1,721,082 research outputs found
Ide Lukisan-Lukisan I Nyoman Masriadi
Perkembangan seni rupa yang terjadi sejak masa prasejarah hingga kini, telah melahirkan sejumlah pemikiran yang mempertautkan ide sebagai inti dari sebuah kebudayaan. Salah satu modal paling mahal yang dimiliki oleh seorang seniman adalah ide. Ide merupakan pokok dari pemikiran. Ide-ide tersebut melalui berbagai medium lalu diwujudkan, dimana akhirnya secara konkret dapat diindera, bisa sebagai lukisan, patung, musik, maupun karya seni lainnya. Secara garis besar, ide merupakan sesuatu yang hendak diketengahkan dalam sebuah karya. Dalam penelitian ini, penulis akan menelusuri mengenai ide dari Masriadi. Masriadi adalah perupa dari generasi 90-an. Masriadi sendiri merupakan mahasiswa angkatan tahun 1993 dan menyatakan keluar (drop out) tahun 1997 dari Jurusan Seni Murni - Fakultas Seni Rupa, ISI Yogyakarta. Masriadi adalah tipe personal yang tidak banyak bicara. Kebiasaannya yang cenderung tidak suka pada keramaian juga membentuk jati dirinya menjadi tertutup. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang mengarah pada estetik historis atau mendeskripsikan perjalanan ide seni dari perupa Masriadi dari masa ke masa. Metode yang diterapkan adalah metode wawancara langsung sumber primer yang diteliti. Selain wawancara, peneliti juga melakukan tinjauan pustaka tentang karya-karya yang dihasilkan dalam sejarah perkembangan ide berkesenian Masriadi. Akhir dari penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa sumbangan paling berharga dari Masriadi adalah ide kreatifnya yang mengantarkan kita memasuki dunia fantasi baru. Irisan tentang fantasi dalam memadupadankan berbagai unsur dengan gaya visualisasinya belum pernah dijamah oleh para pelukis lainnya di Indonesia atau di Asia. Masriadi menggali berbagai khasanah berupa percampuran dunia antara Barat dan Timur dengan ramuan ide yang secara personal dikerjakan dengan berbagai input.Kata Kunci: ide, pengalaman hidup, hasil kary
Epidemiologi penyakit menular
Deskripsi Buku Pentingnya informasi yang terkait dengan penyakit menular bagi setiap orang untuk melakukan pencegahan, pengendalian dari penyakit tersebut secara global. Diketahui bahwa ada beberapa penyakit menular di Indonesia yang berakibat kepada kematian secara spontan. Penyakit menular tersebut hendaknya mendapat perhatian yang khusus bagi setiap orang. Oleh karena itu, penulis berusaha keras untuk buku ini dengan meluangkan waktu serta pikiran hingga bisa sampai ke tangan pembaca.Buku ini disusun untuk memudahkan masyarakat secara umum memahami tentang penyakit menular sehingga bisa lebih waspada terhadap penyebarannya. Penulis berharap buku ini dapat menjadi referensi pembaca terutama di dunia pendidikan.Penulis: Dr. H. Masriadi, S.KM., S.Pd.I., S.Kg., M.Kes., M.H.ISBN: 9789797698089Halaman: 418Ukuran: 15.5 x 23 cmTahun Terbit: 2017xxvi, 392 hlm, 24 c
An Analysis of English Department Students’ Errors in Using Adjective Order at UIN Antasari Banjarmasin
Masriadi, 2017. An Analysis of English Department Students’ Errors in Using Adjective Order at UIN Antasari Banjarmasin. Thesis. English Education Department. Tarbiyah and Teachers Training Faculty. Advisor I: Rahmila Murtiana, M.A. and Advisor II: Hj. Nurlaila Kadariyah, S.Ag., M.Pd.
Keywords: Error analysis, Students’ Error, Adjective Order.
The research describes the sixth semester students’ errors and students’ ability in using adjective order. The problems of the research are: How is the students’ ability in using adjective order and what errors are made by the students.
The population of the research was 122 students of the sixth semester students of English Department at UIN Antasari Banjarmasin with the sample is 30 respondents or 25% from population. The data was collected from test and documentary. The technique of data analysis was conventional technique with descriptive quantitative. Firstly, the researcher used mean formula to calculate the data to find out how is students’ ability in using adjective order and then the researcher used percentage formula to calculate the errors made by the students.
