37 research outputs found

    Zheng wen yin sou

    No full text
    張學禮彙選 ; 劉汝立同選.綫裝, 1函.正文首半頁框20.2x12.2公分, 6行20字, 白口, 無魚尾, 四周單邊, 版心上鐫"正文印藪", 下鐫葉次及卷次. 鈐印頁單框19.5x11.4公分, 每半葉三到六印. 上鈐印章, 下鐫解說.刻書者據凡例, 刻書年據序.凡例載"板用墨刷印用朱砂覆以二次"文中所載"一壐"為向巨源傳本, "二壐"為蔡仲平傳本.書籤題"王震澤舊藏本"Xian zhuang, 1 han.Zheng wen shou ban ye kuang 20.2 x 12.2 gong fen, 6 hang 20 zi, bai kou, wu yu wei, si zhou dan bian, ban xin shang juan "Zheng wen yin sou", xia juan ye ci ji juan ci. Qian yin ye dan kuang 19.5 x 11.4 gong fen, mei ban ye san dao liu yin. Shang qian yin zhang, xia juan jie shuo.Ke shu zhe ju fan li, ke shu nian ju xu.Fan li zai "ban yong mo shua yin yong zhu sha fu yi er ci"Wen zhong suo zai "Yi xi" wei Xiang Juyuan chuan ben, "Er xi" wei Cai Zhongping chuan ben.Shu qian ti "Wang Zhenze jiu cang ben"Zhang Xueli hui xuan ; Liu Ruli tong xuan

    RELEVANSI TUNTUTAN KOMPETENSI KEAHLIAN PATISERI TERHADAP KEBUTUHAN DUNIA INDUSTRI DI KOTA YOGYAKARTA

    No full text
    ABSTRAK RELEVANSI TUNTUTAN KOMPETENSI KEAHLIAN PATISERI TERHADAP KEBUTUHAN DUNIA INDUSTRI DI KOTA YOGYAKARTA Oleh: Ruli Dinasti Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Kompetensi keahlian patiseri yang diajarkan di SMK Negeri 4 Yogyakarta. 2) Tingkat relevansi kompetensi keahlian patiseri yang diajarkan di SMK Negeri 4 Yogyakarta terhadap kebutuhan industri patiseri. Jenis penelitian adalah deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 4 Yogyakarta, yang beralamat Jl. Sidikan 60 Umbulharjo dan industri patiseri di kota Yogyakarta. Waktu penelitian adalah bulan Maret sampai dengan Mei 2011. Populasi penelitian ini adalah seluruh industri yang terdaftar sebagai produk bersertifikat halal serta terdaftar pada Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian (Perindagkoptan) kota Yogyakarta. Sampel penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling yaitu memiliki toko dan memproduksi kue Indonesia dan kue Kontinental. Metode pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket dan dokumentasi. Pengujian validasi instrument menggunakan expert judgment (tiga ahli), yaitu dosen, guru, dan pemilik industri bakery. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kompetensi keahlian patiseri Indonesia yang diajarkan di SMK Negeri 4 Yogyakarta terbagi dalam tujuh kelompok besar yaitu: kue dari beras dan tepung beras, beras ketan dan tepung beras ketan, tepung sagu/kanji, tepung terigu, umbi dan kacang-kacangan, agaragar, dan adonan beragi. Sedangkan kompetensi keahlian patiseri Kontinental terbagi dalam sebelas kelompok yaitu: kue dari choux paste; sugar dough dan cookies; pie dough; puff pastry; pan cake, frying batter, and crepes; pound cake; sponge cake; bahan pengisi dan penutup; cake, gateau, and torten; adonan mengandung ragi; dan adonan padat mengandung yeast. 2) Tingkat relevansi produk berkisar antara 81%-100% dengan katagori sangat tinggi dari produk patiseri Indonesia diraih enam kelompok besar yaitu: enam kue dari beras dan tepung beras, sembilan kue dari beras ketan dan tepung beras ketan, delapan kue dari tepung terigu, dua kue dari umbi dan kacang-kacangan, dua kue dari agaragar, dan empat kue dari adonan beragi. Sedangkan produk patiseri Kontinental diraih sembilan kelompok besar yaitu: empat kue dari choux paste, dua puluh dua kue dari sugar dough dan cookies, satu kue dari pie dough, tiga kue dari puff pastry, sebelas kue dari pound cake, delapan kue dari sponge cake, tiga produk dari bahan pengisi dan penutup, dua kue dari adonan mengandung ragi, dan sembilan kue dari adonan padat mengandung yeast. Tingkat relevansi produk berkisar antara 21%-40% dengan katagori rendah dari produk patiseri Indonesia diraih lima kelompok besar yaitu: dua kue dari beras dan tepung beras, enam kue dari beras ketan dan tepung beras ketan, dua kue dari tepung sagu/kanji, satu kue dari tepung terigu, tiga kue dari umbi dan kacang-kacangan. Sedangkan produk patiseri Kontinental diraih dua kelompok besar yaitu: satu kue dari adonan cair mengandung ragi dan satu kue dari adonan padat mengandung yeast

