7 research outputs found

    Psikoanalisis Dalam Novel Cantik Itu Luka Karya Eka Kurniawan

    No full text
    The characters in each novel have different characters. Creation literature as well as this novel tells about a very life story closely related to psychiatric conditions because of the aspects involved personality development. Personality development becomes a thing the most important thing to know the mental development of the character itself. Mental development in each character will influence the action in the form unconsciousness that makes the characters in the novel not aware of what he did. The Beautiful Novel That Luka by Eka Kurniawan the author saw there is a development of the character's personality and character's unconsciousness. Problem the research that the authors examine is (1) What is the phase of self-development the character in the novel Beautiful Is Luka Karya Eka Kurniawan? (2) How the character's unconsciousness in the novel Beautiful Is Luka Karya Eka Kurniawan? The theory used in this study is Lacan's theory in Mana Sikana (2005), Lacan in Dwi Susanto (2012), and Sumadi Suryabrata (2013). This study uses the content analysis method. Data collection technique used is a hermeneutic technique, namely the technique of reading, recording and concluding. The results of the study are seen from the personal development of the character, these figures dominated by stages of symbolic personality and real or real stage personality. The symbolic stage is in the figure of Dewi Ayu, Maman Gendeng, Shodancho, Comrade Kliwon, Alamanda, and Cantik. Then the real stage or real is in the figure of Dewi Ayu, Maya Dewi, Maman Gendeng, Comrade Kliwon, Alamanda, Shodancho and Adinda. Self unconsciousness found in the figures of Dewi Ayu, Alamanda, and Shodancho

    Pengembangan Media History Timeline (Hisline) Berbasis Appy Pie Materi Pergerakan Nasional Bagi Siswa Kelas X SMK Negeri 3 Boyolangu Tulungagung

    No full text
    PENGEMBANGAN MEDIA HISTORY TIMELINE (HISLINE)  BERBASIS APPY PIE MATERI PERGERAKAN NASIONAL BAGI SISWA KELAS X SMK NEGERI 3 BOYOLANGU TULUNGAGUNGMei Eka Anggraini Universitas Negeri Malang Jalan Semarang 5 Malang 65145Email: [email protected] AbstrakPenggunaan media pembelajaran sejarah pada dasarnya adalah untuk mempermudah siswa dalam memvisualkan suatu peristiwa, khususnya yang terkait dengan waktu. Salah satu keterkaitan waktu adalah materi Pergerakan Nasional. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan produk media History Timeline (Hisline) berbasis Appy Pie serta menguji kelayakan dan efektifitas produk yang dihasilkan. Metode yang digunakan peneliti adalah model pengembangan dari Sugiyono. Analisis data yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini adalah analisis data secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini telah teruji kelayakanya dengan kategori sangat layak dan efektif untuk digunakan sebagai media pembelajaran sejarah. Hal ini terlihat dari hasil validasi dari ahli materi dan media menunjukkan persentase sebesar 90%. Hasil uji coba yang dilakukan kepada kelompok kecil menunjukkan persentase sebesar 95,8%. Hasil uji coba lapangan atau kelompok besar menunjukkan persentase 93,15%. Hasil implementasi menyebutkan nilai rata-rata peserta didik kelas X TEI 2 pada pre test adalah 60,5 dan pada post test adalah 85,5. Sedangkan nilai rata-rata peserta didik kelas X TIT 3 pada pre test adalah 57,7 dan pada post test adalah 89,6 dengan demikian tujuan dari penelitian dan pengembangan ini telah tercapai. Kata Kunci: media pembelajaran, history timeline, appy pie, pergerakan nasional. AbstractThe use of learning media for history subject is basically to make students visualize an event easily, especially those related to time. One of time correlation is material of National Movement. The purpose of this study was to develop media product of History Timeline (Hisline) based on Appy Pie and test the feasibility and effectiveness of the products produced. The method used by researcher was development model of Sugiyono. Data analysis used in this development research was data analysis qualitatively and quantitatively. This study result had been tested for its feasibility with category of very feasible and effective to be used as learning media for history subject. This could be seen from the validation results of material and media experts with percentage of 90%. The trial result that conducted on small group had the percentage of 95.8%. The trial result that conducted on large group had the percentage of 93.15%. The implementation result shown that pre-test average value of students in class X-TEI 2 was 60.5 and post test average value was 85.5. While the pre-test average value of students in class X-TIT 3 was 57.7 and post test average value was 89.6, thus, the purpose of this research and development was achieved. Keywords: learning media, history timeline, appy pie, national movement. Pendidikan mempunyai arti yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Hal ini terlihat dengan pendidikan, manusia mampu mempersiapkan suatu aktivitas untuk menjadi sumber daya manusia yang berkualitas dan berkarakter. Hasil pendidikan dimaksudkan untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu kehidupan manusia, sehingga manusia menjadi lebih bermartabat (Soemanto, 2006:165). Melalui pendidikan berbagai aspek kehidupan dapat dikembangkan melalui proses belajar dan pembelajaran. Pendidikan di sekolah akan dinilai baik ketika dapat dilihat dari proses pembelajaranya. Dalam proses pembelajaran diharapkan supaya tercapainya indikator belajar yang menyeluruh. Untuk tercapainya indikator secara menyeluruh, dapat dilakukan dengan menggunakan media pembelajaran oleh para guru (Gafur, 2012:107). Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas pembelajaran adalah dengan menyiapkan media yang sesuai dengan karakteristik siswa. Seorang guru supaya mampu memilih media pembelajaran yang sesuai dengan situasi dan kondisi kelas, sehingga kegiatan pembelajaran bisa berjalan secara maksimal. Dalam penggunaan media pembelajaran, guru supaya bisa menarik perhatian siswa sehingga siswa bisa menerima pembelajaran dengan baik.Menurut Sudjana & Rivai (2010:2) media pembelajaran dapat mempertinggi proses pembelajaran siswa, yang kemudian dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Sehingga media pembelajaran sangat dibutuhkan dalam proses pembelajaran di dalam kelas. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan, peneliti melihat adanya masalah di kelas X TEI 2 dan X TIT 3 SMKN 3 Boyolangu terkait rendahnya hasil belajar. Berdasarkan data dari buku nilai siswa ditemukan permasalahan bahwa sebagian besar siswa kelas X TIT 3 dan X TEI 2 SMK Negeri 3 Boyolangu Tulungagung, hasil Ujian Tengah Semester (UTS) pada matapelajaran sejarah tergolong rendah dibandingkan dengan kelas X TIT dan X TEI lainnya. Kelas X TIT 3 terdapat 11 siswa tidak memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM) dan 25 siswa yang nilainya memenuhi KKM (lihat lampiran 28, hal: 196). Kelas X TIT 3 terdiri dari 5 siswa perempuan dan 31 siswa laki-laki Sedangkan di kelas X TEI 2 terdapat 8 siswa yang tidak memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM) dan 28 siswa yang nilainya memenuhi KKM (lihat lampiran 29, hal:197). Kelas X TEI 2 berjumlah 36 dengan siswa laki-laki. KKM matapelajaran sejarah yang diterapkan di SMK Negeri 3 Boyolangu adalah ≥ 75.Pada tanggal 1 Agustus 2018 dilakukan observasi awal penggunaan media pembelajaran sejarah untuk kelas X di SMK Negeri 3 Boyolangu. Observasi dilakukan di kelas X TIT 3 dan X TEI 2. Guru pengampu matapelajaran Sejarah Indonesia di kelas X TIT 3 dan X TEI 2 adalah Ibu Nita Ismawati, S.Pd. Pada observasi awal peneliti mengamati pembelajaran dengan melihat media apa saja yang pernah digunakan dalam pembelajaran sejarah. Berdasarkan hasil observasi ini diketahui bahwa guru tidak menggunakan media hal ini karena dari pihak sekolah hanya memberikan fasilitas papan tulis, spidol, dan speaker. Keterbatasan menggunakan media ini dikarenakan dari pihak sekolah hanya menyediakan LCD yang jumlahnya sangat terbatas. Dalam penyampaian materi Ibu Nita Ismawati, S.Pd hanya memanfaatkan papan tulis dan LKS. Pemanfaatan papan tulis dan penggunaan LKS ini memiliki tujuan agar seluruh peserta didik dalam proses pembelajaran mampu menangkap materi yang disajikan. Kelebihan penggunaan papan tulis ini salah satunya untuk menarik peserta didik supaya fokus ke materi. Pemanfaatan papan tulis dan penggunaan LKS secara terus menerus memiliki dampak dan kekurangan yaitu banyak dari peserta didik yang merasa bosan dan kurang menarik perhatian siswa. Hal inilah yang menyebabkan sebagian peserta didik kurang antusias bahkan mengobrol dan ramai ketika pembelajaran sejarah sedang berlangsung.Pemanfaatan atau penggunaan media pembelajaran sebagai alat komunikasi untuk memotivasi belajar siswa, serta memperjelas informasi pengajaran dengan memberi tekanan pada bagian-bagian yang penting dan memberikan variasi dalam mengajar agar kemauan siswa dalam menerima materi pelajaran dapat terserap dengan baik. Permasalah diatas dapat diatasi dengan penggunaan media yang tepat. Media pembelajaran dapat membantu siswa lebih bersemangat dalam menerima materi pelajaran. Selain itu penggunaan media yang tepat dapat memperjelas pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar. Oleh karena itu, peneliti bekerja sama dengan guru untuk melakukan tindakan dalam mengatasi masalah rendahnya hasil belajar siswa dengan menggunakan media yang tepat dalam pembelajaran sejarah.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran dalam bentuk timeline. Penggunaan media timeline diharapakn dapat menimbulkan daya tarik sehingga dapat memotivasi siswa untuk senang belajar dan untuk memberikan hasil pembelajaran yang lebih baik. Media timeline ini diharapkan dapat memberikan pengalaman kepada siswa untuk memperjelas konsep-konsep abstrak serta mempertinggi daya serap belajar sehingga diharapkan materi dapat dengan mudah diterima oleh siswa. Pengembangan media timeline ini menggunakan program Appy Pie dengan alasan program ini memiliki fitur-fitur yang menarik. Media pembelajaran sejarah berupa History Timeline ini dikembangkan untuk mempermudah pembelajaran sejarah di SMKN 3 Boyolangu. Pengembangan media ini diharapkan menjadi salah satu alternatif untuk membantu proses pembelajaran sejarah di kelas. Alasan pengembangan media History Timeline (Hisline) berbasis Appy Pie adalah daya tarik yang disampaikan, sehingga akan memudahkan pemahaman siswa dalam belajar sejarah. Pengembangan media pembelajaran ini diperuntukkan bagi siswa kelas X SMK dengan materi Pergerakan Nasional sesuai dengan K.D. 3.6 menganalisis dampak politik, budaya, sosial, ekonomi, dan pendidikan pada masa penjajahan bangsa Eropa, lahirnya pergerakan nasional dan peristiwa sumpah pemuda.Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan produk pengembangan media History Timeline berbasis Appy Pie pada matapelajaran sejarah dan untuk mengetahui bagaimana media History Timeline dalam pembelajaran sejarah materi Pergerakan Nasional kelas X SMKN 3 Boyolangu Tulungagung. Manfaat yang dapat diperoleh dari pengembangan media History Timeline ini bagi siswa adalah  dapat memperoleh hasil belajar yang baik dengan menggunakan media ini, selain itu diharapkan dapat meningkatkan daya tarik dalam pembelajaran sejarah dengan menggunakan media pembelajaran yang lebih bervariasi. Sedangkan bagi guru penelitian ini diharapkan mampu memberikan inspirasi baru bagi pendidik dalam menyampaikan materi pelajaran sejarah. Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat untuk meningkatkan profesionalitas guru sejarah dalam memperkaya pengetahuan dan inovasi dalam proses pembelajaran sejarah di kelas, terlebih lagi dalam penggunaan media History Timeline berbasis Appy Pie pada matapelajaran sejarah. METODE Penelitian ini menggunakan model penelitian menurut Sugiyono. Menurut Sugiyono (2015:407) metode penelitian dan pengembangan atau research and development adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut. Metode penelitian dan pengembangan adalah cara ilmiah untuk meneliti, merancang, memproduksi dan menguji validitas produk yang telah dihasilkan. Adapun langkah-langkah pelaksanaan model pengembangan ini meliputi(1) potensi dan masalah,(2) pengumpulan data,(3) desain produk,(4) validasi desain,(5) uji coba pemakaian,(6) revisi produk,(7) uji coba produk,(8) revisi desain,(9) revisi produk, dan(10) produk massal.Uji coba produk pengembangan dilakukan kepada ahli materi, ahli media, dan siswa. Setelah diujikan lalu dilakukan revisi. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan wawancara dan angket. Wawancara digunakan untuk mengetahui kebutuhan dan karakteristik siswa sebagai pengguna media. Wawancara dilakukan kepada guru pengampu matapelajaran Sejarah dan siswa. Instrumen penelitian dan pengembangan ini menggunakan angket untuk penyempurnaan media pembelajaran. Angket terdiri dari data verbal dan data numerik. Angket berisi pernyataan tentang aspek-aspek yang berada dalam media pembelajaran Hisline.Setelah tahap uji coba produk berhasil dilakukan selanjutnya yaitu tahapan uji coba pemakaian. Tahapan uji coba dilakukan ketika tahap uji coba peoduk berhasil, baik dengan adanya revisi ataupun tidak. Uji coba pemakian “Media Pembelajaran History Timeline (Hisline) berbasis Appy Pie Materi Pergerakan Nasional” dilakukan pada lingkup yang lebih kecil atau kelompok kecil dan lingkup yang lebih luas atau kelompok besar. Tujuan uji coba pemakaian ini untuk mengetahui respon peserta didik terhadap media pembelajaran yang dikembangkan dan untuk mengetahui respon peserta didik terhadap produk melalui instrumen berupa angket. Adapun pengujian dalam kelompok kecil cukup menggunakan instrumen berupa angket sedangkan untuk pengujian pada kelompok besar ini dilakukan dengan membandingkan sebelum dan sesudah menggunakan media (Hisline) History Timeline berbasis Mobile Learning dengan menggunakan pre test dan post test. Adapun model penelitian dan pengembangan ini berpedoman dari Sugiono, yaitu sebagai berikut:O1 x O2(Sugiono, 2014:303)Keterangan:O1  = Nilai pret-estO2  = Nilai post-testX  = Perbandingan Penilaian ini digunakan dengan membandingkan hasil tes O1 dan O2. Apabila O2 bernilai lebih besar dari pada O1, maka media pembelajaran tersebut efektif. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab kemudian diisi dengan lengkap dikembalikan kepada peneliti. Instumen angket berupa lembar angket validasi yang diberikan kepada validator ahli materi, validator ahli media serta diberikan kepada siswa. Angket yang digunakan terdiri dari penilaian berupa pernyataan, kritik dan saran mengenai produk yang dikembangkan. Penilaian tersebut dianalisis melalui kriteria dan skor perhitungan sebagai berikut:Tabel 1. Skor Perhitungan Angket Kriteria Kode     SkorJika sangat setuju  SS  5Jika setuju  ST  4Jika ragu-ragu  RG  3Jika tidak setuju                TS  2Jika sangat tidak setuju  STS  1Sumber: Sugiyono (2016:166) Metode pengumpulan data yang digunakan untuk mengetahui validitas produk pengembangan yaitu metode kuesioner atau angket. Dalam penelitian ini kuesioner yang disusun dengan menyediakan pilihan jawaban sehingga responden tinggal memberi tanda (√) pada kolom yang telah disediakan. Pengumpulan data dari tes berupa pemberian soal pre test dan post test kepada peserta didik bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas pembelajaran sebelum dan sesudah menggunakan produk media History Timeline (Hisline) berbasis Appy Pie. Soal pre test terdiri dari 20 soal pilihan ganda dan soal post test yang terdiri dari 10 pilihan ganda dan 5 soal essay atau uraian.Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini adalah teknik analisis data secara kualitatif dan teknik analisis data secara kuantitatif. Teknik analisis data kualitatif dilakukan dengan cara mengumpulkan data verbal berupa catatan, komentar, kritik dan saran dari ahli materi dan media, menyeleksi data verbal dan menganalisis data dan merumuskan kesimpulan analisis sebagai dasar revisi.Teknik analisis data kuantitatif menggunakan skor yang didapat dari angket validasi ahli materi dan ahli media serta angket dari peserta didik. Adapun rumus yang digunakan dalam teknik analisis data kuantitatif dalam produk media History Timeline (Hisline) berbasis Appy Pie menurut Arikunto (2004:19) dalam mengolah data angket dibagi menjadi dua, mengolah data per item dan mengolah data secara keseluruhan dirumuskan sebagai berikut.a. Rumus mengolah data per item  Keterangan: P  : PresentaseX  : Jawaban dalam 1 itemX1  : Jawaban ideal dalam 1 item100%  : Konstanta b. Rumus mengolah data keseluruhan  Keterangan:  P   : PresentaseX   : Jawaban keseluruhanX1   : Jawaban keseluruhan skor dalam satu item100%   : Konstanta Setelah dihitung hasil validasinya, selanjutnya adalah meilihat kriteria tingkat validitas produk dengan suatu strandar kriteria yang telah dibuat. Adapun tabel kriterian dalam menentukan tingkat validitas produk dengan bepedoman pada kriteria yang dibuat Arikunto (2004:19) adalah sebagai berikut:Tabel 2 Kriteria Kelayakan Media PembelajaranRentangan Tingkat Persentase  Kriteria  Keterangan81% -100%  Valid  Dapat digunakan tanpa revisi61% - 80 %  Cukup Valid  Dapat digunakan dengan revisi kecil41% - 60%  Kurang Valid  Kurang layak digunakan≤ 40%  Tidak Valid  Tidak layak digunakan(Sumber: Arikunto, 2004:19) Berdasarkan tabel 2 di atas, maka dapat diperoleh keterangan bahwa produk dinyatakan valid dan tidak memerlukan revisi apabila nilai validasi ≥ 