495 research outputs found
Longitudinal profiling and tracking stability in the Singapore study of macro-angiopathy and microvascular reactivity in type 2 diabetes cohort
The Singapore Study of Macro-Angiopathy and microvascular Reactivity in Type 2 Diabetes (SMART2D) is a prospective cohort study which was started in 2011 to investigate the effect of risk factors on vascular function and diabetes-related complications in Asians. We aimed to compare the longitudinal change in risk factors by accounting for batch effect and assess the tracking stability of risk factors over time in patients recruited for SMART2D. In this study, we (1) described batch effect and its extent across a heterogenous range of longitudinal data parameters; (2) mitigated batch effect through statistical approach; and (3) assessed the tracking stability of the risk factors over time.Ministry of Health (MOH)National Medical Research Council (NMRC)Published versionThe SMART2D cohort is supported by the Singapore Ministry of Health’s National Medical Research Council under its CSIRG (MOH-000066). The corresponding author is supported by the Singapore Ministry of Health’s National Medical Research Council under its Clinician Scientist Award (NMRC/CSA-INV/ 0020/2017). The first author is supported by the Singapore Ministry of Health’s National Medical Research Council under its Research Training Fellowship (NMRC/MOH000226)
Association between lower phase angle and chronic kidney disease progression in type 2 diabetes patients
Introduction: Phase angle (PhA), derived from bioelectrical impedance analysis (BIA), is the angle of vector determined by the body’s resistance and reactance. It indicates cellular integrity and hydration status. Though extracellular volume excess was associated with chronic kidney disease (CKD) progression, the association between PhA and CKD progression is unknown. Matrix metalloproteinase-2 (MMP-2) is a member of zinc-dependent endopeptidase family and promotes renal interstitial fibrosis. We investigated association between PhA and CKD progression, and whether the association was through MMP-2 in patients with type 2 diabetes mellitus (T2DM). Method: We conducted a prospective study on 1,078 patients with T2DM (mean age 58.9±9.1 years). PhA was measured using BIA. CKD progression was defined as ≥25% decrease in estimated glomerular filtration rate (eGFR) from baseline with deterioration across eGFR categories. Multiplex immunoassay was used to quantitate MMP-2. We examined association between PhA and CKD progression using Cox proportional hazards model, adjusting for demographics, clinical parameters and medications. Results: Over 8.6 years of follow-up, 43.7% of participants had CKD progression. Compared to tertile 3 PhA (higher level), tertiles 1 and 2 PhA were associated with higher hazards of CKD progression, with corresponding unadjusted hazard ratios (HRs) of 2.27 (95% confidence interval [CI] 1.80–2.87, P<0.001) and 1.57 (95% CI 1.24–2.01, P<0.001). The positive association between tertiles 1 and 2 PhA with CKD progression persisted in the fully adjusted model with corresponding HRs of 1.71 (95% CI 1.30–2.26, P<0.001) and 1.46 (95% CI 1.13–1.88, P=0.004). MMP-2 accounted for 14.7% of association between tertile 1 PhA and CKD progression. Conclusion: Our findings revealed a previously unobserved association between BIA-derived lower PhA and CKD progression through MMP-2 in patients with T2DM.Ministry of Health (MOH)National Medical Research Council (NMRC)Published versionThis study was supported by the Singapore Ministry of Health’s (MOH) National Medical Research Council (NMRC) under its Clinician Scientist-Individual Research Grant (MOH-000066). The corresponding author is supported by NMRC under its Clinician Scientist Award (NMRC/CSA-INV/0020/2017). The first author is supported by NMRC under its Research Training Fellowship (NMRC/MOH000226)
Tafsir ayat-ayat waris perspektif tafsir Maqasidi Ibn ‘Ashur