    MISKONSEPSI PENYELESAIAN SENGKETA JAMINAN FIDUSIA DALAM PRAKTIK LEASING OLEH BADAN PENYELESAIAN SENGKETA KONSUMEN (BPSK)

    No full text
    The Consumer Dispute Settlement Agency (BPSK) in Indonesia has been a primary pillar in ensuring consumer protection since its establishment based on Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection. Dispute resolution, particularly those related to fiduciary guarantees in leasing practices, has been a major focus in the realm of consumer law. The conflict of jurisdiction between BPSK and the District Court in resolving leasing disputes has led to misconceptions about the role and authority of BPSK in resolving leasing disputes. Based on this axiom, the author conducted this research to identify and analyze misconceptions present in leasing dispute practices in Indonesia. The research method employed was normative law with a legislative approach and case studies. The research findings affirm that although the Consumer Dispute Settlement Agency (BPSK) has authority in resolving consumer disputes, it lacks jurisdiction in leasing dispute resolution, thus necessitating a more detailed approach to provide a comprehensive understanding of the role and authority of BPSK to ensure complete consumer protection.Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) di Indonesia telah menjadi pilar utama dalam memastikan perlindungan konsumen sejak pembentukan berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Penyelesaian sengketa, khususnya yang terkait dengan jaminan fidusia dalam praktik leasing telah menjadi sorotan utama dalam ranah hukum konsumen. Adanya benturan kewenangan untuk penyelesaian sengketa leasing antara BPSK dengan Pengadilan Negeri telah melahirkan miskonsepsi peran dan kewenangan BPSK dalam menyelesaikan sengketa leasing. Berdasarkan aksioma itulah penulis melakukan penelitian ini untuk mengidentifikasi dan menganalisa miskonsepsi yang hadir dalam praktik sengketa leasing di Indonesia. Adapun metode penelitian yang digunakan ialah hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan studi kasus.  Hasil penelitian menegaskan bahwa meskipun Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) memiliki kewenangan dalam menyelesaikan sengketa konsumen, namun BPSK tidak berwenang dalam penyelesaian sengketa sehingga diperlukan adopsi pendeketan yang lebih terperinci untuk memberikan pemahaman yang utuh akan peran dan kewenangan BPSK agar tercipta perlindungan konsumen yang paripurna

    Perbandingan Model Latihan Accuracy Passing dan Latihan Speed Passing Terhadap Kemampuan Short Pass Siswa SSB Bina Taruna Usia 14 Tahun

