9 research outputs found

    Kemandirian dan Internal Locus of Control sebagai Prediktor Resiliensi pada Remaja Panti Asuhan

    No full text
    ABSTRAK   Ainiyah, Masfufatul. 2017. Kemandirian dan Internal Locus of Control sebagai Prediktor Resiliensi pada Remaja Panti Asuhan. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Hetti Rahmawati, S.Psi., M.Si. (II) Pravissi Shanti, S.Psi., M.Psi.   Kata Kunci: Kemandirian, Internal Locus of Control, Resiliensi, Remaja Panti Asuhan.   Setiap orang pasti memiliki suatu kondisi yang tidak menyenangkan termasuk dengan remaja yang tinggal dipanti asuhan sehingga diperlukan kemampuan untuk bertahan, beradaptasi, dan berusaha bangkit dari keadaan sulit. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat apakah kemandirian dan internal locus of control secara signifikan dapat memprediksi resiliensi pada remaja panti asuhan. Penelitian ini menggunakan 84 responden yang diambil dengan teknik purpossive sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen kemandirian dengan reliabilitas sebesar 0,888, instrumen internal locus of control dengan nilai reliabilitas sebesar 0, 882 dan instrumen resiliensi dengan nilai reliabilitas 0,897. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 20,3% remaja memiliki resiliensi tinggi, 60,7% berada pada kategori sedang dan 19 % remaja memiliki resiliensi rendah. Selanjutnya kemandirian remaja 22,4% pada kategori tinggi, 60,7% kategori sedang, dan 17,9% berada pada kategori rendah. Sedangkan internal locus of control 23,8% remaja pada kategori tinggi, 57,1% kategori sedang, dan 19% internal locuf of control pada kategori rendah. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa kemandirian dapat memprediksi resiliensi diperoleh jumlah sebesar 0,758, sedangkan internal locus of control dapat memprediksi resiliensi diperoleh jumlah sebesar 0,667 Serta kemandirian dan internal locus of control secara bersama-sama dapat memprediksi resiliensi pada remaja panti asuhan diperoleh jumlah sebesar 0,760 dimana semakin tinggi kemandirian dan internal locus of control maka semakin tinggi resiliensi yang dimiliki oleh remaja panti asuhan. Saran dari penelitian ini adalah untuk remaja panti asuhan diharapkan untuk tetap selalu berpikir positif terkait tinggal di panti asuhan dan dan bagi remaja yang memiliki resiliensi yang rendah diharapkan untuk meningkatkan lagi pikiran yang positif mengenai kemampuan yang dimiliki sehingga akan lebih mudah dalam mengatasi permasalahan yang terjadi pada dirinya. Bagi pengasuh panti diharapkan untuk tetap semangat dalam memberikan kasih sayang kepada anak dan remaja meskipun dengan jumlah mereka yang cukup besar, agar mereka tetap bersikap terbuka dalam setiap menghadapi masalah. dan saran bagi peneliti selanjutnya dapat lebih mencermati faktor-faktor lain seperti faktor resiko, dukungan keluarga, pola asuh, harga diri, bakat. Serta peneliti selanjutnya dapat menggunakan metode lainnya seperti penelitian eksperimen dan kualitatif, menambahkan variabel penelitian, menggunakan sampel yang lebih banyak, dan memperbaiki alat ukur yang digunakan sehingga informasi dapat tergali secara mendalam

    Strategi pembelajaran dalam pembelajaran berbahasa pada anak autis di sekolah inklusi sembersari 2 Malang tahun ajaran 2017/2018