61%, sedangkan apabila nilai validasi ≤61% maka produk memerlukan revisi sebelum digunakan dalam pembelajaran. Data tes hasil belajar peserta didik digunakan untuk mengukur efektifitas media pembelajaran melalui perbandingan nilai tes yang didapat peserta didik kelas X TIT 3 dan X TEI 2 dari sebelum dan sesudah (pre test dan post test) penerapan media History Timeline (Hisline) berbasis Appy Pie dengan materi Pergerakan Nasional. Hasil tes digunakan untuk menganalisis efektifitas produk dan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa. Untuk mengolah data hasil tes, teknik analisis data yang digunakan adalah:1) Skor setiap peserta didikSkor setiap peserta didik diperoleh melalui rumus dari Arikunto (2012:299) sebagai berikut:S =Keterangan :S  : Skor∑x  : Jumlah jawaban benar∑xi  : Jumlah soal100  : Konstanta2) Skor rata-rata Skor rata-rata diperoleh melalui rumus dari Arikunto (2012:299) sebagai berikut:

    PENGEMBANGAN MEDIA (HISLINE) HISTORY TIMELINE BERBASIS MOBILE LEARNING MATERI PERGERAKAN NASIONAL BAGI SISWA KELAS X SMK NEGERI 3 BOYOLANGU TULUNGAGUNG

    No full text
    PENGEMBANGAN MEDIA (HISLINE) HISTORY TIMELINE BERBASIS MOBILE LEARNING MATERI PERGERAKAN NASIONAL BAGI SISWA KELAS X SMK NEGERI 3 BOYOLANGU TULUNGAGUNGMei Eka Anggraini Universitas Negeri Malang Jalan Semarang 5 Malang 65145Email: [email protected] Abstrak: Tujuan dari pengembangan dan penelitian ini adalah menghasilkan produk media pembelajaran berbasis mobile learning dalam bentuk aplikasi berupa timeline dengan materi pergerakan nasional. Metode yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan media pembelajaran history timeline berbasis mobile learning dari Sugiyono. Berdasarkan hasil validasi ahli media dan ahli materi diperoleh hasil persentase dari ahli materi 90% dan ahli media 90%. Dari uji coba produk di kelas X SMKN 3 Boyolangu Tulungagung, kelompok kecil diperoleh persentase 95,8%. Sedangkan uji coba kelompok besar diperoleh persentase 93,15%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengembangan media (hisline) history timeline berbasis mobile learning materi pergerakan nasional ini layak digunakan sebagai media pembelajaran sejarah di dalam maupun diluar kelas. Kata Kunci: media pembelajaran, history timeline, mobile learning, pergerakan nasional.Abstract: The purpose of this research and development is to create an application mobile-based learning media product with the topic of Indonesia national movement. Method used in this research and development of mobile-based history timeline learning media is taken from Sugiyono. Result obtained from material expert validation is 90% and media expert validation is also 90%. From the test done in SMKN 3 Boyolangu, Tulungagung, small group obtained percentage of 95.8%, while large group obtained percentage of 93.15%. Therefore it can be concluded that mobile-based hisline (history timeline) learning media: Indonesia national movement is valid to be used as learning media in and outside classes. Keywords: learning media, history timeline, mobile learning, and national movement.Pendidikan mempunyai arti yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Hal ini terlihat dengan pendidikan, manusia mampu mempersiapkan suatu aktivitas untuk menjadi sumber daya manusia yang berkualitas dan berkarakter. Hasil pendidikan dimaksudkan untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu kehidupan manusia, sehingga manusia menjadi lebih bermartabat (Soemanto, 2006:165). Melalui pendidikan berbagai aspek kehidupan dapat dikembangkan melalui proses belajar dan pembelajaran. Pendidikan di sekolah akan dinilai baik ketika dapat dilihat dari proses pembelajaranya. Dalam proses pembelajaran diharapkan supaya tercapainya indikator belajar yang menyeluruh. Untuk tercapainya indikator secara menyeluruh, dapat dilakukan dengan menggunakan media pembelajaran oleh para guru (Gafur, 2012:107). Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas pembelajaran adalah dengan menyiapkan media yang sesuai dengan karakteristik siswa. Seorang guru supaya mampu memilih media pembelajaran yang sesuai dengan situasi dan kondisi kelas, sehingga kegiatan pembelajaran bisa berjalan secara maksimal. Dalam penggunaan media   pembelajaran, guru supaya bisa menarik perhatian siswa sehingga siswa bisa menerima pembelajaran dengan baik. Menurut Sudjana & Rivai (2010:2) media pembelajaran dapat mempertinggi proses pembelajaran siswa, yang kemudian dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Sehingga media pembelajaran sangat dibutuhkan dalam proses pembelajaran di dalam kelas. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan peneliti pada tanggal 1 Agustus 2018, diperoleh gambaran bahwa guru matapelajaran sejarah di SMKN 3 Boyolangu masih menggunakan pendekatan ekspositori dengan metode ceramah. Observasi ini dilakukan di kelas X TEI 2 dan X TIT 3 dengan guru pengampu matapelajaran sejarah yaitu Ibu Nita Ismawati, S.Pd. Pada observasi ini peneliti mengamati pembelajaran dengan melihat media apa saja yang pernah digunakan dalam pembelajaran sejarah. Berdasarkan hasil observasi ini diketahui bahwa guru tidak menggunakan media apapun. Dalam penyampaian materi Ibu Nita Ismawati, S.Pd hanya memanfaatkan papan tulis dan LKS. Namun pemanfaatan papan tulis dan penggunaan LKS secara terus-menerus memiliki dampak dan kekurangan yaitu banyak dari siswa yang merasa bosan dan kurang menarik perhatian siswa. Hal inilah yang menyebabkan sebagian siswa kurang antusias bahkan mengobrol dan ramai ketika pembelajaran sejarah sedang berjalan. Pemanfaatan atau penggunaan media pembelajaran sebagai alat komunikasi untuk memotivasi belajar siswa, serta memperjelas informasi pengajaran dengan memberi tekanan pada bagian-bagian yang penting dan memberikan variasi dalam mengajar agar kemauan siswa dalam menerima materi pelajaran dapat terserap dengan baik. Permasalah diatas dapat diatasi dengan penggunaan media yang tepat. Media pembelajaran dapat membantu siswa lebih bersemangat dalam menerima materi pelajaran. Selain itu penggunaan media yang tepat dapat memperjelas pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar. Oleh karena itu, peneliti bekerja sama dengan guru untuk melakukan tindakan dalam mengatasi masalah rendahnya hasil belajar siswa dengan menggunakan media yang tepat dalam pembelajaran sejarah. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran dalam bentuk timeline. Penggunaan media timeline diharapakn dapat menimbulkan daya tarik sehingga dapat memotivasi siswa untuk senang belajar dan untuk memberikan hasil pembelajaran yang lebih baik. Media timeline ini diharapkan dapat memberikan pengalaman kepada siswa untuk memperjelas konsep-konsep abstrak serta mempertinggi daya serap belajar sehingga diharapkan materi dapat dengan mudah diterima oleh siswa. Pengembangan media timeline ini menggunakan program Appy Pie dengan alasan program ini memiliki fitur-fitur yang menarik. Pengembangan ini berupa media pembelajaran timeline dalam bentuk aplikasi yang bisa digunakan di smarthphone atau yang biasa disebut dengan mobile learning. Mobile learning atau m-learning adalah model pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dan konsep pembelajaran menggunakan m-learning memiliki manfaat yaitu ketersediaan materi ajar yang dapat diakses setiap saat dimana saja dan kapan saja (Ally, 2009:10). Media pembelajaran sejarah berupa History Timeline ini dikembangkan untuk mempermudah pembelajaran sejarah di SMKN 3 Boyolangu. Pengembangan media ini diharapkan menjadi salah satu alternatif untuk membantu proses pembelajaran sejarah di kelas. Alasan pengembangan  media (Hisline) History Timeline berbasis mobile learning adalah daya tarik yang disampaikan, sehingga akan memudahkan pemahaman siswa dalam belajar sejarah. Pengembangan media pembelajaran ini diperuntukkan bagi siswa kelas X SMK dengan materi Pergerakan Nasional sesuai dengan K.D. 3.6 menganalisis dampak politik, budaya, sosial, ekonomi, dan pendidikan pada masa penjajahan bangsa Eropa, lahirnya pergerakan nasional dan peristiwa sumpah pemuda. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan produk pengembangan media History Timeline berbasis mobile learning pada matapelajaran sejarah dan untuk mengetahui bagaimana media History Timeline berbasis mobile learning dalam pembelajaran sejarah materi Pergerakan Nasional kelas X SMKN 3 Boyolangu Tulungagung. Manfaat yang dapat diperoleh dari pengembangan media History Timeline berbasis mobile learning ini bagi siswa adalah dapat memperoleh hasil belajar yang baik dengan menggunakan media ini, selain itu diharapkan dapat meningkatkan daya Tarik dalam pembelajaran sejarah dengan menggunakan media pembelajaran yang lebih bervariasi. Sedangkan bagi guru penelitian ini diharapkan mampu memberikan inspirasi baru bagi pendidik dalam menyampaikan materi pelajaran sejarah. Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat untuk meningkatkan profesionalitas guru sejarah dalam memperkaya pengetahuan dan inovasi dalam proses pembelajaran sejarah di kelas, terlebih lagi dalam penggunaan media History Timeline berbasis mobile learning pada matapelajaran sejarah. METODEPenelitian ini menggunakan model penelitian menurut Sugiyono. Menurut Sugiyono (2015:407) metode penelitian dan pengembangan atau research and development adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut. Metode penelitian dan pengembangan adalah cara ilmiah untuk meneliti, merancang, memproduksi dan menguji validitas produk yang telah dihasilkan. Adapun langkah-langkah pelaksanaan model pengembangan ini meliputi(1) potensi dan masalah,(2) pengumpulan data,(3) desain produk,(4) validasi desain,(5) uji coba pemakaian,(6) revisi produk,(7) uji coba produk,(8) revisi desain,(9) revisi produk, dan(10) produk massal.Penelitian ini menerapkan 9 tahap tanpa menggunakan produk massal. Uji coba produk pengembangan dilakukan kepada ahli materi, ahli media, dan siswa. Setelah diujikan lalu dilakukan revisi. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan wawancara dan angket. Wawancara digunakan untuk mengetahui kebutuhan dan karakteristik siswa sebagai pengguna media. Wawancara dilakukan kepada guru pengampu matapelajaran Sejarah dan siswa. Instrumen penelitian dan pengembangan ini menggunakan angket untuk penyempurnaan media pembelajaran. Angket terdiri dari data verbal dan data numerik. Angket berisi pernyataan tentang aspek-aspek yang berada dalam media pembelajaran Hisline. Setelah tahap uji coba produk berhasil dilakukan selanjutnya yaitu tahapan uji coba pemakaian. Tahapan uji coba dilakukan ketika tahap uji coba peoduk berhasil, baik dengan adanya revisi ataupun tidak. Uji coba pemakian “Media Pembelajaran (Hisline) History Timeline Berbasis Mobile Learning Materi Pergerakan Nasional” dilakukan pada lingkup yang lebih kecil atau kelompok  kecil dan lingkup yang lebih luas atau kelompok besar. Tujuan uji coba pemakaian ini untuk mengetahui respon peserta didik terhadap media pembelajaran yang dikembangkan dan untuk mengetahui respon peserta didik terhadap produk melalui instrumen berupa angket. Adapun pengujian dalam kelompok kecil cukup menggunakan instrumen berupa angket sedangkan untuk pengujian pada kelompok besar ini dilakukan dengan membandingkan sebelum dan sesudah menggunakan media (Hisline) History Timeline berbasis Mobile Learning dengan menggunakan pre test dan post test. Adapun model penelitian dan pengembangan ini berpedoman dari Sugiono, yaitu sebagai berikut:x(Sugiono, 2014:303)Keterangan:O1 = Nilai pret-estO2 = Nilai post-testX = PerbandinganPenilaian ini digunakan dengan membandingkan hasil tes O1 dan O2. Apabila O2 bernilai lebih besar dari pada O1, maka media pembelajaran tersebut efektif. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab kemudian diisi dengan lengkap dikembalikan kepada peneliti. Instumen angket berupa lembar angket validasi yang diberikan kepada validator ahli materi, validator ahli media serta diberikan kepada siswa. Angket yang digunakan terdiri dari penilaian berupa pernyataan, kritik dan saran mengenai produk yang dikembangkan. Penilaian tersebut dianalisis melalui kriteria dan skor perhitungan sebagai berikut: Tabel 1. Skor Perhitungan Angket Kriteria Kode Skor Jika sangat setuju SS 5 Jika setuju ST 4 Jika ragu-ragu RG 3 Jika tidak setuju TS 2 Jika sangat tidak setuju STS 1 Sumber: Sugiyono (2016:166) Metode pengumpulan data yang digunakan untuk mengetahui validitas produk pengembangan yaitu metode kuesioner atau angket. Dalam penelitian ini kuesioner yang disusun dengan menyediakan pilihan jawaban sehingga responden tinggal memberi tanda (√) pada kolom yang telah disediakan. Pengumpulan data dari tes berupa pemberian soal pre test dan post test kepada peserta didik bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas pembelajaran sebelum dan sesudah menggunakan produk media (Hisline) History Timeline berbasis Mobile Learning Soal pre test terdiri dari 20 soal pilihan ganda dan soal post test yang terdiri dari 10 pilihan ganda dan 5 soal essay atau uraian. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini adalah teknik analisis data secara kualitatif dan teknik analisis data secara kuantitatif. Teknik analisis data kualitatif dilakukan dengan cara mengumpulkan data verbal berupa catatan, komentar, kritik dan saran dari ahli materi dan media, O1 O2 menyeleksi data verbal dan menganalisis data dan merumuskan kesimpulan analisis sebagai dasar revisi. Teknik analisis data kuantitatif menggunakan skor yang didapat dari angket validasi ahli materi dan ahli media serta angket dari peserta didik. Adapun rumus yang digunakan dalam teknik analisis data kuantitatif dalam produk media (Hisline) History Timeline berbasis Mobile Learning menurut Arikunto (2004:19) dalam mengolah data angket dibagi menjadi dua, mengolah data per item dan mengolah data secara keseluruhan dirumuskan sebagai berikut.a. Rumus mengolah data per itemKeterangan:P : PresentaseX : Jawaban dalam 1 itemX1 : Jawaban ideal dalam 1 item100% : Konstantab. Rumus mengolah data keseluruhanKeterangan:P : PresentaseX : Jawaban keseluruhanX1 : Jawaban keseluruhan skor dalam satu item 100% : KonstantaSetelah dihitung hasil validasinya, selanjutnya adalah meilihat kriteria tingkat validitas produk dengan suatu strandar kriteria yang telah dibuat. Adapun tabel kriterian dalam menentukan tingkat validitas produk dengan bepedoman pada kriteria yang dibuat Arikunto (2004:19) adalah sebagai berikut: Tabel 2 Kriteria Kelayakan Media Pembelajaran Rentangan Tingkat Persentase Kriteria Keterangan81% -100% Valid Tidak Revisi61% - 80 % Cukup Valid Tidak Revisi41% - 60% Kurang Valid Revisi≤ 40% Tidak Valid Revisi(Sumber: Arikunto, 2004:19)Berdasarkan tabel 2 di atas, maka dapat diperoleh keterangan bahwa produk dinyatakan valid dan tidak memerlukan revisi apabila nilai validasi ≥ 61%, sedangkan apabila nilai validasi ≤61% maka produk memerlukan revisi sebelum digunakan dalam pembelajaran. Hasil tes digunakan untuk menganalisis efektivitas produk, yaitu mengenai hasil pre test dan post test dari materi pergerakan nasional pada saat sebelum dan sesudah menggunakan media (Hisline) History Timeline berbasis Mobile Learning. Adapun cara menghitungnya, peneliti  menghitung hasil rata-rata dari pre test dan post test kemudian menghitung selisihnya. HASILPenyajian Data Uji CobaPenyajian data hasil uji coba produk ini dilakukan melalui tiga tahap, yaitu tahap penyajian data hasil uji coba ahli, uji coba kelompok kecil, dan uji coba kelompok besar. Hasil uji coba ahli diperoleh dari ahli validasi materi dan validasi media. Kemudian hasil uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar diperoleh dari siswa kelas X SMK Negeri 3 Boyolangu Tulungagung. Media yang dikembangkan adalah media hisline berbasis mobile learning dengan materi K.D. 3.6 menganalisis dampak politik, budaya, politik, sosial, ekonomi, dan pendidikan pada masa penjajahan bangsa Eropa, lahirnya pergerakan nasional dan peristiwa sumpah pemuda. Materi pokok yang dikemas adalah lahirnya pergerakan nasional di Indonesia. Untuk mengembangkan produk hisline sebagai media pembelajaran ini subjek uji coba adalah siswa SMK Negeri 3 Boyolangu kelas X TEI 2 sebagai kelompok kecil dan X TIT 3 sebagai kelompok besar dengan alokasi waktu 3x45 menit. Uji coba yang dilakukan oleh peneliti adalah menyebar angket kepada siswa tentang keefektififan penggunaan produk media pembelajaran, menyebar soal pre test dan post test untuk mengukur hasil belajar siswa. Data yang disajikan adalah hasil data angket validasi ahli materi, angket validasi ahli media, angket uji coba kelompok kecil, angket uji coba kelompok besar, hasil nilai pre test dan post test. Adapun data yang disajikan sebagai berikut: Tabel 3 Data Hasil Uji Validasi Materi (Sumber: Hasil Validasi Ahli Materi, 2018) No Indikator Penilaian X Xi % Kriteria Kelayakan1. Materi relevan dengan kompetensi dasar (KD) 4 5 80% Cukup Valid2. Isi materi mencakup pengetahuan yang diperlukan siswa 5 5 100% Valid3. Penyajian materi dalam media pembelajaran cukup jelas 4 5 80% Cukup Valid4. Susunan materi disajikan secara sistematis dan urut 5 5 100% Valid5. Materi sesuai dengan tingkatan siswa 4 5 80% Cukup Valid6. Teknis penulisan kalimat pada materi mudah dipahami 5 5 100% Valid7. Materi yang disampaikan menggunakan bahasa yang mudah dipahami siswa 5 5 100% Valid8. Materi yang disampaikan menggunakan bahasa yang komunikatif 5 5 100% Valid9. Gambar yang disajikan relevan dengan materi 4 5 80% Cukup Valid10. Gambar yang disajikan memiliki kebermanfaatan dalam menambah pengetahuan siswa 4 5 80% Cukup Valid Jumlah 45 50 90% Valid Tabel 4 Data Hasil Uji Validasi Media (Sumber: Hasil Validasi Ahli Media, 2018) Tabel 5 Data Hasil Uji Coba Produk Kelompok Kecil No Indikator Penilaian X Xi %1. Saya dapat memahami petunjuk dalam menggunakan media pembelajaran Hisline 49 50 98%2. Saya mudah memahami bahasa yang ada pada media pembelajaran 49 50 98%3. Saya suka desain dalam media pembelajaran Hisline 44 50 88%4. Saya merasa media ini membantu dalam memperoleh informasi tentang Pergerakan Nasional Indonesia 50 50 100%5. Saya dapat menggunakan media pembelajaran ini untuk belajar secara mandiri 50 50 100%6. Saya merasa mudah dalam pengoperasian Hisline sebagai media pembelajaran 50 50 100%7. Saya dapat memahami isi materi yang ada dalam media pembelajaran 47 50 94%8. Saya merasa jelas dengan tampilan gambar yang disajikan 47 50 94%9. Saya suka dengan font yang digunakan dalam media pembelajaran Hisline 45 50 90%10. Hisline memberikan motivasi bagi saya untuk lebih tertarik belajar Sejarah Indonesia 48 50 96%Jumlah 479 500 95,8% (Sumber: Hasil Uji Coba Produk Kelompok Kecil, 2019) No Indikator Penilaian X Xi % Kriteria Kelayakan1. Media pembelajaran Hisline menarik dan praktis untuk digunakan dalam pembelajaran sejarah 4 5 80% Cukup Valid2. Petunjuk penggunaan dalam media pembelajaran jelas dan mudah untuk dipahami 5 5 100% Valid3. Jenis dan ukuran font pada media pembelajaran sudah baik dan jelas 4 5 80% Cukup Valid4. Pengoperasian media pembelajaran Hisline tidak terjadi error 4 5 80% Cukup Valid5. Button menu dalam media pembelajaran tidak ada yang bermasalah 5 5 100% Valid6. Konsep penyajian gambar dalam media pembelajaran mudah dipahami 5 5 100% Valid7. Media pembelajaran Hisline memiliki variasi warna dalam desain tampilan 4 5 80% Cukup Valid8. Media pembelajaran dapat digunakan untuk belajar secara mandiri 5 5 100% Valid9. Media pembelajaran Hisline yang ditampilkan memiliki kebermanfaatan dalam menambah pengetahuan siswa 4 5 80% Cukup Valid10. Tampilan media pembelajaran Hisline menarik secara keseluruhan 5 5 100% Valid Jumlah 45 50 90% ValidTabel 6 Data Hasil Uji Coba Produk Kelompok Besar No Indikator Penilaian X Xi %1. Saya dapat memahami petunjuk dalam menggunakan media pembelajaran Hisline 157 165 95,15%2. Saya mudah memahami bahasa yang ada pada media pembelajaran 158 165 95,75%3. Saya suka desain dalam media pembelajaran Hisline 149 165 90.30%4. Saya merasa media ini membantu dalam memperoleh informasi tentang Pergerakan Nasional Indonesia 157 165 95,15%5. Saya dapat menggunakan media pembelajaran ini untuk belajar secara mandiri 159 165 96,36%6. Saya merasa mudah dalam pengoperasian Hisline sebagai media pembelajaran 149 165 90.30%7. Saya dapat memahami isi materi yang ada dalam media pembelajaran 156 165 94,54%8. Saya merasa jelas dengan tampilan gambar yang disajikan 153 165 92,72%9. Saya suka dengan font yang digunakan dalam media pembelajaran Hisline 149 165 90.30%10. Hisline memberikan motivasi bagi saya untuk lebih tertarik belajar Sejarah Indonesia 150 165 90,90% Jumlah 1537 1650 93,15% (Sumber: Hasil Uji Coba Produk Kelompok Besar, 2019) Tabel 7 Data Hasil Angket Uji Coba Produk Kelompok Kecil No Nama Siswa Nilai Aspek X Xi % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 101. Muhammad Chusnul 5 5 4 5 5 5 5 4 4 5 47 50 94%2. Muhammad Khoirul 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50 50 100%3. Muhammad Fadhil 5 4 3 5 5 5 4 5 3 3 42 50 84%4. Fuad Yusuf Efendi 5 5 4 5 5 5 4 4 5 5 47 50 94%5. Jarot Tri Atmaja 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 49 50 98%6. Hafiz Yohan Rifa’i 5 5 4 5 5 5 4 4 4 5 46 50 92%7. Irhamsyah Maulana 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50 50 100%8. Joko Prasetyo 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50 50 100%9. Muhammad Jevry 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50 50 100%10. Muhamad Ainun 5 5 4 5 5 5 5 5 4 5 48 50 96%Jumlah 479 500 958% Rata-rata 95,8 (Sumber: Hasil Angket Uji Coba Produk Kelompok Kecil, 2019) Tabel 8 Data Hasil Angket Uji Coba Produk Kelompok Besar No Nama Siswa Nilai Aspek X Xi % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 101. Muhammad Arjun 5 5 4 5 5 5 4 4 4 4 45 50 90%2. Muhammad Hisyam 5 5 5 5 5 5 5 4 4 4 47 50 94%3. Muhammad K. 4 4 4 5 5 4 4 4 4 5 43 50 86%4. Muhammad Rivaldo 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50 50 100%5. Muhammad Rizky 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 40 50 80%6. Muhammad Zakin 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 49 50 98%7. Muhammad Zamzami 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5 48 50 96%8. Najwa Tanya Nurul 5 5 4 5 5 4 5 5 4 5 47 50 94%9. Nur Wahyudhi 5 5 4 5 4 4 5 4 4 4 44 50 88%10. Nydia Nathasya 5 5 4 4 5 5 5 4 4 4 45 50 90%11. Pipo Kandaka 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50 50 100%12. Pratama Fadhil 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50 50 100%13. Raden Deny Abdul 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50 50 100%14. Rahul Agus Setyawan 5 4 5 5 4 4 5 5 5 5 47 50 94%15. Ricotryno Denta 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50 50 100%16. Ridho Dirgantara 4 4 5 4 5 5 5 5 4 4 45 50 90%17. Riko Hermawan 5 5 4 5 5 4 4 5 5 4 46 50 92%18. Risky Ramadani 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50 50 100%19. Rizdatul Qomariyah 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50 50 100%20. Rizki Dwi Kurniawan 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50 50 100%21. Rizky Arsya Ananda 5 5 4 4 5 5 4 4 4 4 44 50 88%22. Ruhan Restu Gusti 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50 50 100%23. Ryan Reynald Wijaya 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 40 50 80%24. Satria Afif Fahmi 5 5 4 5 5 4 5 4 4 5 46 50 92%25. Satriya Dewantoro 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50 50 100%26. Shafa`Ul Janan 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50 50 100%27. Soni De

    ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU BERSALIN DENGAN KETUBAN PECAH DINI DI RSUD MAJENANG TAHUN 2016

    Get PDF
    Latar Belakang: Angka Kematian Ibu di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2011 sebanyak 116,01 per 100.000 kelahiran hidup, faktor utama penyebab kematian ibu dikarenakan perdarahan, hipertensi, infeksi, abortus, partus lama dan lain-lain. Berdasarkan data yang diperoleh dari studi pendahuluan yang dilakukan di RSUD Majenang yang dilakukan pada tanggal 4 Mei 2016 dalam kurun waktu empat bulan terakhir yaitu bulan Januari-April 2016 terdapat 68 kasus dengan ketuban pecah dini. Tujuan: Studi kasus ini bertujuan untuk mempelajari, memberikan serta melaksanakan Asuhan Kebidanan pada Ny. A umur 25 tahun G1P0A0 umur kehamilan 39 minggu dengan Ketuban Pecah Dini. Metode: Metode yang digunakan dalam Studi Kasus ini adalah Observasional Descriptive. Observasi dilakukan pada satu orang ibu bersalin dengan ketuban pecah dini di RSUD Majenang. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang serta hasil dokumentasi. Analisis data menggunakan asuhan kebidanan dengan tujuh langkah Varney dan catatan perkembangan menggunakan SOAP. Hasil: Ny. A umur 25 tahun G1P0A0 umur kehamilan 39 minggu dengan ketuban pecah dini. Kolaborasi dengan dr Sp.OG untuk induksi misoprostol 100µg secara sublingual dan oksitosin 5 IU secara drip. Pasien ditangani sesuai APN. Bayi lahir spontan. Tidak ada komplikasi baik ibu maupun bayi. Kesimpulan: Asuhan persalinan dengan ketuban pecah dini di RSUD sesuai dengan penatalaksanaan APN. Kata kunci: Asuhan Kebidanan, Ibu Bersalin, Ketuban Pecah Din

    Analisis Investasi Portofolio Saham Pasar Modal Syariah Dengan Model Markowitz Dan Model Indeks Tunggal (Studi Pada Saham Perusahaan Yang Terdaftar Dalam Jakarta Islamic Indeks Di Bursa Efek Indonesia Periode Mei 2011 Sampai Dengan November 2013)

    Get PDF
    The study is done on the basis of the existence of return and risks attached to an investment. Particularly investment in capital market in the form of sharia share. Risk on an investment can be minimize by diversivication asset into some kind of the shares thus forming a portfolio. The formation of optimal portfolio can be done with some model such as Markowitz Model and Single Index Model. This research done to deliver information and discourse additional study on the capital market and as input for investors in the framework of investment decision making in the form of stock. Based on the Markowitz Model analysis of 16 companies produce 9 company as optimal portfolio with the largest proportion of funds owned by PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) that have certain risks with repayment rate certain, while the analysis of Single Index Model produce 8 companies as optimal portfolio with the largest proportion of fund owned by PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) which have lowest risk and the influence of market isn't work anymore

    EMPOWERING KELUARGA DAN KADER DALAM IMPLEMENTASI PENYAKIT DEGENERATIF

    Get PDF
    Aging process (proses menua) adalah suatu proses kehidupan yang tidak akan bisa dicegah dan semua manusia akan melewati proses ini.  Semakin bertambahnya umur maka kemmapuan fisiologis dan ketahanan tubuh menurun pula, sehingga mengakibatkan penurunan kebugaran fisik. Lansia dapat menjaga kebugaran fisiknya dengan baik sehingga memperlambat aging proses, tetapi banyak lansia yang tidak menjaga kebugaran fisik, sehingga dapat menyebabkan penyakit degeneratif. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini untuk memberdayakan keluarga dan kader dalam implementasi penyakit degeneratif. Metode yang adalah persuasive participant (edukasi kesehatan tentang penyakit degeneratif, empowering (memberdayakan keluarga dan kader kesehatan dengan mengajarkan pengukuran tekanan darah dan glukosa darah) dan community development (melakukan pemeriksaan kesehatan kepada lansia dan ibu-ibu) Hasil dalam pengabdian masyarakat ini adalah kegiatan ini dihadiri oleh lansia  dan ibu- ibu, sejumlah 56 orang dengan antusias dan aktif dalam diskusi tanya jawab, sedangkan empowerment atau pemberdayaan kader, diikuti oleh 5 orang, kader dapat mempraktekkan kembali cara pengukuran tekanan darah dan  kadar glukosa darah, sedangkan community development dengan melaksanakan senam anti stroke, pemeriksaan tekanan darah dan kadar glukosa darah pada lansia, pelaksanaan  SPA kaki dan sauna bathing pada penderita  diabetes mellitus (diikuti sejumlah 60 orang ).  Peningkatan pengetahuan lansia dan peningkatan ketrampilan kader dan keluarga diharapkan dapat memonitor kesehatan secra berkala sehingga komplikasi penyakit degenerative dapat dicegah.Â

    Pemanfaatan BPMN Dan Sparx Systems Enterprise Architect Dalam Penyusunan Peta Proses Bisnis Program Studi Sistem Informasi

    Get PDF
    Program studi sistem Informasi merupakan salah satu Prodi yang ada di Universitas PGRI Madiun, yang didalamnya melakukan kegiatan Tri Dharma Perguruan tinggi, Proses Bisnis untuk aktivitas dalam prodi Sistem informasi belum dipetakan sesuai dengan standard sehingga perlu dibuatkan pemodelan proses bisnis. Proses Bisnis adalah koleksi dari aktifitas yang tersetruktur pada suatu organisasi, yang menghasilkan produk atau layanan, untuk kebutuhan internal organisasi. Proses bisnis dapat dipetakan dalam bentuk diagram yang menggambarkan hubungan kerja yang efektif dan efisien antar unit organisasi. Jenis proses bisnis terbagi menjadi dua yaitu, proses utama dan proses pendukung. Dari hasil pemodelan BPMN menggunakan Sparx Systems Enterprise Architect didapat desain pemodelan proses bisnis berupa 11 pemodelan tahap awal, dan masih bisa dikembangkan lagi dan dilengkapi lagi sesuai kondisi program studi yang disesuaikan dengan kondisi lembaga dan biro biro terkait serta prosedur operasional standart yang berlak
    corecore