Ibn ‘Ashur seorang pakar tafsir kontemporer sekaligus pakar maqasid al-shari’ah telah mencoba menafsirkan al-Qur’an dengan menggunakan pendekatan maqasid al-shari’ah dalam kitab tafsirnya, tafsir al-tahrir wa al-tanwir yang disebut dengan tafsir maqasidi. Al-Tafsir al-maqasidi merupakan tafsir al-Quran yang berorientasi pada realisasi tujuan –baik tujuan syariat (maqasid al-shari’ah) secara khusus maupun tujuan al-Qur’an (maqasid al-Qur’an) secara umum dengan pola memperhatikan makna terdalam dari ayat-ayat al-Qur’an dalam bentuk hikmah, sebab hukum, tujuan dan segala nilai yang bisa menjadi kemaslahatan bagi manusia dalam menjalani kehidupannya dan menyelesaikan problem-problem di setiap masa. Dalam tesis yang berjudul “Tafsir ayat-ayat Waris Perspektif Tafsir Maqasidi Ibn ‘Ashur” ini, penulis berusaha untuk mencari relevansi penafsiran ayat-ayat waris dalam tafsir al-tahrir wa al-tanwir terhadap maqasid al-shari’ah. Di dalam tafsirnya, Ibn ‘Ashur menafsirkan ayat-ayat tersebut melalui analisis teks sehingga dapat diambil nilai-nilai universalnya sebagai tujuan hukum. Ibn ‘Ashur sebagai penerus al-Shatibi tidak membatasi maqasid al-shari’ah pada tataran usul al-khamsah saja, namun juga prinsip fitrah (al-fitrah), toleransi (al-samahah), maslahat (al-maslahah), kesetaraan (al-musawah), kebebasan (al-hurriyah). Dalam menafsirkan ayat-ayat waris dengan tinjauan maqasid al-shari’ah, prinsip-prinsip yang dipegang dan menjadi landasan berfikir Ibn ‘Ashur adalah tujuan umum shariat, yaitu untuk mendatangkan kemaslahatan dan menolak kemafsadatan. Ayat-ayat waris yang ia tafsirkan terdapat relevansi dengan teori maqasid al-shari’ah yang ia bangun. Maqasid al-shari’ah yang tampak pada penafsiran ayat-ayat waris tersebut adalah fitrah (al-fitrah), maslahat (al-maslahah), dan kesetaraan (al-musawah)
Receiving social support from diverse helpers: associations with quality of life
More older adults now live in non-family-based households, even as the provision of support to older adults within the domestic setting becomes more salient. This study examines the determinants of having non-immediate family or non-coresident helpers in older adults' received social support networks, and its associations with quality of life. Data were from a nationally representative study of Singaporeans aged 60 and above (N = 2248) who did not live alone. Findings show that those who received help solely from persons other than their spouse or child report a lower quality of life compared to other kinds of networks. However, those who had more non-coresident helpers than co-resident helpers experienced a higher quality of life compared to those who relied mainly on co-resident helpers. We suggest that policymakers should consider supporting a wider range of informal social support arrangements and providers, as networks of received social support become increasingly diverse.Ministry of Education (MOE)Ministry of Health (MOH)The author(s) disclosed receipt of the following financial support for the research, authorship, and/or publication of this article: Transitions in Health, Employment, Social Engagement and Inter- Generational Transfers in Singapore (THE SIGNS) Study, Wave 1, was supported by Ministry of Health, Singapore (MOH) under the agreement number MOH-NUS RL2015-053. This research is also made possible by the Ministry of Education, Singapore, under its Academic Re-search Fund Tier 1 04MNP002436C430
Integrasi pendidikan ketrampilan dalam kurikulum madrasah di MAN Kendal
Moh. Nailul Author (Nim: 3103088), Mahasiswa Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang, skripsi Integrasi Pendidikan Ketrampilan Dalam Kurikulum Madrasah di MAN Kendal
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: Bagaimana pelaksanaan integrasi pendidikan ketrampilan dalam kurikulum madrasah di MAN Kendal
Penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif lapangan, adapun untuk memperoleh data-data yang dipaparkan dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif.
Program pendidikan ketrampilan sebagai pendidikan yang dapat memberikan bekal ketrampilan yang praktis, terpakai, terkait dengan kebutuhan pasar kerja, peluang usaha dan potensi ekonomi atau industri yang ada di masyarakat. Integrasi pendidikan ketrampilan tidak mengubah kurikulum di madrasah (melaksanakan pendidikan agama dan pendidikan umum). Kurikulum ketrampilan ini dapat diartikan sebagai suatu konsep kurikulum yang menekankan pada pengembangan kemampuan/mempunyai ketrampilan dengan standar performansi tertentu, sehingga hasilnya dapat dirasakan siswa berupa ketrampilan yang dimilikinya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan integrasi kurikulum pendidikan ketrampilan (workshop) di Madrasah Aliyah Negeri Kendal telah berjalan dengan baik. Pendidikan ketrampilan dilaksanakan dalam bentuk intrakurikuler (muatan lokal) dan ekstrakulikuler (program khusus/workshop).. Kurikulum (materi) pendidikan ketrampilan mengacu pada berbagai ragam kemampuan, seperti ketrampilan elektronika, tata busana dan otomotif. Pelaksanaan pendidikan ketrampilan ini untuk dapat mengaktualisasikan potensi-potensi bakat dan minat siswa, agar dapat digunakan untuk memecahkan problem yang dihadapi, ketrampilan yang dimiliki sebagai bekal siswa dalam menghadapi dunia kerja jika siswa tidak melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.