The findings of the research showed the students’ ability in using adjective order is still poor with the average score is 51 and the most errors made by the students were misordering error
ANALISIS NILAI MORAL DALAM NOVEL CINTA KALA PERANG KARYA MASRIADI SAMBO
ABSTRAK Sibengi, Febrian. 2021. Analisis Nilai Moral dalam Novel Cinta Kala Perang KaryaMasriadi Sambo. Skripsi. Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, FakultasKeguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala. Pembimbing: (1) Dr. Razali, M.Pd. (2) Drs. Ridwan Ibrahim, M.Pd. Kata Kunci: analisis, nilai moral, novel Cinta Kala Perang Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mendeskripsikan nilai moral yang terdapatdalam novel Cinta Kala Perang karya Masriadi Sambo; (2) mendeskripsikan teknikpenyampaian nilai moral dalam Cinta Kala Perang karya Masriadi Sambo. Metodepenelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumberdata penelitian ini adalah novel Cinta Kala Perang karya Masriadi Sambo,sedangkan data dalam penelitian ini adalah nilai moral dan teknik penyampaian nilaimoral dalam novel Cinta Kala Perang karya Masriadi Sambo. Pada novel tersebutterdapat tiga jenis moral, yaitu (1) hubungan manusia dengan Tuhannya, (2)hubungan manusia dengan dirinya sendiri, dan (3) hubungan manusia denganmanusia lain dalam lingkup sosial. Terdapat tujuh nilai moral hubungan manusiadengan Tuhannya, yaitu (1) pasrah dan menurut kepada Tuhan, (2) perasaan berdosakepada Tuhan, (3) takut kepada Tuhan, (4) berdoa atau memohon kepada Tuhan, (5)mengakui kebesaran Tuhan, (6) duka cita kepada Tuhan, dan (7) perasaankeagamaan. Selanjutnya, sembilan nilai moral hubungan manusia dengan dirinyasendiri, yaitu (1) eksistensi diri, (2) harga diri, (3) rasa percaya diri, (4) rasa takut, (5)rasa rindu, (6) rasa dendam, (7) rasa kesepian, (8) tanggung jawab terhadap dirisendiri, dan (9) kewajiban terhadap diri sendiri. Terakhir, terdapat enam nilai moralhubungan manusia dengan manusia lain, yaitu (1) berpikir positif, (2) menolongsesama, (3) cinta kasih sejati, (4) membantu yang lemah tanpa pamrih, (5) salingmenghargai, dan (6) saling mengenal. Teknik penyampaian yang terdapat dalampenelitian ini, yaitu (1) teknik penyampaian langsung dan (2) teknik penyampaiantidak langsung
Peranan perbankan Islam dalam pengembangan industri kecil dan sederhana di Kota Pekanbaru, Riau : analisis terhadap instrumen murabahah / Masriadi
Perbankan Islam secara umumnya didefenisikan sebagai urusan operasi perbankan yang selari dengan prinsip Muamalah. Kemunculan institusi kewangan tanpa bunga khasnya dinegara-negara Islam telah menambah dimensi baru kepada modal-modal ekonomi. Bank-bank Islam ini telah wujud sebagai perantara kewangan termasuk al-murabahah yang beroperasi bersesuaian dengan prinsip-prinsip transaksi Islam. Disertasi ini menjelaskan peranan dari amalan perbankan Islam dalam pembiayaan industri kecil dan sederhana di Kota Pekanbaru, Riau, Indonesia dengan menggunakan instrumen murabahah. Kajian ini mendapati bahwa bank-bank Islam di Kota Pekanbaru, Riau memainkan peranan penting dalam pembangunan industru kecil dan sederhana di kota ini
ANALISIS TOKOH DAN PENOKOHAN DALAM NOVEL CINTA KALA PERANG KARYA MASRIADI SAMBO
ABSTRAKPenelitian inibertujuan untuk mendeskripsiikan peran tokoh dan teknik pelukisan tokoh dalam novel Cinta Kala Perang karya Masriadi Sambo. Metode yan digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatf dengan pendekatan struktural. Penganalisisan data dilakukan dengan langkah- langkah sebagai berikut: (1) membaca secara intensif seluruh bagian novel Cinta Kala Perang, (2) menandai bagian-bagian yang mengandung unsur tokoh dan penokohan dalam novel Cinta Kala Perang, (3) menabulasikan data yang sudah ditemukan dari novel Cinta Kala Perang, (4) menganalisis data yang sudah dikumpulkan sesuai dengan teori, (5) membuat kesimpulan dari data yang sudah diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran tokoh dalam novel Cinta Kala Perang karya Masriadi Sambo terdiri dari tokoh utama serta tokoh tambahan. Tokoh utama ialah Cut Tari. Tokoh tambahan ialah Emak, Ismail, Bu Keuchik, Pak Keuchik, Ibu Kos, Pak Yoga, Ampon Kecil, Bu Yoga, Indah, Topan Nugraha, Ampon Duarta, Sella dan Ratih. Cut Tari dikategorikan tokoh protagonis, watak Cut Tari penyayang, optimis, pantang menyerah, bijaksana, dan pintar. Emak dikategorikan tokoh protagonis, watak Emak perhatian, tegas, dan penyayang. Ismail dikategorikan tokoh protagonis, watak Ismail pemberani dan tenang. Bu Keuchik dikategorikan tokoh protagonis, watak Bu Keuchik ramah, penyayang dan amanah. Pak Keuchik dikategorikan tokoh protagonis, watak Pak Keuchik bijaksana. Ibuk Kos dikategorikan tokoh protagonis, watak Ibuk Kos penyayang dan perhatian. Pak Yoga dikategorikan tokoh protagonis, watak Pak Yoga nasionalisme, baik dan setia. Ampon Kecil dikategorikan tokoh protagonis, watak Ampon Kecil lucu, ceria, dan cerdas. Bu Yoga dikategorikan tokoh protagonis, watak Bu Yoga lembut, penyayang, dan setia. Indah dikategorikan tokoh protagonis, watak Indah penyayang dan setia. Taufan Nugraha dikategorikan tokoh antagonis, watak Taufan Nugraha lembut dan perhatian. Ampon Duarta dikategorikan tokoh protagonis, watak Ampon Duarta perhatian. Sella dikategorikan tokoh protagonis, watak Sella sopan dan cerdas. Ratih dikategorikan tokoh protagonis, watak Ratih altruisme. Penokohan dalam novel Cinta KalaPerang karya Masriadi Sambo digambarkan dengan teknik analitik dan teknik dramatik. Teknik dramatik yang diperoleh adalah teknik tingkah laku, teknik arus kesadaran, teknik cakapan, teknik pikiran dan perasaan, teknik reaksi tokoh dan teknik reaksi tokoh lain. Teknik yang dominan digunakan adalah teknik analitik.Kata Kunci: Tokoh, Penokohan, Cinta Kala Peran
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
- …
