291 research outputs found

    L'insertion des petites villes dans les réseaux nationaux et mondiaux de distribution. L'exemple du Centre-Est français (The inscription of small-sized cities in national and global distribution networks : the example of Centre-Est of France)

    No full text
    The Second Commercial Revolution is characterized by the location of large distribution networks, for wide selling areas (super and hypermarkets, hard discounters or specialized supermarkets) or small consumer markets (networks of branches, franchising, voluntary chains). These networks, controlled by national or international firms, born in large cities, have spread towards lower- ranked towns. In small-sized cities, they modified traditional distribution systems. This paper aims to understand how these networks settled in small-sized cities and how they strengthened their retailing supply, while reinforcing the small urban centres dependence on metropolitan centres.La Seconde Révolution commerciale se caractérise, entre autre, par la mise en place de réseaux de grande distribution, qu 'ils soient en grande surface (chaînes de super et d'hypermarchés, hard discounts ou grandes surfaces spécialisées) ou en petite surface (réseaux de succursales, franchises, chaînes). Ces réseaux, contrôlés par des firmes d'audience nationale, voire internationale, ont pris naissance dans les grandes agglomérations et se sont progressivement étendus aux organismes urbains de niveau inférieur. Dans les petites villes, ils ont bouleversé les systèmes de distribution traditionnels. Cette étude essaie de comprendre comment ces réseaux se sont implantés dans les petites villes et de voir comment ils ont permis de renforcer leur offre commerciale, par ailleurs de plus en plus uniforme, tout en rendant les petits centres urbains plus dépendants des centres directionnels.Chaze Milhan. L'insertion des petites villes dans les réseaux nationaux et mondiaux de distribution. L'exemple du Centre-Est français (The inscription of small-sized cities in national and global distribution networks : the example of Centre-Est of France). In: Bulletin de l'Association de géographes français, 85e année, 2008-1 ( mars). Petites villes françaises / Pierre monumentale. pp. 33-42

    PERBANDINGAN HASIL PENCANGKOKAN BUAH AJAIB (Synsepalum dulcificum) DENGAN BERBAGAI MEDIA TANAM SEBAGAI BUKU PETUNJUK PRAKTIKUM

    Get PDF
    Skripsi dengan judul “Perbandingan Hasil Pencangkokan Buah Ajaib (Synsepalum dulcificum) Dengan Berbagai Media Tanam Sebagai Buku Petunjuk Praktikum”, ditulis oleh Milhan Hakim NIM. 126208202059, Pembimbing Nanang Purwanto, M.Pd. Kata Kunci : Pencangkokan, Media Tanam, Buah Ajaib (Synsepalum dulcificum), Buku Petunjuk Praktikum Penelitian perbandingan hasil pencangkokan buah ajaib (Synsepalum dulcificum) dengan berbagai media tanam dilatarbelakangi oleh belum adanya penelitian mengenai tumbuhan buah ajaib. Hasil dari penelitian ini dikembangkan menjadi media belajar berupa buku petunjuk praktikum yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Buku petunjuk praktikum ini mengintegrasikan teks dan gambar, dan memiliki tingkat validitas. Tujuan penelitian ini diantaranya 1) Mengetahui perbandingan hasil pencangkokan buah ajaib (Synsepalum dulcificum) dengan berbagai media tanam. 2) Mengetahui proses pengembangan buku petunjuk praktikum “Pencangkokan Buah Ajaib (Synsepalum dulcificum) dengan Berbagai Media Tanam”. 3) Mengetahui tingkat validasi hasil pengembangan buku petunjuk praktikum “Pencangkokan Buah Ajaib (Synsepalum dulcificum) dengan Berbagai Media Tanam” Penelitian ini merupakan penelitian Research & Development. Penelitian pertama berupa perbandingan hasil jumlah akar dan panjang akar dengan metode pencangkokan. Penelitian kedua berupa pengembangan ADDIE yang terbatas hingga tahapan development. Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas instrumen angket analisis kebutuhan, instrumen kevalidan materi, instrumen kevalidan media, dan instrumen respon keterbacaan produk. Data yang diperoleh dilakukan analisis menggunakan deskriptif kuantitatif, skala dikotomi dan skala likert. Dengan hasil, diantaranya 1) Perbandingan hasil jumlah akar media tanam cocopeat dengan media tanam tanah adalah yang paling tinggi dibandingan media tanam sekam bakar, dengan rata-rata 5,3 jumlah akar. Sedangkan hasil perbandingan panjang akar media tanam sekam bakar dengan media tanam tanah adalah yang paling tinggi dibandingkan media tanam cocopeat dengan rata-rata panjang akar 1,2 cm.. 2) Proses pengembangan buku petunjuk praktikum menggunakan jenis penelitian R&D (Penelitian dan Pengembangan) penelitian pertama berupa deskriptif kuantitatif untuk mengukur jumlah akar dan panjang akar buah ajaib (Synsepalum dulcificum) kemudian pengembangan menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) yang disesuaikan berupa analysis, desain, dan development. Pengembangan buku praktikum belum bisa mencapai tahapan implementasi dan evaluasi dikarenakan keterbatasan waktu. 3) Tingkat validasi buku praktikum dengan judul “Pencangkokan Berbagai Media Tanam Buah Ajaib (Synsepalum dulcificum)” memiliki rata-rata persentase validasi 82% yaitu sangat valid tanpa revisi