Berdasarkan hasil penelitian ini di harapkan akan menjadi bahan informasi dan masukan bagi para civitas akademika, para mahasiswa, para pengajar, dan para peneliti dan semua pihak yang membutuhkan di lingkungan Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang
Uji efektivitas buah lerak (sapindus rarak dc) termodifikasi asam sitrat sebagai bioabsorben logam timbal dengan variasi ph dan waktu kontak
Abstrak:
Pada perkembangan saat ini banyak pencemaran yang telah dilakukan oleh manusia dimana salah satunya adalah pencemaran logam Pb2+ pada lingkungan. Salah satu metode untuk mengurangi limbah Pb2+ dapat dengan cara alami yakni biosorben dimana memanfaatkan bahan-bahan organik untuk menyerap logam Pb2+. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan dan kondisi optimal dari biosorben buah lerak dengan modifikasi dari asam sitrat untuk meningkatkan kemampuan adsorpsinya.
Sebelum menggunakan lerak sebagai bioabsorben, dilakukan preparasi sampel untuk menyiapkan sampel agar siap digunakan. Setelah itu sampel dimodifikasi dengan Asam Sitrat 0,5 M yang mana mampu meningkatkan daya adsorpsi dari biosorben. Kemudian biosorben hasil modifikasi dan sebelum dimodifikasi dianalisa menggunakan FT-IR untuk mengetahui perbedaan dari biosorben sebelum dan sesudah modifikasi. Setelah itu adsorpsi dengan variasi massa 15; 30; 45; 60; 75 mg, pH 2; 4; 6; 7; 8, waktu kontak 15; 20; 25; 60; 90; 120 menit, serta konsentrasi Pb2+ 5; 10; 15; 20; 25 ppm untuk mengetahui kondisi dan juga kapasitas maksimum dari biosorben buah lerak.
Hasil dari percobaan yang telah dilakukan didapatkan hasil modifikasi biosorben menggunakan asam sitrat terdapat pada gugus 1736,96 cm-1 yang merupakan gugus C=O pada spektra hasil FT-IR. Kemudian kondisi optimum biosorben buah lerak termodifikasi asam sitrat dalam mengadorpsi logam Pb2+ dengan biosorben buah lerak termodifikasi asam sitrat adalah dengan variasi massa 75 mg, pH 6, dan waktu kontak 90 menit. Kondisi tersebut didasarkan persen adsorpsi berturut turut sebesar 93,2 %; 96,5 %; 98,2%. Pada pengaplikasian biosorben buah lerak pada limbah laboratorium didapatkan bahwasanya biosorben buah lerak termodifikasi asam sitrat memiliki kemampuan yang paling baik dengan persen adsorpsi sebesar 97,61 %.
Abstrab:
In the current development, a lot of pollution has been carried out by humans, one of which is water pollution in the environment. One of the most dangerous environmental pollutants is Pb2+ metal. One method to reduce Pb2+ waste can be done naturally, namely biosorbents which use organic materials to absorb Pb2+ metal. This study aims to determine the ability and optimal conditions of the lerak fruit biosorbent with modification of citric acid to increase its adsorption ability.
Before using lerak as a bioabsorbent, sample preparation was carried out to prepare the sample. After that the sample was modified with 0,5 M Citric Acid which was able to increase the adsorption power of the biosorbent. Then the modified and pre-modified biosorbents were analyzed using FT-IR to determine the differences between the pre-modified and post-modified biosorbents. After that adsorption with mass variations of 15; 30; 45; 60; 75 mg, pH 2; 4; 6; 7; 8, contact time 15; 20; 25; 60; 90; 120 minutes, and Pb2+ concentration 5; 10; 15; 20; 25 ppm to determine the conditions and the maximum capacity of the biosorbent.
