1,720,959 research outputs found
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
HUBUNGAN GERAKAN BERULANG DAN MASA KERJA DENGAN KELUHAN CARPAL TUNNEL SYNDROME PADA PEKERJA PEMBUNTELAN TAHU DI MOJOSONGO SURAKARTA
Hubungan Gerakan Berulang dan Masa Kerja dengan Keluhan Carpal Tunnel Syndrome pada Pekerja Pembuntelan Tahu di Mojosongo Surakarta ABSTRAK Meryza Lukyana Dewi, R0213038, 2017. Hubungan gerakan berulang dan masa kerja dengan keluhan Carpal Tunnel Syndrome pada pekerja pembuntelah tahu di Mojosongo Surakarta. Skripsi Program D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja Fakultas Kedokteran. Universitas Sebelas Maret Surakarta. Latar Belakang : Gerakan berulang yang berlebihan pada tangan dan pergelangan tangan dalam waktu yang lama dapat menimbulkan risiko terjadinya keluhan Carpal Tunnel Syndrome (CTS). Dari hasil pengamatan diketahui bahwa pekerja melakukan pekerjaan dengan pengulangan gerakan dalam waktu lama. Berdasarkan survey awal 10 responden yang dilakukan pada pekerja pembuntelan tahu, dengan menggunakan tes phalen dan tes tinel diketahui 5 pekerja positif mengalami keluhan Carpal Tunnel Syndrome (CTS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan gerakan berulang dan masa kerja dengan keluhan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) Metode : Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 40 orang. Sampel diambil dengan menggunakan teknik purpose sampling dan didapatkan sampel 32 sampel. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pemeriksaan responden dengan tes phalen dan tes tinel, lembar isian data identitas, umur, dan masa kerja serta riwayat penyakit yang berhubungan dengan CTS. Analisis bivariat menggunakan uji korelasi gamma. Analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik. Hasil : Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan gerakan berulang dengan keluhan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) (p value = 0,000). Terdapat hubungan antara masa kerja dengan keluhan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) (p value = 0,003). Terdapat hubungan masa kerja dengan keluhan musculoskeletal disorder (p value = 0,010). Hasil analisis multivariat menunjukkan terdapat kekuatan hubungan yang dominan antara masa kerja dengan keluhan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) dengan nilai OR (EXP{B}) = 0.357. Simpulan : Terdapat hubungan yang dominan antara masa kerja dengan keluhan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) dibanding dengan gerakan berulang pada pekerja pembuntelan tahu di Mojosongo Surakarta Kata Kunci : Carpal Tunnel Syndrome (CTS), Gerakan Berulang, Masa Kerja, Pekerja Tah
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
Pengembangan Alat Evaluasi Pembelajaran Materi Gerak, Level dan Pola Lantai Tari Melalui Permainan Up and Down Pada Siswa Kelas VII SMPN 2 Pakisaji.
ABSTRAK Meryza, Bella Resti. 2015. Pengembangan Alat Evaluasi Pembelajaran Materi Gerak, Level dan Pola Lantai Tari Melalui Permainan Up and Down Pada Siswa Kelas VII SMPN 2 Pakisaji. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Ida Siti Herawati,M.Pd (II) Tri Wahyuningtyas, S. Pd, M. Si. Kata Kunci:Permainan up and down, gerak, level, pola lantai tari, SMPN 2 Pakisaji. Pelaksanakan evaluasi pembelajaran seni tari, memerlukan media yang menarik dan memberikan stimulus motivasi anak belajar seni tari. Ketersediaan media evaluasi pembelajaran yang selama ini kurang menarik perhatian siswa kelas VII menyebabkan kurang maksimalnya pembelajaran seni tari di SMPN 2 Pakisaji. Sesuai dengan kebutuhan, pengembangan media dikemas dalam permainan yang menyampaikan materigerak, level dan pola lantai tari disusun secara menarik, efektif, dan efisien sehingga tujuan pembelajaran yang dirumuskan dapat tercapai. Penelitian dan pengembangan ini dilaksanakan dengan tujuan (1) mengembangkan evaluasi pembelajaran melalui permainan up and down untuk membantu guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran mata pelajaran seni budaya. Sebagai media evaluasi tentunya memicu siswa untuk mempelajari materi seni budaya dan mencapai tujuan belajar yang ditentukan. Penelitian dan pengembangan ini mengadaptasi prosedur penelitian Borg&Gall (Sugiyono 2011) yang terdiri dari tahapan-tahapan sebagai berikut (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desan ahli materi, (5) revisi produk I, (6) validasi desain ahli media, (7) revisi produk II, (8) uji coba lapangan terbatas, (9) revisi produk III. Subjek coba pada penelitian ini adalah3 ahli materi, 3 ahli media, dan 5 siswa SMPN 2 Pakisaji sebagai uji coba lapangan terbatas. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dengan skala likert. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis kualitatif dan persentase. Data yang bersifat kualitatif dianalisis dan dipertimbangkan sebagai bahan revisi produk, sedangkan data kuantitatif dari uji kelayakan produk dianalisis dengan rumus dan persentase. Hasil penelitian dan pengembangan ini adalah (1) perangkat permainan up and down dan buku panduannya(2) produk yang telah dikembangkan adalah perangkat permainan up and down dan buku panduannya yang berisi materi gerak, level dan pola lantai tari, (3) hasil uji coba produk dapat disimpulkan sebagai berikut,berdasarkan penilaian ahli materi menunjukkan produk layak dengan persentase 96,8%, penilaian ahli media menunjukkan produk layak dengan persentase 89,7%, sedangkan berdasarkan uji coba lapangan menunjukkan persentase 90% bahwa produk yang dihasilkan layak digunakan sebagai bahan ajar pada pembelajaran tari di sekolah. Terkait dengan hasil pengembangan ini diharapkandapat membantu siswa untuk belajar sambil bermain dan menggali informasi gerak, level dan pola lantai lebih mendalam. Sedangkan untuk guru buku panduan digunakan sebagai media evaluasi yang membantu guru dalam menyampaikan materi melalui kegiatan evaluasi dengan permainan berupa gerak, level dan pola lantai tari
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
Author-wise bibliometric analysis based on entropy.
Author-wise bibliometric analysis based on entropy.</p
- …