    Peran Perempuan dalam Dukungan Logistik Perang Uhud: Studi pada Aisyah binti Abu Bakar dan Rumaisha’ binti Milhan

    No full text
    Kajian mengenai keterlibatan perempuan dalam sejarah Islam sering kali menempatkan mereka sebagai aktor sekunder, sementara peran penting mereka dalam mendukung perjuangan umat kurang mendapat perhatian. Artikel ini penting karena memberi perspektif baru tentang kontribusi perempuan dalam jihad Islam awal, khususnya pada Perang Uhud (3 H/625 M) yang selama ini lebih menonjolkan heroisme sahabat laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menguraikan biografi Aisyah binti Abu Bakar dan Rumaisha’ binti Milhan (Ummu Sulaim), 2) mengidentifikasi faktor yang memengaruhi keterlibatan mereka dalam Perang Uhud, dan (3) menjelaskan bentuk dukungan logistik bagi pasukan Muslim. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan pendekatan historis dan analisis deskriptif terhadap sumber primer dan sekunder, seperti Shahih al-Bukhari, Shahih Muslim, Al-Maghazi al-Waqidi, dan Al-Tabaqat al-Kubra Ibn Sa‘d. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan Aisyah dan Ummu Sulaim dipengaruhi faktor religius, keluarga, sosial, dan spiritual. Mereka berperan aktif mengangkut air, merawat prajurit, mengumpulkan perlengkapan perang, serta memberi dukungan moral. Aktivitas tersebut tergolong jihad non-kombatan yang bernilai teologis setara dengan perjuangan bersenjata. Kajian ini menegaskan bahwa peran perempuan dalam sejarah Islam bersifat integral dan menunjukkan penghargaan Islam terhadap kontribusi mereka dalam ranah sosial dan kemanusiaan

    Analisis Terhadap Pengabulan Izin Poligami dengan Alasan Telah Menghamili Calon Istri Kedua (Telaah Putusan Nomor 41/Pdt.G/2019/PA.Rtg)

