1,722,544 research outputs found
REDESAIN GOR MANAHAN SURAKARTA
Indonesia mendapat gelar juara umum dalam ajang Asean Para Games 2017 di Malaysia, disusul dengan peringkat 4 Asian Games 2018 dan peringkat 5 Asian Para Games 2018 di Jakarta – Palembang. Hal ini membuat pemerintah di berbagai daerah semakin berbenah dalam memberikan fasilitas yang baik demi pembinaan dan pengembangan potensi atlet tanah air . Pada tahun 2018, Kota Surakarta menjadi tempat atlet Asian Para Games 2018 menjalankan pemusatan latihan nasional (pelatnas) disusul dengan peresmian Sekolah Khusus Olahraga Difabel Indonesia (SKODI) di akhir tahun. Pernyataan Staf Ahli Kemenristek Dikti di akhir tahun 2017 mengenai Surakarta sebagai pionir kota ramah difabel di Indonesia perlahan mulai direalisasikan oleh pemerintah.
Hal tersebut melatarbelakangi pembangunan fasilitas olahraga yang baik dan memenuhi standar di Kota Surakarta, salah satunya Gedung Olahraga (GOR) Manahan yang sering menjadi tempat diselenggarakannya kompetisi olahraga hingga tingkat internasional. Pengembangan GOR Manahan merupakan salah satu perwujudan dari Perpres No. 64 tahun 2018. Stadion Utama Manahan, lapangan tenis dan beberapa titik di kawasan Gelora Manahan juga mulai menjalani tahap renovasi di akhir tahun 2018.
Dari permasalahan di atas, diperlukan solusi dalam bentuk Redesain GOR Manahan Surakarta yang adaptif terhadap standar internasional dan ramah bagi difabel. Untuk mewujudkan perancangan dari studi kasus GOR Manahan, diperlukan pedoman perencanaan dan perancangan yang solutif untuk dilanjutkan ke tahap eksplorasi.
Pedoman perencanaan dan perancangan Redesain GOR Manahan Surakarta dirumuskan dari persyaratan bangunan gedung olahraga yang dikeluarkan pemerintah, standar arena olahraga oleh organisasi internasional cabang olahraga terkait, standar bangunan ramah difabel serta tinjauan dari GOR Manahan sebagai acuan dalam perancangan sehingga didapatkan solusi dari permasalahan yang ada. Dilakukan pula pendekatan fungsional, kinerja dan kontekstua
Thomas Manahan Wortham in WWI uniform, 1917
Thomas Manahan Wortham, WWI uniform, 1917, b&w in cardboard folder. Caption on cardboard frame reads: Thomas Manahan Woirtham, 1917.https://mds.marshall.edu/sloan_wyatt_papers/1021/thumbnail.jp
Interview with Manuel Manahan
An interview with Manuel Manahan regarding his experiences during the Vietnam War Era.https://scholars.fhsu.edu/lansdale_interviews/1023/thumbnail.jp
Resiliensi Umkm Manahan Surakarta, Upaya Siapa?
Pelaku UMKM, mengalami keterpurukan akibat Pandemi Covid 19, pemerintah wajib membangkitkan kembali UMKM. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi upaya resiliensi UMKM di Manahan pada masa pandemi dan keterlibatan Dinas Koperasi dan UKM Kota Surakarta. Penelitian dilaksanakan di Dinas Koperasi dan UKM Kota Surakarta dan Kalurahan Manahan, Surakarta. Responden dipilih secara purposif pada Pegawai Dinas Koperasi dan UKM dan pelaku UMKM di Kelurahan Manahan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif diskriptif dengan tujuan mendeskripsikan upaya resiliensi UMKM dan upaya pemerintah melalui Dinas Koperasi dan UKM Kota Surakarta dalam permberdayaan tersebut. Data sekunder dan primer didapatkan di Kantor Dinas Koperasi dan UKM Kota Surakarta dan Kalurahan Manahan Surakarta. Hasil penelitian menunjukkan pelaku UMKM di Manahan cukup resilien. Tidak semua pelaku UMKM tersentuh pemberdayaan dari Dinas Koperasi UKM Kota Surakarta. Umumnya pelaku UMKM di Manahan menyatakan tidak mendapatkan akses permodalan dari Dinas, tidak mendapatkan pelatihan ketrampilan yang dibutuhkan, tidak memiliki perijinan usaha, dan akses jejaring yang terbatas. Meskipun demikian para pelaku UMKM berharap bila ada bantuan pemerintah melaui Dinas Koperasi UKM dapat berupa akses modal, akses pasar dan pendampingan usaha. UMKM di Manahan berupaya bangkit secara mandiri selama dan pasca pandemi. Dinas Koperasi dan UKM Kota Surakarta dalam menjalankan tugas dan fungsinya menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah yang lebih luas. Sumberdaya pemerintah Kota Surakarta teralihkan untuk penanganan Covid19 demikian juga anggaran untuk Dinas Koperasi dan UKM. Segala kegiatan yang berkaitan dengan pemberdayaan UMKM tidak dapat dilaksanakan. Upaya pertolongan pada UMKM sebatas menyalurkan bantuan dari Kementerian Koperasi dan UKM berupa bahan pokok kepada pelaku UKM. Kegiatan pemberdayaan UMKM baru mulai kembali setelah Pandemi mereda pada skala yang terbatas
DAMPAK PEMBANGUNAN FLYOVER MANAHAN SOLO DITINJAU DARI AKSESIBILITAS PENGGUNA JALAN
