1,720,974 research outputs found
Site Specific Response Analysis Kota Padang dari Input motion Conditional Mean Spectrum (CMS) Menggunakan Software NERA
Dalam perencanaan struktur bangunan tahan gempa, tujuan umum dari analisa struktur dinamis adalah memprediksi respons dari struktur terhadap pengaruh ground motion yang memiliki Spectral Acceleration (Sa) pada periode tertentu berdasarkan tingkat kemungkinan terlampui (Probability of Excedence/PE) 10% atau 2% masa layan bangunan 50 tahun. Prediksi respons struktur ditentukan dengan memilih ground motion yang cocok dengan beberapa target spektra dan nantinya ground motion tersebut digunakan sebagai input dalam analisis dinamis struktur. Pada paper ini menyajikan analisis perambatan gelombang gempa dari batuan dasar ke lapisan permukaan (Site Specific Response Analysis/ SSRA). Data-data yang diperlukan adalah data stratifikasi tanah dan parameter kecepatan gelombang geser yang didapatkan dari korelasi empiris terhadap data hasil pemboran dan uji N-SPT. Ground motion synthetic batuan dasar yang digunakan untuk perambatan gelombang gempa diperoleh dari hasil penelitian sebelumnya yang mengadopsi pendekatan statistik Conditional Mean Spectrum (CMS) agar ground motion yang dihasilkan dipermukaan cocok dengan prediksi masalah respon struktur yang sebenarnya. SSRA dilakukan berdasarkan teori perambatan gelombang geser satu dimensi dalam time domain dengan menggunakan program Non-linear Earthquake Response Analysis (NERA). Hasilnya diperoleh percepatan maksimum gempa dipermukaan (peak surface acceleration/ PBA) berbeda-beda di kedua lokasi tergantung pada faktor amplifikasi, karakteristik dan jenis gempa yang terjadi. Direkomendasikan respons spectra desain untuk periode ulang 475 tahun dan 2475 tahun wilayah 4 kelas tanah sedang (SD) untuk kedua lokasi tersebut. Data-data tersebut digunakan sebagai input dalam penentuan beban gempa pada bangunan dalam analisis struktur dinamis
Site Specific Response Analysis Kota Padangdari Input motion Conditional Mean Spectrum(CMS)Menggunakan Software NERA
Dalam perencanaan struktur bangunan tahan gempa, tujuan umum dari analisa struktur dinamis adalah memprediksi respons dari struktur terhadap pengaruh ground motion yang memiliki Spectral Acceleration (Sa) pada periode tertentu berdasarkan tingkat kemungkinan terlampui (Probability of Excedence/PE)10% atau 2% masa layan bangunan 50 tahun. Prediksi respons struktur ditentukan dengan memilih ground motion yang cocok dengan beberapa target spektra dan nantinya ground motion tersebut digunakan sebagai input dalam analisis dinamis struktur. Pada paper ini menyajikan analisis perambatan gelombang gempa dari batuan dasar ke lapisan permukaan (Site Specific Response Analysis/ SSRA). Data-data yang diperlukan adalah data stratifikasi tanah dan parameter kecepatan gelombang geser yang didapatkan dari korelasi empiris terhadap data hasil pemboran dan uji N-SPT. Ground motion synthetic batuan dasar yang digunakan untuk perambatan gelombang gempa diperoleh dari hasil penelitian sebelumnya yang mengadopsi pendekatan statistik Conditional Mean Spectrum (CMS) agar ground motion yang dihasilkan dipermukaan cocok dengan prediksi masalah respon struktur yang sebenarnya. SSRA dilakukan berdasarkan teori perambatan gelombang geser satu dimensi dalam time domain dengan menggunakan program Non-linear Earthquake Response Analysis (NERA). Hasilnya diperoleh percepatan maksimum gempa dipermukaan (peak surface acceleration/ PBA)berbeda-beda di kedua lokasi tergantung pada faktor amplifikasi, karakteristik dan jenis gempa yang terjadi.Direkomendasikan respons spectra desain untuk periode ulang 475 tahun dan 2475 tahun wilayah 4 kelas tanah sedang (SD) untuk kedua lokasi tersebut.Data-data tersebut digunakan sebagai input dalam penentuan beban gempa pada bangunan dalam analisis struktur dinamis
Andromeda Table
Pada umumnya, sebagian besar pelajar-pelajar di Panti Asuhan setelah tamat dari SMA/SMK tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi karena terkendala biaya. Sebagian dari mereka, akan melangkah ke dunia kerja. Namun melihat lapangan kerja yang ada, untuk tamatan SMA/SMK akan sangat sulit bagi mereka untuk mendapatkan pekerjaan yang baik dan layak. Oleh sebab itu, anak-anak Panti Asuhan harus dibekali dengan pengetahuan, wawasan, skill serta kreativitas untuk dapat menuangkan berbagai ide kreatif yang dapat membuka lapangan kerja sendiri.