    Get PDF
    It turns out that applications for permits for polygamy in Indonesia have various reasons for submission, applications that are very diverse not only include the three reasons stated in the legislation, namely the wife cannot carry out her obligations, has a physical disability and cannot give birth to offspring. In this research, the author found a decision regarding a polygamy permit case on the grounds that the future second wife was pregnant, whose decision was actually granted, namely the decision of the Ruteng Religious Court in Case Number.41/Pdt.G/2019/PA.Rtg. The problems observed in this research relate to the judge\u27s basic considerations in granting permission for polygamy and the review of issues regarding the decision of the Ruteng Religious Court Number.41/Pdt.G/2019/PA.Rtg. This research is a type of library research and qualitative form. Article 57 of the Compilation of Islamic Law and the Marriage Law, impregnating a prospective second wife does not include the permissibility of polygamy. Thu all conditions outside the legislation must of course be adjusted to the conditions. So the panel of judges was guided by Article 43 of Government Regulation number 9 of 1975 that "if the court is of the opinion that there are sufficient reasons for the applicant to have more than one wife, then the court will give its decision in the form of permission to have more than one wife." If we look at maslahah murrasa, it is already known that one of the requirements of maslahah murrasa itself is for the public benefit, not for personal benefit, so that it will bring benefits to humanity and prevent harm to the public, not to reject personal harm or bring benefit. for himself. So according to the author, granting permission for polygamy on the grounds that he has already impregnated the prospective second wife cannot be justified

    Keterangan Bebas Narkoba Bagi Calon Suami Sebagai Syarat Pernikahan Perspektif Maqashid asy-Syariah

    Get PDF
    The community of Tanah Putih Tanjung Melawan District has required prospective husbands to have a drug certificate which has not been found in the regional regulations of Rokan Hilir Regency. From the results of sociological juridical research, it was found that community motivations include the increasing prevalence of drug use, the existence of religious commands to choose a good (pious) partner. Supporting factors in anticipating divorce caused by drugs from several aspects, namely the existence of good intentions, family cooperation, parental awareness, rare family objections, and daughters' obedience to parents. Inhibiting factors include being offended, prioritizing stability, dishonest grooms, rushing in carrying out marriages, the absence of regional regulations. This practice is in accordance with the maqashid asy-syari`ah, namely in terms of maintaining religion (hifz din) and protecting offspring (hifz nasl)

    Kesadaran hukum masyarakat muslim Kota Medan dalam mengkonsumsi makanan tidak berlabel halal

    Get PDF
    Umat Islam diwajibkan untuk mengkonsumsi makanan halal lagi baik sebagaimana dinyatakan di dalam Alqur’an maupun Hadis. Untuk melindungi umat, pemerintah telah mengeluarkan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Berdasarkan pengamatan terhadap rumah makan, restoran dan café yang ada di Kota Medan ternyata sebahagian besar dari tempat tersebut tidak berlabel halal dan mayoritas masyarakat Muslim Kota Medan masih mengkonsumsi makanan tidak berlabel halal tersebut. Permasalahannya adalah bagaimana kesadaran hukum masyarakat Muslim Kota Medan tentang mengkonsumsi makanan yang tidak berlabel halal? Apa pertimbangan dan argumentasi mereka dalam membuat keputusan untuk mengkonsumsi makanan yang tidak berlabel halal? Serta bagaimana perlindungan hukum terhadap masyarakat tersebut? Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kesadaran hukum masyarakat Muslim Kota Medan dalam mengkonsumsi makanan tidak berlabel halal, pertimbangan dan argumentasi mereka ketika memutuskan untuk mengkonsumsi makanan yang tidak berlabel halal serta bagaimana perlindungan hukum terhadap masyarakat tersebut. Penilitian ini adalah kualitatif karena mendeskripsikan fenomena yang dialami oleh subjek penelitian. Pendekatan yang digunakan adalah sosiologi hukum dengan kategori penelitian lapangan (field research). Metode penelitian ini menerapkan purposive sampling dan instrumen yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan; pertama, tingkat kesadaran hukum masyarakat Muslim Kota Medan dalam mengkonsumsi makanan tidak berlabel halal adalah rendah. Ini ditandai dengan 100 % dari informan menyatakan bahwa mereka pernah makan di rumah makan, cafe atau restoran yang tidak berlabel halal resmi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) atau Badan Penyelenngara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Dari jumlah ini terdapat 68 % responden sering makan pada rumah makan, cafe atau restoran yang tidak berlabel halal resmi. Oleh karena itu, berdasarkan perspektif maqāṣid syarī’ah bahwa perintah mengkonsumsi makanan halal dan menghidari makanan haram berada pada level daruriyyāt di Kota Medan. Kedua, Masyarakat Muslim Kota Medan mayoritas mengkonsumsi makanan tidak berlabel halal. Pertimbangan dan argumentasi mereka adalah berlandaskan pada keyakinan bahwa makanan dan minuman yang mereka konsumsi adalah halal. Adapun alasan mereka meyakini bahwa makanan tersebut halal berdasarkan indikator-indikator kehalalan menurut mereka, yaitu pemilik dan/atau pelayan restoran, cafe, warung atau rumah makan tersebut adalah muslim, mereka memajang label halal atau tulisan ayat-ayat Alquran, pegawai memakai busana muslim, mayoritas pelanggan adalah muslim, nama rumah makan atau restoran tersebut islami seperti Rumah Makan Muslim dan langkah terakhir adalah bertanya langsung kepada pelayan apakah makanannya halal atau tidak. Ketiga, akibat belum efektifnya pemberlakuan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, maka masyarakat Muslim Kota Medan belum terlindungi dari makanan haram. Mereka bisa tertipu karena tidak ada jaminan bahwa makanan yang dikonsumsi tersebut adalah halal

