1,721,296 research outputs found
ASESMEN KEBUTUHAN DAN SUMBER BELAJAR MASYARAKAT
Pendidikan nonformal memiliki peran yang penting dalam
pembangunan manusia Indonesia. Pendidikan nonformal
diharapkan membawa perubahan pembangunan di masyarakat
dengan melibatkan masyarakat untuk dapat mendiagnosis
kebutuhan, menyusun perencanaan, merumuskan program yang
relevan dengan kebutuhan, dan menilai apa yang telah dilakukan.
Pembelajaran di masyarakat diharapkan berasal dari pengalaman
kelompok sasaran, sesuai dengan kebutuhan dan minat kelompok
sasaran masyarakat sehingga membuat masyarakat menjadi
tanggap terhadap kehidupan dan berguna bagi kehidupannya. Oleh
sebab itu, pentingnya asesmen kebutuhan dan sumber belajar
sebagai tahapan awal untuk mengidentifikasi hal-hal apa saja yang
dibutuhkan oleh masyarakat dalam mengoptimalkan pembelajaran
khususnya pada pendidikan non formal. Proses assesment sebagai
suatu tahap dalam pengembangan masyarakat yang membantu
pelaku perubahan untuk mengetahui apa yang ingin mereka
lakukan (knowing what they want to do) berdasarkan pada
pengetahuan tentang kondisi apa yang sudah mereka capai saat
ini.
Buku Asesmen Kebutuhan dan Sumber Belajar
Masyarakat yang ditulis oleh Prof. Dr. Joko Sutarto, M.Pd, Dr.
Mintarsih Arbarini, M.Pd, Hendra Dedi Kriswartanto, S.Pd., M.Pd,
dan All Fine Loretha, S.Pd., M.Pd sebenarnya berawal dari proses
diskusi bersama atas keresahan dalam menggali, mengidentifikasi,
dan asesmen mengenai kebutuhan belajar masyarakat. Dengan
memahami konsep dan teori tentang asesmen kebutuhan belajar
masyarakat, pembaca khususnya yang aktif dalam pendidikan non
formal akan lebih mudah untuk mengembangkan pembelajaran
berdasarkan pada masyarakat. Kebutuhan belajar di masyarakat
yang beranekaragam perlu dipahami secara khusus dan
komprehensi, sehingga tercipta pendidikan yang sesuai kebutuhan dan yang dapat mengembangkan dan meningkatkan potensi
masyarakat. Buku ini sangat cocok untuk dibaca bagi yang ingin
mendalami bidang pendidikan nonformal atau pembelajaran di
masyarakat, khususnya Pendidikan nonformal.
Asesmen kebutuhan belajar masyarakat menjadi proses
awal yang sangat penting karena merupakan media bagi para
praktisi untuk mengetahui segala permasalahan yang terjadi pada
suatu wilayah, potensi-potensi/sumber daya yang dimiliki (SDA,
SDM, dan sumber daya buatan), baik yang telah dikelola maupun
yang belum, kondisi sosial budaya masyarakat, kebutuhan utama
masyarakat dll. Namun hal yang harus diingat bahwa kedudukan
para praktisi adalah sebagai fasilitator, yang bertugas hanya
mendampingi dan mengarahkan masyarakat untuk melakukan
diskusi yang terbuka bersama-sama pihak lain yang terkait, dalam
suasana persaudaraan dan kebersamaan, untuk mewujudkan
tujuan bersama. Untuk itulah, perlunya buku ini dihadirkan sebagai
konsep dan panduan untuk melakukan asesmen kebutuhan belajar
masyarakat. Buku ini sangat bermanfaat tidak hanya bagi
mahasiswa, namun juga untuk para praktisi, fasilitator maupun para
akademisi.
Sebagai sejawat, saya menyambut gembira dan
memberikan apreasiasi setinggi-tingginya atas terbitnya buku ini.
Buku ini merupakan sumbangan yang sangat berharga bagi
khasanah kajian pendidikan nonformal khususnya pada proses
asesmen kebutuhan belajar masyarakat sebagai upaya
memperbaiki kualitas pendidikan dan pemberdayaan di
masyarakat. Sungguh ini adalah karya yang sangat inspiratif
PENGELOLAAN DAN JAMINAN KEAMANAN ARSIP VITALDi Notaris Mintarsih Natamihardja, SH
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengelolaan arsip vital dan jaminankeamanan arsip vital. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif denganpendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa NotarisMintarsih Natamihardja, SH dalam penyimpanan arsip vital menggunakan sistemtanggal atau urutan waktu (chronological filing system). Dalam pengelolaan arsipvital pada Notaris Mintarsih Natamihardja, SH ini belum terdapat jadwal retensiarsip (JRA) dan menemukan kembali arsipnya yang cukup lama karena dilakukandengan cara manual yaitu dengan buku besar. Jaminan keamanan pada arsip vitaldi Notaris Mintarsih Natamihardja, SH dengan cara menggunakan lemari besi danmenggunakan kamper untuk melindungi arsip dari serangga atau yang lainnya,juga memberlakukan aturan yang hanya notaris dan pegawainya yang bisamengakses arsip tersebut. Dan dalam sistem jaminan keamanan arsip ada baiknyadidukung oleh fasilitas keamanan arsip seperti CCTV dan alarm kebakaranix, 87hlm
Pengelolaan Dan Jaminan Keamanan Arsip Vital Di Notaris Mintarsih Natamihardja, Sh
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengelolaan arsip vital dan jaminan keamanan arsip vital. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Notaris Mintarsih Natamihardja, SH dalam penyimpanan arsip vital menggunakan sistem tanggal atau urutan waktu (chronological filing system). Dalam pengelolaan arsip vital pada Notaris Mintarsih Natamihardja, SH ini belum terdapat jadwal retensi arsip (JRA) dan menemukan kembali arsipnya yang cukup lama karena dilakukan den gan cara manual yaitu dengan buku besar. Jaminan keamanan pada arsip vital di Notaris Mintarsih Natamihardja, SH dengan cara menggunakan lemari besi dan menggunakan kamper untuk melindungi arsip dari serangga atau yang lainnya, juga memberlakukan aturan yang hanya notaris dan pegawainya yang bisa mengakses arsip tersebut. Dan dalam sistem jaminan keamanan arsip ada baiknya didukung oleh fasilitas keamanan arsip seperti CCTV dan alarm kebakaran
Pengelolaan Dan Jaminan Keamanan Arsip Vital Di Notaris Mintarsih Natamihardja, Sh
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengelolaan arsip vital dan jaminankeamanan arsip vital. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif denganpendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa NotarisMintarsih Natamihardja, SH dalam penyimpanan arsip vital menggunakan sistemtanggal atau urutan waktu (chronological filing system). Dalam pengelolaan arsipvital pada Notaris Mintarsih Natamihardja, SH ini belum terdapat jadwal retensiarsip (JRA) dan menemukan kembali arsipnya yang cukup lama karena dilakukandengan cara manual yaitu dengan buku besar.xix, 92 hlm.: ilus.; 23 c
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
