1,723,499 research outputs found
Peran Suasana Klinik, Persepsi Harga, dan Kualitas Layanan dalam Meningkatkan Loyalitas Pelanggan Meutia Beauty Centre
This research aims to determine the role of clinic atmosphere, price perceptions and service quality in increasing Meutia Beauty Center customer loyalty. In this study, 100 respondents were used as samples. The data analysis methods used include multiple linear regression, t test, F test and coefficient of determination test (Adjusted R2). The research results show that the clinic atmosphere variable has a significant effect in increasing Meutia Beauty Center customer loyalty, the price perception variable has a significant effect in increasing Meutia Beauty Center customer loyalty, and the service quality variable has a significant effect in increasing Meutia Beauty Center customer loyalty. The F test revealed that simultaneously the clinic atmosphere, price perception and service quality had a significant effect in increasing Meutia Beauty Center customer loyalty, apart from that the coefficient of determination (Adjusted R2) obtained was 0.591 or 59.1% of customer loyalty could be explained by these factors, while the remaining 40.9% was influenced by other variables not examined in this research
Hubungan antara Usia Ibu dan Paritas dengan Kejadian Plasenta Previa di Rumah Sakit Umum Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara Tahun 2012-2013
Plasenta previa merupakan penyebab utama perdarahan antepartum dan berpotensi mengancam hidup ibu dan janin. Plasenta previa lebih banyak terjadi pada kehamilan dengan paritas tinggi dan pada usia lanjut. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara usia ibu dan paritas dengan kejadian plasenta previa di Rumah Sakit Umum Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara tahun 2012-2013. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang berasal dari status rekam medik ibu yang melahirkan di Rumah Sakit Umum Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara tahun 2012-2013. Metode penelitian yang digunakan bersifat studi analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 100 subjek yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan 40% subjek mengalami plasenta previa, 52% subjek berusia ≥ 30 tahun, dan 48% subjek memiliki paritas ≥ 3. Analisis statistik dengan uji chi-square menunjukkan terdapat hubungan antara usia ibu dan plasenta previa dengan nilai p = 0,001 (p 1). Hasil uji chi-square juga menunjukkan terdapat hubungan antara paritas dan plasenta previa dengan nilai p = 0,001 (p 1). Kesimpulan penelitian ini adalah usia ibu dan paritas berhubungan dengan kejadian plasenta previa.
Kata Kunci : Usia ibu, Paritas, Plasenta previ
Cut Nyak Meutia: pejuang Aceh yang jelita dan pemberani
Karakter dan kepribadian Cut Nyak Meutia sebagai perempuan pemberani merupakan bukti kekuatan pendidikan yang telah dijalaninya sejak masa kanak-kanak. Sejak kecil Cut Nyak Meutia memang sudah dididik oleh kedua orang tuanya untuk memahami soal agama dan ilmu perang. Tidak heran jika kelak ia dikenal sebagai ahli pengatur strategi perang. Meski sempat dibujuk oleh pihak Belanda untuk menyerah, Cut Nyak Meutia tetap memilih untuk berperang.Membaca kisah hidup Cut Nyak Meutia, kita akan menemukan kisah menakjubkan dari seorang perempuan yang konsisten di dalam perjuangan kemerdekaan. Ia yang tak pernah memilih untuk menyerah, hingga tiga butir peluru menerjang raganya. Mengantarkan tubuhnya yang lelah untuk beristirahat memeluk alam
Sejarah Perkembangan Rumah Cut Meutia Dalam Mempertahankan Arsitektur Tradisional Aceh
