1,728,586 research outputs found
Pesona manik-manik Kalimantan
Manik-manik adalah benda kecil, indah dan rumit yang biasanya berbentuk bulat, dilubangi dan dironce menjadi suatu perhiasan atau menghiasi suatu benda. Manik-manik tersebut terdiri dari berbagai bahan, seperti: kerang, tulang, gading, kayu, getah kayu, biji-bijian, merjan, terakota (keramik), logam, kaca, dan batu. Tradisi penggunaan manik-manik ini sampai sekarang tetap berlangsung, dan hampir seluruh masyarakat penghuni di kepulauan Indonesia mengenal akan manik-manik ini, baik sehagai perhiasan maupun untuk kelengkapan upacara-upacara keagamaan atau adat. Kesamaan lingkungan alam serta
Jatar belakang sejarah dan budaya yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia, nampak dari hasil kerajinan
manik yang mereka ciptakan
Untaian manik-manik Nusantara
Buku ini menampilkan pesona tentang manik-manik di Indonesia. Materi atau manik-manik yang dimuat dalam buku ini berasal dari koleksi Museum Negeri Provinsi seluruh Indonesia dan pernah dipamerkan di Museum Nasional, Jalan Merdeka Barat No.12 Jakarta tahun 1996. Pada waktu pameran belum sempat ditampilkan dalam buku yang lengkap dengan foto setiap materi. Maka buku ini adalah suatu hasil usaha agar keindahan yang tampak pada setiap materi pameran manikmanik itu dapat dinikmati bagi mereka yang belum sempat menyaksikannya. Dan bagi mereka yang telah menyaksikan pameran itu dapat memberikan tambahan wawasan terhadap manik-manik di Indonesia. Bahan penyusunan buku ini dihimpun dari berbagai pihak baik perorangan maupun dari Museum Negeri Provinsi di seluruh Indonesia
Penerapan Strategi Pemasaran Pada Kegiatan Berwirausaha Aksesoris Manik Manik
Penelitian ini mengkaji peluang, strategi, dan tantangan dalam
kewirausahaan melalui produksi aksesoris manik-manik. Dalam era
globalisasi, aksesoris manik-manik menjadi salah satu produk kreatif yang memiliki nilai estetika tinggi dan potensi pasar yang luas. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada wirausaha lokal di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi produk, penggunaan media sosial untuk pemasaran, serta pemahaman pasar menjadi faktor utama keberhasilan. Namun, tantangan seperti fluktuasi harga bahan baku dan persaingan pasar juga menjadi kendala yang signifikan. Artikel ini memberikan rekomendasi strategis bagi wirausaha untuk mengoptimalkan potensi bisnis aksesoris manik-manik
Penerapan Strategi Pemasaran Pada Kegiatan Berwirausaha Aksesoris Manik Manik
Penelitian ini mengkaji peluang, strategi, dan tantangan dalam
kewirausahaan melalui produksi aksesoris manik-manik. Dalam era
globalisasi, aksesoris manik-manik menjadi salah satu produk kreatif yang memiliki nilai estetika tinggi dan potensi pasar yang luas. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada wirausaha lokal di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi produk, penggunaan media sosial untuk pemasaran, serta pemahaman pasar menjadi faktor utama keberhasilan. Namun, tantangan seperti fluktuasi harga bahan baku dan persaingan pasar juga menjadi kendala yang signifikan. Artikel ini memberikan rekomendasi strategis bagi wirausaha untuk mengoptimalkan potensi bisnis aksesoris manik-manik
KARYA TARI MANIK GUMANTI
Abstrak
Karya tari Manik Gumanti bersumber dari fenomena alih fungsi lahan sawah di Bali. Maraknya alih fungsi lahan sawah di Bali tidak dapat dihindari ditengah besarnya permintaan akan kebutuhan pembangunan. Sawah sebagai lahan pertanian produktif akan dimanfaatkan untuk pembangunan perumahan, fasilitas penunjang pariwisata seperti hotel, villa dan perkantoran. Hal inilah yang kemudian mendorong terjadinya alih fungsi lahan sawah di Bali. Fenomena ini kemudian ditransformasikan ke dalam garapan yang merujuk pada lingkungan yang bertemakan introspeksi diri dengan judul tari palegongan inovatif Manik Gumanti. Motif-motif geraknya terinspirasi dari keindahan gerak-gerak tari legong yang dipadukan dengan