198,966 research outputs found

    Dinamika Politik Muhammadiyah pada masa Kepemimpinan KH. Mas Mansur (1937-1942 M)

    No full text
    Skripsi berjudul “Dinamika Politik Muhammadiyah Pada Masa Kepemimpinan KH. Mas Mansur (1937-1942 M)” ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis: (1). Bagaimana awal masuk KH. Mas Mansur dan kiprahnya dalam organisasi Muhammadiyah? (2). Apa saja kemajuan Muhammadiyah pada era KH. Mas Mansur? (3). Bagaimana politik Muhammadiyah pada masa KH. Mas Mansur? Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian sejarah yang meliputi: heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan historis yang bertujuan mendeskripsikan peristiwa di masa lampau. Sedangkan landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori gerakan sosial politik, teori behavioralisme, dan teori kepemimpinan kharismatik. Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa: (1). Awal masuknya KH. Mas Mansur dalam Muhammadiyah tidak lepas dari pertemuannya dengan pendiri Muhammadiyah yaitu KH. Ahmad Dahlan. Pertemuan mereka terjadi sebanyak tiga kali sebelum KH. Mas Mansur bergabung dalam Muhmmadiyah. Pertemuan yang terakhir membuat KH. Mas Mansur bergabung dalam Muhammadiyah. Karir beliau di Muhammadiyah cukup penting, hingga puncaknya adalah menjadi Ketua Pengurus Besar Muhammadiyah pada 1937-1942. (2). Peran KH. Mas Mansur dalam Muhammadiyah selama kepemimpinannya juga mengalami kemajuan dalam bidang sosial, ekonomi, pendidikan, dan juga keagamaan. (3). Pada masa kepemimpinan KH. Mas Mansur, Muhammadiyah turut berpartisipasi dalam dunia politik, sehingga menimbulkan dinamika politik dalam organisasi. Partisipasi Muhammadiyah dalam politik terlihat dalam MIAI, PII, dan GAPI

    Sistem Ekonomi Dinasti Abbasiyah ( Tinjauan Historis Pada Masa Pemerintahan Khalifah Al-Mansur 95 H-159 H/714 M- 775 M)

    No full text
    Dinasti Abbasiyah yang dipelopori oleh al-Abbas Ibnu Muthalib muncul setelah tergulingnya kekuasaan dinasti Bani Umayyah, kekuasaan dinasti Abbasiyah berlangsung  dalam waktu yang amat panjang dimulai 132 (750 M) hingga 656 H (1258 M). dan dinasti inilah Islam mencapai puncak kejayaan dan kecermelangan  di segala aspeknya, seperti ilmu pengetahuan, politik, ekonomi dan bidang lainnya. Kejayaan dan kecermelangan yang telah diraih awalnya adalah berkat pembinaan dari daulah Abbasiyah itu sendiri, yaitu Abu Ja’far al-Mansur. Berbagai usaha dilakukan oleh al-Mansur untuk memajukan dan stabilitas Negara, seperti pengangkatan Wazir, membantu protocol Negara yang paling signifikan adalah pembangunan ekonomi. Dalam penelitian ini penulis mencoba memaparkan bagaimana system ekonomi yang diterapkan pada masa khalifah al-Mansur dan Implikasinya terhadap kemajuan ekonomi.               Kata Kunci : Sistem Ekonomi, Implikas

    KONTRIBUSI PEMIKIRAN ABU NASR MANSUR IBN ”˜ALI IBN ”˜IRAQ AL-JA’DI(960 M ”“ 1036 M) PADA MATERI TRIGONOMETRI

    No full text
    AbstractThis study aims to determine the contribution of the thoughts of Abu Nasr Mansur ibn 'Ali ibn 'Iraq Al-Ja'di (960 AD - 1036 AD) on trigonometric material. This research is a library research using library research data collection techniques or document review regarding Abu Nasr Mansur ibn 'Ali ibn 'Iraq Al-Ja'di. Abu Nasr Mansur is a Muslim scientist who has produced many monumental works in the fields of mathematics and astronomy. Abu Nasr Mansur is the founder of the law of sine on a plane and the law of sine of the sphere. The use of the law of sine on a flat plane in daily life based on the field is divided into two, namely in the field of civil engineering it is used to calculate building heights, calculate distances between two places and calculate aircraft heights; Meteorology is used to model cyclical trends, such as weather patterns and seasonal variations. The usefulness of the law of sine on a flat plane is used in the field of astronomy to determine the direction of prayer Qibla and prayer times.  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi pemikiran Abu Nasr Mansur ibn ”˜Ali ibn ”˜Iraq Al-Ja’di (960 M ”“ 1036 M) pada materi trigonometri. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan atau Library Research dengan menggunakan teknik pengumpulan data telaah kepustakaan atau telaah dokumen mengenai Abu Nasr Mansur ibn ”˜Ali ibn ”˜Iraq Al-Ja’di. Abu Nasr Mansur merupakan seorang ilmuan muslim yang telah menghasilkan banyak karya yang monumental dalam bidang matematika dan astronomi. Abu Nasr mansur merupakan penemu hukum sinus pada bidang datar dan hukum sinus bola. Kegunaan hukum sinus pada bidang datar dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan bidangnya dibagi menjadi dua, yaitu pada bidang ilmu teknik sipil digunakan untuk menghitung tinggi gedung, menghitung jarak antar dua tempat dan menghitung ketinggian pesawat; pada bidang ilmu meteorologi digunakan untuk memodelkan tren siklus, seperti pola cuaca dan variasi musiman. Kegunaan hukum sinus pada bidang datar digunakan pada bidang astronomi untuk menentukan arah kiblat sholat dan waktu shol