Abstrak Aceh merupakan salah satu wilayah yang sangat mempertahankan dan melestarikan nilai dan budaya.Keberadaan Rumoh Aceh merupakan pengejawantahan dari nilai-nilai yang hidup dan dijalankan olehmasyarakat Aceh. Oleh karena itu, melestarikan Rumoh Aceh berarti juga melestarikan eksistensi masyarakatAceh itu sendiri. Walaupun banyaknya perkembangan modernisasi, tetapi Rumah Adat Aceh merupakan sebuaharsitektur tradisional yang dibanggakan oleh masyarakat Aceh. Seiring perkembangan zaman yang menuntutsemua hal dikerjakan secara efektif dan efisien, dan semakin mahalnya biaya pembuatan dan perawatan RumohAceh, maka lambat laun semakin sedikit orang Aceh yang membangun rumah tradisional ini. Akibatnya, jumlahRumoh Aceh semakin hari semakin sedikit. Hal tersebut membuat penulis ingin mempelajari Sejarah Rumah Acehyaitu Rumoh Cut Meutia yang terletak di desa Paya Bakong kecamatan Matang Kuli, Aceh Utara. Rumoh CutMeutia merupakan salah satu rumah adat Aceh peninggalan pada masa lalu. Rumoh Cut Meutia yang terletak diMatang Kuli ini adalah hasil renovasi oleh Pemerintah Daerah Aceh Utara, yang di lakukan pada Tahun 1982.Hal ini dilakukan oleh Pemda setempat untuk melestarikan rumoh Cut Meutia. Sama dengan rumah adat Acehlainnya, Rumoh Cut Meutia merupakan rumah panggung, hal ini berasal dari perpaduan kepercayaan masyarakat, ajaran Islam dan kondisi alam di mana individu atau masyarakat hidup mempunyai pengaruhsignifikan terhadap bentuk arsitektur tradisional Aceh.Sampai sekarang Rumoh Adat Cut Meutia ini salah saturumah Aceh yang masih banyak dikunjungi oleh masyarakat setempat.Kata Kunci: Rumoh cut meutia, arsitektur tradisional, rumah adat Aceh
Eksplorasi Etnomatematika pada Masjid Cut Meutia
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi konsep matematika pada Masjid Cut Meutia dan menjadi media alternatif dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini dilakukan di Masjid Cut Meutia yang berlokasi di Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat. Subjek dari penelitian ini adalah pengurus Masjid Cut Meutia yang paham mengenai sejarah Masjid Cut Meutia. Pendekatan etnografi dengan tujuh langkah digunakan untuk mengakomodir kebutuhan dalam penelitian etnomatematika ini. Pengumpulan data dilaksanakan melalui pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Identifikasi konsep matematika pada Masjid Cut Mutia dilakukan melalui pengamatan dan pengambilan gambar pada struktur bangunannya. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan analisis data serta pemaparan. Keabsahan data diperoleh dengan menggunakan jenis triangulasi metode. Penelusuran informasi terkait nilai-nilai sejarah pada Masjid Cut dilakukan melalui wawancara dan pencarian dalam literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat unsur geometri yaitu persegi, persegi panjang, lingkaran, belah ketupat, jajargenjang, segitiga siku-siku, trapesium, balok, limas segiempat, tabung, dan setengah bola. Temuan penelitian digunakan sebagai produk etnomatematika sehingga menjadi media alternatif dalam pembelajaran matematika. Selain itu, dapat digunakan sebagai contoh bagaimana konsep matematika diterapkan pada kehidupan sehari-hari dan diharapkan dapat bermanfaat bagi pembelajaran kontekstual
Pengaruh Penerapan Etika Bisnis Islam dan Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pelanggan pada Sofyan Hotel Cut Meutia
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan etika bisnis Islam dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan pada Sofyan Hotel Cut Meutia.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengunjung yang pernah menginap dan masyarakat yang mengetahui tentang Sofyan Hotel Cut Meutia. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode accidental random sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 90 responden dan yang dijadikan responden dalam penelitian ini adalah pengunjung yang pernah menginap dan mengetahui tentang Sofyan Hotel Cut Meutia. Data yang digunakan dalam penelitian menggunakan data primer yang dikumpulkan melalui kuesioner. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan etika bisnis Islam berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan pada Sofyan Hotel Cut Meutia. Hal ini ditunjukkan dari nilai thitung > ttabel (2,872 > 1,98761). Dan penerapan kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan pada Sofyan Hotel Cut Meutia. Hal ini ditunjukkan dari nilai thitung > ttabel (5,572 > 1,98761). Sehingga dapat disimpulkan bahwa semua variabel bebas yaitu etika bisnis Islam dan kualitas pelayanan secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan pada Sofyan Hotel Cut Meutia.