inspirasi gerak-gerak alam sawah atau gerak flora yakni gerak (sayar-soyor) dan gerak peniruan lumpur yakni menggunakan gerak yang terinspirasi dari gerak ngelo dan ngelayak. Karya tari Manik Gumanti memiliki tiga rumusan ide penciptaan yaitu (1) Bagaimanakah proses penggarapan karya tari Manik Gumanti ?, (2) Bagaimanakah wujud karya tari Manik Gumanti ?, (3) Pesan apakah yang disampaikan melalui tari Manik Gumanti ?. Garapan ini memiliki tujuan agar tercipta karya yang baik. Adapun tujuan karya ini yakni memberikan pemahaman kepada mayarakat ditengah maraknya fenomena alih fungsi lahan sawah, tentang dampaknya terhadap pertanian di Bali.
Dalam karya tari Manik gumanti menggunakan beberapa sumber data yang berasal dari buku-buku, dan video. Selain sumber data, karya ini mempergunakan beberapa teori sebagai landasan dalam penggarapan karya ini yakni menggunakan teori estetika, teori proses kreatif dan teori semiotika. Hasil dari karya ini adalah: (1) Karya tari ini hadir sebagai karya baru yang dihasilkan melalui proses dan menggunakan metode dalam penciptaannya. Proses penciptaan karya ini dikerjakan secara bertahap yaitu tahap eksplorasi, improvisasi, dan forming. (2) Penggarapan karya tari Manik Gumanti diwujudkan kedalam bentuk karya tari palegongan inovatif dengan melibatkan pendukung tari berjumblah kurang lebih tiga puluh empat orang. Garapan ini memiliki banyak pengembangan baik penyajiannya, gerak tarinya, musik, serta properti yang digunakan. (3) Makna dan pesan yang terkandung dalam garapan ini ialah makna dan pesan kreativitas, makna dan pesan kebersamaan, dan makna dan pesan pelestarian lingkungan. Garapan ini dipentaskan di area persawahan desa pakraman Renon, Kota Denpasar.
Kata Kunci: Palegongan inovatif, Manik Gumanti.
Abstract
The creation of this dance originated from the phenomenon of land conversion in Bali. The rise of land conversion in Bali cannot be avoided amid the demand for development needs. Rice fields as productive agricultural land will be used for housing development, tourism support facilities such as hotels, villas, and home stay. It becomes a factor that encourages land conversion in Bali. This phenomenon is transformed into environmental cultivation program themed the environmental conservation entitled palegongan Manik Gumanti creation. It is inspired by the beauty of legong dance movements combined with the inspiration of natural motion of rice fields or flora motion such as (sayar-soyor) motion and mud imitation motion using body processing ngelo and ngelayak. Manik Gumanti dance is made in order to create a good work. It is aimed at providing understanding to the community about the impact on agriculture in Bali in the midst of the phenomenon of land conversion. There are three formulations of creation ideas contained in Manik Gumanti dance namely (1) How the process of making Manik Gumanti dance? (2) How does Manik Gumanti dance work look? (3) What message is delivered through Manik Gumanti dance? Books and videos are used as the data source in the creation of Manik Gumanti dance. Furthermore, the theory of aesthetics, theory of creative process, and theory of semiotics are used as theories in this dance. The results of the creation of this dance show that (1) This dance is present as a new work produced through the process and using methods in its creation. The process of creating this work is done in stages of eksplorasi (exploration), improvisasi (improvisation), and forming. (2) This Manik Gumanti dance is created in the form of palegongan dance creation consisting of approximately thirty-four people as the dance supporters. It has a lot of development in presentation, dance movement, music, and property used, (3) The message contained in this dance is that society must keep and preserve the fields that have been inherited by the ancestors, if land conversion is done without any rescue and protection, the rice fields in Bali will be sold out.