Abstract: The junction between the roads Jl. Adi Sucipto, Jl. MT Haryono, Jl. and Dr. Moewardi is one point of congestion that occurred in the city of Solo. The junction of these roads is the third in the area of education, sport, offices, commerce, and settlements, so that congestion can occur at any time. Solo City Government decided to build a flyover, which was given the name Flyover Manahan Solo, which connects the road to address the congestion problem that occurred. By using descriptive qualitative approach method, the author does observation and research on the impact posed Manahan Solo Flyover, in terms of how aksesibilitasnya against road users. Based on observation and the research that has been done, the results show that the road of third accessibility less well after compared with factors that affect accessibility, specifically time and distance.Keyword: Impact, Manahan Solo Flyover, Accessibility of Road UsersAbstrak: Persimpangan antara ruas Jl. Adi Sucipto, Jl. MT Haryono, dan Jl. Dr. Moewardi merupakan salah satu titik kemacetan yang terjadi di Kota Solo. Persimpangan ketiga ruas jalan tersebut berada di kawasan pendidikan, olah raga, perkantoran, perniagaan, dan permukiman, sehingga kemacetan bisa terjadi kapan pun. Pemerintah Kota Solo memutuskan untuk membangun sebuah jalan layang, yang diberi nama Flyover Manahan Solo, yang menghubungkan ketiga ruas jalan tersebut untuk mengatasi masalah kemacetan yang terjadi. Dengan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, penulis melakukan observasi dan penelitian terhadap dampak yang ditimbulkan Flyover Manahan Solo, ditinjau dari bagaimana aksesibilitasnya terhadap pengguna jalan. Berdasarkan observasi dan penelitian yang telah dilakukan, hasilnya menunjukkan bahwa aksesibilitas ketiga ruas jalan tersebut kurang baik setelah dikaitkan dengan faktor yang mempengaruhi aksesibilitas, yaitu waktu dan jarak tempuh.Kata Kunci: Dampak, Flyover Manahan Solo, Aksesibilitas Pengguna Jala
The Image Of Manahan Region
Architects should have great knowledge as well as broad perspective when planning a project in a big scale (or in macro scale e.g. public buildings). The good knowledge insight is important to recognize and understand two important things: (a) Architecture of City, and also (b) Urban Design. In both fields, an understanding of the background, context, and aspects of architectural design is important to have. A city area basically can be built from a structure or mass customization of buildings that are well designed individually or entirely. Urban planning has at least three main objectives and concerned with (a) security, (b) comfort and (c) beauty (aesthetics). Manahan is considered as one of the images of the Solo because it has an epic history, infrastructure, technology, and green open spaces that are able to facilitate all circles of society both in education and tourism. The qualitative method was applied in this study with two data collection methods, that were (a) observations & direct fields survey around Manahan Region, and (b) capturing photographs of potential buildings that support the urban area. The topical and visual analysis of architecture descriptive was also applied as analytical method upon the obtained data. The result of this analysis is a brief description that Manahan potentially provides culinary zone, educational, offices and services space, and also sport facilities equipped with good infrastructure. A statue of Soekarno (First President of Republic of Indonesia) shows the image of educated and cultured Manahan.Keywords: Image, Manahan, Sol
Edwin F. Manahan business card
Scan of a business card for Edwin F. Manahan, architecut in Woodcliff-on-Hudson, New Jersey. From leaf 2 of the Clifford P. Evans scrapbook
Brother tell me of the battle, how the soldiers fought and fell [first line of chorus]
strophic with choruspiano and voiceRespectfully Dedicated to Mrs. J.W. Millar.377Johns Hopkins University, Levy Sheet Music Collection, Box
087, Item 065Words by Thomas Manahan, Esq. Music by Geo. F. Root
Brother tell me of the battle, how the soldiers fought and fell [first line of chorus]
strophic with choruspiano and voiceRespectfully Dedicated to Mrs. J.W. Millar.377Johns Hopkins University, Levy Sheet Music Collection, Box
087, Item 065Words by Thomas Manahan, Esq. Music by Geo. F. Root
Perancangan Interior Di Velodrome Manahan-Solo
Fenomena menurunnya performa dan prestasi cabang olahraga balap sepeda di Indonesia salah satunya dipengaruhi oleh kualitas sarana dan prasarana yang kurang memfasilitasi. Velodrome di Kompleks Manahan-Solo, Surakarta saat ini belum memenuhi standar yang layak untuk mengadakan kegiatan bertaraf nasional dan internasional. Untuk memfasilitasi kebutuhan 3 objek aktivitas utama, yaitu atlet, pengelola, dan pengunjung, perancangan interior dibutuhkan yaitu pada ruang gym, ruang pemanasan, ruang staff, ruang media, tribun, area komersial, ruang loker, ruang medis, dan juga ruang penyimpanan sepeda. Konsep perancangan interior Velodrome Manahan-Solo mengacu pada konsep modernisme dengan memasukkan identitas warna city branding Kota Surakarta sebagai “Spirit of Java”. Konsep ini bertujuan untuk menekankan perancangan interior pada fungsi dan kegunaan dalam memenuhi kebutuhan 3 objek aktivitas utama, sekaligus memberikan keselarasan pada Velodrome Manahan-Solo sebagai salah satu identitas Kota Surakarta
- …
