29 research outputs found

    REINTERPRTETASI DAN REAKTUALISASI KESADARAN PENDIDIKAN EKOLOGI DI TENGAH DARURAT AGRARIA DI KABUPATEN SUMENEP

    No full text
    Pendidikan ekologi adalah salah satu hal paling aktual di Indonesia yang selalu menjadi momok yang hangat untuk kepentingan korporasi. Masalah utamanya adalah, apa dan bagaimana reinterpretasi dan reaktualisasi; dan Bagaimana implikasinya terhadap perkembangan pendidikan ekologi? Penelitian ini berbasis pustaka dan lapangan dengan mengumpulkan data, sekaligus meneliti referensi-referensi yang terkait dengan subjek yang dikaji, baik makalah, buku, Koran, jurnal, peper sekaligus wawancara dengan menggunakan pendekatan filosofis. Dari paparan di atas di simpulkan bahwa pertama sangat penting adanya pemikiran yang lebih serius tentang agraria di Sumenep, kedua pentingnya melahirkan kesadaran ekologis bagi masyarakat Sumenep yang saat ini ada dalam keadaan darurat, ketiga membutuhkan argumentasi tentang pendidikan ekologi dalam menjaga masa depan ekologi manusia. Oleh karena itu perlu dikembangkan suatu bentuk knowledge ecology danlocal though terhadap berbagai jenis tanah tersebut agar dapat digunakan sebagai acuan dalam proses pembangunan manusia seutuhnya yang berjiwa ekologis. Modal dasar bagi segenap elit dan segenap agen pembaharu bangsa adalah ketulusan membuang ego pribadi ataupun kelompok, bersedia menggali nilai-nilai budaya masyarakat Sumenep. Masyarakat bersama-sama menggali sumber kehidupan secara arif dan bijaksana, sehingga ada jalan menuju kehidupan yang harmoni, dengan meniadakan konsep hukum rimba, menolong yang lemah, menciptakan kedamaian, keadilan dan kesejahteraan. Keterbukaan merupakan modal dasar dalam setiap reaktualisasi ekologi, beserta nilai-nilai budaya lokal yang ada di Sumenep. Pendidikan ekologi perlu ditanamkan kepada setiap elemen masyarakat baik dalam keluarga, masyarakat dan pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi. Ini menjadi penting supaya ada kesadaran bersama sebagai suatu bangsa yang memiliki keanekaragaman budaya dan tanah yang berbeda-beda. Hal itulah yang menjadi fondasi kekuatan bangsa kita. Jangan sampai budaya luar yang lebih konsumeristik-kapitalistik akan menghancurkan tanah yang kita memiliki

    PENGEMBARAAN KEJUJURAN DALAM PUISI (PEMBACAAN ATAS PENGEMBARAAN, PERJUMPAAN DAN PUISI DALAM BUKU ANTOLOGI PUISI MAHWI AIR TAWAR)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman pelajaran sastra dalam menggunakan kritik puisi pada antologi puisi “Pengembaraan, Perjumpaan dan Puisi dalam buku Antologi puisi Mahwi Air Tawar)”. Penelitian dilaksanakan dengan membaca semua buku puisi ini. Teknik pengumpulan data adalah dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Validitas data menggunakan metode penelitian kualitatif difokuskan pada kritik sastra khhususnya puisi dalam buku ini. Penulis menganalisis puisi yang tertulis di antologi puisi ini. Hasilnya menunjukkan bahwa dengan kritik sastra dapat meningkatkan kemampuan berpikir mandiri dan belajar mandiri dalam membaca puisi kemudian mengkritiknya dengan mencari referensi yang sesuai dengan pembacaan puisi ini

    Matroni et nous : Matroni et moi

    No full text

    THE CONCEPT OF COUNTRY AND LEADERSHIP IN ISLAMIC POLITICAL PHILOSOPHY OF IBN TAIMIYAH

    No full text
    The caliphate discourse promoted by several groups of Islamic fundamentalist movements is no longer able to fulfill the goals of government in Islam. Ibn Taimiyah finally promised an Islamic political theory which was expected to be able to cover the shortcomings and limitations of the caliphate theory by referring to the classical caliphate theory. Ibn Taimiyah\u27s political theory is contained in one of his works entitled al-Siyasah al-Syar\u27iyah fi islah al-Ra\u27i wa al-Ra\u27iah (Politics Based on Sharia for the Improvement of Returners and Shepherds). The existence of the historical background of the Khulafa al-Rasyidin\u27s caliphate is nothing more than an accident, not an example of political life. Even the life of the Prophet is not seen as a basis for government that needs to be adopted in a particular political system of government, it is nothing more than a sui generis institution, not as a basis for Islamic politics. Ibn Taimiyah\u27s rejection of historical practice as the basis of political philosophy, then Ibn Taimiyah avoided the mistake of assessing existing political power as power that was legalized by the shadow of the caliph, as was found in the characteristics of previous political theories of thought.