Penerapan etika bisnis Islam pada Sofyan Hotel Cut Meutia mampu menciptakan rasa puas dibenak pelanggan. Artinya bahwa semakin baik etika bisnis Islam yang diterapkan maka semakin tinggi kepuasan pelanggan yang dirasakan pada Sofyan Hotel Cut Meutia. Dan, kualitas pelayanan yang diberikan oleh Sofyan Hotel Cut Meutia sudah baik dan mampu menciptakan kepuasan pada pelanggan. Artinya bahwa semakin baik kualitas pelayanan yang diterapkan maka semakin tinggi kepuasan pelanggan yang dirasakan pada Sofyan Hotel Cut Meutia
FUNGSI KOGNITIF PASIEN STROKE BERDASARKAN MINI MENTAL STATE EXAMINATION (MMSE) DI RUMAH SAKIT UMUM CUT MEUTIA KABUPATEN ACEH UTARA
Stroke merupakan penyebab utama kecacatan jangka panjang. Kecacatan pasca stroke
dapat berupa gangguan motorik, sensorik, otonom, maupun kognitif.Gangguan kognitif pasca stroke seringkali kurang diperhatikan pasien, keluarga maupun tenaga kesehatan, karena tidak menonjol atau kurang bisa dikenali dibandingkan dengan defisit neurologis lainnya. Mini Mental State Examination (MMSE) merupakan instrumen yang valid untuk mendeteksi dan mengikuti perkembangan gangguan kognitif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran fungsi kognitif pada pasien stroke berdasarkan MMSE di Rumah Sakit Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini mengunakan desain deskriptif dengan teknik consecutive sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 64 orang. Sumber data berasal dari pemeriksaan fisik dan wawancara, serta rekam medis pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis stroke terbanyak adalah stroke iskemik (85,9%) dengan subtipe terbanyak adalah Lacunar Infarct (LACI) (48,4%). Fungsi kognitif pasien stroke hemoragik didapatkan keseluruhan mengalami gangguan fungsi kognitif yaitu sebanyak 9 pasien. Gangguan fungsi kognitif pada stroke iskemik terbanyak pada tipe PACI yaitu sebanyak 16 pasien. Kesimpulan penelitian ini adalah gangguan fungsi kognitif lebih banyak terjadi pada stroke hemoragik dibandingkan stroke iskemik. Hal ini bisa terjadi karena adanya perbedaan kerusakan di tingkat seluler.
Kata kunci: Stroke, Stroke hemoragik, Stroke iskemik, Total Anterior Circulation Infarct (TACI), Partial Anterior Circulation Infarct PACI), Lacunar Infarct (LACI), Posterior Circulation Infarct (POCI), MMSE, Fungsi kogniti
Gambaran Karakteristik Dan Status Gizi Berdasarkan Lingkar Lengan Atas (Lila) Pada Pasien Penyakit Jantung Koroner (Pjk) Di Rumah Sakit Umum Cut Meutia
Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan penyakit kardiovaskular yang menyebabkan kematian nomor 1 di Indonesia. Usia dan jenis kelamin merupakan salah satu faktor risiko PJK yang tidak dapat dimodifikasi. Insiden puncak manifestasi klinik PJK pada pria adalah pada usia 50–60 tahun, sedangkan pada wanita pada usia 60–70 tahun. Status gizi lebih atau obesitas adalah salah satu faktor risiko yang dapat dimodifikasi dan merupakan kunci penting dari terjadinya peningkatan kejadian PJK. Pengukuran lingkar lengan atas (LILA) merupakan salah satu pilihan untuk penentuan status gizi, karena mudah, murah dan cepat, tidak memerlukan data umur yang terkadang susah diperoleh, serta dapat memberikan gambaran tentang keadaan jaringan otot dan lapisan lemak bawah kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik dan status gizi berdasarkan LILA pada pasien PJK di RSU Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara tahun 2014. Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan pendekatan cross sectional yang dilaksanakan pada bulan September sampai Desember 2014. Pengambilan sampel penelitian menggunakan cara convenient sampling dengan jumlah sampel sebanyak 56 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien PJK paling banyakberusia 55-64 tahun (39,3%) dan berjenis kelamin perempuan (66,1%). Berdasarkan pengukuran LILA, pasien PJK paling banyak berstatus gizi baik (67,9%).Kata Kunci: Usia, Jenis Kelamin, Status Gizi, Lingkar Lengan Atas, Penyakit Jantung Koroner PENDAHULUANPenyakit jantung koroner (PJK) merupakan salah satu contoh penyakit tidak menular (PTM) yang paling ditakuti saat ini. Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan pembunuh nomor 1 di Indonesia. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007 menunjukkan PJK menempati peringkat ketiga penyebab kematian setelah stroke dan hipertensi dan prevalensinya mencapai 7,2% berdasarkan anamnesis, sementara berdasarkan riwayat diagnosis tenaga kesehatan sebesar 0,9% (Kemenkes RI, 2012). Laporan World Health Statistic tahun 2008 menyatakan terdapat 17,1 juta meninggal dunia akibat PJK dan diperkirakan meningkat menjadi 23,3 juta kematian di dunia pada tahun 2030 (WHO, 2013).Hasil Riskesdas tahun 2007 menunjukkan bahwa prevalensi PJK berdasarkan diagnosis dokter atau gejala di Provinsi Aceh sebesar 2% (Kemenkes RI, 2012). Riskesdas tahun 2013 menunjukkan bahwa prevalensi PJK berdasarkan diagnosis dokter atau gejala juga sebesar 2% dan Provinsi Aceh menempati urutan kelima prevalensi tertinggi, setelah NTT, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Barat (Kemenkes RI,2013). Berdasarkan survei data awal penelitian di Rumah Sakit Umum Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara tahun 2012, didapatkan kasus PJK adalah 142 kasus dan tahun 2013 terdapat132 kasus
Gambaran Karakteristik dan Status Gizi berdasarkan Lingkar Lengan Atas (LILA) pada Pasien Penyakit Jantung Koroner (PJK) di Rumah Sakit Umum Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara Tahun 2014
Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan penyakit kardiovaskular yang menyebabkan kematian nomor 1 di Indonesia. Usia dan jenis kelamin merupakan salah satu faktor risiko PJK yang tidak dapat dimodifikasi. Insiden puncak manifestasi klinik PJK pada pria adalah pada usia 50–60 tahun, sedangkan pada wanita pada usia 60–70 tahun. Status gizi lebih atau obesitas adalah salah satu faktor risiko yang dapat dimodifikasi dan merupakan kunci penting dari terjadinya peningkatan kejadian PJK. Pengukuran lingkar lengan atas (LILA) merupakan salah satu pilihan untuk penentuan status gizi, karena mudah, murah dan cepat, tidak memerlukan data umur yang terkadang susah diperoleh, serta dapat memberikan gambaran tentang keadaan jaringan otot dan lapisan lemak bawah kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik dan status gizi berdasarkan LILA pada pasien PJK di RSU Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara tahun 2014. Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan pendekatan cross sectional yang dilaksanakan pada bulan September sampai Desember 2014. Pengambilan sampel penelitian menggunakan cara convenient sampling dengan jumlah sampel sebanyak 56 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien PJK paling banyak berusia 55-64 tahun (39,3%) dan berjenis kelamin perempuan (66,1%). Berdasarkan pengukuran LILA, pasien PJK paling banyak berstatus gizi baik (67,9%).
Kata Kunci : Usia, Jenis kelamin, Status gizi, Lingkar lengan atas, Penyakit jantung korone
Menyusuri tempat tinggal srikandi Aceh Cut Nyak Meutia
Rahma dan Aini adalah dua sahabat. Mereka teman sekelas yang duduk di kelas VI (enam) SD. Keduanya hobi membaca. Suatu hari keduanya berkunjung ke rumah Bu Ayi, wali kelas mereka. Bu Ayi merupakan cucu pahlawan Cut Nyak Meutia. Ada cerita misteri di rumah Bu Ayi. Rahma dan Aini mempunyai teman baru, Popon dan adiknya, Cut Putroe. Mereka keponakan Bu Ayi yang tinggal di Bandung dan sedang liburan di Aceh. Bersama dua teman barunya itu, Rahma dan Aini bertualang ke rumah tinggal Cut Nyak Meutia
- …
