1,720,963 research outputs found

    Analisis Isi Pesan pada Tayangan TV (Content Analysis pada Tayangan Uje Udin Trans 7)

    Full text link
    Setelah melakukan penghitungan dengan dibantu dua hakim koder, maka dapat diketahui dari bahwa pesan dakwah yang paling dominan dalam tayangan ini adalah pesan Fiqh dengan perolehan data sebanyak 17%, diikuti pesan Syariah sebanyak 8% dan diikuti tarbiyah dengan perolehan pesan dakwah terbanyak yaitu 50% sesuai dengan kesepakatan kedua hakim koder

    Aplikasi Tingkat Kepuasan Mahasiswa Terhadap Layanan Administrasi Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Bengkulu

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk membuat aplikasi yang dapat dijadikan tolak ukur dalam tatakelola institusi terutama tatakelola fakultas teknik dalam hal melakukan pelayanan terhadap mahasiswa, subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa aktif fakultas teknik yang terdiri dari program studi informatika dan program studi sistem informasi. Dengan adanya penelitian ini diharapkan stakeholder yang ada di fakultas teknik menyadari betapa pentingnya mengutamakan pelayanan terhadap mahasiswa sebab keberhasilan suatu fakultas khususnya program studi sebagai unit kerja pada perguruan tinggi salah satunya ditentukan oleh mutu pelayanan yang diberikan kepada mahasiswa. Untuk mengetahui mutu pelayanan yang diberikan kepada mahasiswa adalah dengan cara melakukan evaluasi, salah satu cara evaluasi yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pengukuran tingkat kepuasan mahasiswa terhadap layanan yang di berikan oleh fakultas terutama oleh program studi dan tata usaha.Kata Kunci : Penelitian, Aplikasi, Informasi, IKM

    PENERAPAN FIREWALL BERBASIS MIKROTIK DALAM OPTIMALISASI JARINGAN DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN: Pengoptimalan Dalam Jaringan

    No full text
    Internet memiliki peran yang sangat penting dalam berbagai bidang kehidupan, khususnya dalam dunia pendidikan sebagai sarana pendukung proses belajar mengajar yang lebih efektif dan efisien. Sebagai upaya untuk mewujudkan peran tersebut, penelitian ini bertujuan mengoptimalkan kinerja jaringan internet di SMK Negeri 1 Kota Bengkulu dengan menerapkan konfigurasi firewall berbasis Layer 7 Protocols pada perangkat MikroTik. Permasalahan yang dihadapi meliputi akses bebas ke konten non-edukatif, kestabilan jaringan yang kurang optimal, dan kurangnya kontrol trafik pengguna. Tahap penelitian yang dilakukan pada penelitian ini dari analisis kondisi jaringan, perancangan topologi baru, implementasi firewall Layer 7, serta pengujian performa jaringan. Hasil implementasi menunjukkan peningkatan signifikan pada kecepatan akses internet, dari 1,6 Kbps menjadi 5 Mbps per pengguna. Selain itu, firewall berhasil memblokir 25 situs yang tidak mendukung proses pembelajaran. Fitur Layer 7 Protocol memungkinkan penyaringan trafik berdasarkan pola konten dan aplikasi sehingga akses internet menjadi lebih selektif dan aman. Pengujian dilakukan dengan pengamatan langsung serta pengukuran kecepatan menggunakan Speedtest. Temuan ini membuktikan bahwa penerapan firewall Layer 7 efektif dalam memfilter konten negatif sekaligus meningkatkan efisiensi dan keamanan jaringan. Dengan demikian, sistem ini mendukung terciptanya lingkungan belajar digital yang optimal, aman, dan kondusif di sekolah

    Revitalisasi Teknologi Informasi pada Sistem Informasi Kepegawaian Universitas Muhammadiyah Bengkulu Menggunakan COBIT 4.1

