1,722,152 research outputs found

    UNSUR KARAKTER CERITA RAKYAT SI MARDAN

    Full text link
    Tujuan penelitian ini ingin mendeskripsikan unsur karakter yang unggul pada tokoh cerita  Si Mardan dan unsur karakter yang gagal pada tokoh cerita  Si Mardan. Metode penelitiannya adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan datanya sesuai teknik studi dokumen dan wawancara. Objek penelitiannya adalah cerita rakyat Si Mardan yang terdapat dalam teks karangan Sahril. Hasil penelitian ini terdapat sembilan unsur karakter cerita rakyat Si Mardan yang berfungsi sebagai prasarana didaktis dalam cerita rakyat Melayu. Unsur karakter bangsa yang terdapat dalam cerita rakyat Si Mardan secara umum yakni (1) nilai kejujuran, (2) nilai toleransi (3) nilai disiplin (d) nilai kerja keras,  (5) mandiri, (6) nilai rasa ingin tahu, (7) nilai cinta tanah air (8) nilai bersahabat, dan (9) romantis; dan sebagai unsur karakter yang unggul pada tokoh cerita  Si Mardan adalah karakter kejujuran dan disiplin sebagai pilar pembangunan karakter dan pendidikan bangsa. Cerita rakyat Si Mardan sebagai anak durhaka adalah kisah palsu yang disengaja dikisahkan anak yan tidak  berketaatan.  Unsur karakter unggul yang dimiliki Si Mardan adalah unsur karakter bangsa yang bersifat jujur dan disiplin

    PERANAN SULTAN MARDAN ALI DI KESULTANAN BUTON : 1647 -1654

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil Sultan Mardan Ali, mengetahui peranan Sultan Mardan Ali terhadap Kesultanan Buton pada tahun 1647-1654, serta untuk mengetahui penyebab Sultan Mardan Ali bekerja sama dengan Kompeni Belanda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah menurut Kuntowijoyo dengan tahapan-tahapan sebagai berikut: (1) pemilihan topik; (2) pengumpulan sumber; (3) verifikasi sumber; (4) interpretasi sumber; (5) historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sultan Mardan Ali atau La Cila lahir pada 5 hari bulan Maulid 980 Hijriah tahun 1573 M. Sebelum menjadi sultan, Mardan Ali menjabat sebagai Kapitalau atau panglima wilayah Timur Kesultanan Buton. Mardan Ali dilantik menjadi Sultan Buton ke-8 oleh Bhonto Siolimbona pada tahun 1647 dengan gelar Sultan Mardan Ali. Peranan Sultan Mardan Ali dalam Kesultanan Buton meliputi bidang politik, ekonomi, dan pemerintahan. Sultan Mardan Ali juga melakukan hubungan kerja sama dengan Belanda. Sultan Mardan Ali bekerja sama dengan bangsa Belanda sebab Sultan ingin melakukan pemulihan hubungan antara Buton dengan VOC yang sebelumnya kurang baik melalui perantara Sultan Ternate.&nbsp

    Nasrat Mardan

    No full text

    Cultura pomilor : după clima, poziţia şi solul grădinei

    Full text link
    Cultura pomilor : după clima, poziţia şi solul grădinei / de Ieronim Mardan. - Sibiiu : Editura Asociaţiunii "Astra", 1931. - 80 p. : il. ; 17 cm. - (Biblioteca poporală a Asociaţiunii "Astra" ; Nr. 190

    Hikayat Shah Mardan as a Sufi Allegory

    No full text
    Braginsky V. I. Hikayat Shah Mardan as a Sufi Allegory. In: Archipel, volume 40, 1990. pp. 107-135

    Analisis Varian Teks Naskah Si Mardan Kajian: Filologi

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan menganalisis varian teks naskah Si Mardan melalui pendekatan filologi. Naskah Si Mardan sebagai karya sastra klasik memiliki nilai historis tinggi, namun keberadaan multiple versi menimbulkan variasi tekstual yang perlu dikaji mendalam. Metode penelitian menggunakan filologi dengan teknik kritik teks, meliputi inventarisasi naskah, kolasi teks, dan analisis stemmatologi untuk merekonstruksi hubungan genealogis antar naskah. Data primer berupa naskah-naskah Si Mardan dari berbagai perpustakaan dan koleksi pribadi. Hasil penelitian menunjukkan lima kategori varian teks: ortografi, leksikal, sintaksis, semantik, dan struktural. Varian ortografi paling dominan, mencerminkan perbedaan tradisi penulisan dan periode penyalinan. Analisis stemmatologi menghasilkan pohon silsilah naskah dengan tiga tradisi utama penyalinan. Temuan memberikan kontribusi signifikan terhadap pemahaman tradisi pernaskahan sastra klasik dan menyediakan dasar edisi kritis naskah Si Mardan. &nbsp

    Cultura pomilor : după clima, poziţia şi solul grădinei

    Full text link
    Cultura pomilor : după clima, poziţia şi solul grădinei / de Ieronim Mardan. - Sibiu : Editura Asociaţiunii "Astra", 1939. - 116 p. : il., tab. ; 17 cm. - (Biblioteca poporală a Asociaţiunii "Astra" ; Nr. 254-255

    Ethnobotanical study of Jahangir abad, District Mardan

    No full text
    The traditional utilization of medicinal plants in healthcare performs and providing indication to new areas of research and hence its importance is now well recognized. However, information on the uses of indigenous plants for medicine is not well documented from many rural areas of Pakistan including district Mardan. The present studies were aimed to explore the ethnomedicinal profile and conservation status of threatened flora of Jahangir abad. The study area is located in the district Mardan, Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan, contains more than 90 species directly used by local communities. Of these plants, 51 are wild plants, 23 cultivated vegetable crops and 16 are important medicinal and economically important trees. Menta longifolia, Calotropis procera, Solanum surretense, Allium sativum and Melia azedarach had multipurpose medicinal uses. Different pathological effect and pitiless collection of medicinal plants in the area has threatened the survival of some essential and valuable medicinal plants like Dalbergia sissoo and Tamarix indica in the area of Jahangir abad

    Wawasan al-qur'an tentang malapetaka

    No full text
    Buku yang ditulis saudara Mardan ini mempunyai kekuasaan yang jarang bahkan belum pernah ditemukan ulama yang mengkaji tentang al-bala dalam al-qur'an secara pasifik-ilmiah, seperti hasil kajian ilmiah.viii, 382 hlm.; 21 c

    Ethnobotanical study of Jahangir abad, District Mardan

    No full text
    The traditional utilization of medicinal plants in healthcare performs and providing indication to new areas of research and hence its importance is now well recognized. However, information on the uses of indigenous plants for medicine is not well documented from many rural areas of Pakistan including district Mardan. The present studies were aimed to explore the ethnomedicinal profile and conservation status of threatened flora of Jahangir abad. The study area is located in the district Mardan, Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan, contains more than 90 species directly used by local communities. Of these plants, 51 are wild plants, 23 cultivated vegetable crops and 16 are important medicinal and economically important trees. Menta longifolia, Calotropis procera, Solanum surretense, Allium sativum and Melia azedarach had multipurpose medicinal uses. Different pathological effect and pitiless collection of medicinal plants in the area has threatened the survival of some essential and valuable medicinal plants like Dalbergia sissoo and Tamarix indica in the area of Jahangir abad
    corecore