    No full text
    ABSTRAKKata-kata kunci:strategipembelajaran, pembelajaranberbahasa, anakautis, sekolahinklusiPendidikaninklusisebagaisistemlayananpendidikan yang mengikutsertakananakberkebutuhankhususbelajarbersamadengananaksebayanya di sekolahreguler yang terdekatdengantempattinggalnya.Penelitianinimengkajibagaimanastrategipembelajaran yang digunakan guru padapembelajaranberbahasa yang meliputiperencanaan, pelaksanaandanjugapenilaianpadaanakautis diSekolahInklusiSumbersari 2 Malang. Tujuanpenelitianiniadalahmendeskripsikanpembelajaranberbahasadi SekolahDasarNegeriInklusiSumbersari 2 Kota Malang padatahunajaran 2018/2019 yang meliputiperencanaan, pelaksanaan, danpenilaianterhadapstrategipembelajaran yang mencakupketerampilanberbahasaanakautisyaknimenyimak, berbicara, membacadanmenulis. Penelitianinimenggunakanpendekatankualitatifdenganjenispenelitianstudikasus. Sampel data adalah guru yang berada di sekolahinklusi. Objek yang ditelitiyaituStrategipembelajarandalampembelajaranberbahasapadaanakautis. Teknikpengumpulan data digunakanobservasi, wawancaradanjugadokumentasi. Padasetiaphasilwawancara di deskripsikansesuaidengantujuanpenelitian. Data hasildianalisissecaradeskriptifkualitatifdenganmenyesuaikanjenis data. Langkah-langkahanalisismeliputi: Tahappenelitianyakni, tahappersiapan, tahappelaksanaan, dantahapakhir. Hasilpenelitianmenunjukanbahwastrategipembelajarandalampembelajaranberbahasapadaanakautis di SekolahInklusiSumbersari 2 Malang secaraumumsesuaidenganrencanapelaksanaanpembelajaran. Namun, perluadapenyesuaianindividu program padaanakberkebutuhankhususterutamapadaanakautis yang memilikiganguankomunikasi, interaksisosial, danperilaku yang kondisinyaterkadangberubah-ubah. Dalampenyesuaianindividu program saatmenyampaikanmateri, guru telahmelakukan PBI sesuaidenganperencanaan yang sesuaidengan RPP. Strategipembelajaran di Sekolahinklusimemilikiperbedaanpadapenempatantempatdudukanakbekebutuhankhusus yang lebihdidekatkandengan guru agar pesertadidikdapatterpantauoleh guru, menempatkan peseta didik di tempat yang terjangkaudenganevakuasi guru saatkondisianakmulaiberubahdanberpotensimerubahkondisikelasreguler, menurunkanstandartpenilaianberdasarkanindikatoruntukanakberkebutuhankhusus. Dalampelaksanaan PBI guru dibantuseorang guru pembantu (Shadow teacher), sehingga guru dalampelaksanaanpembelajarandapatmenyesuaikankondisiindividupesertadidik. Hal inimembuktikanbahwa di kelasinklusistrategipembelajarandalampembelajaranberbahasa guru menggunakanstrategikhusus yang menyesuaikankarakteristik individual pesertadidik. Dalampenilaianpembelajaran di SekolahInklusi, meliputipeniliansikap, pengetahuan, danketerampilansebagaimana yang ditegaskandalamperencanaanpembelajaran

    Analysis of Moral Message in “Buzz” Album by Niki Zefanya

    Get PDF
    ABSTRACT: This study explores the moral messages found in the lyrics of the Buzz album by Niki Zefanya, an Indonesian singer who writes and performs in English. The album contains 13 songs, each filled with emotional and reflective content that offers listeners insights into life, relationships, and personal growth. This research employs a qualitative method with a moral criticism approach to analyse how Niki communicates values such as empathy, resilience, and self-awareness through figurative language and storytelling. The data were collected by carefully listening to each song while reading the lyrics and examining the feelings or conditions of the author when writing the song. The collected data were analysed using Narrative Analysis for Moral Values, identifying stories, emotions, and cultural contexts within the lyrics to uncover and categorize moral themes. The findings show that, although the messages are not stated directly, they can be felt and understood through careful interpretation. This study aims to help listeners, especially non-native English speakers, understand the deeper meanings behind English song lyrics and encourage more thoughtful listening experiences. Keywords: Buzz album, Niki Zefanya, moral message, song analysis   DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.1825347