    Full text link
    Information technology greatly influences personnel activities in particular and is currently one of the resources in universities to manage data well, increase effectiveness and efficiency in the service process. This research aims to measure the maturity level of personnel information system governance, especially the Delivery and Support domain. This measurement method uses Cobit (Control Objective for Information and Related Technology). Calculation of the maturity level of selected processes based on the Bengkulu Muhammadiyah University Strategic Plan was carried out by analyzing based on the level of importance of the personnel information system, questionnaire identification was carried out using the Raci Chart. With this research, it is known that the maturity level of personnel information system governance is at maturity level 2, to be used as a recommendation for adjustments to increase to level

    A WEB SERVICE APLIKASI FEEDER DENGAN LIBRARY NUSOAP UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BENGKULU

    No full text
    Research carried out at Muhammadiyah University of Bengkulu is developing a web service with the nusoap library which can interoperate with feeder applications for integrating academic report data. By developing web services, academic reporting can be made easier and the development of existing academic information systems easier. The web service that has been developed by researchers can currently do several things, namely the web service logs into the feeder, lists the tables in the feeder, views each table with the GetRecordSet request, views GetDictionary, GetRecord, imports new student data and KRS with the InsertRecordSet request and Update student grades with the UpdateRecordSet request. &nbsp

    MANAJEMEN ASET TETAP PADA PEMERINTAH KABUPATEN BENGKULU TENGAH

    No full text
    Perspektif manajemen aset merupakan aspek yang penting, tetapi relatif diabaikan dari aspek manajemen di berbagai daerah. Manajemen aset seringkali merupakan salah satu opsi terakhir untuk memaksimalkan penghematan biaya dalam ekonomi global yang kompetitif karena kompleksitas intrinsiknya, terutama di banyak negara berkembang. Kabupaten Bengkulu Tengah sebagai salah satu pemerintahan kabupaten di Indonesia dalam menjalankan kegiatan operasional pemerintahan memiliki sejumlah aset, baik aset tetap maupun aset tidak tetap saat ini masih dihadapkan beberapa kendala. Rumusan masalah penelitian adalah: (1) bagaimana perencanaan kebutuhan dan penganggaran aset tetap pada Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkulu Tengah? (2) bagaimana penggunaan aset tetap pada Pemerintahan Daerah Kabupaten Bengkulu Tengah? (3) bagaimana pengamanan dan pemeliharaan aset tetap pada Pemerintahan Daerah Kabupaten Bengkulu Tengah? dan (4) bagaimana penatausahaan aset tetap pada Pemerintahan Daerah Kabupaten Bengkulu Tengah? Tujuan umum penelitian adalah untuk mengetahui manajemen aset tetap pada Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah, tujuan penelitian secara khusus adalah untuk: (1) mengetahui perencanaan kebutuhan dan penganggaran aset tetap pada Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkulu Tengah, (2) mengetahui penggunaan aset tetap pada Pemerintahan Daerah Kabupaten Bengkulu Tengah, (3) mengetahui penatausahaan aset tetap pada Pemerintahan Daerah Kabupaten Bengkulu Tengah dan (4) mengetahui pengamanan dan pemeliharaan aset tetap pada Pemerintahan Daerah Kabupaten Bengkulu Tengah. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif yang dianalisis dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Informan penelitian yang ditentukan secara purposive sebanyak 6 orang, sedangkan analisis data secara kualitatif bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis manajemen aset tetap pada Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah dengan tahapan-tahapan dari Miles & Huberman Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen aset Pemerintahan Daerah Kabupaten Bengkulu Tengah yang meliputi perencanaan kebutuhan dan penganggaran, penggunaan, penatausahaan, pemeliharaan dan pengamanan secara umum telah dikelola secara tertib dan sesuai dengan aturan. Hal ini ditunjukkan dengan telah dilaksanakannya sebagian besar kegiatan-kegiatan dalam perencanaan kebutuhan dan penganggaran, penggunaan, penatausahaan, pemeliharaan dan pengamanan. Namun demikian, masih terdapat beberapa kendala untuk meningkatkan manajemen aset, misal pada kegiatan perencanaan kebutuhan dan penganggaran belum adanya aturan terkait standarisasi sarana dan prasarana kerja pemerintah. Kegiatan penggunaan, belum adanya aturan terkait dengan ganti rugi dan sanksi terhadap penggunaan barang daerah yang melanggar aturan. Terakhir pada kegiatan pemeliharaan dan pengamanan, pemda belum melakukan inventarisasi atau sensus barang milik daerah minal 5 tahun sekali untuk mengetahui kondisi barang yang sebenarnya secara lebih detail. Mengingat aset, khususnya aset tetap merupakan bagian terbesar dari neraca pemda, maka sangat wajar jika Pemda Kabupaten Bengkulu Tengah ekstra fokus terhadap kendala�kendala ini. Kesimpulan penelitian ini bahwa manajemen aset Pemerintahan Daerah Kabupaten Bengkulu Tengah yang meliputi perencanaan kebutuhan dan penganggaran, penggunaan, penatausahaan, pemeliharaan dan pengamanan secara umum telah dikelola secara tertib dan sesuai dengan aturan. Hal ini ditunjukkan dengan telah dilaksanakannya sebagian besar kegiatan-kegiatan dalam perencanaan kebutuhan dan penganggaran, penggunaan, penatausahaan, pemeliharaan dan pengamanan. Namun demikian, masih terdapat beberapa kendala yang harus diperhatikan Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkulu Tengah. Saran yang dapat diberikan untuk perbaikan pelaksanaan manajemen aset tetap di Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah yaitu: (1) Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah hendaknya melaksanakan kegiatan inventarisasi barang milik daerah 1 (Satu) tahun sekali secara serentak untuk memperbaharui data aset agar permasalahan aset yang terjadi bisa dituntaskan, (2) Membuat Peraturan Bupati mengenai standarisasi sarana dan prasarana kerja pemerintah sehingga Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkulu Tengah memiliki standar yang baku dalam melaksanakan pembangunan fisik (bangunan dan gedung) dan Pembelian peralatan dan mesin contohnya kendaraan dinas, dan (3) Meningkatkan pengamanan terhadap Aset atau Barang Milik Daerah terutama pengamanan secara fisik karena belum seluruhnya bangunan dan gedung milik Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah memiliki pagar pembatas dan secara hukum belum sepenuhnya tanah milik Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah memiliki sertifikat. Kata Kunci: Manajemen Aset, Perencanaan Kebutuhan dan Penganggaran, Penggunaan, Penatausahaan, Pemeliharaan dan Pengamanan i