Keyword: Palegongan inovatif, Manik Gumant
Studi Desain Kerajinan Manik-Manik “Griya Manik” Di Gambang Jombang
ABSTRAK Pangestiningsasi, Siswi. 2011. Studi Desain Kerajinan Manik-Manik “Griya Manik” Di Gambang Jombang. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Imam Muhadjir, (II) Dra. Tjitjik Sriwardhani, M.Pd. Kata Kunci : Desain, Kerajinan Griya Manik, Jombang Tidak banyak orang yang meneliti tentang kerajinan manik-manik, bahkan mereka cenderung berhasrat lebih untuk memiliki daripada memahaminya. Hal ini sangat disayangkan karena manik-manik juga merupakan salah satu peninggalan kebudayaan Indonesia yang perlu terus dilestarikan, mengingat manik juga dipakai sebagai perhiasan pada upacara tradisional dan dianggap sebagai pusaka budaya di beberapa tempat di Indonesia. Oleh karena itu Griya Manik merupakan salah satu penerus seni kerajinan manik-manik, memiliki tidak lebih dari 20 pengrajin dan menghasilkan produk yang dieksport ke beberapa negara seperti Jepang, Thailand, dan Eropa. Untuk itu bagaimana proses penciptaan kerajinan manik-manik “Griya Manik” di desa Gambang Jombang dan bagaimana wujud visual kerajinan manik-manik “Griya Manik” di desa Gambang Jombang, perlu diungkap lebih lanjut. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan proses penciptaan kerajinan manik-manik di Griya Manik, serta mendeskripsikan wujud visual mengenai jenis dan desain dari kerajinan manik-manik yang ada di “Griya Manik” Gambang Jombang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif, berupa paparan data proses penciptaan kerajinan manik-manik dan wujud visual kerajinan manik-manik diperoleh dari observasi langsung dan data sekunder dari berbagai sumber. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dimulai dari deskripsi, analisis formal, interpretasi, dan evaluasi atau keputusan. Dalam proses penciptaan pengrajin memanfaatkan limbah kaca untuk dipergunakan sebagai bahan utama pembuatan kerajinan manik-manik yang unik. Peralatan yang digunakan yaitu kompor duduk, kompor strong, tungku, kapi, tang, kawat stenlis, pipa stenlis, gerinda dan bahan cukup sederhana dalam pembuatannya yaitu limbah kaca, kaolin, pigmen, dan bahan bakar, namun dari kesederhanaan dan proses kreatif yang tinggi menghasilkan suatu produk kerajinan manik-manik yang unggul. Dalam proses pembuatan kerajinan manikmanik menggunakan teknik pembakaran bersuhu o C. untuk memperoleh manik-manik yang bervariasi dan pengemasan desain yang baik guna menjaga kualitas produk dipasaran serta memiliki nilai jual yang tinggi. Terkait dengan wujud visual desain, secara umum manik-manik kaca yang diproduksi Griya Manik merupakan manik manik berleher, teknik lapidary, manik monokrom, manik policrom, dan manik beruas-ruas. Manik-manik tersebut antara lain kiffa beads, borneo beads, islamic beads, mulisalah, sevron dan modern beads. Dari setiap manik-manik tersebut memiliki makna simbolik, sosial, budaya, estetik, dan nilai ekonomis. 400-80
Analisis tingkat kesejahteraan pengrajin manik-manik