    Jihad/ Mansur

    No full text
    152 hal.; 20 m

    Dimensi Sufisme dalam pemikiran Yusuf Mansur

    No full text
    Odi Darmawan Juli; Dimensi Sufisme dalam Pemikiran Yusuf Mansur, di bawah bimbingan I: Prof. Dr. H. Asmaran As, MA. Dan pembimbig II: Dr. M. Zainal Abidin, M. Ag, pada Pascasarjana IAIN Antasari Banjarmasin, 2016. Kata Kunci: Yusuf Mansur, Sufisme, Pendidikan, Keluarga Penelitian ini bermula dari sikap masyarakat (modern) yang antipati terhadap tasawuf. Padahal tasawuf sendiri ada yang membawa pengaruh positif. Sebagaimana yang dimunculkan Al-Ghazali. Tasawuf juga memiliki peran bagi kehidupan modern yang sedang mengalami krisis makna hidup. Permasalahan kehidupan modern juga berimbas pada bidang pendidikan, seperti prilaku mencontek, berpacaran, melakukan zina, galau, pendidikan agama yang sekedar formalitas semata, komersialisasi pendidikan, dan permasalahannya lainnya. Belum lagi dampak materialisme yang merambah pada materi lembaga pendidikan Islam sehingga tasawuf menjadi kambing hitam sasaran kesalahan. Kehadiran pemikiran sufisme Yusuf Mansur sebagai solusi terhadap problematika masyarakat modern dan problem pendidikan. Yusuf berupaya membuktikan bahwa manusia yang benar-benar mendekatkan diri kepada Allah tidak akan mendapatkan kerugian di dunia apalagi di akhirat. Dari permasalahan di atas. Minimal ada dua hal yang perlu diteliti yaitu (1) apa saja dimensi sufisme dalam pemikiran Yusuf Mansur? (2) bagaimana relevansi sufisme Yusuf Mansur terhadap pendidikan karakter? Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dalam bidang sufisme. Peneliti melakukan observasi ke perpustakaan, dokumentasi serta meneliti beberapa karya Yusuf Mansur yang berkenaan dengan tasawuf. Selanjutnya hasil penelitian disusun sesuai dengan sistematika penulisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai sufisme dalam pemikiran Yusuf Mansur terdiri: khauf, raja’, ikhlas, ridha, sabar, niat, malu, husnudzan, istiqomah, jujur, qana’ah, syukur, zuhud, dan akhlak. Namun peneliti memfokuskan pada tiga ranah yakni tauhid yang erat hubungannya dengan keyakinan; muhasabah berkaitan dengan proses taubat dan upaya terus menerus memperbaiki diri; Dan perselisihan antara niat dan doa terhadap suaatu ibadah & doa sebagai upaya mewujudkan impian. Hasil penelitian yang menjawab masalah kedua ada temuan yang bersifat penguat dan pengembangan terhadap pendidikan (keluarga) yakni: terletak pada penanaman keyakinan, pembersihan dan penggunaan hati, asas kemanfaatan, menggapai perubahan, menghadirkan rasa peduli, jujur, menumbuhkan akhlakul karimah, menjauhi dosa dan husnudzan. Sedangkan pada pendidikan keluarga, temuan juga bersifat penguat dan pengembangan. Penguat yakni berakhlak dan bermanfaat. Pengembangan yakni: memunculkan rasa syukur, sabar, cinta, keikhlasan, berhati-hati, mengambil ibrah (pelajaran) dari setiap kehidupan, keberadaan ibu sebagai perwujudan keberadaan Allah dan menjadikan amaliyah sebagai modal utama mendidik anak di dalam keluarga

    12 tafsir langkah Muhammadiyah/ Mansur

    No full text
    48 hal.; 21 cm

    12 tafsir langkah Muhammadiyah/ Mansur

    No full text
    48 hal.; 21 cm

    12 tafsir langkah Muhammadiyah/ Mansur

    No full text
    48 hal.; 21 cm

    12 tafsir langkah Muhammadiyah/ Mansur

    No full text
    48 hal.; 21 cm

    12 tafsir langkah Muhammadiyah/ Mansur

    No full text
    48 hal.; 21 cm
    corecore