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan model latihan accuracy passing dan latihan speed passing terhadap kemampuan short pass siswa SSB Bina Taruna usia 14 tahun. Pengambilan data dilaksanakan pada tanggal 20 mei – 01 Juni 2016 di Sekolah Sepak Bola (SSB) Bina Taruna Jakarta Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan teknik analisis data uji t. . Populasi dalam penelitian ini adalah siswa Sekolah Sepak Bola Bina Taruna usia 14 tahun yang berjumlah 20 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling. Dari hasil tes model latihan accuracy passing rata-rata data awal sebesar 161,9 dan simpangan baku sebesar 27,81 dan rata-rata data akhir sebesar 204,6 dan simpangan baku 17,27. Dari hasil rata-rata tersebut diperoleh hasil perbandingan data awal dan data akhir yang berupa thitung sebesar 3,898, sedangkan ttabel dengan taraf signifikan 0,05 dengan df (n-1) = 9 adalah 2,26, maka thitung 3,898 > 2,26, berarti Ho ditolak yang artinya (1) terdapat peningkatan yang signifikan pada model latihan accuracy passing terhadap kemampuan short pass pada siswa SSB Bina Taruna usia 14 Tahun. Sedangkan pada hasil tes model latihan speed passing rata-rata data awal sebesar 99,4 dan simpangan baku sebesar 15,04 dan rata-rata data akhir sebesar 135,8 dan simpangan baku 22,27. Dari hasil rata-rata tersebut diperoleh hasil perbandingan data awal dan data akhir yang berupa thitung sebesar 4,935, sedangkan ttabel dengan taraf signifikan 0,05 dengan df (n-1) = 9 adalah 2,26, maka thitung 4,935 > 2,26, berarti Ho ditolak yang artinya (2) terdapat peningkatan yang signifikan pada metode latihan speed passing terhadap kemampuan short pass pada siswa SSB Bina Taruna usia 14 Tahun. Dari hasil tes kedua kelompok model latihan yaitu kelompok model latihan accuracy passing dan kelompok model latihan speed passing diperoleh nilai rata-rata data akhir sebesar 204,6 dan 135,8 dan simpangan baku sebesar 17,27 dan 22,27. Berdasarkan hasil rata-rata diperoleh data tertinggi pada kelompok model latihan accuracy passing dibandingkan kelompok model latihan speed passing. Untuk mengetahui adanya perbedaan antara kelompok model latihan accuracy passing dan kelompok model latihan speed passing ditentukan dengan menggunakan uji t yaitu thitung sebesar 6,123 dan ttabel pada taraf signifikansi 0,05 dan df (n-2) = 18 adalah 2,10. Maka thitung 6,123 > ttabel 2,10 ii sehingga Ho ditolak yang berarti (3) model latihan Accuracy passing lebih baik dan terdapat perbandingan yang signifikan antara model latihan Accuracy Passing dan Speed Passing pada nilai rata-rata 204,6 dan 135,8 terhadap kemampuan Short Pass siswa SSB Bina Taruna usia 14 tahun. This study aims to determine the model comparison exercise passing accuracy and speed drills passing on the ability of students' short pass SSB Bina Taruna age of 14 years. Retrieval of data held on May 20 - June 1, 2016 at the School of Football (SSB) Bina Taruna East Jakarta. The method used is an experimental method using data analysis techniques t test. , The population in this study were students School Football Bina Taruna age of 14 who numbered 20 people. Sampling was done by total sampling technique. From the results of the model test exercises passing accuracy average of initial data of 161.9 and a standard deviation of 27.81 and the average of the final data of 204.6 and a standard deviation of 17.27. Of the average yield obtained initial data comparison results and the final data in the form thitung 3.898, while ttable with significance level of 0.05 with df (n-1) = 9 is 2.26, then thitung 3.898> 2.26, means Ho rejected, which means that (1) there is a significant improvement in model accuracy passing drills against short pass on the student's ability SSB Bina Taruna age of 14 years. While in practice the model test results an average speed of passing initial data of 99.4 and a standard deviation of 15.04 and the average of the final data of 135.8 and a standard deviation of 22.27. Of the average yield obtained initial data comparison results and the final data in the form thitung 4.935, while ttable with significance level of 0.05 with df (n-1) = 9 is 2.26, then thitung 4.935> 2.26, means Ho rejected, which means (2) there is a significant increase in speed training methods of passing on the ability of the student short pass SSB Bina Taruna age of 14 years. From the results of the second test model groups: group exercise training models passing accuracy and speed drills passing model group obtained an average value of the final data of 204.6 and 135.8 and a standard deviation of 17.27 and 22.27. Based on the results obtained from the data on average the highest in the group practice model of passing accuracy compared to the model group exercise speed passing. To know the difference between the model group exercises passing accuracy and speed drills passing model group was determined by using the t test is thitung 6.123 and ttable at significance level of 0.05 and df (n-2) = 18 is 2.10. So thitung 6.123> 2.10 ttabel so Ho rejected, which means (3) Accuracy practice models passing is better and there is a significant comparison iv between the model exercise Passing Accuracy and Speed Passing on the average value of 204.6 and 135.8 of the ability Short Pass students SSB Bina Taruna age of 14 years

    An Implementation of a Flexible Author-Reviewer Model of Generation using Genetic Algorithms

    No full text
    PACLIC / The University of the Philippines Visayas Cebu College Cebu City, Philippines / November 20-22, 200

    Efektivitas Edukasi Diet Dash Terhadap Tingkat Pengetahuan Tentang Diet Dash Pada Penderita Hipertensi