The results of the experiments that have been carried out show that the modification of the biosorbent using citric acid is found in the 1736.96 cm-1 group which is suspected to be the C=O group in the FT-IR spectra results. Then the optimum conditions for the lerak fruit biosorbent modified by citric acid in adopting Pb2+ metal with the citric acid modified lerak fruit biosorbent were with a mass variation of 75 mg, pH 6, and a contact time of 90 minutes. This condition is based on the percentage of adsorption successively at 93,2%; 96,5 %; 98,2%. In the application of lerak fruit biosorbent in laboratory waste, it was found that the citric acid modified lerak fruit biosorbent had the best ability with an adsorption percentage of 97,61%.
Abstrak:
في التطور الحالي، قام البشر بالكثير من التلوث، أحدها تلوث المياه في البيئة. يعتبر
الرصاص المعدني من أخطر الملوثات البيئية. يمكن إجراء إحدى الطرق لتقليل نفايات
الرصاص بشكل طبيعي، وهي المواد الماصة الحيوية التي تستخدم المواد العضوية
لامتصاص معدن الرصاص. تهدف هذه الدراسة إلى تحديد القدرة والظروف المثلى لممتص
فاكهة الليراك الحيوي مع تعديل حامض الستريك لزيادة قدرته على الامتصاص .
قبل استخدام ليراك كمادة ماصة بيولوجية ، تم تحضير العينة لتحضير العينة حتى
تكون جاهزة للاستخدام . بعد ذلك تم تعديل العينة باستخدام ٠ .٥ مولار من حامض الستريك
والذي كان قادراً على زيادة قوة الامتصاص للمادة الماصة . ثم تم تحليل الماصات الحيوية
المعدلة والمعدلة مسبقًا باستخدام فورييه مطياف الأشعة تحت الحمراء (FT-IR) لتحديد
الاختلافات بين المواد الماصة الحيوية المعدلة مسبقًا والممتزة بعد التعديل . بعد ذلك الامتزاز
بتغيرات الكتلة ١٥ ؛ ٣٠ ؛ ٤٥ ؛ ٦٠ ؛ ٧٥ مجم ، الرقم الهيدروجيني ٢ ؛ ٤ ؛ ٦ ؛ ٧ ؛ ٨ ، وقت
الاتصال ١٥ ؛ ٢٠ ؛ ٢٥ ؛ ٦٠ ؛ ٩٠ ؛ ١٢٠ دقيقة ، و يقو د 2+ تركيز ٥ ؛ ١٠ ؛ ١٥ ؛ ٢٠ ؛ ٢٥
جزء في المليون لتحديد الظروف وكذلك السعة القصوى للممتص الحيوي لفاكهة الليراك .
أظهرت نتائج التجارب التي تم إجراؤها أن تعديل مادة الامتصاص الحيوي
باستخدام حامض الستريك موجود في مجموعة ٩٦.١٧٣٦ سم 1- والتي يشتبه في أنها مجموعة
C=O في نتائج أطياف فورييه مطياف الأشعة تحت الحمراء (FT-IR). ثم كانت الظروف
المثلى للامتصاص الحيوي لفاكهة الليراك المعدلة بحمض الستريك في اعتماد معدن
الرصاص مع مادة الامتصاص الحيوي لفاكهة الليراك المعدلة بحمض الستريك مع اختلاف
الكتلة بمقدار ٧٥ مجم ، ودرجة الحموضة ٦ ، وزمن تلامس ٩٠ دقيقة . يعتمد هذا الشرط على
نسبة الامتزاز على التوالي عن د ٩٣. ٢ ٪ ٥.٩٦. ؛ ٪ ٩٨. ٢ ٪ ، عند استخدام مادة الامتصاص
الحيوي لفاكهة الليراك في المخلفات المختبرية ، وجد أن مادة الامتصاص الحيوي لفاكهة
الليراك المعدلة بحمض الستريك هي الأفضل مع نسبة امتصاص ٪ .٦١.٩
Hubungan Islam dan Negara dalam Negara Hukum: Analisis Pemikiran Moh. Mahfud MD
The battle between Islam and the state is well-known, as it began during the process of establishing the Indonesian state, resulting in the division of the country into two groups: Islamic nationalists and secular nationalists. Pancasila, according to Mahfud MD, is a collection of factors aimed at resolving divisions. The purpose of this study is to describe how Moh. Mahfud MD views the link between Islam and the state, what his background is, and how the relationship between Islam and the state functions in a state of law. The author compares the viewpoints of many figures on this subject using a qualitative method with a normative approach. According to the study\u27s findings, Moh. Mahfud MD believes that while religion does not rule the state, the state\u27s structure is a creation rather than a product of political science. The reason for Moh. Mahfud MD\u27s ideas is that they bear a resemblance to Nahdatul Ulama, as Mahfud is involved in alumni activities and was formerly a member. Islam and the state in a state of law share a shared goal: both maintain the democratic system in order to protect human rights.Keywords: Islam; State; State