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) tingkat pendapatan pengrajin manik-manik di Kelurahan Gunung Lingai selama sebulan, 2) tingkat pendidikan yang di tempuh pengrajin manik-manik di Kelurahan Gunung Lingai, 3) waktu jam kerja yang telah di kerjakan oleh pengrajin manik-manik di Kelurahan Gunung Lingai selama beberapa jam/minggu. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu-ibu yang bekerja sebagai pengrajin manik-manik di Kelurahan Gunung Lingai. Teknik pengambilan sampel menggunakan Snowball Sampling dengan sampel sebanyak 30 responden. Pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis deksriptif kuantitatif dengan tabel silang dan analisis Chi Kuadrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pendapatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kesejahteraan pengrajin manik-manik di Kelurahan Gunung Lingai, 2) Pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kesejahteraan pengrajin manik-manik di Kelurahan Gunung Lingai, dan 3) Jam Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kesejahteraan pengrajin manik-manik di Kelurahan Gunung Lingai
Eksotisme manik-manik menembus zaman
Manik-manik selain digunakan sebagai benda perhiasan (kecantikan), tampaknya dimanfaatkan pula untuk banyak keperluan dalam masyarakat, termasuk dipakai sebagai kelengkapan sarana ibadah pada agama tertentu, seperti tasbih bagi umat Islam. Dengan demikian nilai manik-manik bagi kehidupan manusia begitu beragam tidak terbatas hanya fungsi profan tetapi sekaligus memiliki peran dalam aktivitas ritual dan lain sebagainya. Buku ini dalam pembahasan, lebih ditekankan kepada latar belakang atau sejarah perjalanan suatu manik-manik sebagai benda budaya dan seni yang telah begitu panjang dari aspek waktu
Lahirnya Hanoman Cupu Manik
Dalam merealisasikan sebuah hiburan di Taman Bali Safari Gianyar diperlukan kerjasama dengan sejumlah seniman untuk menciptakan karya seni lahirnya Hanoman “ Cupu Manik” yang bisa memberikan hiburan filosofi tentang pentingnya memelihara kehidupan satwa. Disamping juga menggugah kesadaran internasional akan pentingnya menjaga keharmonisan alam lingkungan. Ide Garapan ini beranjak dari konsep kesadaran untek melestarikan marga satwa dan keseimbangan lingkungan (Tri Hita Karana) hubungan manusia dengan Tuhan, Hubungan manusia dengan manusia dan hubungan manusia dengan lingkunganya, yang berarti menjaga keharmonisan unsure alam demi kesejahteraan hidup manusia. Garapan ini merupakan kemasan seni pertunjukan yang memadukan alam dan teknologi multimedia (laser, dan berbagai permainan lighting modern, acrobatic sirkus, sihingga menjadi suatu garapan yang spectakuler
Tebaran manik-manik di benua Etam
Manik-manik merupakan benda kecil, unik dan menarik yang dianggap sebagai salah satu benda seni yang diminati para ahli maupun kolektor benda seni. Pada umumnya manik-manik dirangkai menjadi untaian yang dijadikan hiasan atau ditempelkan pada benda lain, menjadikan benda tersebut lebih indah. Manik-manik inipun selalu dihubungkan dengan fungsi lain seperti menjadi benda status sosial, digunakan dalam upacara adat, dianggap sebagai jimat atau mempunyai kekuatan gaib, pelengkap pakaian adat yang digunakan dalam upacara daur hidup dan dianggap sebagai benda perdagangan. Tradisi penggunaan manik-manik ini sampai sekarang tetap berlangsung, dan hampir seluruh masyarakat penghuni di kepulauan Indonesia mengenal akan manik-manik ini, baik sebagai perhiasan maupun untuk kelengkapan upacara-upacara keagamaan atau adat. Kesamaan lingkungan alam serta latar belakang sejarah dan budaya yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia, nampak dari hasil kerajinan manik yang mereka ciptakan
- …