    MENINGKATKAN KARAKTER JUJUR ANAK USIA DINI KELOMPOK B MELALUI METODE CERITA PARA RASUL DI RA RUHUL ISLAM AL-MUNTAHA GAPURA TIMUR GAPURA SUMENEP TAHUN PELAJARAN 2018/2019

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui karakter jujur anak sebelum diterapkan metode Tindakan Kelas (Classroom Action Research) dengan menggunakan metode cerita para Rasul di TK Ruhul Islam Al-Muntaha Gapura Sumenep. (2) Untuk mengetahui pelaksanaan metode Tindakan Kelas (Classroom Action Research) dengan menggunakan metode cerita Para Rasul dalam meningkatkan karakter jujur anak usia dini di kelompok A di TK TK Ruhul Islam Al-Muntaha Gapura Sumenep. (3) Untuk mengetahui apakah dengan melalui metode Tindakan Kelas (Classroom Action Research) dengan menggunakan metode cerita para Rasul dapat meningkatkan karakter jujur anak usia dini di kelompok A Di TK Ruhul Islam Al-Muntaha Gapura Sumenep. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil analisis data pada Pra Tindakan nilai rata-rata (37%) diperoleh data bahwa karakter jujur anak yaitu tidak ada anak yang tergolong  berkembang sangat baik dan 2 orang anak atau (14%) tergolong berkembang sesuai harapan, mulai berkembang (29%) dan belum berkembang (57%). Hasil analisis data pada siklus I diperoleh data bahwa peningkatan karakter jujur anak yaitu sebanyak 2 orang anak atau (14%) tergolong berkembang sangat baik, 4 orang anak atau (29%) tergolong berkembang sesuai harapan, 1 orang anak atau (7%) tergolong mulai berkembang dan 7 orang anak atau (50%). Dari data hasil observasi tersebut hingga perlu dilakukan pembelajaran melalui metode bercerita dengan menggunakan media pada sikus II. Dari hasil analisis siklus II diperoleh hasil bahwa peningkatan karakter jujur anak meningkat yaitu terdapat 9 orang anak atau (75%) yang tergolong Berkembang Sangat Baik, 5 orang anak atau (16,66%) yang tergolong Berkembang Sesuai Harapan dan tidak ada anak yang tergolong Mulai Berkembang dan Belum Berkembang. Dari hasil temuan peneliti tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa melalui metode bercerita kisah para rasul dapat meningkatkan karakter anak usia 5-6 kelompok B RA. Ruhul Islam Al-Muntaha Gapura Timur Gapura Sumenep

    « Matroni et moi »

    No full text

    DOMINASI DAN LEGITIMASI KEKERASAN SEKSUAL PEREMPUAN DALAM TRADISI RONJHENGAN DI MADURA

    No full text
    In Context of Gender, Patriarchal Cultural often was indicated to husband. Discourse of Gender more excessive discussed about it which have occurred publicly including: subordination, violence, sexual harassment for women. On the other hand, one side, the cultural too have followed to role in forming discourse of gender where role of women always is valued negative. In the case here, Ronjhengan is specially women less obtainable interest of well. Ronjhengan as cultural often put women side eliminated that women is always cornered in practice it specially about women body and other side, cultural as aspect of importing in life community Madura. in the research, cultural of Ronjhengan which is being Madura, will be studied through in perspective sort story from Ahmad Muhklish Amril further continue called Mushlish. the research analyses used theory of structuration-agent Pierre Boerdieu, continue namely Boerdieu. the context explain that (Habitus: Agen x Modal)+Ranah: Practect, Subtansi doxa as value which necessary construction or being practice of social gap for women to restore position harkat-martabat women in socity     Dalam Konteks Gender, Budaya Patriarkhi sering diindikasikan kepada suami. Wacana Gender semakin berlebihan membahas tentang hal-hal yang telah terjadi secara terbuka antara lain: subordinasi, kekerasan, pelecehan seksual terhadap perempuan. Di sisi lain, di satu sisi budaya juga ikut berperan dalam membentuk wacana gender dimana peran perempuan selalu dinilai negatif. Dalam kasus di sini, Ronjhengan adalah perempuan yang kurang diminati oleh masyarakat. Ronjhengan sebagai budaya sering mengesampingkan sisi perempuan yang mengeliminasi bahwa perempuan selalu terpojok dalam prakteknya khususnya tentang tubuh perempuan dan sisi lain, budaya sebagai aspek yang penting dalam kehidupan masyarakat Madura. Dalam penelitian tersebut, budaya Ronjhengan yang sedang Madura, akan dikaji melalui dalam berbagai perspektif cerita dari Ahmad Muhklish Amril selanjutnya disebut Mushlish. Analisis penelitian menggunakan teori agen-struktur Pierre Boerdieu, lanjut yaitu Boerdieu. Konteks tersebut menjelaskan bahwa (Habitus: Agen x Modal) + Ranah: Praktik, Subtansi doxa sebagai nilai yang perlu dibangun atau dijadikan praktik kesenjangan sosial bagi perempuan untuk mengembalikan posisi harkat-martabat perempuan dalam socit

    Public Private Partnership for Equitable Provision of Quality Health Services

    No full text
    This report presents the findings of an independent Technical Review that focused on the promotion of Public Private Partnership (PPP) for equitable provision of quality health services in Tanzania. The report is meant to contribute to the Annual Joint Health Sector Review 2005. The ToR has been broadly defined, signifying the interest that many stakeholders currently take in PPP. The Review Team (RT), with two international and three national consultants, undertook efforts to consult stakeholders for prioritisation of the issues included in the ToR. The RT had access to a large number of official documents such as laws, by-laws, policy documents, guidelines, etc. and a wide range of studies on PPP set in Tanzania complemented by international literature. The RT undertook efforts to interview relevant persons and committees, associations, organisations, ministries, donors, etc. at the national level as well as in four districts, two rural and two urban. Nevertheless, time constraints did force the RT to limit itself and consequently not all actors that constitute the private health sector could be contacted. It is hoped that the Annual Joint Health Sector Review 2005 will allow a representative participation of all actors in the field of PPP to discuss this review and compensate for any issue or actor that was left out unintended
    corecore