of Law; Pancasila AbstrakPerdebatan Islam dan negara sudah tidak asing lagi, mengingat konflik ini dimulai ketika menentukan dasar negara Indonesia yang mengakibatkan perpecahan menjadi dua golongan antara nasionalis Islam dan nasionalis sekuler. Mahfud MD menyatakan bahwa Pancasila merupakan gabungan aspek yang bertujuan untuk mendamaikan perpecahan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana pandangan Moh. Mahfud MD tentang hubungan Islam dan negara, apa yang melatar belakangi pemikiran Moh. Mahfud MD, serta bagaimana hubungan Islam dan negara dalam negara hukum? Penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan normatif untuk membandingkan pendapat para tokoh terkait hal ini. Hasil penelitian menyatakan bahwa Moh. Mahfud MD memandang agama tidak mengatur negara akan tetapi bentuk negara merupakan ciptaan daripada ilmu politik. Hal yang melatar belakangi pemikiran Moh. Mahfud MD yaitu adanya kemiripan dengan Nahdatul Ulama dikarenakan Mahfud aktif dalam kegiatan alumni sekaligus pernah menjadi anggotanya. Adapun hubungan Islam dan negara dalam negara hukum mempunyai persamaan yaitu sama-sama menjunjung tinggi sistem demokrasi guna menjunjung tinggi hak asasi manusia.Kata Kunci: Islam, Negara, Negara Hukum, Pancasila
PERANCANGAN APLIKASI ELECTRONIC MEDICAL RECORD (EMR) PADA INSTALASI RAWAT INAP BERBASIS WEB
Pelayanan medik dewasa ini membutuhkan sistem yang lebih efektif dan efisien, baik dalam
penggunaan waktu, tenaga maupun sarana. Dalam pengelolaan rekam medik, kenyataan masih
umumnya penggunaan rekam medik manual yang dinilai tak lagi andal menangani data medik
melahirkan ide konversi rekam medik manual kertas ke rekam medik elektronik karena efektivitas dan
efisiensinya.
Penelitian ini bertujuan menciptakan aplikasi rekam medik elektronik yang lebih dikenal
sebagai EMR (Electronic Medical Record) dari rekam medik kertas di Instalasi Rawat Inap Rumah
Sakit Umum Ananda Salatiga. Rekam medik elektronik dirancang dengan membuat form-form isian
catatan-catatan medik dalam proses perawatan pasien selama dirawat. Data-data medik ini kemudian
disimpan dalam basis data sistem dan dikelola secara digital. Setiap kali pengisian data medik pada
form-form tertentu, sistem akan menghasilkan kode yang membawa informasi khusus.
Pada akhirnya, sistem akan menghasilkan deret kode ICD (International Statistical
Classification of Diseases and Related Health Problems) dari kode-kode yang dihasilkan pada
pengisian form-form catatan medik. Deretan kode-kode ini mampu menggambarkan perkembangan
kondisi pasien dan penanganan medik yang diberikan selama perawatan. Data-data medik yang
tersimpan dapat ditampilkan kembali dalam bentuk catatan medik digital.
Kata kunci: rekam medik, rawat inap, EMR, IC
ANALISA.PENGENDALIAN.INTERN DALAM PERSEDIAAN OBAT UNTUK PASIEN PENGGUNA BPJS KESEHATAN. DI RSUD Dr. H. MOH. ANWAR KABUPATEN SUMENEP
This.study.aims.to.determine.the.system and.procedure of drug supply in Dr. H. Moh. Anwar, Sumenep Regency. The research method.used by the author is qualitative.with the form of research used that is descriptive. The results of the data analysis showed.that the drug supply system in the Pharmacy department at Dr. RSUD H. Moh. Anwar of Sumenep Regency is already good enough in providing medicines. This causes the existing system to be said to be complete with the separation of duties and the arrangement of supplies which are supported by complementary documents. Recording that has been done can be said to be good to divert things that are detrimental to the Hospital. Supplies Medicines in pharmacy have been done with good and correct systems and proceduresKeywords : Control System, inventory Management and Inventory
- …