Salah satu upaya membuka lapangan kerja adalah dengan Andromeda Table (kayu bekas dengan resin). Andromeda Table bisa menjadi alternatif jitu untuk sumber penghasilan dan membuka lapangan kerja dalam rangka meggalakkan wirausaha mandiri untuk menghasilkan produk inovatif dalam menghadapi dunia kerja yang semakin sempit. Andromeda Table mengusung konsep eco living (hidup hemat energy dengan tujuan melestarikan alam) dapat diolah lagi menjadi perabotan rumah tangga dengan biaya yang jauh lebih ekonomis. Dengan sedikit kreativitas, Andromeda Table ini juga dapat dimanfaatkan untuk ide-ide komersil lainnya. Materialnya mudah didapat, tidak sulit dalam pengerjaannya, tidak membutuhkan biaya tinggi, menghasilkan produk yang unik, elegan dan bernilai jual.
Tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan pengabdian ini adalah dapat memberikan wawasan, meningkatkan ketrampilan/skill dan keinginan berwirausaha mandiri bagi anak-anak Panti Asuhan. Yaitu dengan mengolah sisa-sisa kayu yang terbuang menjadi sebuah furniture baru yang unik, elegan, bernilai seni dan nilai jual tinggi dengan penambahan resin dan pewarna
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Reviu Desain Struktur Bawah Bangunan Gedung: Studi Kasus Pengecekan Kekuatan Pondasi Tapak Sekolah Dasar Negeri (SDN) 12 Muntei, Mentawai
Muntei merupakan salah satu Desa di Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Kepulauan Mentawai terletak di Provinsi Sumatera Barat dan berada di luar wilayah pulau Sumatera, termasuk dalam salah satu pulau terluar di Provinsi ini. Mentawai merupakan salah satu wilayah di Provinsi Sumatera Barat yang sering diguncang gempa. Sehingga penerapan standard bangunan tahan gempa menjadi faktor penting yang harus diperhatikan dalam upaya pengurangan resiko bencana di daerah ini, mengingat Provinsi Sumatera Barat termasuk salah satu daerah dengan resiko gempa yang tinggi. Penerapan standar bangunan tahan gempa seharusnya sudah dimulai semenjak proses perencanaan berlangsung, tidak hanya pada saat pelaksanaan konstruksi. Sebagai salah satu Provinsi terluar, Mentawai juga mengalami ketertinggalan dalam pembangunan infrastruktur, sehingga perlu dilakukan pembangunan berkelanjutan untuk membuat Mentawai keluar dari ketertinggalannya dibandingkan kota dan kabupaten lainnya di wilayah Sumatera Barat. SDN 12 Muntei merupakan salah satu bangunan publik yang berfungsi sebagai sekolah di Kepulauan Mentawai. Reviu desain pada pondasi tapak bangunan gedung sekolah SDN 12 Muntei ini bertujuan untuk memastikan kemampuan daya dukung dari pondasi. Data penelitian bersumber dari DED sebelum bangunan SDN 12 ini didirikan. Untuk mendapatkan nilai axial maksimal yang dipikul bangunan dilakukan permodelan dengan menggunakan aplikasi sap2000. Dari analisis data yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pondasi yang ada pada DED tidak mampu memikul beban maksimal bangunan. Daya dukung izin pondasi tapak pada bangunan gedung SDN 12 Muntei ini adalah
sebesar 12.96 Ton, sementara beban maksimal yang bekerja pada bangunan adalah sebesar 34.57 Ton. Hasil analisis ini menunjukan bahwa penampang pondasi belum memenuhi syarat dan harus diperbaiki.Muntei is one of the villages in South Siberut, Mentawai Island Regency. The Mentawai Island located in West Sumatera and are outside the territory of the island of Sumatera, including one of the outermost islands in this Province. Mentawai is one of the areas in West Sumatera that is frequently shaken by earthquake. So, the implementation of earthquake resistant building standars is an important factor that must be considered in efforts to reduce disaster risk, considering that West Sumatera is one of the areas with a high earthquake risk. The implementation of earthquake resistant building standards should have started during the planning process. As one of the outermost province Mentawai is also lagging behind in infrastructure development, so sustainable development needs to be carried out to make Mentawai come out of being behind compare to other district in the West Sumatera. The review design of the site foundation of the SDN 12 Muntei school building aims to ensure the carrying capacity of the foundation. To obtain maximum axial value of the building, modeling was carried out using the sap2000 application. From the modeling and data analysis can be concluded that the foundation does not meet the requirements and is unable to carry the maximum load of the building. The allowable capacity of foundation permit for the SDN 12 Muntei is 12.96 Tonenes, while the maximum load on the building is 34.57 tonnes. The result of this analysis show that the foundation is not good and must be repaired
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