    ANALYSIS OF MORAL MESSAGE IN "BUZZ" ALBUM BY NIKI ZEFANYA

    Get PDF
    This final report explores the moral messages found in the lyrics of the Buzz album by Niki Zefanya, an Indonesian singer who writes and performs in English. The album contains 13 songs, each filled with emotional and reflective content that offers listeners insights into life, relationships, and personal growth. This research employs a qualitative method with a moral criticism approach to analyse how Niki communicates values such as empathy, resilience, and self-awareness through figurative language and storytelling. The data were collected by carefully listening to each song while reading the lyrics and examining the feelings or conditions of the author when writing the song. The collected data were analysed using Narrative Analysis for Moral Values, identifying stories, emotions, and cultural contexts within the lyrics to uncover and categorize moral themes. The findings show that, although the messages are not stated directly, they can be felt and understood through careful interpretation. This study aims to help listeners, especially non-native English speakers, understand the deeper meanings behind English song lyrics and encourage more thoughtful listening experiences

    PESAN DAKWAH PADA KOMUNIKASI TRADISI POJHIAN HODO DI SITUBONDO

    No full text
    This paper discusses cultural communication in the Pojhian Hodo tradition. The Pojhian Hodo tradition is the tradition of asking for rain of mercy and also asking for safety. By using a hymn, as well as music and dance. The local people carry out this tradition as a form of respect for their ancestors or ancestors, who have cleared the forest in the area to make it into the Pariopo hamlet. The research method used is descriptive qualitative. namely describing the conditions or symptoms and phenomena that occur in the field which is called Field Research. So it was from here that the author conducted research and went straight into the field to see the condition of the people, even though he did not see the Pojhian Hodo tradition firsthand. From the results of the study, the da’wah messages contained in the Pojhian Hodo tradition, namely the discovery of the values of faith, shari’ah and morals. The tradition carried out by the people in Pariopo Hamlet while carrying out this tradition is an Islamic activity and does not come out of Islamic teachings with the characteristics of the Wali Songo teachings. With the Pojhian Hodo tradition, it is also a way for the people in Pariopo hamlet to strengthen their faith and worship. Indeed, there is no god but Allah and the Prophet Muhammad is the Messenger of Allah. In addition, this tradition is used as entertainment for the community. The aim is for this culture to become part of the life of the Pariopo people which they have lived for generations

    Inovasi Sistem Pembelajaran PAI Berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo

    No full text
    Abstract: The existence of this paper is to examine the Higher Order Thinking Skills (HOTS) applied at the Nurul Jadid Islamic Boarding School through a learning system that is internalized in the form of activities, programs and habituation patterns in Islamic boarding schools as an effort to shape the character of students, develop knowledge, insight, increase motivation , positive thinking, creative, critical and independent behavior. The method used in this research is qualitative research with a case study approach. Data collection techniques were carried out by interviews, observations and documentation. In this study the author intends to reveal how the PAI learning system based on Higher Order Thinking Skills (HOTS) is implemented at the Nurul Jadid Islamic boarding school. The results of this study are: Higher Order Thinking Skills (HOTS) Based Higher Order Thinking Skills (HOTS) Based PAI Learning System Innovations at the Nurul Jadid Paiton Islamic Boarding School, Probolinggo through habituation patterns, doctrinal patterns, Furudhul 'Ainiyah development, and organizational culture patterns

    Enforcement Against Extraordinary Members (ALB) of Notaries Who Violate the Notary Code of Ethics