    No full text
    Hipertensi merupakan silent killer yang dipengaruhi oleh gaya hidup tidak sehat meliputi kebiasaan makan-makanan berlemak jenuh dan tinggi natrium, hal ini dapat ditangani dengan pengaturan pola makan. Penatalaksanaan diet yang direkomendasikan bagi penderita hipertensi dengan Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH). Penerapan diet DASH dapat menurunkan tekanan darah, peningkatan konsumsi sayuran dan buahbuahan yang kaya akan serat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas edukasi diet DASH terhadap tingkat pengetahuan tentang diet DASH pada penderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Penimbung Tahun 2022. Metode penelitian yang digunakan Pre Experiment with one group pre-posttest. Populasi dalam penelitian ini semua penderita hipertensi dengan jumlah sampel 34 orang yang diambil dengan metode purposive sampling dan dilakukan pada bulan Maret-Mei tahun 2022, dengan uji statistik menggunakan non-parametric Wilcoxon Signed Rank Test didapatkan nilai mean rank pre-test (14,00) dan post-test (19,44). Hasil uji statistik menyatakan edukasi terbukti efektif terhadap penatalaksanaan diet DASH penderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Penimbung Tahun 2022 dengan nilai p-value = 0,001. Diharapkan responden dapat mengaplikasikan dikehidupan sehari-hari untuk mencegah komplikasi hipertensi dengan cara diet DASH sesuai pedoman gizi, menerapkan pola hidup sehat dan minum obat anti hipertensi secara ruti

    An Implementation of a Flexible Author-Reviewer Model of Generation using Genetic Algorithms

    No full text
    PACLIC / The University of the Philippines Visayas Cebu College Cebu City, Philippines / November 20-22, 200

    Implementasi GIS SIM Keliling DKI Jakarta Berbaisis Android Menggunakan Android Studio

    No full text
    AbstrakSurat Izin Mengemudi (SIM) adalah bukti registrasi dan identifikasi yang diberikan oleh Polri kepada seseorang yang telah memenuhi persyaratan administrasi, sehat jasmani dan rohani, memahami peraturan lalu lintas, dan terampil mengemudikan kendaraan bermotor. Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di jalan wajib memiliki Surat Izin Mengemudi sesuai dengan jenis Kendaraan Bermotor yang dikemudikan. Saat ini kecepatan informasi merupakan hal yang diperlukan oleh setiap orang, dari informasi yang akurat akan tercipta suatu kepercayaan yang sangat berguna, salah satunya informasi mengenai jadwal pelayanan SIM keliling. Geographic Information System (GIS) atau Sistem Informasi Berbasis Pemetaan dan Geografi adalah sebuah alat bantu manajemen berupa informasi berbantuan komputer yang berkaitan erat dengan sistem pemetaan dan analisis terhadap segala sesuatu serta peristiwa-peristiwa yang terjadi di muka bumi. Teknologi GIS mengintegrasikan operasi pengolahan data berbasis database yang biasa digunakan saat ini, seperti pengambilan data berdasarkan kebutuhan, serta analisis statistik dengan menggunakan visualisasi yang khas dengan berbagai keuntungan yang mampu ditawarkan analisis geografis melalui gambar-gambar petanya. Kemampuan tersebut membuat sistem informasi GIS berbeda dengan sistem informasi pada umumnya sehingga berharga bagi perusahaan milik masyarakat atau perseorangan untuk memberikan penjelasan tentang suatu peristiwa, membuat peramalan kejadian, dan perencanaan strategis lainnya. Saat ini pengolahan perpanjangan SIM tidak terpusat di Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) melainkan sudah ada pelayanan SIM Keliling. Mengingat kurangnya informasi yang disampaikan mengenai tempat dan waktu pelaksanaan SIM Keliling, pada penelitian ini dirancang aplikasi Mobile Phone Android untuk Pemetaan Informasi SIM Keliling.Kata Kunci: Aplikasi Android, GIS, Android Studio, Surat Ijin MengemudiAbstractDriver’s License (SIM) is registration and identification issued by the National Police to a person who has met the administrative, physical and spiritual health requirements, understand the traffic rules and is proficient in driving or riding a motor vehicle. Anyone driving or riding a motor vehicle on the road is required to have a driver's license in accordance with the type of the vehicle. Velocity of information now becomes everyone’s need. Accuracy of information will encourage trust. One useful information is the schedule of driver’s license mobile service. Geographic Information System (GIS) or Mapping and Geography-Based Information System, is a management tool in the form of computer-assisted information closely linked to the mapping system and analysis of all things and events occur on Earth. GIS technology integrates data processing operations based on database commonly used today, such as data retrieval as needed, and statistical analysis using specific visualization. In addition, it offers benefits from its geographic analysis along with its pictures. Its capability makes GIS different from information systems in general and makes it valuable for community-owned companies or individual company to provide an explanation of an event, forecast of events, and other strategic planning. Currently, driver’s license renewal is not centralized at SAMSAT (one-stop integrated service), but could be renewed at driver’s license mobile service. Considering that the location and schedule of the SIM mobile service are not accurately provided, the author raised this issue to be discussed. As the Android Mobile Application developed, the author developed an application of SIM mobile service Information Mapping using Android Studio Tour. Keywords: Android Applications, GIS, Android Studio, a driver's licens
    corecore