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Robustness Analysis of QR – Code Based and Geolocation Based Attendance System

    Full text link
    The use of QR-code and GPS technology in the attendance system also has several advantages, such as making the attendance process easier for students, monitoring employee attendance accurately and efficiently, and improving the quality of student work.  Therefore, it is important to compare the efficiency of the QR-code attendance method with Geolocation to find out which technology is more effective and efficient in improving the attendance system. In this research the author used the K-means Clustering method.  The K-means method is a non-hierarchical data grouping method that attempts to partition existing data into two or more 13 groups.  This method partitions data into groups so that data with the same characteristics is included in other groups. The research results show that Cluster 1 has a centeroid that is close to the QR Code features (3,4,4), namely moderate efficiency in application implementation, relatively high ease of use, and system robustness with high data accuracy.  Cluster 2 has a centeroid with Geolocation features (3,3,3), namely moderate efficiency and flexibility, moderate ease of use, and system robustness with moderate data accuracy. Thus, after obtaining comparison results between QR code and Geolocation in the lecture attendance process, researchers can recommend the best system to use in terms of user aspects and needs.  If the user needs a presence system that prioritizes ease of use and robustness of the system, the user is suited to using the QR-Code system because the usability and durability aspects are relatively high. Meanwhile, if the user prioritizes efficiency and flexibility in the process, it is best to use a presence system in the form of Geolocation, because the results of this research show that the efficient aspect of Geolocation is highe
    corecore