    Get PDF
    The Notary Code of Ethics is a set of rules that are enforced and obeyed by notaries, used as guidelines for all notaries regarding what they should do, and at the same time guarantee the quality of notaries' conduct in the eyes of the public. Notaries who violate the provisions of the code of ethics will damage the reputation of the notary profession in the eyes of the public. The Indonesian Notary Association (INI) has three types of members: Regular Members, Extraordinary Members, and Honorary Members. To become a member of the INI association, prospective notaries must meet the requirements of a bachelor's degree in Law and a Notary Education/Specialized Notary Education diploma, and have passed the ALB selection process conducted by the INI as an official member of the INI organization. Once they have passed the ALB Notary exam and become members of INI, ALB Notaries must undergo an internship at a Notary office with the requirement of having served as a Notary for a minimum of 5 (five) years and having drafted at least 100 (one hundred) deeds. The internship must be completed as a prospective Notary for a consecutive period of 24 (twenty-four) months. During the internship period, the ALB Notary must already adhere to the Notary Code of Ethics since they are already a member of the INI organization. However, under the provisions of the Notary Code of Ethics, the ALB Notary is not included among those required to comply with the Notary Code of Ethics. The Notary Code of Ethics is only mandatory for those who have already assumed the position of Notary. Therefore, there is still a legal loophole for ALB Notaries if they engage in actions that violate the Notary Code of Ethics. The author used normative legal research in this study. A legislative approach and a conceptual approach were used in this study. The purpose of this study is to analyze and understand the handling of ALB Notaries who violate the Notary Code of Ethics

    Implementasi manajemen sekolah dalam mewujudkan budaya religius di SMP Nurul Jadid Paiton Probolinggo

    Get PDF
    INDONESIA: Dunia pendidikan yang ada pada saat ini hampir tidak ada perbedaan antara sekolah umum dengan sekolah berbasis Agama Islam, dilihat dari guru dan pegawainya sebagai stakeholders di sebuah lembaga pendidikan tersebut. Lembaga pendidikan Islam tidaklah lengkap ketika pengetahuan tentang keagamaan para pendidik (guru) dan pegawai yang masih minim.Budaya religius dalam suatu lembaga pendidikan sangat perlu ditekankan, sekalipun itu lembaga pendidikan berbasis Islam. Karena budaya religius adalah sekumpulan nilai agama yang melandasi perilaku, tradisi, kebiasaan, dan simbol-simbol yang dipraktikkan guru sebagai tenaga pendidik di Sekolah Islam. Budaya religius merupakan cara berfikir dan bertindak warga sekolah yang didasari atas nilai-nilai religius (keberagaman). Disinilah letak peran penting manajemen yang menjadi tanggung jawab kepala sekolah sebagai manajer dalam meningkatkan profesionalisme guru pada bidang keagamaan. Budaya religious dalam suatu lembaga masih pendidikan masih harus ditekankan, meskipun lembaga pendidikan tersebut berbasis Islam. Tujuan penelitian ini adalah untuk; (1) mengetahui bagaimana budaya religius yang di kembangkan di SMP Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, (2) mengetahui bagaimana strategi manajemen sekolah dalam membangun budaya religius di SMP Nurul Jadid Paiton, Probolinggo. Untuk mencapai tujuan di atas, digunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis pendekatan deskriptif. Ada tiga teknik pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian ini yaitu: observasi, wawancara (interview), dan dokumentasi. Penulis disini berperan sebagai pengamat dalam observasi. Sedangkan untuk analisis data penulis menggunakan berbagai teknik pengumpulan data, yaitu dari banyak data yang terkumpul dari catatan lapangan, wawancara dandokumentasi. Kemudian dikelompokkan dan diorganisasikan sehingga dapat menjawab rumusan masalah yang dirumuskan oleh peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) budaya religius yang dikembangkan di SMP Nurul Jadid Paiton Probolinggo adalah: (a) Sholat sunnah dhuha, (b) Pembacaan rotibul haddad (dzikir), (c) Tadarus Al-Qur’an, (d) Sikap ramah (senyum, salam, dan sapa). (2) strategi manajemen sekolah dalam membangun budaya reigius di SMP Nurul Jadid Paiton Probolinggo adalah: (a) Salingkomunikasi, (b) adanyapembiasaan, (c) Peringatanharibesar Islam, (d) Furudul ‘ainiyah ENGLISH: schools with Islam school, seen from teachers and employees as stakeholders in an educational institution. Islamic educational institution is not complete when the knowledge of religious educators (teachers) and employees are minimal. The religious culture in an educational institution should be emphasized, though the Islamic education institutions. Because the religious culture is a set of religious values that underlie behavior, traditions, customs, and symbols practiced teachers as educators in the School of Islam. The religious culture is a way of thinking and acting of school community which is based on religious values (diversity). Herein lies the critical role of management is the responsibility of the school principal as a manager in improving the professionalism of teachers in the religious. The religious culture in an educational institution still remains to be emphasized, despite the Islamic education institutions. The purpose of this study was to; (1) know how religious culture that was developed in SMP NurulJadidPaiton, Probolinggo, (2) find out how the school management strategy in building a religious culture in SMP NurulJadidPaiton, Probolinggo. To achieve the above objective, qualitative research approach was used with this type of descriptive approach. There were three data collection techniques used in this study namely: observation, interview (interview), and documentation. The author here acts as observer in the observation. As for the data analysis the author used a variety of data collection techniques, namely of a lot of data collected from field notes, interview and documentation. Then grouped and organized so as to answer the problem formulation formulated by researcher. The results showed that; (1) religious cultures developed in SMP NurulJadidPaitonProbolinggo were: (a) sunnah prayer of Duha, (b) Reading rotibulhaddad (dhikr), (c) Reading Qur'an, (d) a friendly attitude (smile, greetings). (2) Management strategies to develop a culture of religious schools in SMP NurulJadidPaitonProbolinggo were: (a) Mutual communication, (b) habituation, (c) Appreciation of Islamic holidays, (d) Furudul 'ainiyah

