingga masyarakat lebih menerima lagi dalam hal kepemimpinan.Kata Kunci : Kepemimpinan, Pembangunan gampong, dana gampong

    KARAKTER FISIOLOGIS BIBIT KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) KLON BP 409

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan karakter fisiologis dua klon kopi robusta pada tingkat kapasitas lapang media yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sumber Jeruk, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember, dan untuk analisis fisiologis tanaman dilakukan di Laboratorium Pemuliaan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jember mulai Januari hingga Mei 2015. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 2x4 dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah macam klon kopi yakni klon BP 409 dan BP 936, sedangkan faktor kedua adalah persentase kapasitas lapang yang terdiri atas 25%, 50%, 75%, dan 100% kapasitas lapang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara macam klon kopi dan tingkat kapasitas lapang media. Klon BP 409 memiliki kandungan klorofil a dan tinggi tanaman lebih tinggi daripada klon BP 936. Kadar air 25% dan 50% kapasitas lapang mengakibatkan konduktivitas stomata dan tinggi paling rendah. Kadar air 25% kapasitas lapang mengakibatkan kandungan gula reduksi paling tingg

    Pemanfaatan Fungi Aspergillus Flavus, Aspergillus. Terreus, dan Trichoderma Harzianum untuk Meningkatkan Pertumbuhan Bibit Avicennia Marina

    No full text
    LESTARI MARBUN. The utilization of Aspergillus flavus, A.tereus and Trichoderma harzianumFungito increase growth rate of seedling A. marina. Under academic supervision of YUNASFI and MISWAR BUDI MULYA. The benefit of A. marina nursery is to provide A. marina mangrove seed that has good quality. Mangrove vegetation A. marina can survive in site conditions that have accumulated metals with the help of fungi that neutralize the accumulation of metals. Each of result has correlation which strong to A. marina growth. This research can provide information on the types of fungi who has capability to improve growth of A.marina. this research was conducted from September 2014 until May 2015 using a completely randomized design (CRD) with treatment application types of fungi and five replications. There are three type of fungi namely A. flavus, A.tereus, and T.harzianum. Application of Trichoderma harzianumgave the best result on seedling growth parameters A. marina, with a diameter of 0,392 cm,an average height of 1,3 g, and a leaf area of 28,08 cm. A. terreus gave the best result on seedling growth parameters A. marina with an average height 20,22 cm and a diameter of 0,392 cm.51 HalamanSkripsi Sarjan

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Pemanfaatan Fungi Aspergillus flavus, Aspergillus terreus, dan Trichoderma harzianum untuk Meningkatkan Pertumbuhan Bibit Rhizophora mucronata Lamk

    No full text
    DARMANTO AMBARITA. The utilization of Aspergillus flavus, Aspergillus terreus and Trichoderma harzianum Fungis to increase growth of seedling Rhizophora mucronata Lamk. Under academic supervision of YUNASFI and MISWAR BUDI MULYA. Mangrove condition deteriorating lead to the quality and quantity of mangrove seedlings wane. To improve and get better mangrove seedlings, then the required rehabilitation of mangroves. One of the efforts is the use of various types of fungi that can enhance the growth of mangroves for the better. This research can provide information on the types of fungi are able to increase growth of seedling R mucronata. This study was conducted from June 2014 until January 2015 using a completely randomized design (CRD) with treatment application types of fungi and five replications. There are three types of fungi namely A. flavus applied, A.terreus T. harzianum. Application of Trichoderma harzianum gave the best results on seedling growth parameters R. mucronata, with an average height of 15,48 cm, a diameter of 0,47 cm, 1375,43 cm2 leaf area, and total dry weight of 119,5 g higher than the average of control and another fungi.55 HalamanSkripsi Sarjan

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
    corecore