1,721,539 research outputs found

    PENGEMBANGAN MODEL EVALUASI DIRI UNTUK PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

    No full text
    Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mencari model yang akurat, sederhana ,, mudah diterapkan, dan sesuai dengan standart Penelitian Nasional guna melakukan Evaluasi diri Sekolah, agar dapat meningkatkan mutu pendidian secara mikro,maesso, dan makro. Jenis penelitian merupakan jenis penelitian Research and development (RD), dengan melibatkan Stakeholder sekolah seperti : Guru, Kepala Sekolah, LPMP, Komite Sekolah, Dinas Pendidikan Kabupaten, dan para pakar pendidikan. Scope penelitian pasa area Kabupaten. Metode yang digunakan dengn menggunakan wawancara, dokumentasi, dan masukan dari Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan tingkat Provinsi, pengumpulan data dengan instrument EDS. Hasil penelitian dalam EDS hendaknya menggunakan (1) model pengembangan diri sekolah yang praktis, mengacu pada stnadar penilaian nasional, (2) Hasil EDS dapat dipergunakan sebagai dasar penyusunan RAPBS, pengambil kebijaksanaan dalam perencanaan bagi Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota/Provinsi dan Pemerintah Daerah, (3) pelaksanaan EDS melibatkan Stakeholder Sekolah, Dinas Vertikal , dan Horisontal, (4) Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota hendaknya membuat anggaran dana untuk sosialisasi EDS, waktu pelaksanaan EDS diatur yang baik jangan bertumbukan dengan kegiatan sekolah, dan model pengembangan EDS berdasar model yang fleksibel, sistematis, dapat mudah diterapkan.Kata kunci : Model Evaluasi Diri, Instrumen, Sosialisasi

    Menertawakan Mahasiswaku Kiat Menuju Sukses

    No full text
    Buku kategori motivasi yang berjudul Menertawakan Mahasiswaku Kiat Menuju Sukses merupakan karya dari Makruf Maryadi Siregar dalam menjalankan tugas sebagai birokrat dan sebagai akademisi. Kisah mahasiswa meraih sukses pada buku MENERTAWAKAN MAHASISWAKU, Kiat Menuju Sukses dapat dijadikan contoh bagi kita semua. Itulah mungkin makna yang tersirat pada buku ini

    Pengaruh Ukuran Benin Kedelai (Clycine max L. Merrill) Terhadap Pertumbuhan Kecambah

    Full text link
    RINGKASAN Maryadi, 3 201 95 1263, Pengaruh Ukuran Benih Kedelai (Glycine max L. Merrill) terhadap Pertumbuhan Kecambah dengan pembimbing Hj. Rini Budi Hastuti dan Enna Prihastanti. Kedelai (Glycine max) merupakan tanaman pangan yang telah lama diusahakan di Indonesia. Kedelai telah lama dikenal masyarakat Indonesia sebagai bahan makanan dan unnunnya diolah sebagai lauk-pauk seperti tempe, tahu, dan icecap. Selain itu kedelai juga sebagai bahan balm makanan temak dalam pembuatan korisentrat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ukuran benih terhadap pertumbuhan kecambah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan 0.ktober 2000 sampai Januari 2001 di Laboratorium Biologi Struktur dan Fungsi Tumbuhan Jurusan Biologi FMIPA Universitas Diponegoro. Rancangan' yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan ukuran benih 0,3 cm; 0,4 cm dan 0,5 cm dengan 6 kali ulangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Anova pada taraf uji 5% dan bila ada perbedaan dilanjutkan dengan menggunakan uji Duncan pada tarafuji 5%. Hashl penelitian menunjukkan ukuran benih kedelai tidak berpengaruh terhadap panjang hipokotil, panjang radikula dan persentase perkecambahan namun berpengaruh terhadap berat basah dan berat kering kecambah. Benih dengan ukuran 0,5 cm menghasilkan berat kering kecambah kedelai yang paling ti nggi

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
    corecore