    Optimalisasi Adidaya Pemerintah Desa dalam Pemberdayaan Masyarakat dan Penyuluhan Kripik Pelepah Pisang (Studi Kasus Desa Pakel Kecamatan Licin Kabupaten Banyuwangi)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peranan pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat salah satunya yakni dengan memperjuangkan kembali lahan yang dikuasai oleh pihak lain yang merugikan masyarakat setempat. Dukungan pemerintah sangat mempengaruhi perjuangan masyarakat dalam memenuhi hak- hak yang seharusnya dikelola sendiri oleh masyarakat, kebijakan dan keputusan yang diterapkan akan mempengaruhi hasil dari pejuangan yang dilakukan tersebut. Metode penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian desktiptif analitik. Data diambil melalui proses wawancara, studi pustaka, dokumentasi dan observasi. Perjuangan masyarakat yang tidak kunjung usai membuat perekonomian masyarakat menjadi terganggu, lahan yang awalnya dikelola oleh masyarakat sekarang dikuasai oleh pihak lain. Masyarakat yang bekerja di perkebunan tersebut diberhentikan karena ikut dalam perjuangan kepemilikan lahan. Untuk membantu perekonomian masyarakat khususnya di bidang kewirausahaan penulis mengadakan penyuluhan kripik pelepah pisang dalam menciptakan usaha mandiri masyarakat. Penulis berinisiatif untuk meracycle pelepah pisang yang tidak dimanfaatkan masyarakat menjadi kripik yang enak untuk dikonsumsi. Penyuluhan ini bertujuan untuk membantu masyarakat berinovasi menciptakan produksi baru yang dapat menarik konsumen dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. This study aims to describe the role of the government in community empowerment, one of which is by fighting for land controlled by other parties which is detrimental to the local community. Government support greatly influences the struggle of the community in fulfilling the rights that should be managed by the community themselves, the policies and decisions that are implemented will affect the results of the struggle carried out. This research method is a type of qualitative research. The type of research used in this research is descriptive analytic research. The data were collected through the process of interviews, literature study, documentation and observation. The people's struggle that never ends has disturbed the community's economy, the land that was originally managed by the community is now controlled by other parties. The people working on the plantations were dismissed for taking part in the struggle for land ownership. To help the community's economy, especially in the field of entrepreneurship, the writer held counseling on banana leaf chips in creating community independent businesses. The author took the initiative to recycle banana leaf that are not used by the public into delicious chips for consumption. This counseling aims to help people innovate to create new products that can attract consumers and have high economic value
    corecore