    Community Responses to Contemporary Jihad Movements and Their Impact on Social Religion in Indonesia

    Get PDF
    Contemporary jihad movements, especially those related to Islamic extremism, have become controversial in the international community. The purpose of this study is to explore how society responds to contemporary jihadist movements, as well as what factors influence their response. This research uses a qualitative approach by collecting data through interviews with several respondents: academics, activists, and the general public. The research results show that people's responses to contemporary jihadist movements vary widely, from those who reject them to those who support them. Factors that influence people's responses include religious beliefs, life experiences, media influences, and political factors. The results of this study have important implications for the parties involved in dealing with contemporary jihadist movements. Efforts are needed to increase public education and understanding of the true teachings of Islam, as well as reduce social and political injustice, which has triggered the emergence of the contemporary jihad movement. In addition, the parties involved must also strengthen inter-religious and intercultural dialogue to create better understanding and tolerance among people. With a more comprehensive and integrated approach, it is hoped to reduce the influence and number of followers of contemporary jihadist movements and encourage the creation of better peace and security worldwide.Gerakan jihad kontemporer, khususnya yang berkaitan dengan ekstremisme Islam, menjadi kontroversi di dunia internasional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi bagaimana respon masyarakat terhadap gerakan jihadis kontemporer, serta faktor apa saja yang mempengaruhi respon mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengumpulkan data melalui wawancara dengan beberapa responden: akademisi, aktivis, dan masyarakat umum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon masyarakat terhadap gerakan jihad kontemporer sangat beragam, mulai dari yang menolak hingga yang mendukung. Faktor yang mempengaruhi respon masyarakat antara lain keyakinan agama, pengalaman hidup, pengaruh media, dan faktor politik. Hasil penelitian ini memiliki implikasi penting bagi pihak-pihak yang terlibat dalam menangani gerakan jihad kontemporer. Diperlukan upaya untuk meningkatkan pendidikan dan pemahaman masyarakat tentang ajaran Islam yang benar, serta mengurangi ketidakadilan sosial dan politik yang memicu munculnya gerakan jihad kontemporer. Selain itu, pihak-pihak yang terlibat juga harus memperkuat dialog antaragama dan antarbudaya untuk menciptakan pemahaman dan toleransi yang lebih baik di antara umat manusia. Dengan pendekatan yang lebih komprehensif dan terintegrasi, diharapkan dapat mengurangi pengaruh dan jumlah pengikut gerakan jihad kontemporer serta mendorong terciptanya perdamaian dan keamanan dunia yang lebih baik.
    corecore